Tuesday, November 22, 2016

Internet for Kids: Yay or Nay?


Peran Orangtua dalam Penggunaan Internet. Saya akrab banget sama gadget dan internet. Pekerjaan dan komunitas sosial saya dijalankan dengan bantuan internet. Jadi di rumah, saat waktunya kerja, ya saya pegang gadget. Ternyata kebiasaan itu mulai dihapalkan dan ditirukan oleh Aiden. Dia suka miming gerakan tangan saya saat scrolling di gadget.


Saya sempat berpikir untuk mengenalkan internet pada Aiden. Tentunya untuk hal sederhana yang sifatnya entertaining aja seperti nonton video kartun dan visit website interaktif. Tapi, sebenernya, apakah Aiden yang berumur 14 bulan sudah layak dikenalkan sama internet?

Bulan September lalu, saya mendapat sharing tentang penggunaan internet BAIK di acara sharing ilmu Kumpulan Emak Blogger. Materinya bagus, I think. Jadi saya mau share sekalian yah!

Awalnya saya heran kenapa sih penulisannya adalah #InternetBAIK? Kenapa BAIK nya huruf kapital semua? Singkatan dari apa emangnya? Ternyata BAIK di sini stands for:

B: Bertanggung jawab
A: Aman
I: Inspiratif
K: Kreatif

Saya jembreng poin-poinnya yah.

Kita perlu bertanggung jawab dalam menggunakan internet dan media sosial, sesuai norma dan etika, sehingga diharapkan kita bisa terlindung/aman dari segala potensi kejahatan dan dampak buruk dari internet. Lebih dari itu, kita juga diharapkan bisa menjadi pelaku internet yang inspiratif. Contohnya dengan membagikan konten yang positif. And finally, semoga kita bisa menciptakan lingkungan digital yang kreatif untuk mengembangkan daya cipta dan kreativitas bagi orang-orang di sekitar kita.


Jadi kalau saya pakai internet untuk mantengin lambeturah itu sudah menerapkan internet BAIK belom yah? Auk ah.... Gesi butuh hiburan. Yang penting nggak pernah ikut komen ngerusuh dan menimbulkan war di sana. #PRINSIP


Yang jadi pertanyaan besar buat saya adalah: Sudah boleh kah saya mengenalkan internet pada Aiden?

Ternyata, eng ing eng, BELUM boleh. 

Menurut prinsip internet BAIK, aturan penggunaan internet dengan tujuan entertainment untuk anak-anak adalah:

0 - 2 tahun: belum boleh main gadget
3 - 5 tahun: maksimal 1 jam / hari
6 - 12 tahun: maksimal 2 jam / hari

Dijembreng aturan kayak gitu demi mencegah anak-anak dari kecanduan games/online kelak, karena ternyata ada resiko yang cukup serius dari kecanduan online:


Berhubung saya sudah terlanjur membiarkan Aiden berinteraksi dengan gadget dan internet, kayaknya bakalan susah kalau sak-dheg sak-nyet saya melarang Aiden pegang-pegang gadget saya. Jadi jalan tengah nya adalah sekarang saya mengurangi waktu interaksi Aiden dengan internet. 

Masih visit website edukatif interaktif for kids? Masih. Masih nonton nursery rhymes di YouTube? Masih. Tapi waktunya saya kurangi banget. I guess that's pretty fair. 

Saya dan Adit sama-sama meyakini bahwa anak-anak kami harus kenal internet, supaya tahu what's going on around them, supaya nggak kudet, dan supaya tetap progresif. Yang penting ada pengawasan dan rules aja kapan boleh internetan dan kapan tutup gadget/laptop. 

Ada anggapan bahwa anak jangan sampai kecanduan main games. Setelah melihat resiko secara kesehatan, which is a new information for me, okay saya setuju. Pembatasan waktu dan supervisi adalah poin utama. Tapi saya dan Adit nggak akan melarang mereka main games karena ternyata games pun bisa menambah wawasan kok. Itu yang bener-bener dialami sama Adit.

Adit tahu tentang plot sejarah era Renaissance dan teori empirisme dari game Assassin's Creed. Dia belajar tentang apa yang diperhatikan saat mengendarai mobil dari game Gran Turismo. Dia jadi hafal tokoh sejarah Tiongkok era Sam Kok lewat game Dynasty Warrior.


Lanjut. Ada pula anggapan kalau seorang anak yang suka main games ini nakal, itu sudah pasti karena terpengaruh sama games yang dia mainkan. Pernah ada kasus bullying antar siswa SD. Bully nya physical. Ndilalah si anak yang mukulin anak lain itu emang suka main games fighting. Jadi people semacam judging, "Oh pantas dia jadi suka main pukul, main nya aja games fighting sih!"

