Tuesday, May 2, 2017

Cerita Opname Anakku, Ubii, Karena Pneumonia

Rabu, 26 April 2017 lalu, Ubii dirawat di rumah sakit karena pneumonia atau paru-paru basah. Jujur, saya nggak menyangka Ubii sampai bisa pneumonia karena saya kira cuman batuk biasa. Apalagi emang cuaca belakangan ini lagi nggak enak banget kan. Makin deh saya kira itu cuman batuk doang.



Puji syukur, Minggu 30 April 2017, Ubii sudah boleh pulang ke rumah. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Saya jadi tahu ternyata saya nggak boleh menyepelekan batuk. Saya share yah ceritanya. Semoga bermanfaat.

Pneumonia terjadi setelah saluran pernapasan bagian atas (hidung dan tenggorokan) terinfeksi kemudian infeksi menjalar ke paru-paru. Sistem imun yang lemah atau belum terbentuk sempurna tidak mampu membasmi infeksi awal yang ringan sehingga terlanjur menyebar ke paru-paru dan menjadi pneumonia - Alodokter.com

Sabtu, 22 April 2017, saya sekeluarga mudik ke Salatiga. 2 jam perjalanan naik mobil dari Jogja. Itu Ubii sudah batuk-batuk sebenernya. Tapi makan masih lahap. Pola tidur juga masih baik-baik aja. Bisa bobo dan nggak terbangun-bangun karena batuk. Sehari-hari juga masih ceria banget. Merangkak dan berdiri-berdiri seperti biasa. Jadi saya nggak terlalu khawatir.

Senin, 24 April 2017, kami kembali ke Jogja. Batuk Ubii belum sembuh-sembuh juga. Tapi karena makan minum masih mau, sehari-hari masih ceria, dan nggak ada demam atau apapun, saya masih belum ke dokter. Masih sekedar kasih obat batuk pengencer dahak yang dijual bebas di apotik.

Selasa, 25 April 2017, Ubii mulai males-malesan banget minumnya. Susu, teh, madu, apalah apalah semua ogah. Tapi makan malah masih mau banget. Jadi saya siasati lauknya pakai kuah yang banyak biar minum kuahnya. Selasa itu masih lumayan aktif sih.

Rabu, 26 April 2017, Ubii ke rumah sakit untuk fisioterapi. Memang Rabu itu jadwal Ubii untuk terapi. Tapi berhubung Ubii lagi batuk gitu dan kayaknya kecapekan abis mudik ke Salatiga kan, saya minta sama terapisnya untuk meniadakan sesi latihan. Jadi sesi terapi hari itu isinya cuman massage doang. Cuman dipijet. Badan Ubii jadi terasa berkurang kaku nya setelah dipijat.


Selama dipijat oleh terapis pun, Ubii ceria dan banyak ketawa. I didn't have the slightest idea that she's gonna get worse. Mau pulang ke rumah pun masih ceria-ceria aja jalan sama Aiden begini.


Sejak di perjalanan pulang dari rs tempat terapi ke rumah, saya emang udah berencana untuk cari dokter anak aja karena Ubii udah mulai males minum itu kan. Sampai rumah, ternyata Ubii keliatan lemes banget nget nget. Lemesnya level yang mengagetkan karena beneran sebelumnya dia masih ceria. Jadi langsung cus ke rumah sakit lagi setelah naroh Aiden di rumah. Rumah sakitnya beda sama rumah sakit tempat terapi soalnya.


Sampai di rumah sakit, Ubii udah keliatan makin lemes. Jadi dia digendong terus sama nanny pakai selendang ala bayi. Udah merem-merem pun dan badannya teraba panas. Tapi saat diukur suhunya, cuman 36. Padahal dipegang kerasa panas loh beneran. Oleh dsa, Ubii diminta tes darah lengkap. Ternyata leukosit nya tinggi yang menandakan sedang ada infeksi yang terjadi. Langsung disuruh opname.


Rabu sampai Jumat pagi kondisi Ubii turun-naik. Demam 36, 37, 38, dan 39 giliran. Jam 1 diukur 37 doang, jam 3 bisa 39, lalu jam 5 udah 36. Sering banget kaya begitu.

Kamis malam (27 April 2017), Ubii menjalani rontgen paru-paru. Hasilnya ada gambaran bercak-bercak putih gitu atau apa ya istilahnya saya lupa deh huhuhu maaf nggak konsen. Intinya dari situ dokter bilang bahwa berarti Ubii pneumonia. Selain dari hasil rontgen, Ubii dibilang pneumonia karena gejala berikut:

💔 Batuk berdahak
💔 Demam tinggi turun naik
💔 Nafasnya bunyi
💔 Pucat (paling keliatan dari bibir nya)
💔 Lemas
💔 Diare
💔 Nggak nafsu makan dan minum

Hari kedua (Kamis) di rumah sakit Ubii mulai susah banget makan nya. Mangap aja ogah-ogahan. Dan Ubii juga diare sekitar 10 kali. Jarang banget Ubii senyum di hari kedua di rumah sakit. Nonton Baby TV yang biasanya ketawa-ketawa juga ini cool banget.


