Thursday, September 7, 2017

6 Things I Hate About Me


Kemarin saya sudah menulis 5 hal yang saya sukai dari diri sendiri. So now it's time to list the negative side about me. Kok rasanya gampang ya jembreng hal-hal yang nggak saya suka. Hahaha. 



Bukan nggak cinta sama diri sendiri loh. But feels like there are many things about me yang pengin saya ubah. Tapi kok cucah ya. HAHAHAHA. 

Anyway, since this post is for #GesiWindiTalk, so don't forget to read punya Windi yah.


These are what I don't like about myself!

Suka nunda-nunda

Ya ampun kebiasaan buruk yang satu ini susah sekali untuk disingkirkan. Kenapa ya. Huft. Saya sering banget menunda dalam ngelakuin sesuatu. Like sering banget. Yang paling payah adalah nunda ke dokter. Ada yang pernah baca nggak tahun 2015 saya tulis postingan blog tentang benjolan di payudara?


2 tahun berlalu dan baru minggu ini saya mau follow up USG payudara lagi untuk dikonsultasikan ke dokter. UDAH 2 TAHUN ohmaga.


Padahal rumah sakit juga nggak jauh-jauh amat. Deket deng malah. LOL.


Padahal jauh pun, ada kendaraan. Waktu juga harusnya bisa lah dicari-cari dan diada-adain wong Ubii ada Mbak Nur dan Aiden juga kalau siang di daycare. So really, I don't have any excuses selain emang saya nya payah terlalu menumpuk penundaan. 

Yang bisa dishare belum banyak karena masih nunggu hasil USG payudaranya. Tapi kemarin dokternya bilang gini:
Kalau ternyata ukuran benjolannya membesar dengan signifikan, mungkin harus diambil. Tapi kalau ukurannya segitu-gitu aja, 11-12 dengan hasil di tahun 2015, ya sudah biarkan aja. Insyaallah nggak bahaya. Nggak nyeri kan ya, Bu?
Dan emang nggak nyeri sih. Plus, kalo dokternya menerawang dengan perabaan tangan minggu lalu, kayaknya sih nggak tambah besar. But let's make sure with USG dulu lah yah.

Itu nunda for something serious. Yang less serious hohoho tentu lebih banyak dan lebih sering. Nunda bikin kerjaan, nunda edit foto, nunda bangun alias masih melungker aja di kasur lalu tahu-tahu kok udah jam 8 aja wew, nunda banyak lah and I hate myself for that.

Ada yang suka nunda juga, nggak? Please ada biar saya nggak merasa payah sendirian.


PLEASE

PUHLEASE


Too mellow

This! Saya orangnya melankolis dan I fully realize that.


Actually, saya nggak merasa terganggu dengan jadi orang melankolis. Kayak saya gampang banget nangis saat nonton film, itu ya biarin, nggak merugikan diri sendiri. Palingan rugi mata bengkak abis nonton dan kenyang dikasih rolling eyes sama Adit.

Btw Adit suka yang ngasih pandangan ngenyek dan nggak habis pikir gitu loh kalau saya nangis karena film. Tapi siapa sih yang nggak nangis waktu Doraemon bilang nggak bisa nemenin Nobita terus di film Stand By Me?

Baca: 5 Film Terbaper Versi Gesi


That mellow part is okay. What's NOT okay is this:

Kepikiran tentang orang lain kalau habis dicurhatin atau baca status mereka.

Kepikirannya kalau cuman sebentar sih nggak apa-apa ya. Justru saya somehow bersyukur saya melankolis mikirin orang lain kayak gini karena sifat ini bikin saya lebih mudah berempati dan mencari pelajaran dari banyak kisah. Tapi saya kepikirannya suka lama huhuhu.

Baca: Everyone Has Their Own Battle

Ya nggak sak dheg sak nyet kepikiran abis dicurhatin atau abis baca status langsung. Biasanya kepikirannya menjelang mau bobok. Saat anak-anak sudah tidur, saya kan sendirian. Nggak ada temen ngobrol atau cuddling. Makin besar peluang kebawa perasaan melankolis. Kepikiran curhatan atau status curhat yang akhirnya saya jadi nggak merem-merem. Besok paginya masih kepikiran juga kadang. 

Ini cukup mengganggu karena lhah mendingan saya produktif ngeblog atau beres-beres apa gitu daripada terhanyut mikirin orang lain.


Kalau kata Icha, saya itu terlalu mudah percaya sama sesuatu. Saya nanya contohnya apa. Icha bilang ya contohnya ini. Baca status orang lalu sedih sendiri padahal statusnya kan belum tentu benar, apalagi saya nggak kenal di dunia nyata.