Judgment kayak gitu nggak kami setujui. Pertanyaan kami tetap kembali pada:

"Emang dia main games fighting sehari berapa lama?"
"Bagaimana peran orangtua nya dalam memberi pemahaman tentang games berantem kayak gitu?"
"Apa orangtua nya tahu kalau anaknya terlalu kecanduan sampai dibawa ke dunia nyata?"
"Apa orangtua nya mendampingi saat anaknya itu main berantem-beranteman di game?"

Semua pertanyaan itu secara garis besar menjadi, "Bagaimana peran pendampingan orangtua si anak?" Idk. Tapi kenapa kita kadang segampang itu mengkambinghitamkan sesuatu atas perangai negatif anak kita? Why don't we evaluate our parenting style at the first place?



Kalau didampingi dan diberi pemahaman yang cukup, saya rasa itu sudah solutif, daripada langsung menyalahkan games. Nggak cuman Adit aja, saya juga suka banget main games saat kecil. Saat TK, saya sudah mahir ngegame di komputer yang saat itu games nya masih model DOS gitu. Saat SD, kebiasaan ngagame saya makin tersalurkan karena dikadoin Play Station sama almarhumah Nenek saya. Game yang saya suka adalah Tekken, itu berantem banget gebug-gebugan dan tendang-tendangan. Btw, lakon saya Ling Xiaoyu dan Paul Phoenix, ayo deh kapan kita duel. LOL. Apa lantas saya dan Adit jadi suka berantem juga di masa kanak-kanak kami demi mempraktikkan jurus silat dan cheats? Enggak tuh.

Idk about Adit. But me, dulu Mama saya strict banget tentang kapan boleh ngegame. PR udah harus kelar semua dulu. Baru boleh ngegame. Play Station dan komputer pribadi saya pun letaknya di ruang tamu, nggak di kamar. Jadi saya main apa dan buka apa di komputer, Mama pasti tahu. Pun sama Papa juga diajarin bahwa saya nggak boleh melakukan kekerasan (kekerasan anak cewe sih paling cubit, nyakar, sama jambak ya) kecuali untuk membela diri atau saya dijahatin duluan. Intinya hanya boleh untuk mempertahankan diri, nggak boleh untuk dengan sengaja melukai orang lain padahal dia nggak salah. Pendampingan dari Papa saya dilakukan dengan beliau memposisikan dirinya sebagai kawan. Bukan dengan ceramah blablabla panjang lebar, tapi dengan ikut main Tekken sama saya. Kami duel. Itu momen yang saya rindukan.

Pembatasan waktu, pendampingan, dan rule nya jelas. Jadi ya saya ngegame aman-aman aja. 

So we agree that video gaming is a YAY, asalkan tahu waktu dan tetap punya dunia sosial interaksi sama orang lain.

Masih dari sharing ilmu internet BAIK, ternyata beberapa hal berikut bisa jadi pendorong anak suka main games:
  • Mereka emang lagi suka main aja.
  • Sedang punya curiosity yang tinggi.
  • Ada sarana dari orangtua.
  • Senang berkompetisi.
  • Mereka pengin meningkatkan ketrampilan bahasa, wawasan, logika, dan lain-lain (ini Adit banget)
  • Ada kondisi BLAST (Bored, Lonely, Angry, Stressed, Tired) sehingga mereka pengin melepaskan itu melalui games.

Faktor yang terakhir itu yang nantinya bakal saya dan Adit antisipasi banget nget nget. Semoga jangan sampai someday somehow Ubii dan Aiden sukanya ngegame karena alasan mereka BLAST. Bayanginnya aja udah sedih. Kesannya kok kayak failed banget saya dan Adit memposisikan diri kami jadi temen mereka. 





Terus nih, saya dan Adit menyadari adanya kemungkinan Ubii dan Aiden kelak buka-buka sesuatu yang negatif ketika belum cukup umur. Mungkin kalian juga mengkhawatirkan hal yang sama, ya?

Itu bisa disiasati sih. Di Play Store ada banyak apps yang berfungsi sebagai parental control. Ada Kakatu, Kids Place, Kids Zone, Secure Teen, dan lain-lain. Barangkali mau coba download dan pakai.

***

So, what do you think about internet for kids? Yay or nay? Kira-kira udah memakain internet secara BAIK belom hayooooo?

Intip juga sharing dari beberapa teman saya di Instagram, kira-kira yang mana yang mirip dengan policy kalian tentang internet?

