Tuesday, April 17, 2018

Sex Life After Marriage

Six years being married,  I've learned that it's not only love that needs to be fighting for. Sex does too. Ini nggak bisa pukul rata sih. Depends on each spouse, komponen apa saja yang menurut kita penting dalam pernikahan. Buat saya dan Adit, seks masuk dalam primary need in marriage. Ini satu hal penting: pandangan suami dan istri sama untuk urusan seks.


Karena penting, ya makanya perlu diupayakan. Mengusahakan urusan ranjang kedengarannya mudah, tapi ternyata nggak, sis. Awal-awal menikah masih menggebu-gebu sih iya emang gampil. Tapi kalau udah tahunan (padahal baru 6 tahun yah sebenernya), it's not that simple.

Baca: Merayakan Hari Jadi, Alay Biarin

Apa aja penyebab kualitas atau frekuensi seks menurun? Well, it can be a lot of things, you tell me. Alasan klasik, sama-sama capek. Suami udah terforsir dengan kerjaannya di kantor, pulang-pulang ya penginnya leyeh-leyeh. Istri juga lelah seharian kerja atau ngurus rumah dan anak. Jadi mau membangun mood kok udah ogah-ogahan duluan. It happens to many people I know, including me.

Selain capek itu, alasan lain bisa juga karena suasana rumah kurang mendukung. Ini dibreak down lagi juga masih bisa macem-macem. Misalnya kayak kamar tidur di rumah sangat terbatas hanya satu kamar doang. Mau berhubungan badan di kamar yang sama dengan anak kok jadi buyar. Walaupun anak lagi bobo, tetep aja rasanya jadi waswas gimana.

Baca: Ayah Ibu, Jangan Sampai Aku Melihat Kalian Berhubungan Badan

Bisa lagi karena kita hidup seatap sama orang lain entah orangtua, mertua, atau asisten rumah tangga yang kamarnya saling deketan. Ini saya banget.

Dulu saat belum punya asisten menginap, solusi biar nggak berhubungan badan di kamar yang sama dengan anak ya luar kamar. Entah di ruang tamu, kamar nyetrika, dapur, etc. Lha sekarang ada asisten, kalau lagi begonoan terus tiba-tiba dia keluar kamar mau pipis atau ambil minum gimana.


Penyebab lain yang pernah saya alami adalah karena saya nggak pede sama badan saya. Kalau lihat dari foto doang, banyak yang bilang saya nggak gemuk kenapa harus tidak pede. Ya iya kan di foto. Tapi kalau telenji, perut saya ke mana-mana. Lengan berkibar-kibar bagaikan bendera ketiup angin. Berhubung dulu pernah langsing dan berproporsi ideal, ya sekarang kaya gini butuh waktu untuk punya self-acceptance.

Ada lagi beberapa penyebab lain kalau saya terima curhatan. Karena suami sukanya grasa-grusu sementara istri penginnya foreplay lamaan, suami cepet banget keluarnya, suami nggak bisa mengimbangi request istri, suami fantasinya aneh-aneh dan istri nggak nyaman, istri malu mau request sebuah gaya, etc.

Nulis sampai sini, saya jadi flashback, kondisi apa lagi yah yang pernah saya alami sama Adit?

This: bosan dan jenuh.

Bosan karena udah ketebak masing-masing akan punya jurus dan gerakan andalan apa aja. Jenuh karena ritme nya juga udah hapal. Tertarik secara physical dengan orang yang sama setelah bertahun-tahun hidup bersama agar seks bisa hidup dan enjoyable, bukan sekedar kewajiban dan rutinitas, itu juga ternyata challenging.


Kemudian, flashback lagi.

Back then I really did put my effort.

I wore sexy outfit and snapped some photos then sent them to Adit while he's at work. I wrote some dirty words along with the photos. Adit was ecstatic. It made him feel that he's wanted and needed as a man and a lover. It made him excited waiting for the end of office hour to see me.

The good feeling wasn't only for Adit, but for me as well. I felt sexy. I felt that I've still got it. I felt joy and victory because I could still turn him on. I felt pretty. I felt good about myself. It did boost my confidence.

After some time, I stopped doing that.

Baca: Kenapa Berhenti Romantis?

Maybe I was tired. Perhaps I was too reluctant to have an extra effort again. Mau bilang mungkin saya nggak sempat rasanya cari excuse banget. Apa iya nggak sempat, because I know for a fact sebenernya saya sempet cuman males aja dan lebih milih ngelakuin hal lain.

If it's a priority, then I should make time for it.


