Wednesday, March 1, 2017

Blogger Bawa Anak ke Event, Yay Or Nay?

Wah timeline Facebook saya lagi lumayan panas lagi nih. Jadi ceritanya ada sebuah artikel berjudul Hei, Blogger! Kamu Adalah Brand Ambassador Untuk Blog Kamu. Manner, Please yang cukup membuat beberapa kawan blogger reaktif. No wonder, karena sekarang memang banyak blogger yang datang ke event(s) dengan mengajak anak/keluarga.


Mungkin, ada yang tersentil karena penulis dengan gamblang menggunakan istilah semacam, "Nggak malu cari makanan gratisan? Lu pikir ini kondangan kawinan?" Jadi, sebenernya bawa keluarga saat datang event itu yay or nay?


Tema ini saya jadikan bahan collab bareng Windi Teguh untuk #GesiWindiTalk kami yah. So, baca juga versi Windi Teguh:


(Gesi dan Windi juga sama reaktifnya, LOL)

Jadi saya akan nulis opini saya tentang blogger bawa anak ke event. But, before that, for those who just bump into my blog, kenalan dulu. Saya mom blogger dengan 2 anak.

Buat saya pribadi *kalau untuk saya sendiri yang melakukan yah maksudnya*, hadir dalam event dengan ngajak anak/keluarga itu kadang yay, kadang nay.

It's a YAY when:

👌 Acaranya santai dan casual, bukan event formal.

👌 Atau, acaranya diadakan 'hanya' oleh komunitas jadi nuansanya adalah kopi darat/saling silaturahmi dengan atau tanpa materi.

👌 Acaranya memang bertema parenting/family yang di brief jelas-jelas mengharuskan bawa anak karena ada sesi khusus yang harus dilakukan bareng anak.

Baca: #MyBabyKeramasCeria di Playparq Kemang

👌 Saya tahu di lokasi event biasanya ada playground atau area bermain bagaimana pun bentuknya yang anak-anak bisa main di situ dengan bebas dan aman, sementara saya mengikuti event dengan khusyuk.

👌 Anak saya adalah tipe anak yang mau duduk tenang dan sudah bahagia dengan aktivitas di tempat seperti misal mewarnai atau nonton YouTube (namun sayangnya ini enggak) 😂


But, it's a NAY when:

❌ Format acara adalah event yang formal.

❌ Okay, sebenarnya definisi event yang formal itu gimana mungkin bisa beda-beda ya. Kalau saya pribadi mendefinisikan event formal itu adalah event yang:
  • Diadakan oleh brand atau apapun (tapi bukan oleh komunitas blogging), ada press con nya, dan mengundang media juga selain blogger.
  • Diadakan oleh brand atau apapun, tidak ada press con dan tidak ada media, namun blogger undangan nya dari lintas komunitas yang kayaknya banyak nggak saya kenal.
  • Ada pembicara yang khusus dihadirkan untuk mengisi acara tersebut (bukan sekedar member dari komunitas yang saya ikuti).
  • Ada sesi materi yang harus saya simak untuk dijadikan bahan tulisan.

❌ Di brief ada tertulis: Diharapkan tidak membawa anak.

❌ Nggak ada eyang atau nanny yang bisa saya titipin Ubii dan Aiden.



Lalu bagaimana jika contact person panitia atau penyelenggara memperbolehkan saya bawa anak? 

Kalau saya, tetap masih lihat-lihat dulu itu event casual atau event formal. Sekali lagi, kalau saya. I mean, I don't want to generalise. 


Beberapa komentar tentang tulisan Mas Baroezy yang saya tangkap, kurang lebih ada beberapa in 💢 (plus tanggapan saya in 😊 ):

💢 Ya jangan samain blogger sama media dong. Media kan kerja.

😊 Ketika saya datang sebagai blogger dan saya menerima fee, saya menganggap saya juga sedang kerja. Kan saya juga terima 'gaji.'

💢 Ya wajarlah blogger bawa keluarga karena blogger kalau datang ke event kan auranya santai, banyak ngobrol, banyak selfie selama sesi event, beda sama media yang memang serius-serius dan abis itu juga masih terbang ke lokasi lain untuk liput event lain.

😊 Buat saya, ini lebih ke attitude saya apakah saya menghargai orang lain atau enggak. Rumpi dan selfa-selfi saat memang sesi materi belum mulai/pembicara belum ngomong, it's fine. Tapi, banyak juga kok yang masih saja asyik ngerumpi dan selfi sukaesih padahal pembicara  udah take the stage. Saya pun, saat saya bicara menjelaskan sesuatu lalu orang yang kita ajak ngomong malah melengos dan sibuk sendiri, rasanya juga nggak enak. Huhuhu.