Soreee semuanya! 💐 . Menurut kalian, mengenalkan internet ke anak itu yay or nay? Kalau aku dan @adityasu666 YAY tapi ada beberapa poin penting yg kami sepakati 😘 . Salah satunya adalah pembatasan waktu. Harus jelas kapan boleh internetan dan kapan nggak boleh. Sehari juga dibatasi waktunya, krn main internet lama-lama juga kurang baik utk kesehatan 😭 . Dampak negatif kelamaan internetan dan aturan yg aku dan Adit terapkan, aku jembreng di postingan terbaru di blog Diari Mami Ubii http://www.gracemelia.com/2016/11/peran-orang-tua-dalam-penggunaan-internet.html atau klik link di bio biar gampang buka 👆🏻 . Selama ini aku jg memanfaatkan internet sih utk quality time sama anak-anak. Nonton video kartun misalnya. Atau cari nursery rhymes. Internet itu banyak manfaatnya kok, asal balance juga pakainya supaya anak nggak kecanduan yaaaa 💻💋 . So what do you think? Internet for kids, yay or nay? Let's share! 💖 . #DiariMamiUbii 
A photo posted by Grace Melia (@grace.melia) on


Love,




17 comments:

  1. aku YAY, abimanyu aja tiap hari nonton youtube videonya hadad alwi wkwkwk... biar kekinian gitulah ceritanya ditontonin youtube :D, yang penting nontonnya yang iya iya aja jangan yang enggak enggak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alamak...hahaha baguslah kirain tutorial unboxing hape kakaka

      Delete
  2. Baik aja sik menurutku, asal ya itu, ada aturannya. Heheh. Ponakanku umur 3 bulan suka aku kasih nonton yutub yg kadang aku donlot en dia nonton di tv, kartun kartun atau nyanyi nyanyi yg full colour gitu. Uda bisa fokus dia, mukanya serius banget. Huahahah :D

    ReplyDelete
  3. Anak-anak zaman sekarang memang canggih. Sejauh yang kulihat, ke mana-mana udah bawa aja gadget. Anak saya juga sih.

    ReplyDelete
  4. Tentu saja mau tidak mau kubatasi, Mbak. Aku kasihan sama matanya. :( Kebetulan kalau anakku sukanya nonton youtube. Jadi ortu ikut mengawasi juga.

    ReplyDelete
  5. Untungnya sekarang ada internet positif. Aku lega, karena internet di rumah jadi aman buat anak-anak. Dengan pengawasan juga sih.

    ReplyDelete
  6. Juna kalau internet belum kenal, tapi kalau gadget udah, dari kecil suka ditelp embahnya
    Kalau ngegame dari 1,5 tahun sih, heheheh
    sekrang udah 2 tahun, gamenya game edukasi tapi gg aku sambungin internetnyaaa...

    ReplyDelete
  7. Yeaaayy, bijak berinternet dengan tagline BAIK, semoga menjadikan generasi ubii aiden menjadi generasi digital native yang lebih bijak dalam menggunakan internet ya.

    ReplyDelete
  8. Hahahaha, ternyata maen Tekken jugak. Kalo saya demennya yang 2D macam KOF, Street Fighter, dkk. Kurang demen genre macam Tekken.

    *ini malah bahas game

    ReplyDelete
  9. ponakanku belum ada tiga tahun sehari entah berapa jam mainan gadget :(

    ReplyDelete
  10. iya nih, memang pekerjaan rumah banget masalah ini

    ReplyDelete
  11. Aku yay dengan kondisi2 & peraturan tertentu :D Raya baru diperkenalkan dengan gadget setelah umur 1thn lebih & sebagai orangtua kita yg punya andil & kendali. Kalau lagi nyetir, dan macet kasian banget Raya suka bosen kasian kl cuman ngeliatin jalanan, jadi kadang aku bolehin liat2 HP. Tapi karena ngga pernah bergantung sama gadget, setelah bosen raya ngasih hpnya ke aku & kita ngobrol aja sepanjang jalan kl macet :D

    ReplyDelete
  12. Aku jarang ngegame=(, game ku zaman muda dulu cuma tetris dan snake gitu yg di hp (eh itu termasuk game ga sih, haaha). Tapi najla senang ngegame, jago malah dia.meski gamenya ya lucu2 gitu sih kayak fashion, momong bayi (wkkka entah dari mana dia dpt game ini) dan game mengenal warna ato apalah. Dan kalau internet sih pol youtube an lah

    ReplyDelete
  13. Yay buatku.. Walopun stlh baca td, aku liat utk anak 3 thn sebaiknya 1 jam sehari yaa.. Fylly lebih soalnya :D. Tp sbnrnya aku udh cukup strict membatasin gadget sih ges. Aplikasi yg dia buka juga kebanyakan tntang belajar sih, kayak mengenal hurup, angka, warna dll. Sesekali aku memang bukain youtube supaya dia bisa denger musik anak2.

    Tapi tetep , kegiatan kyk membaca buku, mewarnai, main puzzle, dan aktifitas fisik aku slalu lbh utamain utk fylly supaya ga jd kecanduan gadget :)

    ReplyDelete
  14. Jadi anak mulai 3 tahun yang boleh mengenal gadget

    ReplyDelete
  15. Aku yay yang penting ditemani

    ReplyDelete
  16. Hiks...padahal udah tau dampak negatifnya internet tapi kadang masih menyerah ngebiarin anak-anak mantengin gadget. Apalagi kalo sudah dirumah ibu atau mertua...udah rasanya aku udah kayak kehilangan kontrol sama kesukaan anak2 mantengin gadget -_-

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...