Friday, May 19, 2017

Bicara tentang Alasan Menggunakan Kontrasepsi, Why Not?

[Sponsored Post]

Tempo hari saya pernah bikin Silly Convo tentang cari nama anak perempuan. Itu cuman iseng doang loh, gengs. Bukan karena saya beneran sedang merencanakan kehamilan. Family planning dulu deh ah.



Beberapa teman, setelah baca postingan itu, lantas mengira saya sudah pengin nambah anak. Ketika saya jawab, "Wah, belum kok, hehehe," lalu ada yang lanjut nanya, "Loh kenapa? Padahal Aiden udah pantes loh kalo punya adik." 

Buat saya dan Adit, alasan untuk menambah anak harus sangat lebih berarti ketimbang sekedar 'Aiden sudah pantes punya adik lagi.'

Baca: 10 Hal Yang Berubah Setelah Punya 2 Anak

Anak kan makhluk hidup yang punya banyak hak yang harus dipenuhi orangtua sampai ia masih jadi tanggungan kita. Beneran loh banyak!

Menurut Konvensi Hak Anak yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1989, ada 10 hak anak yang harus dipenuhi, hak untuk:

👫 bermain
👫 mendapatkan pendidikan
👫 mendapatkan perlindungan
👫 mendapatkan nama (identitas)
👫 mendapatkan status kebangsaan
👫 mendapatkan makanan
👫 mendapatkan akses kesehatan
👫 mendapatkan rekreasi
👫 mendapatkan kesamaan
👫 berperan dalam pembangunan

See? PR kan! Anyway, definisi anak menurut Unicef adalah mereka yang berusia 0-18 tahun, yah.

Saya bahas poin yang obviously butuh alokasi dana aja yah: pendidikan, makanan, akses kesehatan, dan rekreasi.

'Cuman' 4 yah tapi seserius itu menyiapkan alokasi dana dan printilannya, loh.

Ngomongin pendidikan, kita pasti punya ekspektasi dan standard masing-masing buat anak. Dan let's just be realistic about it, sekarang sekolah yang bagus mah nggak murah.

Kemarin saya masukkin Aiden ke educative daycare yang 'cuman' begitu doang aja masuknya 1,1 juta.


Semalem sempet googling info enrolment fee untuk TK yang saya incar, udah 7 juta aja. Itu tahun ini. Aiden bakal masuk TK mungkin 2 tahun lagi. Pasti udah naik, kan?

Belum nanti SD nya. Kemarin sempat cerita-cerita sama temen abis masukkin anaknya SD yang oke di Jogja, wow enrolment fee nya 17 juta. Alamakjang!


Itu baru di satu aspek, pendidikan doang loh. Apa kabar makanan? Termasuk di dalamnya susu. Apa kabar diapers? 

Oke, untuk diapers, Aiden sebenernya bisa ngirit karena sudah waktunya belajar toilet training. But what about Ubii yang berkebutuhan khusus sehingga pakai diapers adalah mutlak? Padahal diapers juga nggak murah, percayalah.

Realistically speaking about my condition dengan Adit, saat ini kami masih LDR Jakarta-Jogja. Adit melewatkan momen kebersamaan bareng Ubii dan Aiden Senin-Jumat aja dia bapernya banget-banget. Kasihan nanti level bapernya nambah kalau harus melewatkan momen kebersamaan sama tiga anak, kan. LOL.

Baca: Diari Papi Ubii #14 - Dear Aiden (Ode to My Son)

Itu jadi alasan-alasan mengapa saya dan Adit menjalankan family planning.

Family planning is the pratice of controlling the number of children in a family and the intervals between their births, particularly by means of artificial contraception or voluntarily sterilization

The bottom line is ... kontrasepsi.

Dari dulu saya dan Adit memilih kontrasepsi jenis kondom pria. The easiest one. 

Itu yang saya paling oke karena saya takut banget dipasang IUD. Kata obsgyn saya tuh aneh. Berani 2x operasi caesar dan berani tato, masa nggak berani IUD. Hahaha. Tapi iya, saya takut banget huhuhu.