💢 Ya namanya juga satu komunitas dan jarang ketemu. Jadi pas datang ke event yang sama pasti jadi pengin silaturahmi sekalian masa nggak boleh?

😊 Boleh banget! Saya pun demen lah silaturahmi gosip-gosip sama yang lain nya. But let's try to be wiser. Kapan waktunya silaturahmi rumpa-rumpi selfa-selfi. Kapan waktunya diam memberikan atensi pada pembicara. Alasan pertama, saya dibayar loh untuk hadir. Alasan kedua, menghargai pembicara. Alasan ketiga, menghargai panitia karena menyiapkan event itu sungguh nggak mudah dan capek. Alasan keempat, kalau saya terlampau asyik ngerumpi, bisa aja volume suara atau gesture saya ganggu peserta event lain yang kepengin nyimak dengan serius. Sebelum acara mulai dan setelah acara usai silaturahmi kan masih bisa.

💢  Lha aku nggak dibayar duit tuh datang event, cuman dapet goodie bag doang kok. 

😊 Kalau dari awal udah dimumkan bahwa blogger yang diundang meliput nggak akan dikasih fee dan hanya ada goodie bag yang berisi printilan merchandise produk dengan nilai nggak seberapa, namun saya tetap mendaftar, ya sudah lah. Nggak ada paksaan untuk hadir juga ya bukan nya? Ketika saya sudah setuju dengan 'dibayar' hanya pakai goodie bag, bukan berarti attitude saya jadi boleh less profesyenel than ketika saya dapat bayaran berupa duit atau kapal pesiar.

(Kapan ya bisa dapet bayaran kapal pesiar? 👀 )


💢  Aku sih nggak menganggap ngeblog itu bekerja, I blog just for fun.

😊 Ya iya. Tujuan awal saya ngeblog juga sama sekali bukan untuk cari income tambahan kok. But then again, ketika saya mendapat kompensasi (entah duit, goodie bag, atau bahkan sekedar makan), saya setuju, dan ada kewajiban untuk membuat tulisan di blog, sekali lagi ada kewajiban bikin tulisan, berarti kan ada pihak yang memakai jasa saya. Maka saya punya tanggung jawab setor tulisan pada si pemakai jasa. So ya tetap ada waktunya be profesyenel walaupun tujuan ngeblog saya awalnya hanya untuk having fun.


💢 Masa aku harus nulisnya all out wong aku nggak dikasih fee kok.

😊 Lha kenapa daftar kalau hati masygul karena kompensasi bukan berupa fulus?

Dan tentang melakukan pekerjaan dengan all out, ada satu hal yang saya pegang.

(Pic credit: https://scontent.cdninstagram.com/t51.2885-15/s640x640/sh0.08/e35/12751122_1702360519975946_1600154313_n.jpg?ig_cache_key=MTE4NjYyOTAzMjUzNjg4NTc3Mw%3D%3D.2)


Kenapa saya #TeamNay bawa anak kalau event nya bukan event santai?

Karena kadang keriuhan anak-anak bisa sampai pada level mengganggu konsentrasi saat menyimak materi. Saya appreciate dan respect banget sama momma-momma blogger yang datang ajak anak, lalu mereka 'mengamankan' anak-anak mereka ketika sudah mulai berisik atau lari kesana-sini. By mengamankan itu macem-macem. Ada yang dengan kasih gadget supaya nonton YouTube dulu. Ada yang mengajak anaknya ke luar ruangan dulu. Dan lain-lain.

Namun, the sad truth is that ... nggak semua ibu-ibu blogger kayak gitu, kan? Ada juga yang memilih membiarkan anaknya rungsing agar mereka bisa stay inside the room, ikut live tweet, atau lainnya. Jadinya ya, mengganggu.

Kita nggak bisa mengharapkan semua orang bisa maklum loh. Kalau dibilang, "Mungkin penulis artikel di atas belum pernah jadi orangtua sih, makanya nggak bisa maklum" ya gimana ya... 😔

Bukan nggak maklum kalau anak-anak memang suka lari-larian. Itu mah maklum banget wong Aiden, anak saya yang kedua, juga raja lari. Tapi nggak maklum kalau blogger orangtua si anak cuman ngediemin, jadi peserta lain keganggu.