Working on sex life after marriage takes two to tango. Bukan cuman tugas saya doang, but Adit's as well. Then I was thinking, "What's Adit been doing? Did he also stop put an effort?"

I guess not.

Up until now, he still asks how I wanna be touched and stuff. He never stops complimenting me, saying that I'm gorgeous and sexy every time I lose my confidence. Sometimes he takes more extra hours for extra cash so that he can afford a staycation for us. He never forces me to do stuff that I'm not comfortable doing. He allows me to buy some clothes or make up items that can make me feel pretty.

Baca: Kumpulan review hotel

He doesn't really changes, I was the one who did. There were many times where I refused his invitations for sexting. Padahal anak-anak udah tidur dan saya nganggur. Tapi saya lebih pilih ngeblog, nonton serial di laptop, atau scroll feed Awkarin and the gengs. Padahal harusnya saya lega ketika Adit nun jauh di sana sedang ingin, dia tetap lari ke saya walau cuma lewat aplikasi chat.

There were also many times where he had to be the one who asked for intimate time and intercourse.

During a couple of months last year until the first months this 2K18, our sex life was just a routine. We still did it, but the spark and passion weren't really there. And that was when I realized that I stopped trying to please him. So then I bought some pieces of lingeries and stuff. I began sexting him again. I started to initiate the foreplay. I did things that I had done before.


Baca: Online Shop Instagram Favorit Gesi

Adit's happier by then. He becomes to feel wanted again. The happiness forms a chain reaction. He gets sweeter and more romantic. Jadi lebih loyal juga. Abis disenengin tiba-tiba nanya, "Mi, sepatumu rusak ya? Mau kubeliin yang baru?" padahal saya masih belum kehabisan sepatu. Asik! HAHAHAHA.

And this, kami jadi lebih menantikan waktu bertatap muka di akhir pekan. Bukan sekedar biar anak-anak lihat Papi nya, tapi karena gemes pengin segera saling terkam atau saling belai lalu pillow talk.

So I've come to a conclusion. A cheesy one, actually.

If we want the sparks in our sex life alive again after years of marriage, work on it. Do things that we usually did back then. Jangan malas put an extra effort by putting make up or sexy stuff. Surprise our spouse. Make them feel wanted and needed as a lover, not only as a husband/dad who provides or wife/mom who takes care of the house and kids.

Sometimes we can also ask them about their fantasy and we can grant them. Fantasi di sini jangan selalu diasosiasikan dengan hal-hal yang menjijikkan atau menyakitkan. Kepengin intercourse di mobil juga salah satu fantasi kok, dan itu lumrah. ASAL HATI-HATI KEGAP ORANG AJA YA. Lol.

Yang sering banget dicurhatin ke saya itu biasanya situasi klasik kamar di rumah terbatas dan hubungan badan anyep karena ada anak. Saya cuman bisa kasih saran sesekali nitip anak lalu check in. Kalau nggak ada yang bisa dititipin anak, mungkin bisa cari daycare harian apa gimana. Huhu maafkan, saya cuman kepikiran tips itu aja euy.


Baca: Suka Duka Menitipkan Anak di Daycare

Kalau ditanya frekuensi yang semestinya, I couldn't answer. Dibicarain sama pasangan aja dan berkaca dari yang dulu. Kaya misalnya saya dulu seminggu bisa at least dua kali. Lalu lama-lama pernah yang sebulan cuman sekali. Nah itu jadi pertanyaan buat saya dan Adit. Kok bisa sebulan cuman sekali doang, apakah kedua belah pihak nggak apa-apa atau ada yang keberatan, apakah perlu khawatir, apakah jangan-jangan ada situasi yang perlu dicari jalan keluarnya, etc. Kecuali kalau sebulan sekali karena saya atau Adit ada yang sakit lama gitu yah, kalo itu kan understandable.

Frekuensi ini nggak bisa sama juga untuk tiap pasangan. Ada yang ngerasa udah cukup dengan sebulan sekali, ya udah berarti nggak usah khawatir. Tapi kalau cuman sebulan sekali lalu dalam hati penginnya seminggu sekali, misal, ya komunikasikan sama pasangan.

This is one of many things I cherish from what I have with Adit. Kami bisa bicara apa saja (kecuali berita yang berat lol) tanpa malu, canggung, risih, atau takut. Jadi ya nggak terlalu susah juga untuk tahu sebenernya Adit maunya gimana, saya kepenginnya apa, solusinya gimana, etc regarding sex life.

