Monday, May 22, 2017

Cool Parenting Nggak Harus Mahal Kok

Cool parenting nggak harus mahal kok. What's cool parenting supposed to be at the first place anyway? Well, jawaban nya bakal variatif banget pasti nya karena ini pertanyaan yang sangat subjektif. Kalau menurut kamu, cool parenting itu yang kayak gimana, sih?


Dan, kenapa nggak harus mahal? Ya karena semua style aman nya mengikuti kemampuan finansial kita dong. Berlaku untuk segala macam style, either parenting style, fashion style, lifestyle, and so on. Kalau kita memang SES (Socio Economic Class) nya di C, masa iya mau maksain parenting style harus kayak temen kita atau, malah lebih jauh lagi, artis yang SES nya A? Not logic, bruh.

By the way, ide tulisan ini datang setelah dapet DM dari @dwitanti.dini di Instagram. And with her pemission, saya captured isi DM nya. Thank youuuu!


Talking about SES briefly, di Indonesia, klasifikasi SES ditetapkan berdasarkan pengeluaran rutin bulanan seperti tagihan listrik, air, bensin, belanja, pulsa, uang sekolah, dan lain-lain. Pembagian nya:

SES A: >3.000.000
SES B: 2.000.000 - 3.000.000
SES C1: 1.500.000 - 2.000.000
SES C2: 1.000.000 - 1.500.000
SES D: 700.000 - 1.000.000
SES E: < 700.000


Cool parenting atau cool mom menurut saya itu yang kayak gini, randomly:

💞 Nggak terbeban dengan perasaan gagal karena tidak bisa jadi ibu sempurna, karena come on! Nggak ada yang sempurna di dunia ini, gengs! Cuman satu yang sempurna: Malem-malem ngindomie sambil ngakak-ngakak baca komik Miiko. 

💞 Nggak merasa kecil karena merasa nggak bisa menyamai standard ibu-ibu lain. 

💞 Mengeluh sesekali, tapi tidak lalu tiap hari cari-cari bahan untuk dikeluhkan.

Baca: Ibu Boleh Mengeluh Kok!

💞 Nggak susah untuk cari hal-hal yang bisa bikin bahagia because little things do matter!


💞 Nggak terbeban untuk menyamai anak tetangga atau anak sodara yang sudah bisa ini-itu begini-begitu karena percaya lah, tiap anak punya timing nya sendiri.

💞But, tetap perlu untuk aware dan take action jika memang anak ada tanda-tanda keterlambatan. Ini intinya mau membaca, mau cari tahu, dan mau belajar.

💞 Nggak kehilangan diri nya sendiri dan tetap ingat untuk membahagiakan diri nya sendiri as a whole person, bukan sebagai ibu dan istri dari siapa.

Baca: When Being A Mother Isn't Enough

💞 Membesarkan anak-anak dengan positive vibes dan cinta tumpeh-tumpeh.

💞 Mengakomodasi keinginan dan kebutuhan anak untuk 'berisik': terus bertanya dan mengulang hal-hal yang (buat kita) nggak penting.

💞 Meladeni permintaan cilukba dari anak karena itu menyenangkan untuk mereka walaupun kita udah bosan berat. Apalagi kita yang orang gede cilukba dua kali juga sebenernya udah bosen sebenernya ya. Hehehe.


I think that's pretty much all. 

Membahagiakan diri sendiri dengan apa? Me time, dong! Tapi, tolong digarisbawahi bahwa me time tidak harus berarti nyalon ambil full package spa, staycation nginep di hotel, atau kongkow-kongkow sama temen arisan berlian.

Baca: Me Time Ibu-Ibu Ala Gesi

Malem-malem anak-anak udah bobok lalu kita nonton fail compilation di YouTube atau nonton download-an serial Meteor Garden, itu juga me time, kok.

Anak-anak lagi sekolah lalu bisa sempet coba-coba resep cookies atau lemper, itu juga me time, loh.

Suami libur kerja on weekend lalu jagain anak-anak sementara kita bisa ngemil basreng sendirian sampai bibir ndomble kepedesan, that's me time as well!


3 poin cool parenting slash cool mom yang terakhir, bottom line nya adalah membahagiakan anak. Dan, yang saya highlight adalah membahagiakan dengan kasih sayang dan atmosfer positif. Bukan dengan barang-barang mewah.

Mungkin, kita pernah merasa, "Enak nya jadi Ibu Ani, bisa beliin anaknya mainan yang mahal-mahal dan bagus-bagus. Duh, kasihan anakku mainan nya mainan beli di pasar semua."