Nggak semua orang sudah punya anak. Nggak semua orang suka sama anak-anak. Nggak semua orang bisa menyimak tanpa pecah konsentrasinya kalau sambil ada sekumpulan bocah lari sana sini atau memekik teriak-teriak.


Lihat sekumpulan anak main bareng di atas panggung gitu rasanya gemash yah. Saya juga gmz banget euy. Dan seneng karena Aiden sudah berani main sama anak-anak lain. Tapi, coba bayangin kalau ada segerombolan anak menjajah panggung begini saat sesi materi (bukan saat break). Mau nggak mau, fokus akan terpecah, nggak bisa full ke narasumber.

So for me, expect blogger lain atau even media untuk maklum lihat ada anak dibawa-bawa ke event itu sulit. Sesulit tidak ikut bernyanyi saat iklan mars Perindo ditayangkan di TV. 😆


Kalau ada tawaran/kesempatan datang event yang nggak pas bawa anak tapi no nanny/granny to watch my kids?

Saya pilih nggak datang. Again, karena saya tahu karakter Aiden. Dia pasti lari ke mana-mana. Dan saya nggak mau anak saya mengganggu kenyamanan peserta event yang lain. Koentji nya adalah kadang memang harus tega berkata tidak pada diri saya sendiri. Tidak ikut, tidak sekarang, tidak papa. Kesempatan yang sama mungkin emang nggak dateng dua kali. But, it's fine. There will be another events later kok. Yakin deh.



Saya ngemeng begini karena pernah ngalamin. Tahun lalu saat datang ke sebuah event di mana ada press con dan media nya, banyak yang bawa anak. IT'S FINE karena memang panitia pun TIDAK MELARANG. Tapi, ketika anak-anak sudah mulai nggak kondusif diajak duduk sehingga mereka mulai berisik dan mondar-mandir, bukan berarti boleh bilang, "Ya, nggak papa. Namanya juga anak-anak. Toh dibolehin ini kok bawa anak."

Pas banget berisiknya di dekat saya, orangtuanya cuek, dan saya jadi nggak bisa nyimak karena suara teriakan anak-anak mengalahkan suara narasumber. Mana saya kebagian kursi di area agak belakang pula. Btw, itu bukan karena saya telat. Tapi karena kursi-kursi depan diperuntukkan bagi jajaran direksi brand dan media. Ya kan saya sedih huhuhu. Mau nulis apa kalau nggak bisa denger isi materinya dong?

Mau nulis tentang urutan acara dan garis besar kesimpulan materi aja? Lalu apa bedanya postingan blog dengan ulasan media? Padahal katanya postingan blog itu punya kelebihan ada personal touch dan isinya lebih dalam, nggak sekedar kejar deadline seperti media? 

Dan saat saya berusaha keras menangkap suara narasumber, ada blogger lain yang nyeletuk, "Aduh serius amat sih? Nggak usah serius-serius banget keleus."

Kok lucu. Di satu sisi, some of us tersinggung ketika blogger dimasukkan dalam kasta yang lebih rendah dari media. Di sisi lain, saat datang event, kita datang sekedar datang tanpa bener-bener menyimak dan malah ngenyek blogger lain yang serius mendengarkan. WHYYY. 


Ada satu lagi sharing dari sesama blogger yang tidak mau disebut namanya, jadi kita sebut saja Prilly. Hahahaha. Prilly cerita ada temen sesama mom blogger di kotanya yang kalau datang event hampir dipastikan bawa anak. Ketika anaknya mulai bosan dan pengin lari sana-sini, mom blogger ini tetap asyik live tweet dan ... minta mom bloggers lain yang ngopeni/ngasuh/ngejar anaknya. 

Kalau sampai kayak gitu, saya rasa kita sepakat bahwa itu nay, bukan? 💔

Untuk Mas B, salam kenal, maaf saya nggak tahan kepengin komentar sedikit, semoga berkenan ya:

Saya pribadi setuju dengan beberapa poin yang mas sampaikan secara keseluruhan. Tapi, labelling blogger bodrex/blogger kondangan itu kurang asoy. Lalu, ada beberapa info tambahan yang Mas tulis di komentar tentang sudah adanya kursi tapi kok masih ngemper dan anak-anak yang lari-lari sampai level ganggu kenyamanan acara tapi orangtua nya (blogger) cuman ngediemin aja, itu kayanya lebih enak ditambah ke blogpost nya juga. Supaya nggak terkesan judgmental pukul rata semua blogger yang bawa anak itu gengges. 

