Friday, June 23, 2017

Tentang Sponsored Post di Blog Diari Mami Ubii

Kalau kamu baca postingan blog saya di mana ada [Sponsored Post] di awal postingan, itu artinya saya mendapatkan kompensasi dari klien untuk tulisan saya. Or in simple words: saya dibayar. Pengin banget nulis tentang kenapa saya picky dalam urusan job di blog (dan media sosial).


Well, sebenernya, ini postingan potongan sih. Aslinya ini ada di dalam postingan tentang passion kemarin. Tapi gila jadi panjang banget. Jadi saya bikin tulisan baru aja akhirnya.


Saya menikmati nulis di blog ini, makanya saya juga jadi cinta banget sama blog Diari Mami Ubii. Iya, benar, saya kepengin monetize blog ini biar saya bisa punya penghasilan. Tapi keinginan untuk punya duit dari blog saya pengin nya nggak mengkhianati idealisme saya.

Tahun 2014, saya pertama kali dapat job sponsored post di blog. Well, nggak hanya untuk bikin tulisan di blog sih, tapi juga bikin tulisan untuk website klien. Nilai nya lumayan banget, IDR 850K. Mau baca sponsored post perdana saya nggak? Hahaha.

Baca: Tahukah Ibu, Ada Solusi Pas Untuk Teman Hamil

(Di sesi sharing sebuah komunitas, saya pernah cerita ini, tapi saya bilang nilai job pertama saya adalah IDR 500K. Ralat yah. Yang benar IDR 850K, barusan saya ubek-ubek lagi email kontrak nya).

Dari situ saya pertama kali ngeh bahwa ternyata blog juga bisa jadi sarana untuk menghasilkan rupiah. Beneran baru tahu banget. Dan, baru tahu juga ternyata nilai yang bisa dihasilkan untuk sebuah kerja sama itu nominal nya bisa sangat lumayan.


So since then, saya kepengin punya uang sendiri dari blog. Puji syukur, saya dapet itu sampai sekarang. Time goes on and on, sampai akhirnya saya yakin bahwa menulis adalah passion saya yang sebenar-benar nya, jadi mulai punya idealisme juga.

Saya mau terima sponsored post (postingan berbayar) baik di blog maupun media sosial hanya kalau:

👑 Produk nya memang saya pakai,  pernah pakai, atau at least saya tertarik untuk coba produk itu.

👑 Poin dari campaign nya memang sejalan sama pemikiran saya. Misal kemarin saya ambil sponsored post tentang kontrasepsi di mana key message yang ingin diangkat sama klien adalah penting nya perencanaan keluarga dan pengaturan interval jarak kelahiran anak. Jelas saya mau, karena saya setuju banget sama message itu. Plus, belakangan ini saya sedang ngerasain pentingnya menabung untuk masa depan anak-anak. Itu saya jadikan personal touch nya.

Baca: Bicara Tentang Kontrasepsi, Why Not?

Baca: Tips Menabung Ibu Rumah Tangga Ala Gesi

👑 Saya dikasih kesempatan (atau difasilitasi) untuk mencoba produk yang dimiliki klien. Saya ogah mereview atau mempromosikan sesuatu yang belum pernah saya coba. Karena nanti apa yang mau saya ceritakan? Experience apa yang bisa saya share kalau saya nggak cobain dulu? Kalau sekedar A-Z product knowledge mah, nanti apa beda nya blog saya sama website klien?


Nggak mau juga kalau harus mengada-adakan cerita padahal di real life saya belum ada keinginan untuk cobain produk itu. Pernah saya ditawarin endorse skin care untuk dipost di Instagram. In real life, saya belum juga tergerak untuk pakai skin care (ini payah sih, padahal harusnya seumur saya udah mulai pakai skinker, huhuhu). Ya, simply saya tolak. Sampai saya dinyek-nyek sama Windi masa skinker SK-II ditolak padahal kan lumayan banget itu harga nya. Ya gimana, orang saya belum kepengin cobain. Nanti di caption nulis apa, saya nggak mau making up stories.

Selain karena value myself and my work, tujuan lain adalah untuk menjaga kepercayaan pembaca dan followers. Saya makasih banget sama temen-temen yang setia baca blog Diari Mami Ubii dan ngikutin Instagram saya. Saya anggap mereka percaya sama saya. They've given me their trusts, so it's my duty as well to keep their trust. Dan makanya juga kadang saya bikin mini giveaway di akhir postingan blog yang hadiahnya cuman sebiji-sebiji itu adalah produk yang sama kayak yang saya review atau Ubii/Aiden pakai. Karena saya mau pembaca saya punya barang yang (menurut saya) layak. At least saya suka dan beneran pakai. Jadi mau 'ngadoin' orang lain dengan barang itu ya nggak ragu.