HEY!

Ibu Ani SES nya apa? A? Kalau iya, ya wajar dia beli mainan di toko mainan yang di mall, bukan di pasar. Untuk Ibu Ani, judulnya hanya membelikan mainan. Bukan membelikan mainan mahal karena ya untuk dia, harga mainan di toy store mall itu bi-a-sa.

HEY!

There's nothing wrong dengan mampu nya beli mainan di pasar. Judulnya tetep mainan. Fungsinya tetep sama-sama untuk dimainkan oleh anak. Efek nya juga tetep sama-sama bikin anak hepi mainin itu.


Lagian, anak dikasih panci aja bisa jadi mainan. LOL.

 

Mungkin, kita pernah membatin, "Baju-baju anak si Ibu Budi bagus-bagus ya, branded semua. Kapan ya anak ku bisa pakai baju branded kaya begitu?"

HEY!

Memakaikan anak pakaian branded nggak se-urgent itu kok. Apalagi kalau kita memang masih berjuang secara finansial atau masih punya banyak hal yang lebih perlu diutamakan ketimbang sekedar sepotong baju branded. Belum lagi kalau misal kita juga ikut menanggung biaya adik atau adik ipar atau siapa pun anggota keluarga yang butuh sokongan dana.
Mbak Gesi kok plin-plan. Sekarang nulis begini padahal Ubii dan Aiden sering pakai baju Mothercare dan mainan ELC?

Ada yang sekarang atau malah udah dari tadi membatin kayak gitu?

HAHAHA. Nih saya kasih tahu. Baju-baju Ubii dan Aiden yang Mothercare dan mainan-mainan yang ELC itu semuanya saya beli pakai voucher, alias saya nggak keluar duit sepeser pun. Kenapa bisa? Karena saya menerima sponsored post (postingan berbayar) di blog dan media sosial saya. Penjelasan mudahnya, saya bekerja untuk mereka dan mereka bayar saya dengan asupan voucher belanja. See?
Emang nggak pernah sama sekali belanja di sana pakai uang sendiri, bukan pakai voucher?

Pernah. Untuk barang-barang bayi yang saya butuh yang kualitas bagus karena yakin akan kepakai lama seperti stroller dan car seat, saya beli di sana. Kalau lagi butuh outfit bagus buat anak-anak juga cari di sana.

Nggak ada yang salah dengan sesekali beli barang mahal untuk anak. Sama sekali nggak salah. Asalkan, budget yang kita keluarkan untuk kebutuhan itu tidak lantas mengganggu pos keuangan primer seperti pos belanja atau pos bayar cicilan rumah atau kendaraan.

Nggak ada yang salah dengan ingin punya 1-2 baju anak yang branded lalu kita menabung untuk itu selama nggak ngutil pos susu atau pos makan. Kan nggak lucu kalau anak dibeliin baju branded tapi lalu tanggal-tanggal tua kita nggak bisa masak.


Baca: Living Cost VS Lifestyle Cost

Mainan-mainan branded lebih awet, itu benar. Saya ngerasain sendiri beda nya. Tapi, bisa menyediakan mainan branded untuk anak itu urgensi nya nggak besar, kok. Kalau saat ini baru cukup untuk membelikan mainan di pasar Asemka, disyukuri. Ingat anak-anak di panti asuhan. Satu-dua mainan harus dimainkan berbanyak anak.


It's all about mindset. 

Mindset nya jangan melulu lihat ke atas, tapi lihat lah juga ke bawah.

Mindset nya parenting itu selalu kembali ke prinsip dasar: asah, asih, dan asuh. Dan bahan bakar utama dari tiga poin itu adalah tatih tayang, bukan barang. Benda mati termasuk di dalam nya mainan itu 'hanya' pelengkap saja.

Makanya pernah dengar kan di seminar parenting, speaker selalu menekankan pentingnya menemani anak bermain. Bukan pentingnya menyediakan mainan macam-macam dan mahal-mahal.

Apalagi kalau dijadikan role model dalam penyediaan barang-barang kebutuhan anak itu ibu-ibu artis. Kejauhan, gengs. Kalau lihat Instagram mama-mama artis, saya juga suka sih. Tapi lebih ke, "Ih itu Jennifer Bachdim kok bisa ya rajin banget olahraga."

Baca: 5 Seleb Mom Favorit Gesi

Cool parenting nggak harus mahal. Menjadi orangtua sesuai standard kita masing-masing nggak harus mahal. Karena sumber daya utama nya adalah cinta. Dan cinta itu gratis!