Kontrasepsi jenis pil juga kurang cocok buat saya karena saya pelupa banget. Padahal harus diminum setiap hari di jam yang sama. Jadi, paling nyetoknya pil KB darurat yang harus dikonsumsi nggak lebih dari 120 jam setelah berhubungan. Ini cuman just in case aja sih. Saya minumnya cuman kalau Adit merasa telat memasang kondom. Hehehe.


Baru tahu ada jenis kontrasepsi pil KB darurat ini setelah dulu buka-buka www.tundakehamilan.com. Dan, dari situ juga jadi tahu bahwa ternyata ada 16 metode kontrasepsi! Enam belas, gengs! Banyak yah ternyata! 16 itu terdiri dari 6 macam IUD, 4 macam pil KB, 1 implan, dan 1 kondom, dan 4 macam kontrasepsi suntik.

Di website Andalan kontrasepsi juga kita bakal dikasih info yang jelas tentang 16 metode tersebut. Gimana pakainya, frekuensi pemakaian, cara kerja, dan informasi mana yang aman dan tidak untuk ibu menyusui. 

Family planning saya bersama Adit bukan hanya tentang menunda kehamilan, it's so much more than that! Mengurus keluarga, terutama tentang membagi waktu dan budget allocating jadi lebih terarah karena kami tahu harus menyiapkan dana untuk apa dan siapa saja. Akhirnya, ke saya nya sendiri, saya juga jadi lebih bahagia karena bisa mengurus keluarga dengan perasaan tenang, nggak was-was dan khawatir ini itu.

Feeling secured is important. Mau ngapa-ngapain jadi lebih enteng.


Ada orang-orang yang meyakini pedoman banyak anak, banyak rezeki. Well, itu pilihan dan prinsip masing-masing yang nggak bisa diganggu gugat, yah. Tapi saya dan Adit agaknya lebih ke tipe realistis dan ingin well-prepared. Tanpa family planning, kalau anak banyak padahal gaji dan posisi belum naik, gimana makan, pendidikan, rekreasi, dan lain-lainnya? Rezeki bisa datang dari mana saja sih, iya, saya percaya. Tapi tanpa real nya, saya dan Adit belum kebayang aplikasinya kelak.

Besides, saya dan Adit meyakini bahwa membesarkan anak itu tanggung jawabnya besar sekali. Untuk urusan biaya, nggak cuman 1-2 tahun lalu end. Lalu urusan lain yang jauh lebih penting, mendidiknya? Mendidik anak agar punya moral, sopan santun, positive attitudes, kejujuran, dan banyak lagi nilai-nilai yang kami harapkan, it will take hard work. It is that serious.

Baca: Mengajarkan Maaf, Terima Kasih, dan Tolong pada Aiden

Bagaimana menurut kalian? Seberapa penting sih family planning? Metode kontrasepsi apa yang kalian terapkan dan apa alasannya? Yuk, share sama-sama. It's not a taboo thing to talk about.

Baca: Pendidikan Seks di Usia Dini, Yay Or Nay?

Saya bingung kenapa banyak orang yang merasa risih membahas family planning. Padahal ini bahasan penting loh yang menyangkut perencanaan keluarga dalam banyak aspek untuk jangka waktu ke depan.

Dan ini beberapa manfaat dari kontrasepsi.


Eh, by the way, Kontrasepsi Andalan sedang mengadakan kontes video tuh. Sudah tahu? Yuk ikutan. Caranya gancil bingits! Cuss!


For further information, do check Andalan Kontrasepsi's social media channel: Facebook Page - Instagram yah.




Love,




55 comments:

  1. Haaahh ada 16, baru tauuu akuuu... Cuuus tkp :D Aku selama ini pakai suntik 3 bulan, kalo IUD pun masih belum beraniii.. hihi.. Iyaah, tercengang2lah aku liat biaya masuk sekolah sekarang, mau daftar TK pun udah jut-jutan.. Hooaaahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun baru tahu setelah kulik website nya, hihihi. Semangat menabung! :*

      Delete
  2. Selama ini pakainya kondom juga, Ges. Kayaknya aku juga harus sedia pil KB darurat ini (baru tahu tentang pil ini, makasih infonya, Ges).