Pandangan tentang sex ini juga bisa beda-beda loh. Kalau kamu dan pasangan menganggap ini nggak penting-penting amat sehingga nggak perlu dicari jalan keluarnya karena yang penting satu sama lain menjalankan kewajiban sebagai orangtua dan pencari nafkah juga sah-sah aja.

Baca: Merayakan Hari-Hari Istimewa

Postingan ini ditutup dengan anjuran untuk sering senam kegel. Kerasa loh manfaatnya! Wkwkwk.


Kalau nggak tahu caranya, googling aja ya. Susah dijelaskan lol.





Luv,





32 comments:

  1. Intinya semua harus dibicarain sama pasangan, baiknya gimana. Dapet tips lagi nih, thanks yaa.

    ReplyDelete
  2. Staycation itu ternyata perlu banget ges buat nge charge semua. Ya semangat ya sex life. Hahahahahahha.

    ReplyDelete
  3. Aku sama papa nya baby J sih sebenernya masih lumayan saling bergelora dan ga ada masalah. Cuman belakangan jadi jarang gegara akunya hamil besar dan dia takut noel kepala baby J��

    Konyol asli. Padahal dah kujelasin berkali-kali kalo nggak bakal begitu. Bakal fine. Tapi tetep aja nggak free lagi dianya������

    ReplyDelete
  4. Ini aku banget loh, udah males karena udah cape ama kerjaan rumah tangga haha makanya mau hayuk kalau diajak aja. Kalau ga ngajak ya ga nawarin

    ReplyDelete
  5. Aku belum nikah, tapi udah beberapa kali senam kegel. Soalnya kalo senam di Meridian ibu2 pada pengen senam "jepit2" HAHAHAHAHA kampreeeet yang lajang aku doang xD

    ReplyDelete
  6. Ibu2 RT di perum ku sebulan sekali ada senam dan materi kegel salah satunya 😆 anyway... Waaa dah 6 thh ya hehehe umur yg sma dengan pernikahan ku and to be honest perihal ini yg sdg dihadapi 😅... Trnyta pria dmn2 sll menggebu2 ya..suami grusak grusuk saya suka yg woles.. Tiap kli ML mood saya yg sll berubah2 😂 suami smpe bingung smpe ngomong klo wanita ITU complicated wkwkwk.. Anyway...thanks for this one.. Jadi diingatkan klo saya nya yg juga harus berusaha hehehe God bless ur FAM

    ReplyDelete
  7. aihhhh..s.enam kegel heheheee....gitu ya kalau udah lama nikah hmmm....kalau aku belum sampe setahun mbak, boleh nih dijadikan pelajaran hihi

    ReplyDelete
  8. Masalah lingerie juga perlu diobrolin kayaknya. Soalnya saya pernah pakai yang dipikir bakalan look sexy abis. Tp malah dibilang kayak tante tante, wkwk *tabok kondom*

    ReplyDelete
  9. Baiklah
    Di usia 12 tahun pernikahan ini, saya akan rajin senam kegel hahaha

    ReplyDelete
  10. *brb* search youtube senam kegel.. Hahahaa 😂

    ReplyDelete
  11. Aku masih inget instruksi bidannya RS Sade** pas senam kegel (pas senam hamil diajarin) gini : 'angkat pantat, jepit vag***, tahaaaan, hembuskan' hahahahaaa

    ReplyDelete
  12. Pernah nih disuruh senam kegel, dakunya yang gak bisa2 hahaha

    ReplyDelete
  13. Kita samaaa 6 thn. Honestly, aku ama raka jg ga bisa sesering dulu krn anak2 msh sekamar ama kita. Dan itulah kenapa aku srg planning-in liburan berdua doang ama raka. Cm weekend, ato ga lbh dr seminggu. Ya maksdnya biar bisa hanimunan :p. Anak2 titip dulu ama babysitter. Aku sih msh anggab ptg sex setelah nikah. Walopun kita ga seliar dulu hahahaha. Pgn sih ges, kdg kalo diinget dulu srg gila2an cari tempat aneh wkwkwkwkw. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama euy masih sekamar sama anak-anak. Tempat aneh misalnya apa, Mba? Heheh

      Delete
  14. Hahah...