What do you think? I would love to know your thoughts!



Love,




27 comments:

  1. SETUJU mami Gesi.
    kalo memaksakan diri, lantas bangkrut kan ya malah syusah
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  2. Setuju mindset parentingnya Asah,asih, asuh Mba Gesi apalagi point yang cool Mom-nya.
    Kalau masalah mainan n pakaian siy, aku memang jarang yang branded *alamak ketauan* yang aku prioritaskan dari sisi fungsinya mba terlebih anakku masih belum aware dengan barang yang ia punya. Bayangkan saja aku baru beliin langsung rusak sehari. Kebayang klo beli mainan itu merk mahal lalu rusak seketika *guling2an mamaknya* :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mainan mahal biasanya nggak segampang itu rusak, nggak langsung sehari rusak. Ini aku bicara dari pengalaman, ya. Hehehe. Gapapa sesekali beli asal nggak ganggu pos keuangan kebutuhan primer :)

      Delete
  3. mainan anak itu kalo diturutin ga ada abisnya ya buibuk, alas main anak alias playmat aja kalo ngikutin mau mah ya maunya yang yuta2 itu harganya, tapi kan balik lagi ke kemampuan kita, ya masa nurutin kemauan beli playmat yuta2 tapi disampingnya ada mamak yang meratapi saldo rekening dengan sedih kan miris :") kadang ketika berhasil mengalahkan kemauan utk belanja impulsif itu bahagianya selangit, berasa menang olimpiade dan jumawa banget hahaha

    ReplyDelete
  4. "Menjadi orangtua sesuai standard kita masing-masing nggak harus mahal. Karena sumber daya utama nya adalah cinta. Dan cinta itu gratis!"

    Laff~

    ReplyDelete
  5. Terimakasih ya Mbak udah mau share, ini jadi pencerahan agar kita sebagai ortu bisa lebih realistis. Tidak memaksakan diri untuk membelikan anak mainan, baju atau apapun yang harganya mahal karena udah kadung kena mindset bahwa cool parenting itu identik dengan mahal.

    ReplyDelete
  6. terimakasih sharingnya mom.... its really wwork for all the points... sukka banggete kata-kata: karena sunber daya utamanya adalah cinta..dan cinta itu geratis! *saya ibuk2 buruh dan bekerja adalah me time saya..hahaha!saya suka kerja.

    ReplyDelete
  7. Sebener nya suamiku ada di SES A mba gesi, cuma karena waktu melahirkan syabila, saya koma dan butuh operasi sampe 3x juga pengobatan sampe 3bln, akhirnya kami merintis lagi dari 0, dan akhirnya kami menerapkan pola parentung irit, kalo ga perlu2 amat ga usah beli, padahal saya pengen punya highchair peg preggo, playmat coby haus, bantal comfi.id, sepeda iimo, gendongan i-angel dan lain lain, tapi harus dikubur dalam2, hikmahnya ya syabila jadi anak yang ga neko2 sih main cuma sama 1buah boneka pake 1gerbong kereta aja udh seru sendiri 😊

    ReplyDelete
  8. Cool parenting itu sering sering ajak anak bermain di alam bebas, dong... betulan nggak mahal, tapi seru banget! cek aja posting blog terakhirku ^^ hihi...
    intanrastini . wordpress .com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Main di alam bebas, setuju asyik dan nggak mahal. Tapi, nggak semua anak cocok dengan sering main di luar karena ada anak-anak yang daya tahan tubuh nya kurang bagus atau gampang sakit, kayak Aiden ini yang gampang batuk pilek. Huhu. Thank you for sharing, will read the story on your blog, Mak :*

      Delete
    2. Wah baru tau kalo Aiden imunnya kurang bagus. semoga seiiring bertambahnya usia Aiden makin kuat ya mak Ubii. thank you... look forward to your visit :-*

      Delete
    3. Wah baru tau kalo Aiden imunnya kurang bagus. semoga seiiring bertambahnya usia Aiden makin kuat ya mak Ubii. thank you... look forward to your visit :-*

      Delete
  9. Nyesek itu anak2 minta robot nihil, dah dibeliin mainannya cuma sebentar, dan mereka terlihat lebih bahagia saat mainan kloprot tanah atau siram2an air didepan rumah dan itu gratis, trs aku kudu piye :D.

    Pola parenting ku sih ga nentu Mak Ges, lihat sikon :D.