Baca: Endorsing Kids


Alasan terakhir di poin ini. Kadang klien suka nanya, "Nanti postingan Instagram atau blog nya bakal dihapus setelah berapa lama?" Jawaban nya selalu ... tidak akan saya hapus. Itu benefit (untuk klien) dari saya cuman terima job yang sesuai sama selera saya. Karena yang saya post adalah emang keseharian saya yang emang beneran terjadi, ya buat apa dihapus? Nggak ada urgensi untuk saya harus hapus kan.

👑 Tulisan nya adalah hasil karya saya sendiri. Saya nggak mau ambil job berupa content placement (konten tulisan sudah disiapkan oleh klien, lalu blogger tinggal ngepost aja). Karena blog Diari Mami Ubii adalah personal blog. 100% tulisan harus dari saya supaya ada sosok Gesi yang bisa ditangkap sama readers saat membaca nya.

👑 Di bagian awal postingan blog, harus ada keterangan bahwa itu sponsored post. Kalau klien nya ogah, saya mending mundur.

***

Blogging sebagai passion juga bikin saya nggak eman-eman mengeluarkan uang untuk mempercantik blog. Fee-fee dari blog dan media sosial saya di tahun 2016 kayaknya cuman separuh deh yang saya nikmati beneran. Separuh nya lagi saya gunakan untuk pesen template, pesen header blog (yes, that Diari Mami Ubii image on the top itu beli), pesen stiker (yang sering dikira saya bikin, itu beli kok), pesen responsive template (biar enakan kalau dibaca di smart phone), pesen banner GesiWindiTalk, pesen banner Diari Papi Ubii, endebrew endebrew.



Header blog, dua banner itu, stiker saya dan stiker Adit pesan di orang yang sama: Mevlied Nahla Halo Terong - PROMOSI banget because her work is so damn good!

Baca: Exclusive Sticker Pack Diari Mami Ubii

I call blogging to the extreme of passion, but somehow I treat this blog as my office too. Saya belajar bagaimana berhubungan sama klien, bikin report, bikin invoice, dan tetek bengek nya dari sini, secara saya nggak ada kerjaan tetap yah. Saya belajar tentang perlu nya punya CV (yang oleh blogger disebut dengan media kit) dan menghabiskan 3 hari buat belajar utak-atik website design.

Baca: Contoh Media Kit Untuk Blogger Dengan Piktochart

Saya juga jadi belajar tentang menghargai diri saya dan hasil karya saya dari blog ini. Dengan alasan itu, maka nya saya picky soal sponsored post. Kalau klien nawarin harga yang kebanting banget dari rate saya, ya saya akan tolak tanpa ragu. People might consider me cocky atau angkuh atau apa lah itu nama nya.

BUT HEY! Saya langganan speedy, langganan domain blog, beli kuota internet di smart phone, pesen-pesen desain buat blog, beli-beli aplikasi photo editor dan lain-lain aja kan udah pakai modal. Ya masa fee yang ditawarkan nggak nutup modal yang saya keluarin. Itu kalau hanya ngomongin apa yang sudah saya beli dengan uang. Belum tentang waktu dan lain-lain yang sifatnya abstrak.


That's just me being realistic. That's just a simple prinsip tentang kasih harga sama apa yang kita dagangin.

Misal kamu jual nasi goreng babat. Modal yang kamu keluarkan untuk beli beras, babat, kecap, saos, garam, gula, cabe, dan lain-lain adalah 5000 rupiah, ya pasti kamu akan jual produk nasgor babat kamu lebih dari 5000 rupiah dong biar bisa untung. Nggak mungkin kamu akan jual di bawah 5000 rupiah karena arti nya kamu akan rugi.

Kecuali emang mau doing social work, which is bakal beda perkara karena saya bahas pekerjaan.

Apa lantas saya selalu hitung-hitung an? Ya nggak juga. Kalau nilai dari job nya di bawah rate saya TAPI key message nya sesuai sama visi saya dan saya suka sama tema campaign nya, saya mau banget kok dinego. Nggak hitung-hitungan juga saya share ke berapa socmed platform, iklanin pakai FB atau Instagram ads. Dengan catatan kalau memang sejalan sama kehidupan saya beneran dan menurut saya tema campaign nya bagus dan many people should know about it yah.


I guess I should be really grateful. Saya bisa making money dari apa yang menjadi passion saya. Well, ya walau nggak tahu juga sih bisa seperti ini sampai kapan. I mean, pasti akan ada masa nya media blog tidak lagi dibutuhkan untuk memprosikan sesuatu, ya? Idk.