Kamis pagi nya juga tes urine dan hasilnya ditemukan bakteri, tapi leukosit dalam angka normal.

Jadi dari sekumpulan kondisi tersebut, dsa berkata bahwa Ubii pneumonia.

Treatment yang diberikan dsa untuk pneumonia pada anak di rumah sakit antara lain:

💉 Antibiotik lewat infus
💉 Penurun panas berupa sirup
💉 Penurun panas melalui dubur saat demam nya sampai 38-39
💉 Asupan makanan lewat infus saat Ubii beneran ogah mangap
💉 Obat diare
💉 Obat batuk pengencer dahak
💉 Nebu
💉 Chest therapy

Saya sempat bingung kok Ubii bisa pneumonia. Kok ternyata ada banyak riak menumpuk di paru-paru nya padahal sebenernya Ubii termasuk jarang batuk pilek. Imunisasi PCV pun Ubii lengkap. Ternyata menurut dsa, bisa jadi karena saat Ubii batuk (yang walaupun jarang), riaknya nggak pernah tuntas habis terkeluarkan.


Ubii dengan kondisi spesialnya memang sangat sulit mengeluarkan riak. Ubii belum bisa berdehem, meludah, dan sisi (mengeluarkan ingus). Jadi intinya riak-riak Ubii tuh ketimbun gitu ceritanya. Kondisi banyak riak yang tertimbun, plus cuaca lagi nggak enak, dan habis mudik sehingga Ubii kecapekan sampai drop, perfect combo for pneumonia. So that was it.

Jumat, 28 April 2017, sudah lebih cerah wajahnya dan lebih sering ketawa. 


Sabtu, 29 April 2017, diare sudah tuntas dan Ubii juga sudah lebih mau makan dan minum. Sudah kepengin duduk sendiri juga. Angka leukosit juga sudah pada batas normal.

Puji syukur, Minggu, 30 April 2017, Ubii dinyatakan boleh pulang. Duh saya lega dan happy banget nget nget. Kangen euy bobok di rumah. Kangen juga bobok sambil nenenin Aiden. 


Selain meneruskan obat sampai habis dan kontrol satu kali lagi, berikut catatan dari dsa supaya ke depan nya nggak kena pneumonia lagi / mencegah pneumonia:

💪 Proper rest. Daya tahan tubuh yang drop bikin anak susah melawan infeksi penyakit.

💪 Rajin cuci tangan dengan air dan sabun dengan langkah yang benar. Do googling for the correct steps yah, penting loh untuk tahu langkah-langkah cuci tangan yang bener!

💪 Kalau anak flu, bisa dibantu melegakan dengan nebu dan chest therapy.

💪 Chest therapy itu sebenernya bisa banget dilakukan sendiri. Posisikan anak tengkurap dengan posisi kepala lebih rendah, lalu punggungnya diteblok-teblok dengan tangan kita membentuk mangkuk gitu.

💪 Saat anak batuk, berikan bantal yang yang cukup tinggi. Saat tidur, posisikan miring karena kalau tidur posisi telentang akan lebih nggak nyaman untuk bernapas.

💪 Untuk parents atau caretaker, kalau abis bersihin riak/ingus/ganti popok anak juga wajib cuci tangan dengan air dan sabun dengan langkah yang benar.

Untuk nebu, bisa dilakukan di klinik terapi atau rumah sakit. Karena sudah nggak mau ambil resiko sama riak Ubii, saya langsung beli nebulizer kemarin sore. Merk Omron harganya IDR 893K just in case you need the info about the price yah. NaCL dan Ventolin nya sekalian beli satu paket tapi lupa harganya. Hahaha!

Saat anak sedang flu dan nafasnya nggak enak, biasanya jadi nggak nyenyak boboknya. Jadi sekarang saya suka pakai humidifier yang saya tetesin oil. Sekalian oil difuser gitu ceritanya. Untuk humidifier, saya pakai dari Crane (IG: @craneindonesia). Dia lucu banget bentuknya macem-macem dan khas anak-anak. Price: IDR 890K. Love!


I guess that's all I can share about pneumonia pada anak. Beneran nih cuaca lagi nggak enak banget. Stay healthy yah buat kita semuanya. Saling doain biar sehat sama-sama. Untuk saya sendiri, supaya nggak ikutan ambruk, saya getolin minum suplemen dan liquid iron (zat besi cair). Cerita dan review suplemen serta zat besinya bisa dibaca di sini ya.