    Aku sih yaa, kalo pengen berduaa dan gituan, pulang ke rumah suami..kan kosong... Wkwkwk

    Secara keseharian kami bareng ortu aku...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pulangnya mampir jajan bakso, syedap heheh

      Delete
  15. Aku kok ga ngerti-ngerti ya cara senam kegel wkwkwk. Udah nonton YouTube tapi gak bisa kontrolnya hahaha. Gak ngertiii wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba ikut aerobic, diajarin sama instruktur nya, Lia

      Delete
  16. Judulnya agak provokatif: "sex life after marriage".
    Siapa tahu jadi ada yang nanya: "sex life before marriage" bakal ada postingannya engga? ��
    Mungkin lebih netral kalo: "sex life dalam pernikahan"? Jadi kesannya bukan before n after (iih.. emang diet? Pake before n after Lol)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo sex life dalam pernikahan, nanti ada sex life di luar pernikahan, nggak? Batal netral 😂

      Lol. Sorry. Aku rada amazed sama komen ini 😛

      Delete
    2. Hahaha.. boleh juga tuh dibikin postingannya. Mungkin ngga bakal ada masalah "bosan" ya? Yang ada cuma adrenalin rush. Lol

      Delete
  17. Terima kasih banyak sharingnya. Meskipun belum nikah dan berhubungan badan, tapi saya sendiri ngerasain bahwa setelah pacaran bertahun-tahun, yang namanya api asmara itu mulai redup. Bukan dalam arti udah gak saling sayang, tapi kalau kata orang Sunda sih "greget"nya udah hilang. Kalau ada waktu kosong, saya dan dia hanya leyeh-leyeh di sofa sambil nonton film. Udah gak ada lagi adegan saling menatap mata kemudian ciuman panas dll. Dan gawatnya, ini kita belom nikah lho.

    Setelah baca tulisan di atas, saya jadi sadar bahwa yang namanya api asmara itu memang butuh diusahakan. Mungkin di sela-sela kesibukan, saya dan dia harus lebih banyak luangin quality time berdua. Do those things that we used to do before. Sekali lagi, terima kasih banyak sharingnya.

    ReplyDelete
  18. WHAINI. Persis. Lagi ngerasain banget. Mungkin kalau di aku, sex life after brojol, mba Ges. Secara dari awal tau hamil kan stop tuh karna takut2 gimana (pernah keguguran), baru mulai lagi trimester akhir itu pun dihitung pakai jari 1 tangan, then melahirkan (yaa nunggu lagi dong). Pas nyoba lagi, hmmm Pak Suami cepet amat kan yaa, kita sbg cewe pngn nya selow mellow merasakan (lagi) setiap jengkal nya. Tapi juga liat anak yg mulai oe oe nangis. Yah, ambyar jadinya. Perlu membangun self acceptance, karena body bukan seperti yang duluuu lagi ��

    Thx for the sharing btw mba ges ☺️

    ReplyDelete
  19. Seringnya bikin turn off si cueknya paksu mainan game padahal ada anak yg pengen ditemenin main dan mamanya yg sibuk doing household chores. *curcol

    ReplyDelete
  20. Begitu baca closingnya, aku refleks jepit-lepas-jepit-lepas, mba gesiii hahahaha

    ReplyDelete
  21. aku juga sempat mikir soal ini, padahal ya belom nikah :D
    tapi minimal ada ilmu sharing buat persiapan nantinya, hehehehe

    btw, makasih sharingnya

    ReplyDelete
  22. Nah ini diaaa...
    Emang ya kerjaan dan anak bisa menelan hasrat ituitu, hehehe. Makanya, coba ini adek2 yang kebelet nikah karena ngebayangin bisa ituitu non-stop dikasih woro-woro kalo nikah itu bukan sekedar ituitu aja. Ada salam dari cicilan KPR sama tagihan indihome. Nice share, Mba Ges :)

    ReplyDelete
  23. Aku serumah dengan mertua nihh, tapi bersyukurnya kami punya "wilayah" sendiri di lantai dua. Tapi kami sekamar dengan anak, kalo mau begonoan bisa ngacir ke kamar main anak di sebelah. Cuma nih ya, seringnya kami males pindah kamar, jadi yaudah tunggu anak tidur. Dan seringnya lagi, pas di tengah2 si anak kadang bisa kebangun. Bubarrr, bubarrrr, kalo kata suami mah HAHAHA

    Makasih sharing-nya, Ci Gesi. Penting banget memang untuk sering2 bakar api asmara di dalam pernikahan. Kalo lagi redup, mau liat muka pasangan aja rasanya bosen dan males banget, apalagi mau make love.

    ReplyDelete
  24. Biasanya kalo abis marahan sama suamik, trus baikan lalu berbuat begono, rasanya bisa lher berkali lipat haha..

    ReplyDelete
  25. Kalau kata suami saya, permainan ranjang akan panas setelah mampir ke Matahari dan membawa sekresek national treasure :D

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^