But until then, ya berusaha doing my best aja. Dibilang usaha biar dapet job, ya iya. Makanya kepengin gimana caranya biar blog ini menarik. Tapi nggak yang sampai ngoyo tarawan job semua-mua diambil padahal nggak sesuai sama belief dan prinsip saya. Nggak mau ngoyo juga ambil yang fee nya nggak nutup modal. Ya daripada kerjain nya sambil bersungut-sungut atau complain ini-itu juga kan buat apa.

I guess that's all. Hehehe. Thank you once again for everyone who sticks with me and my blog. In every happy and sad post. Even after I'm being so open up. Nulis di sini rasanya kayak ngomong sama isi kepala saya sendiri.

Baca: Why Being So Honest? Because I Don't See Why Not

And I've got so many friends who read this blog. Ada beberapa yang selalu komenin tiap update-an blog saya via DM Instagram. Hanya sekedar bilang mereka udah baca, atau sekalian curhat kehidupan mereka yang tema nya saya tulis di blog. Ada yang bilang tiap pagi di kantor pasti buka blog saya dulu cuman ngecek ada postingan baru apa nggak. Dan kalau pas nggak ada postingan baru, mereka akan DM nanya, "Yah kenapa nggak ada tulisan baru, Mba Gesi? Padahal aku butuh bacaan."

HUHUHU TERHARU.


Hal-hal kayak gini lah yang nggak bakal bisa terbeli dengan uang. Buat mereka-mereka yang sesetia dan sebaik ini lah, saya pengin nulis sponsored post dengan jujur walaupun saya dibayar ketika nulis itu. Nggak mau banget 'bohongin' mereka. Semoga bisa stick to this path!

Once again, thank you for keeping reading my blog. Appreciate it so so much!



Love,






29 comments:

  1. Loooveee!

    Ya ampuun Gesiii dirimu suri tauladan sekaliii
    Bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  2. Saluteee ahh..aku penggemarmu mba gesi..slalu suka tulisan2nya

    ReplyDelete
  3. Itu stiker yang terakhir so sweet syekaliiihhh.
    Btw tentang sponsored post aku belum sampai kayak gini nih, huhuu. Milih-milih sih iya, tapi masih terima content placement, hihi. Pelan-pelan mau ngurangin ah.
    Makasih banget banget sharingnya ya Ges :*

    ReplyDelete
  4. setiap hari saya buka blog untuk lihat daftar bacaan dan selalu ada postingan mami ubii, jadi rajin comment juga kan hihi. Thanks for sharing dear. Saya sekedar suka nulis aja, dan masih ikut-ikut lomba blog untuk modal bagusin blog. Keep sharing, sehat-sehat untuk aiden dan ubii ^^

    ReplyDelete
  5. aku sependapat banget nih sm mba Gesi soal prinsip2 sposnsored post, walau saya bukan seorang blogger, tp baca cerita mba Gesi yg punya prinsip sendiri dalam hal ini, menurut saya keren.

    ReplyDelete
  6. Nice point of view' mami Ubii

    ReplyDelete
  7. Tulisan mam Gesi, meski sponsored post tetep bermanfaat banget. 😍

    ReplyDelete
  8. Mbak Gesi tulisannya luwes banget, jujur apa adanya. Salut...

    ReplyDelete
  9. Baca blognya mami ubii emang jadi lebih hidup dengan stiker-stiker ngegemesin itu. Bisikin harganya dong #eh

    Maunya sih kayak gini juga mami ubii..tapi saya masih aja euy terima yang namanya content placement T_T

    ReplyDelete
  10. Aku pernah terima tawaran content placement, akhirnya aku bilang tulisannya saya ganti total ya. Soalnya gak aku banget. Hehehe.

    Sekarang mendingan nulis sendiri deh.

    ReplyDelete
  11. Setuju banget mbak, aku kadang butuh review dari blog itu karena pengen tau realnya gimana, kalo cuma sekedarnya bisa ke webnya yang punya produk, bisa liat iklan ato dikemasannya juga uda dijembreng, tp butuhnya kan share pengalaman dengan situasi dan kondisi real pake tanda * jadi berguna banget kalo ada review yang jujur termasuk minusnya, toh kalo minusnya ternyata ga mengganggu kita tetep mungkin untuk pake, krn kan tiap orang juga punya prioritas dalam milih produk, gpp ada minus kalo ga ada efek signifikannya yg penting yg dibutuhkan ada di barang itu

    ReplyDelete
  12. Setuju banget mam ges ttg yg komentar stlh baca blog kita. Aku bbrp kali dpt email dan dm kayak gitu rasanya jd berguna aja nggak sekedar lalalayeyeye di blog haha lol keep writing mam! Diari mami ubi udah bikin aku ketagihan juga 😘😘😘

    ReplyDelete
  13. Prinsipmu sama sepertiku Mom. Kalau tidak sesuai hatiku, tidak sesuai goal campaignnya aku tidak ambil. Bersyukur banget nemu artijel ini. Saya pebdatang baru yang masih perlu banyak belajar. Bisa kenalan dan dapat ilmu dari Mom. GBU.