Ya itu bahasa lain dari terlalu melankolis sih menurut saya hahaha. 


Ribet

Saya merasa saya ini ribet dan Windi juga mengamini. Cuman beda contoh real aja. Kalau menurut Windi, saya ribet karena gembolan saya di tas selalu bejibun tiap ngemall. Windi kaget waktu kami sempet bikin video remeh What's In My Bag karena ya dia nggak akan bawa-bawa Tolak Angin, hand sanitizer, lalala saat ngemall.

Baca: Bawa Bayi Ke Mall, Yay Or Nay?

Kalau untuk case itu, saya nggak ngerasa ribet sih tbh. Tapi lebih ke well prepared. Mendingan bawa macem-macem lalu kalau butuh tinggal ubek-ubek tas sendiri. Nggak usah mampir dulu ke mana untuk beli. Hahaha.

Saya ngerasa ribet in a way that saya lebih memilih membiarkan suatu sudut rumah berantakan banget banget sampai saya punya banyak waktu untuk bersihin dengan totalitas daripada dikit-dikit bersihin tapi nggak maksimal. 


By membersihkan itu I mean menyulaki, ngelap pakai lap basah, buangin barang-barang yang unfaedah, dan menata barang yang masih dipakai sesuai formula saya. Kayak bersihin ruang mainan anak-anak. Laci keempat harus mainan kendaraan. Laci ketiga harus mainan binatang. Laci kedua harus mainan puzzle dan edukatif. Laci pertama harus mainan yang belum dibuka. 

Menyortir gitu padahal takes time kan. Dan nemu waktu luang yang bener-bener luang dan banyak itu nggak sering. Makanya banyak sudut rumah saya yang amit-amit berantakannya hanya karena saya ribet.

Kalau waktunya sedikit sehingga bersihin tanpa bisa sortir-sortir lebih baik tidak bersihin sekalian.

Ini definisi kombinasi antara ribet, perfeksionis, suka nunda, dan aneh mungkin. Hahaha.


Oh ya, dan ini alasan kenapa saya prefer meet up di mall atau di resto daripada disambangi di rumah, kecuali kalo sama temen yang udah deket banget jadi mereka udah tahu rumah saya messy. Kalau sama temen deket kan nggak ada urgensi untuk bersih-bersih rumah supaya terlihat layak disambangi. Saya juga nggak sungkan mempersilakan mereka duduk lesehan di lantai. Beda sama kalau didatengin orang yang nggak deket-deket amat, harus bersih-bersih dulu biar paling tidak mereka bisa duduk di kursi karena barang-barang pun menumpuk memenuhi kursi.

So, gengs, if you know me thru my blog and my social media, someday berkunjung ke Jogja dan pengin ngajak saya meet up: SAYA MAU. Tapi di luar rumah aja ya hahaha. Kecuali kepepet dan kalian bersumpah dengan kesungguhan hati kalau kalian nggak akan ngomenin rumah saya.


Lupa diri

Yang udah pernah ketemu saya mungkin udah tahu kalau saya ini anaknya meledak-ledak, terutama kalau lagi happy. Saya tuh kelihatan banget loh kapan sedang in a good mood dan kapan sedang bete. Nah, kalau lagi happy, saya suka over excited. Pokoknya over.

Baca: Silly Convo #2 - Bahagia Berlebihan

Bisa yang lompat-lompat kecil gitu. Atau tepuk tangan. Atau ngomongnya jadi nyerocos cepet banget. You can imagine lah ya. Hahaha.


Nah kalau udah meledak-ledak gitu, saya kan jadi yang living in the moment banget, which is good actually, I think. What's not good is, karena terlalu over dalam mengekspresikan kegembiraan, saya nggak nyadar kalau saya jadi capek.

Gimana yah jelasinnya. Hahaha. Pernah saya ceritain sih di Instagram.


Intinya karena nggak punya kontrol, jadi too much pencilakan. Aslinya capek tapi jadi nggak sadar karena masih too focus in happy feeling. Nah, abis sampai rumah, baru rasanya capek luar biasa. Jadi lemes dan ... tepar.

Kalau kata Adit, "You spend your energy too much when you're happy. Makanya jadi nggak kerasa it's draining." HE KNOWS ME SO WELL!

Baca: Diari Papi Ubii #6 - When You Marry A Monster (And How To Deal With It)

Lupa diri lain yang juga gengges adalah suka kalap kalau makan sesuatu yang enak sampai kekenyangan banget. Self control dalam hal ini juga minus. Huhuhu. Suka terlalu nurutin mulut pengin terus menikmati enaknya makanan padahal sebenernya perut udah cukup diisi.