    ReplyDelete
  10. Setuju SETUJUUUUU pokok e setuju mami gesi...*sampe nyembur iki..😂😁😁😃😀

    Aq merasa di bela, merasa apa yg q lakukan ternyata ndak salah..😉😉😉

    ReplyDelete
  11. Setuju SETUJUUUUU pokok e setuju mami gesi...*sampe nyembur iki..😂😁😁😃😀

    Aq merasa di bela, merasa apa yg q lakukan ternyata ndak salah..😉😉😉

    ReplyDelete
  12. mami cerdas yang paham manajemen kece ala mami Ubii Aiden. ^_^

    ReplyDelete
  13. Sepakaat mami Ubi Aiden. Cool parenting ngga harus mahal karena standar hidup beda-beda.

    Tapi saya salfok nih, klasifikasi SEC udah naik mami ubi, SEC A di > 4juta sekarang, malah ada beberapa ahensi riset yang menetapkan SEC A di > 5 juta. Unil*ver klasifikasinya lebih ribet karena pake skor sumber air, alat rumah tangga dan kondisi rumah ����.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Mba Gifta, makasih banget ya info nya. Coba googling ah, thank you once again! <3

      Delete
  14. Seneng bacanya mami ubi, terima kasih loh remindernya. bener banget kita jd orangtua hrs lebih banyak waktu buat bersama atau main sm anak bukan ngasih anak mainan dan pakaian mahal.

    ReplyDelete
  15. Thank you for reminding me again, mbak. Kadang masih suka ngiler yaaa liat barang ini itu, tapi balik lagi: butuh apa engga?

    Toh kalo urusannya sama mainan, sama anakku juga ujung2nya rusak. hahahaha...
    Kalo mau liburan tapi nggak bisa jauh2, ke Ragunan pun seru (plus bikin ibunya berkeringat banyak)

    ReplyDelete
  16. Sama pake pocer tp kece loh ELC.. beberapa mainan Babam awet memang mo diapain juga.. masih incer yg magnetic duh duh juta juta... akhirnya ganti pake batu batu aja lebih alami hahaha

    ReplyDelete
  17. OMG yessss mbak. THANK YOU FOR THIS POST. Ketika mulai resah anak 3 bulan rewel minta ampun setiap mau bobo dan persiapan MPASI juga didepan mata. Rasanya pengen hempaskan sajaaa. Terus baca ini hati jadi adeeeem. Aku izin share dimana2 yaaa. I think a lot of moms need this!

    ReplyDelete
  18. Pake methode save and splurge aja nggak sih? Jadi tau kapan harus ngeluarin buat dapet kualitas setara kapan secukupnya aja. Hehe

    ReplyDelete
  19. Gemeshh... Semua kata mbak gesss bener dahhh. Awal2 anakku 8bln, aku belikan mainan banyak *gak banyak sih* �� tapi daripada anak sebelah2 dikampung, apalagi ak pekerja yg *rada sibuk* , makin kesini ternyata dia lebih suka maenin alat dapur dan benda rmh lainnya . Atau malah suka main ke tempat balita lain dan diasuh bersama. Kadang ak mikir "mainan banyak mgkin ga berarti, gak ditemenin mamak, toh anak lebih suka bersosialisasi dgn anak lain dpda dgn benda mati." OMG ��

    ReplyDelete
  20. Setuju Mb
    Kadang aku merasa gagal kalo pas lagi capeeeek trus marah sama anak, sedih 😭
    Tapi udah gitu aja sih, langsung adem lagi kalo bocahnya nempel-nempel, peluk-peluk, dan cium-cium aku. Dia sayang sama aku, jadi aku cuma harus membalas perasaanya itu aja. Berusaha biar bisa lebih sabar kalo pas capek.
    Mainan yang paling asyik buat aku sama anakku sebener e ya unyel-unyelan di kasur :D apapun yang ada di rumah biasanya bisa dipakai maianan, semacem hanger baju, tutup gelas, dan segala macemnya. Kadang sebel juga kalo barang mau dipake malah buat mainan, tp dr situ aku bisa lihat kalo dia perhatiin apa yang aku lakuin dan tertarik ngelakuin hal yang sama. Malah bisa sekalian ngajarin dia melakukan kegiatan perumahtanggaan. Dan anakku biasanya bakal bilang "adek mau bantu" kalo aku lagi "kerja"
    Kalo baju aku ga terlalu pusing mau merk apa, yang penting nyaman dipakai. Baju mahal kalo anaknya ga suka ya mau gimana hehe. Sesekali boleh beli baju branded kalo pas ada uang, tp tetep utamakan kenyamanan anak.

    ReplyDelete
  21. emang untuk menyenangkan hati sang buah hati tdk hars dgn yg mahal2

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^