Tuesday, September 5, 2017

How To Inspire Others Through Digital Content


25 Agustus 2017 kemarin, saya diundang ke event ngobrol-ngobrol santai tentang How To Inspire Others Through Digital Content oleh Vosfoyer. Di situ, William Sudhana (CEO Vosfoyer) share beberapa tips yang menurut saya oke. So let's share those tips here.


Actually saya sudah mengurangi banget nulis blogpost yang berhubungan sama blog dan social media karena most of my blog readers are not bloggers. Tapi banyak yang DM minta dishare hasil dari event ini. Daripada capek jawab atu-atu. Ehe. 

First, why I think tips dari William itu worth sharing? Soalnya William ini selain CEO Vosfoyer juga adalah content creator/influencer. So I guess tips yang dia share bisa cover both sides: agency and influencer. Check out his IG on @williamsudhana.


And here we go.

Bagi blogger yang ingin monetize blognya lewat sponsored post, sekarang nggak bisa dipungkiri emang media sosial itu juga penting.

Baca: Tentang Sponsored Post Di Blog Diari Mami Ubii

Sering kan kita ditawari sponsored post di blog atau ingin mendaftar lewat form, ditanya dulu social media assetnya berapa. Jadi, maksimalin performa sekarang jangan hanya di blog aja, tapi juga di media sosial. Instagram, particularly, yang sekarang lagi happening banget.

Because social media are needed, ya mau nggak mau, suka nggak suka, kita emang jadi perlu mantain. Untuk yang satu ini, emang takes time and effort. Baper mending dibuang jauh. Ngedumel kok sekarang agency pake minta syarat followers Instagram minimal sekian juga nggak penting banget. Nggak bisa deh sama-samain melulu sama zaman dulu di mana yang ditanya traffic blog doang. Things change. Kalau kita mau survive di sini ya emang kudu menyesuaikan diri, bukannya ngedumel.


Baca: Tips Memaksimalkan Instagram Untuk Blogger

Itu kalau emang niat monetize yah. Kalau niatnya cuma buat share santai ya bebas, nggak perlu musingin social media asset. 

Kata William, trend Instagram at the moment adalah people want to see something real. Orang-orang di jagad Instagram semacam sudah mulai lelah melihat kesempurnaan, karena mereka jadi kurang bisa relate sama kehidupan mereka sendiri.

Talk about Instagramnya Neng A deh. Awalnya buibu semangat follow dan stalk Neng A, kan? Tapi belakangan mulai pada capek sendiri. Capek merasa kecil karena feed Instagram Neng A emang looks so perfect. Dari rumahnya yang selalu rapi dan instagrammable, dari anaknya yang selalu pandai bahkan tampak lebih pandai dari bayi-bayi seusianya. And such. Feed Instagram tipe Neng A ini hanya indah untuk dilihat dan dikagumi, tapi apa yah, bahasa yang pas.. Terlalu tinggi gitu loh kesannya untuk most followersnya.

Nah jadi, according to William, kita-kita micro influencer ini sebenernya nggak usah berkecil hati kalau feed kita berantakan atau nggak aesthetic. Karena ya itu tadi, trend saat ini adalah orang lebih tertarik mengikuti feed Instagram yang lebih apa adanya. Terkesan messy, tapi bisa menunjukkan  uniqueness dan karakter kita yang sebenernya.


Influencer yang emang bener-bener udah kelas kakap mungkin udah punya tim sendiri. Punya fotografer dan editor foto sendiri. Punya orang lain yang kasih saran A, B, C, gimana biar feednya aesthetic. Dan nggak lupa, mungkin piranti foto mereka juga kamera yang kece badai. Plus outfit dan sudut-sudut rumah mereka keren-keren pun jadi tentu makin melengkapi indahnya foto. Jadi yaaa... foto mereka kece karena mereka emang punya resourcenya.

Kita-kita masih micro influencer dan mungkin emang beda kelas sama selebgram para artis itu ya mari jadi diri kita sendiri. Kalau foto kita emang susah stand out, maka kita tonjolin hal yang lain seperti caption dan karakter kita.

Untuk caption, usahain 10 kata pertama itu sudah bisa menunjukkan caption kita bakal bercerita tentang apa. Ini bisa pakai semacam judul gitu deh. Saya kadang suka kasih judul macam ini, baru terus cerita panjang lebar kayak biasanya.


Another tip dari William: manfaatkan fitur Instastory. Ini masih refer to trend at the moment yang orang-orang suka lihat something real dan suka ingin tahu kita lagi ngapain. Instastory enables us to do that.

Kalau kita adalah blogger, manfaatin Instastory untuk share postingan blog terbaru kita. Biar teman-teman kita di Instagram lebih terpanggil untuk baca. Atau minimal, mereka tahu kalau kita punya blogpost baru. Taroh link di bio jangan lupa. If your followers have reached 10K, ubah ke business profile, biar bisa embed link blogpost di instastory.

Baca: Tips Menjaga Traffic Blog

Always make use of various channels to share our blog updates. Kalau punya LINE@, enak banget, kita bisa kirim broadcast message yang isinya rekap blog updates kita di minggu itu misalnya. Disertai link, of course. Jadi teman-teman yang terima broadcast message tinggal klik doang.