    Biar lebih aman aja, soalnya saya nggak pengen nambah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mba Isnuansa. Thank you sudah mampir, yaaa :)

      Delete
  3. Aku termasuk yg punya pemahaman anak yg lahir,rezekinya akan ngikutin. Tapi ttp aja yg namanya kontrasepsi perlu. Sekarang punya anak 1,tp masih bercita2 punya anak 3, maksimal bgt 4 lah. Cuma ya itu, kudu dijarak. Untuk kesehatan ibu, anak, terutama kewarasan ibu XD blm sanggup bayangin ngurus bocah kecil2 deketan jaraknya
    Ngomongin KB, sbnrnya pengen bgt pake IUD. Udah coba mau pasang, eh ktnya gabisa dipasang krn tinggi rahimnya ga mencukupi syarat. Padahal udh dipasangin alat cocor bebeknya XD
    *maap malah curcol*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, I agree with your point, Mba! Rezeki anak akan mengikuti, namun memperhatikan jarak itu perlu, untuk kesehatan ibu, anak, dan banyak hal lain nya. Thank you for sharing, yaaa.

      Delete
  4. Ada 16 yah mbak, agak shock juga bacanya. Bisa buat pengetahuanku yg belum nikah ini, hhiii.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeay, sebelum nikah sudah baca-baca dulu. Jadi nanti sudah lebih prepared ya! ;)

      Delete
  5. Dan dan aku masih bingung menentukan mau pakai apa alat kontrasepsi nya. Aku takut dengan AKDR yang mesti ditanam, gak mau juga minum pil takut lupa karena mesti pakai pisang.

    Nanti aku coba buka web nya, siapa tau dapat menjawab kegalauan ku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga lekas tercerahkan, Marianaa :*

      Delete
  6. Penting bangetttt.. Makanya aku ga abis pikir sama orang2 yang punya anak tanpa planning..omg, hebat sih kalo bisa sukses tanpa mikirin biayanya :p

    Aku jg tipe realistis kalo mslh ini ges.. Banyak anak banyak rezeki, buatku ga.. Justru makin banyak kebutuhan.. Jd yg namanya planning keuangan penting banget2. Aku g mau aja makin stress mikirin biaya, makin ga bisa jalan2, makin ga bisa kasih yang terbaik utk anak.. Kalo udh di planning in kan jd enak yaa.. Aku udh tau post2nya.. Aku udh tau brp yg hrs dipersiapkan utk masa depan anak yg cm 2 ini.. Makanya kontrasepsi aku pasti pake.. Tadinya mau tubektomi saking ga pengennya punya anak..tp dilarang suami.. Akhirnya pake iud. Untungnya cocok..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih, Mba Fanny cool, nyali banget yah tubektomi. Aku cemen banget tentang ini. Sebenernya Adit tuh kemarin mau vasektomi. Tapi keluarga kurang mendukung, huhuh.

      Delete
  7. Gak pengen nambah anak. Satu anak cukup. Gak pengen pake KB, saya & suami pake cara coitus interuptus aja. Hehehe.

    ReplyDelete
  8. Saya milih kb suntik 3 bulan, mbak. Sempat sih pengen mengandalkan kb alami tapi sayanya yang was-was akhirnya pilih suntik deh. Pengennya punya anal lagi kalau yang pertama ini sudah 2 tahun biar dia benar-benar diurus dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga awalnya niat suntik, tapi takut. Kadang aku cemen banget buat hal-hal beginian, hiks. Semoga promil nya kelak kalau anak pertama sudah 2 tahun dilancarkan ya, Mbaa. Terima kasih sudah sharing :*

      Delete
  9. Saya belum pengen nambah anak, masih pengen satu aja. Mungkin setahun dua tahun kedepan bisa berubah pikiran haha. Saya pakai KB pasang copper T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, 1-2 tahun ke depan bisa aja udah punya keinginan berbeda dari sekarang. Hihihi. Thank you udah mampir, Mama Marwah :)

      Delete
  10. Mendidik anak agar punya moral, sopan santun, positive attitudes, kejujuran, dan banyak lagi nilai-nilai yang kami harapkan, it will take hard work. It is that serious.