Terus kekenyangan sampai sakit perut dan lemes. Lemesnya bukan lemes kayak kecapekan, tapi lemes nggak sanggup banyak bergerak karena perut mbeleneg. Ehe payah.

Baca: 5 Cemilan Terenak Versi Gesi


Jueh

Ada yang tahu kata 'jueh' itu artinya apa, nggak? Hahaha. Ini kata yang sering dipakai sama Mama saat saya masih kecil. Jueh itu artinya suka ngulang-ngulang hal yang sama alias ngomongin itu melulu.


And that's me.

It becomes a bit negative karena ya lawan bicara jadi bosen lama-lama. Apalagi kalau ngulang-ngulang terus hal yang tiada faedahnya. LOL!


Teledor

Cincin kawin ketelingsut entah di mana, sudah biasa. Mainan favorit Ubii yang padahal penting dibawa kalau fisioterapi nggak ketemu, bukan hal baru. Kartu asuransi entah di mana padahal udah mau cuss ke dokter, sering terjadi.

Ini keteledoran dan rumah berantakan combined altogether. Melelahkan karena ya capek lah cari-cari barang dengan perasaan panik on repeat. Huhuh.

***

Wow kenapa sangat mudah ya jembreng minus diri sendiri hahaha. Kalau dijembreng lagi sebenernya masih ada yang lain tapi ini udah 1300 kata jadi mari disudahi saja ya hahaha.

And here's to sum up! 6 things I hate about Gesi!


Kalau kamu gimana? Sifat atau kebiasaan apa aja yang sebenernya kurang kamu suka dari diri sendiri dan pengin kamu ubah? Sini mari share sama Gesi.

Jangan kecil hati. Semua orang pasti punya sisi minus kok. Kalo kata orang bijak, cintailah diri kita sendiri, termasuk kekurangan-kekurangan kita. Mancay!

Selamat hari Kamis ya, teman-teman saya yang manis dan tidak bau amis.

#wowitrhymes!



Love,






10 comments:

  1. Ges Plis ya, kamu BAWA SENDAL DI TAS SAAT NGEMALL. Kurang ribet apa itu coba. Ribet versi Banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. dia ngaku ga ribet tapi kalau salo bawa stroller, tasnya dititip di stroller salo karena berat hhhh

      Delete
  2. Kurang lebih aku juga kaya gitu. :'D

    ReplyDelete
  3. Bener banget tuh. Sering barang2 ketlisut, atau ketinggalan dan baru sadar pas udah di jalan. :'D

    ReplyDelete
  4. Jueh = arai kalau di Belitung :D

    ReplyDelete
  5. Mbak ges, yang suka nunda-nunda itu hampir mirip ama aku. Apalagi yang berbau mahal, wah aku pasti nundanya makin lama. Hehehe. Maklum aku orangnya susah nabung.

    ReplyDelete
  6. Aku jueh aku... Akhirnya ada istilahnya ya. Jueh. Wkwkkwk. Benernya ga pingin jueh, tapi gimana wong suka lupa pernah cerita apa belon hehehe

    ReplyDelete
  7. kalau saya tebak mami ubii golongan darahnya B ya? ciri-cirinya mirip. maafkeun kalau salah hihi.

    Tapi kebanyakan saya juga begitu apalagi poin nunda dan bersih-bersih wkwkw. inilah yang dinamakan pemalas yang perfeksionis. LOL.

    ReplyDelete
  8. Sifat dan kekurangan yang nggak aku suka dari diri aku ada banyak 😂 di postingan mami Ubi sih ada 4. Suka nunda, too mellow, (kadang) jueh dan teledor.

    ReplyDelete
  9. I STAND WITH GESI di nunda-nunda dan too mellow. Baca status orang atau baca berita tentang orang bisa kepikiran banget terus suami jadi jeleh karena, kenapa istriku lebay sekali mikirin orang yang bahkan nggak kenal? *____*
    Kalau nunda-nunda udah jangan ditanya deh. Levelnya akut banget. Nunda-nunda dan malesan. Kombinasi yang sangat paripurna. Apalagi karena aku stay at home kali ya, jadi sering mikir, ah nggak kemana-mana ini, nanti bisa lah, besok bisa lah. TAU-TAU DEADLINE! Dan sering banget nanya ke suami, "obatnya males apa ya?" Laaah, menurut ngana?? LOL

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^