    ReplyDelete
  14. bener Gesi aku pun lebih suka terima sponsor kalau ada cerita pernah pakai...
    kalau nggak ada pengalaman mah susah ngarangnya..,

    ReplyDelete
  15. Kadang suka sedih kl tulisan blogger dinilai hanya 50rb. Emangnya nulis semudah itu... Tp balik lg... Setiap kebutuhan org berbeda. Aku dan mba gesi bersyukur diberi privilege u bs memilih mana yg mau dijadiin sponsor post tp mungkin, ada teman2 blogger lain yg tdk punya privilege itu krn UUD.kebutuhan u bayar kuota internet dll lbh besar dr idealisme. Smoga sih... Client nantinya lebih menghargai pekerjaan blogger yaa jd ngasi feenya juga gak tega2 bgt

    ReplyDelete
  16. Mbak Gesiiii....kerennnn... Wes gak bisa komen apa-apa lah.. saya pengen banget ngikutin jejakmu pokonya :)
    *tapi beneran sulit, sih

    ReplyDelete
  17. Message nya dapet banget��
    Semoga bisa ngikutin jejakmu yaa ❤
    Sebagai pembaca juga lebih suka kalo baca tulisan orang lain yang based on real experience & gak sugar coating ��

    ReplyDelete
  18. Kapan bisa menyusul jejak Gesi yang idealismenya tetap terjaga meski banyak blogger-blogger baru bermunculan, karena hidup ini harus memegang prinsip. Maju terus yes!

    ReplyDelete
  19. Aku juga lagi berbenah semoga bisa gitu Mba'.. :)
    Tapi kadang suka nggak tahan kalau ada tawaran tapi kalau lagi kosong job,(malu), terutama content placement, kadang aku terima gara2 lagi nggak bisa nulis di blog.huhu.
    Nice sharing Mba' :)

    ReplyDelete
  20. Mami junjunganku! Wah aku kapan yaaaa dapat sponsored post kayak mamiiii ������ kadang ngerasa kayak melacurkan diri gitu sih kalo nemu content placement. Apalagi kalo harus banyak perubahan di sana sini, ya mending nulis sendiri yakan?

    ReplyDelete
  21. selalu suka dengan tulisan Mb ges.. bener harus punya prinsip..
    thank tulisannya.. jadi g nyesel pas aku nolak job bbrp hari waktu lalu..

    ReplyDelete
  22. Entahlah sy selalu membaca kata demi kata yg mami gesi tulis dan menikmatinya. Setuju banget jika itu memang passion kamu mam. Prinsipnya kuat banget dan bisa dicontoh nih. Secara saya sendiri msh terbipang baru dlm perblogingan dan kenal mami gesi adalah hal yg luar biasa. Tfs mam

    ReplyDelete
  23. Suka baca tulisan ini, jd merefresh tujuanku ngeblog. Tengkyu Mbak Grace :)

    ReplyDelete
  24. Hahaha aku setuju sama tulisan iniii :D

    Ya ternyata memang dari blog itu bisa menghasilkan. Tapi itu tidak lah instan.

    aku pun kalau disuruh review skin care dll dll minta waktu kok.
    kalau ga di kasi waktu ya babay :D

    ReplyDelete
  25. Sama banget nih kak, aku juga bikin sponsored post nggak asal hehe.

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
  26. Setuju banget dengan mami ubi. Saya sendiri juga gak bisa nerima job yang tidak sesuai pengalaman. Bagaimana bisa, menulis tanpa pengalaman. Gak ada hujan, tiba" jadi sutradara dadakan. Jehehhehe
    Nulis tanpa pengalaman itu 5 kali lebih susah. Kalau sesuai pengalaman, sambil tiduran aja kelar tuh 1 buku. Wkwkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  27. Halo Mak Gesiiii *sok akrab*
    nemu blog ini dari postingan tentang reality jadi blogger sih eh kok nyaman... sampailah kesini haha. sukak deh, sekarang mulai meluncur kepo ke ig nya
    salam kenal

    ReplyDelete
  28. Kak Graceeeeeeeee,

    Aku setuju bangettttt! Huhuhuhu jarang loh nemu blogger yang curhatannya kok so true, so honest gini. Kadang risih juga sih liat blogger2 yang endorse-annya banyak (bukan karena sirik) tapi karena semua nya diambil hihi. Minggu ini pake skincare A, minggu dpn pake skincare B, minggu depannya lagi C. Lah terus yang bagus yang mana.... *netizen bingung*

    Keep inspiring ya kak Grace!!!

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^