    Ini PR banget nget buatku miih. Semoga kita tetep setrooong! Yossshhh
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiinn! Kencangkan ikat kepala, ganbatte kudasai!! Hosh hosh.

      Delete
  11. Memang perlu jg sih mb family planning dan sy sering kasihan dg temen yg anak tua blm selesai nyusu eh adiknya dah keluar..ujung2nya eemaknya yg capek..
    Paling g atur jarak min hingga selesai nyusu jika memang kejar target ingin bnyk anak ya mb..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku sependapat. Sebetulnya mau punya banyak anak tidak masalah jika memang sanggup, tapi perhatikan interval usia anak juga supaya kita juga bisa 'bernapas' dalam nyiapin segala kebutuhan: dana, waktu, tenaga, perhatian, and of course, kewarasan. Hehehe. Thank you sudah berbagi opini ya, Mba :)

      Delete
  12. aku gak berani pake KB apa2. Minum obat gk doyan, suntil ya takut, pake yg dimasukin ke V jg takut. Jadi pake metode kalender aja dan doa, hehe. Toh juga kalau belum waktunya pny anak ya gak akan punya kok. Ini sih aku terlalu santai kyknya, haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suntik takut, IUD takut, kok sama. Hahaha LOL. Metode apa pun kembali ke kenyamanan dan pilihan masing-masing sih ya. Makasih udah mampir, Mba Enny :)

      Delete
  13. Takut KB IUD nih saya banget, apalgi ada tetangga yang hamil meskipun sudah pakai IUD. Daripada gagal mending ga KB begituan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya metode KB apa pun memang tidak menjamin 100%, Mba. Kondom juga bisa tetep jadi. Suntik juga. Hehehe. At least ada upaya family planning nya. Kalau sudah pakai kontrasepsi tapi tetap dikasih hamil sama Gusti, then it's His plan working on us, I think :)

      Delete
  14. takut pasang IUD, aku banget itu mbak hahaha. Akupun gak ingin nambah anak biar bisa fokus mengurus keduanya. metode kontrasepsinya samaan :D

    ReplyDelete
  15. Stuju bgtt mom.. ank sy bru 1 & skg usianya 2,5thn. Ngga temen, ngga kluarga udh byk yg nanyain kpn nambah adek. Bgtu dgr prtnyaan gt lsg mikirnya duit duit duit hahahaha.. gmn ngga, kmrenan iseng2 survey mau masukin anak ke playgroup di skolah favorit (nanya 2 skolah yg trkenal bagus) di solo, uang masuknya aja 13jeti bok! Spp nya 650-850 donk.. hahahahaa. So yes, stuju bgt sm yg namanya family planning. Aku jg tim realistis. Jd mikirnya kalo mau nmbh ank hrs mikir dlu buat naikin income krn aku ga mau 'ngopeni' anak asal2an. Aku maunya all out giving my best, dan ga mgkn bs 'best' kalo pas2an kkaan... so, contraception to the rescue! Hahaaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Exactly the same thought as mine! Hahaha. Paling nggak mikirnya kalau mau nambah anak berarti income kita atau suami ada kenaikan dulu ya. Jadi kalau sudah punya anak lagi, sumber dana juga makin mencukupi. Semangat, mom!