***

So, to sum up, buat saya datang ke event bawa anak bisa yay dan nay. Tergantung dari format event seperti apa. Di event yang formal tapi panitia memang mengizinkan bawa anak pun, saya yay jika melihat blogger lain datang bawa anak. But, please, jangan diam saja kalau anak sudah menunjukkan tanda-tanda negara api menyerang karena bisa ganggu konsentrasi peserta lain.

The bottom line is ... maklum kok dengan tingkah polah anak-anak itu memang begitu. Tapi nggak maklum kalau orangtua cuman diemin karena terlalu asyique ikut live tweet etc.

Jadi, jangan keburu memukul rata blogger bawa anak ke event sudah pasti nggak punya manner. 

On the other hand, jangan keburu menuduh orang lain nggak maklum dengan behavior anak-anak, karena sebenernya yang bikin gengges bukan si anak, tapi orangtua nya yang cuman dian seribu bahasa membiarkan anaknya rungsing dan berisik tanpa mencoba mengalihkan.

Itu jahat.

Biarlah Rangga saja yang jahat karena udah ninggalin Cinta tanpa kabar setelah 12 tahun. Okay?


Kalau menurut kalian gimana gengs? 




Love,





37 comments:

  1. Owalah... Aku baru baca blog dia. Dan... hmmmm... hmmmm...

    Aku pribadi kalau merasa terganggu sih pas pembicara lagi ngomong malah disautin. Dipikir lenongan apah. Parah bener. Level nggak menghargai yang cukup nyebelin menurutku.

    ReplyDelete
  2. Iya ya, Mbak? Tergantung situasi dan kondisi juga. :D Kalau aku banyak bawa anaknya sih. Di rumah nggak ada yang jaga. :(

    ReplyDelete
  3. Sepakat mba, setiap mommy hausnya bertanggung jawab dengan tingkah polah anak-anaknya. Bawa anak, tentu saja boleh2 saja (di event yang membolehkan bwa anak lho..) tapi jangan sampai kehadiran anak2 kita tersayang malah menganggu orang lain. Kasihan kan, mereka yang ingin menyimak apa yang disampaikan nara sumber malah konsentrasinya pecah gara-gara ada anak yang teriak2 atau malah ikutan mondar mandir di stage. I feel you mba, pas mau nyimak eh gerombolan anak2 di sampingku bikin konser sendiri. Hikz...

    ReplyDelete
  4. Sempet kuesel baca tulisannya si mas ntu. Kok rasanya hampir menggenalisir bahwa semua blogger kaya gitu, bahasanya juga kurang enak dbaca padahal bahas manner, heuheu..

    Tapi positifnya, aku yg punya bayi jd pengen ngajak suami jd blogger juga, biar klo ada event2 resmi suami yg hadir, pas pulang aku bs dpt ilmunya dr suami.

    ReplyDelete
  5. Kalau aku yah Mi, selama ini belum pernah ngajak Arjuna, entah itu santai apa enggak. Soalnya, saya tahu banget Arjuna itu anaknya enggak bisa diam, bosenan, cerewet, kepo dlln. Takut mengganggu sih, bangetttt...

    Kalaupun datang dianya ikut, pasti aku sama ayahnya dan dia main enggak sekitaran tempat acara, misal di mall terdekat atau apalah.

    Dan yang aku jelasin ke Juna sampai saat ini, saat aku datang ke acara itu adalah mama kerja. Dia paham, kerja itu enggak boleh ikut soalnya ortu aku itu emang ngewanti-wanti kalau mama kerja ya enggak boleh ikut, meskipun kalau sabtu nyusul sambil jemput aku juga karena ayahnya libur.

    Tapi... kalau ada teman yang bawa anak, ya aku sih gpp... meskipun pernah juga sih ngerasa keganggu, saat sesi pemateri tapi anaknya rewel dan ikutan enggak konsen...

    Sementara untuk acara parenting, belum pernah hadir sih, etapi kalau ada yaaa Arjuna pasti aku ajak, dengan catatan ajak juga ayah atau adek aku...

    ReplyDelete
  6. Itulah kenapa aku ga pernah bawa anak kalo ada acara2, kecuali si papi tersayang ikut dan mau ambil kendali kalo anaknya udh mulai bosen dan lari2 :D. Krn cuma dia yg bisa bikin si kecil anteng dan nurut :D. Tp aku setuju ama yg kamu tulis Ges. Bukan salah anak2nya kok kalo mereka mulai bosen dan ribut. Tp ortunya jg harus ambil alih dan ngamanin anak2nya yg mulai mengganggu konsentrasi tamu lain.