Love,






20 comments:

  1. Ubiiiiii marubik sayang, cepet sembuh yaaa. Ceria lagi dan main sama aiden. Nggak nyangka jg ya yes bisa kena pneumonia. Aku jg harus ekstra hati2 john thanks sharingnya gessiii

    ReplyDelete
  2. Wooo kemarin saday juga sempet panas sampai 39. Karena ayahnya gak ada aku males bawa ke rumah saki
    Hehe. Tp alhamdulillah gak pake diare. Kemarin sembuhnya buat renang di waterpark deket pantai gitu. Mungkin disitu keluar dahaknya kali ya.... Makasih banyak info chest therapynya. :*

    ReplyDelete
  3. Fylly pernah di rawat krn paru2 basah.. :( . Gejalanya samalah kyk yg kamu tulis.. Eh oil nya kamu beli yg merk apa ges? Aku udh lama tuh pgn beli oil difuser, young living pengennya.. Tp mahaaal ya bok.. Trs coba cek merk indo, ada tuh... Nusaroma. Krn merk lokal lbh murah. Cuma belum kebeli2, krn aku pgn beli humidifiernya dulu :D. Suka ihhh ama yg punya kamu. Ntr mw cek IG mereka :)

    ReplyDelete
  4. Duh kenak paru-paru basah. Kasian Dek Ubii :( Moga cepet sembuh en gak sakit lagi ya, Dek! Aamiin.

    Serem jugak ya Mbak, awalnya kita pikir batuk biasa. Gak taunya.. :( Tapi syukurlah ketauan jadi cepet ditanganin.

    ReplyDelete
  5. Makasih mak ubi sharingnya jadi ngerti dech...

    ReplyDelete
  6. Kalau lihat orang terdekat sakit itu suka sedih, apalagi anak atau keluarga sendiri. Semoga cepat sembuh ya.. Semoga tidak sakit lagi, biar bisa bermain lagi..

    Aku baru tahu Pneumonia itu gitu ya, semoga kita semua terhndar dari segala penyakit.. aamiin..

    ReplyDelete
  7. Syukurlah ubii sdh mulai membaik ya...
    Emang ga enak kena pneumonia itu..
    Waktu sd pernah kena krna musim asap dan aku bandel masih main kesana kemari..
    6 Bulan ada ga putus obat biar bersih lagi.
    Bener ada bercak putih di rontgenya itu..

    Yoo semangat smuanya yaa

    ReplyDelete
  8. Sehat2 terus ya Ubiiiii
    Suka liat senyumnya Ubii pas udah baikan.

    Makasi sharingnya Ges
    Jadi pengingat buat kita semua

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah Ubii udah baikan. Senang lihat senyum dan foto-fotonya.

    ReplyDelete
  10. Ubii sehat terus ya, Aiden juga, aunty lagi batuk + meriang nih. Wahahaha, emang kak Ges, cuacanya lagi ga enak banget. Labilll. Huhuhu. Anyway, salfok liat bulu mata Ubii. Cantik amat, bagus banget, lentik. Aunty iriiii!!!

    ReplyDelete
  11. Semoga Ubii sehat terus ya, hooh nih kalau anak sakit apalagi ada demam naik turun begitu pasti ortunya suka parno duluan deh. OOH baru tahu setelah baca artikel ini, kalau anak batuk kasih bantal yang tinggi dan badannya dimiringkan begitu ya. Oke noted makasih sharingnya, btw sudah banyak baca review dari teman-teman kalau alat Nebu merk Omron itu berkualitas deh. Sehat terus Ubii sayang, semoga mami nya juga sehat

    ReplyDelete
  12. aq punya omron nebul buat mertua
    karena bliau punya asma, vebtolin kurleb 55k isi 5 mba ges, kalo bisolvon, ato combiphen beda lagu

    ReplyDelete
  13. Cepat sehat ya Ubii, makasih mba sharingnya, dinoted banget ini mba, buat saya implementasiin ke anakk kalo lagi batuk.

    ReplyDelete
  14. Mom.. Sharing dikit yaa. Dlu ank sy langganan tuh batpil. Trs awalnya sy minumin imboost kids kalo cuaca udh pertanda ga bagus. Tp dibilangin dokter kalo ga bole trs2an (correct me if i'm wrong though) krn imboost mmg tdk diperuntukkan sbg daily food suplement gt. Trs stlh nanya2 kesana kemari akirnya sy kasi sambucol skg. Jd sambucol ada 2mcm ya yg mmg utk daily sm yg mmg utk immune booster stlh ada gejala. Tpi it works well for my kid. Jd jarang batpil.. 😊

    ReplyDelete
  15. Baru ngerti seluk beluk ttg pneumonia. TFS mami Gesi...

    ReplyDelete
  16. Semoga Putrinya segera diberikan kesehatan dan bisa beraktifitas sepertibiasnya, Amin
    Thanks udah mau berbagi pengalaman, jadi pembelajaran dan sensitif jika anak ada keluhan atau ada sikap yang berubah. ...

    ReplyDelete
  17. Syukurlah Ubi semakin membaik. Ikut seneng bun 😘

    ReplyDelete
  18. Syukur ya udah baikan... Lucu ih humidifiernya...

    ReplyDelete
  19. Saka pas bayik juga pernah pneumonia sampai opname seminggu, panas mendadak, ga pake batuk tapi dirontgen pneumonia n diantibiotik, gara2nya belum imunisasi campak tapi kena campak duluan dan jadi pneumonia, herannya kok doyan makan dan panas cuma sehari doang, ga kayak bayi sakit tapi di RS obat terus dan dinebu. Sehat2ya Ubii

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^