      Delete
  16. Jadi inget jadwal suntik KB kelewat 3 hari hahaha 😅
    Tapi santai sih soale kb nya yg 3 bln, telat2 seminggu juga gapapa 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, untung baru 3 hari udah sadar kalo telat yak. LOL. Makasih udah mampir, Mba Flor! :*

      Delete
  17. ih, selalu suka deh baca blog ini.

    walau aku belum nikah bacaan ini asik juga, bahan pelajaran hidup ehehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow! Thank youuu! It really means a lot! Makasi yaaaa :*

      Delete
  18. Same hereeeeee~~

    Ga berani IUD dan malah diketawain sm obgyn krn langsung jiper pas dr bolak balik depan eike pegang si cocor bebek. Akhirnya pakek kondom deh. Trus ada lagi betadine yg buat ngobatin keputihan juga bs matiin sperma. Temen gw pakek itu tiap abis HB sm suaminya.

    Pil dan suntik ga disaranin sama obgyn gw krn badan gw melar banget watir makin bengkak soalnya pengaruh sm hormon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, sama banget ya part diketawain. LOL. Makasih sharing nya, Mba :*

      Delete
  19. Sayangnya mamine ubii gak jembrengin atu2 ke16 alat kontrasepsi ntu yaa.. Kalongak sertain link yg jelasin ke16 ntu.. Heheh.. Ketauan males nyari ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, udah aku jembreng kok link hidupnya di www.tundakehamilan.com. Sengaja nggak dijembreng supaya bisa lihat langsung dari website nya, which is lengkap banget ada penjelasan di tiap metode nya :)

      Delete
    2. Thank u momie....
      😘😘😘😘😘😘😘😘

      Delete
  20. Kalo buat saya,menerapkan keluarga berencana tu penting. Tapi klo saya alasannya utamanya cetek banget sih, capek pas hamilnya (tapi tetep suka klo hamil kok) n proses melahirkan..haha tapi saya setuju banget sama alasannya Grace.. alasan saya yg cetek ini sebenarny bisa berkembang ke aspek yang lain. Karena saat anak lahir tanggung jawab n peer ortu sudah terpampang nyata. Tanggung jawab buat didik akhlak si anak, biaya pendidikan, kebutuhan pokok sehari2 yg layak, dan rekreasi (ini baru tau sih klo termasuk hak anak).

    Kebetulan kemarin lusa pasang IUD untuk yang kedua kali. Saya selalu pasang 30hr setelah melahirkan. Menurut saya, pasang IUD memang ngeri, tp ngerinya ga sampe 5menit kok, alias pasangnya cepet. Kenapa pilih IUD? Soalnya saya males klo minum pil kb yg aturannya saklek, takut sama suntik, takut klo lengan harus disayat (tipe implan), n mrasa repot klo harus pke kondom pria. Klo IUD ngerinya cuma 5 menit, tp relatif aman untuk 5 tahun dan juga aman untuk busui.
    Hanyaa, efek negatifnya di saya, durasi mens nya jadi lebih lama. Tanpa IUD mens hanya 5 hari, dengan IUD mens bisa 10 hari..fyuh..

    Thnx untuk share nya yg bermanfaat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you juga udah sharing yaa, Mba Leony :*

      Delete
  21. wah harus bikin rencana mulai sekarang nih... *sambil ada yang ngelamar hahahha...
    makaisih sharingnya Mbak Grace :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Makasih juga udah mampir baca-baca yaaa :)

      Delete
  22. Woow..pil kb darurat..baru tau juga.

    Family planing q jg menunda kehamilan, tp kb nya buang di luar.😂😂

    mau iud bentuk rahimnya g normal katanya..pake kondom kok gak enak..😁😁😁😃

    Cus ke tkp ah..belajar.

    Makasih..😊

    ReplyDelete
  23. Woow..pil kb darurat..baru tau juga.

    Family planing q jg menunda kehamilan, tp kb nya buang di luar.😂😂

    mau iud bentuk rahimnya g normal katanya..pake kondom kok gak enak..😁😁😁😃

    Cus ke tkp ah..belajar.