Moral message dari sharing William yang saya tangkap adalah:
Lihat ke atas terus itu bikin capek. Kalau belum punya resource cethar kayak selebgram dan artis, yaudah. Jangan berkecil hati melulu. Gali yang bisa kita tonjolin. Kalau udah nemu, ya konsisten ngebranding blog dan media sosial supaya ciri khas kita bisa makin stand out. 
And it all comes back to this: Kalo rezeki mah nggak akan ke mana. Hahaha.

[TAMBAHAN] kemarin lupa banget. Kata William, bio kita di Instagram itu penting. So, usahakan banget bio kita itu menjelaskan siapa diri kita. Ibu? Make up enthusiast? Movie addict? Jadi kalau ada agency sedang kepo-kepo profile kita di IG, mereka langsung punya bayangan sebenernya kita ini siapa dan sukanya apa.

Ada juga sharing dari Sarah Diorita, selebgram istri musisi kondang Eros SO7. Check out her IG on @sarahcandra.


Sebagai buibu, tips dari Sarah adalah ini kurang lebihnya:

🌺 Share hal-hal yang emang kita nggak masalah kalau orang lain tahu. Kalau confidential ya jangan dishare. As simple as that.

🌺 Kalau pun akhirnya kita share, maka kita juga harus siap sama resiko dan konsekuensinya. Intinya tanggung jawab masing-masing yah.

🌺 Namanya buibu itu, mostly yang dishare adalah hal-hal seputar anak. Nah, ini sharenya juga mari kita beri caption dengan hati-hati. Hindari kasih caption yang seolah-olah anak kita lebih segalanya dari anak lain. Ngejaga hati sesama buibu. Stay away from mompetition.

Anyway mompetion ini bakal saya bikin postingannya sendiri aja deh. Hahaha. Next yah.

I guess that's pretty much all.

Semoga sharingnya bermanfaat yaaaahhh. Feel free to share kalau kamu ngerasa postingan ini berfaedah.

Muwah! Selamat hari Selasa, everybody!





Love,






17 comments:

  1. bagus sharingnya mom Grace...
    kutunggu postingan about mompetition ya..

    ReplyDelete
  2. Mak Ges fotonya tambah kece deh pakai kamera kemarin=)

    ReplyDelete
  3. aaah makasih sharing ilmunya mami aiden. That's why saya senang BW. Bisa dapat ilmu meski nggak bisa datang ke acara yang sama. Thanks for sharing.

    ReplyDelete
  4. Kemarin baru baca insight dari Bena Kribo juga yang bilang kecenderungan orang lebih suka nonton insta story sekarang. Langsung deh sekarang apa-apa insta story duluan hehehe.

    ReplyDelete
  5. Akupun kdg suka down kalo liat feed IG yg cetar2 truatama yg berhubungan ama anak ges. Pernah liat feed temen yg anaknya lnlbh muda dari Fylly tp udh bisa pose yoga sempurna ngikutin emaknya wkwkwkwkwkw... Tp lama2 aku jg ngerti kok kalo msg2 anak pasti beda. Ya kalo anaknya suka yoga dan memang mau belajar, yo wislah.. Ga mungkin jg aku paksa fylly ngikutin sesuatu yg dia ga suka :D. Mending fokus ama hal2 yg kita sama2 suka

    ReplyDelete
  6. Kadang suka kasihan ((kasihan)) sama yg curhat bingung mau isi Ig pakai foto apa. Hahaha alhamdulillah saya sedikit pun tidak pernah galau kalau mau post foto hajar aja. Enjoy. Feel free... Toh tujuan awal IG emang buat menyimpan kenangan. Soal bisa dapetin duit. Itu mah bonus aja. Emang enak itu ya jadi diri sendiri. Ga usah munafik sok bertema dalan publish foto :)

    ReplyDelete
  7. Makasiih...tipsnya oke nih buat ngobatin sakit hati karena kemarin gak bisa ikutan #haha btw efek kamera baru, foto fotonya makin seger euyyy

    ReplyDelete
  8. selalu cucok lah yaaa mbak gesi iki... btw itu fotonya kayak jadi model iklan deodoran.. ga ada noda putih dibaju hitamku.. heheheh
    becanda ya mbaaa

    ReplyDelete
  9. makasih sharingnya mom.. setuju banget dech.. akhir-akhir ini sering baper lihat IG temen yang feednya bagus.. tapi apalah aku yang gak bisa like a model dalam foto IG.

    untung ada postingan ini hati jadi lebih adem haha.

    ReplyDelete
  10. Thanks for share mbak gees. Youre my influence too.... Happy blogging!

    ReplyDelete
  11. Berguna banget. Btw salam kenal mbak Grace... sama2 orang jogja hehe

    ReplyDelete
  12. intinya kita harus nyaman dengan semua yang dishare di Medsos ya...aku pun prinsipnya itu. dan pastinya sudah tau resikonya jugaaa

    ReplyDelete
  13. Ges.....Jangan berhenti nulis di blog ya???? 😒 Walau bukan blogger tp aku suka skali membaca tulisan Gesi + Adit 😘 Makin tambah pengetahuan n makin enjoy jadi ibuibu πŸ˜†

    ReplyDelete
  14. semoga saja dia mampir ke Palembang, pengen serap ilmunya.

    ReplyDelete
  15. Keren sharingnya, Mom. Cobain satu-satu, ahh.

    ReplyDelete
  16. μ—λ³Όν”Œλ ˆμ΄ λ¨ΉνŠ€κ²€μ¦ μ•ˆμ „λ…Έλ¦¬ν„°

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^