    Makasih..😊

    ReplyDelete
  24. Awalnya pakai kontrasepsi alami dari menyusui ekslusif 6 bulan. Setelah anak pertama 1 tahun eeeh hamil adiknya. Setelah si adik udah satu tahun nggak mau pertahankan cara coitus interruptus hehehe langsung cusss pasang IUD Andalan yang untuk 10 tahun. Biayanya murah di bidan yang bantu semua persalinanku dan cepet selesai lagi prosesnya.
    Enak udah nggak was was lageeeee... Hidup serasa free... Ayo berani pasang IUD mak ubii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha, makasih semangat nya, Mak Kalki. Hosh hosh memberanikan diri :D

      Delete
  25. Aku nggak pakai kontrasepsi apapun, pernah nyoba kondom, tapi selalu gagal :D dan kami nggak pernah nyaman dua2nya hihi. Akhirnya kami pakai sistem kalender aja.

    Berhubung sudah 2x sc, dan dokter spog bilang klo mau nambah bisalah satu lagi, ya kalau Allah kasih rejeki satu lagi alhamdulillah.

    Meski nggak kb dan percaya anak bawa rejekinya sendiri2.. Tapi aku tetap berikhtiar utk menjarakkan kelahiran.. Bukan soal takut anak ga bs makan atau sekolah, atau beli ini itu, tapi lebih ke pemenuhan kasih sayang ke anak. Menyiapkan anak utk jadi kakak. Dan saya planning setidaknya jarak kakak beradik 5 tahun, tidak 3 atau 6, jangan kelipatan 3 deh kl bisa.. Biar nggak kejadian bareng masuk sekolahnya hihi.. Alhamdulillah ikhtiarnya berhasil.

    Kalau soal rejeki, saya sdh membuktikan anak bawa rejeki masing2. Saat tabungan gak memadai, tapi niat memasukkan anak ke sekolah yang diincar, pas waktunya bayar alhamdulillah ada aja uangnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya ya, ada juga pertimbangan mengatur interval supaya nggak bebarengan masuk sekolah nya. Setuju. Thanks a lot for sharing, Mba Marita :*

      Delete
  26. Family planning itu penting banget. Sayang kadang ada yg krg setuju sm ini krn menunda kehamilan dianggap menolak rezeki. Pdhl kan tingkat stres ibu2 kan beda2. Iya rezeki anak memang udh disiapin gusti Allah, tp kl ibunya pening anaknya byk, blm siap dg konsekuensinya, kan kasian...

    En, jujur suka bete kl ada yg bilang, " Ayo Ais dikasih adek biar nggak nakal.", helow, masak seremeh itu alasan kudu punya anak lagi, xixixi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ada yang bilang ayo Ais dikasih adik biar nggak nakal? Korelasi nya apa coba huhuhu. Padahal Ais nggak nakal pun ya, Mak. Kritis kan nggak sama dengan nakal. Huhuhu. Makasih sharing nya yaaa.

      Delete
  27. Mba Ges, cerita tentang 'kebobolan'-nya Aiden ditunggu, ya. Maaf aku belum menemukan kata yang tepat untuk kata "kebobolan", bingung nih bilangnya apa. Aku pikir tadi di tulisan ini ada. Thankyou, Mba Gesi.

    Aku bakal menikah (amin), nih, jadi pengin baca-baca pengalaman yang ada. Rencananya setelah menikah akan tunda punya anak dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga apa-apa, Helda. Aku juga nggak punya diksi lain yang better, kok. Hahahahaha. Aku pernah ceritain sebenernya. Nanti aku send link nya aja via DM yaaa :* Congrats on your wedding plan. Semoga semuanya dilancarkan yaaa.

      Delete
  28. ah seneng banget nemu blog Mba Ges. Padahal awalnya aku lagi nyari mengenai asam manisnya menggunakan ART. Eh baca2 tulisan yang lainnya, ternyata seru banget.
    Ah, aku setuju banget mba, sama yang namanya family planning. Karena ngga bisa dipungkiri, untuk tumbuh kembangnya dia, butuh biaya besar dan ngga hanya biaya aja sih, tapi kesiapan ortunya juga.

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^