    ReplyDelete
  7. Nice point of view as usual Ges!
    Tergantung eventnya kalau buat aku. Kalau event buat anak & emang boleh bawa anak ya dibawa, kalau event bukan utk anak dipastikan aku ngga bawa anak & ngga akan nanya panitia boleh bawa anak apa ngga.. (contohnya event beauty, susah kan kalau acara gitu bawa anak).
    Aku ngga pernah keganggu ketika blogger bawa anak ke acara, karena aku jg pny anak dan ngerasain gimana kl anak2 berperilaku & ngerasain sebenernya bawa anak kalau datang ke acara itu repot hihihi :)

    ReplyDelete
  8. Suka banget sama ulasan mami Gesi. Aku pun bisa yay atau nay. Jikalau memang brief acara adalah acara formal, nggak berani bawa Aish dan mending cancel. Tapi kalau memang acara yang boleh bawa anak seperti launching produk baju menyusui, ya dibawa laahh...karena kan memang blogger menyusui anak bayik. Intinya lihat lihat banget, menjadi professional bukan berarti hilang rasa.

    ReplyDelete
  9. Ishhh setuju bianget sama Gesi. Lihat sikon aja sih, dan saya sih nggak apa juga ikut momong sepanjang mampu. Kalo capek ya kembaliin lagi pada emaknya, hihiii *pengalamanakooh*

    ReplyDelete
  10. Ralat ges.rangga ninggalin cinta 14 tahun, catet itu

    ReplyDelete
  11. Lagi baca artikel malah liat ttg mars Perindo, dan tetiba pengen ikut nyanyi. Sungguh nista ak ni

    ReplyDelete
  12. So for me, expect blogger lain atau even media untuk maklum lihat ada anak dibawa-bawa ke event itu sulit. Sesulit tidak ikut bernyanyi saat iklan mars Perindo ditayangkan di TV

    ------------

    Ngikik sampe ke kamar mandi aku baca ini. Dan ngenesnya aku sampe sekarang gak tau mars perindo itu kayak apa hahahaha

    Btw secara umum aku setuju sama tulisan ini, berimbang penyampaiannya jadi enak diterima dengan hati
    Akan beda kalau penyampaiannya dengan cara melabeli orang lain seolah diri sendiri paling profesional, mau maksudnya baik sekalipun akan susah diterima :)

    ReplyDelete
  13. Akhirnya jadi postingan jugaaa, aku keduluan ahahaha #bloggerhauside

    Overall aku setuju Mbak dengan apa yang pean tulis, harus banyak pertimbangan ketika kita akan bawa anak atau tidak ke event blogger. Tapi memang sih aku pernah sekali dua kali tuh nekat dan akhirnya ga bisa konsen nyimak materi dan sungkan ama yang lain karena Aiman bertingkah hiks tobat deh aku.

    ReplyDelete
  14. apa engga berulah kalau di ajak, tapi seru juga sih kalau di ajak.. jadi ada hiburan saat di event... keren deh pokoknya..

    ReplyDelete
  15. aku sering dateng event yang ada anak-anaknya. sebagai blogger yang belum punya anak, ya maklum dengan ketentuan seperti yang Gesi tulis ini. pernah sih ngalamin momen 'rikuh' (kok aku yg rikuh)...yakni pas ada anak-anak numpahin makanan gitu di lantai. mamanya cepat tanggap sih, cuma ngeliatnya ga enak.

    ReplyDelete
  16. Aku setuju ama yang Gesi tulis ini.. Termasuk soal mars Perindo itu ����

    ReplyDelete
  17. Aku biasanya nanya dulu, pernah 2x tanpa pendamping �� Berani bawa karena adik masih blm bisa jalan hahaa...misalnya bawa, alhamdulillah bisa bertanggung jawab. Aku nggak berani daftar kalo eventnya nggak boleh bawa anak

    ReplyDelete
  18. Sepakat sama tulisan Mami Ubii. Aku juga tergantung eventnya, tergantung situasi dan kondisinya, dan banyak pertimbangannya.

    ReplyDelete
  19. I do agree with you shaaay

    Dari sekian event yg aku ikutin, baru 2x bawa anak ke event karena aku sadar diri, mudah lospokus

    ReplyDelete
  20. Makasi banyak ilmu nya mba grace..
    Aku belum pernah dan kayanya ga mau bawa anak ke event blogger..

    Kasian..Aku takut anak aku ga nyaman.. lebih ke arah itu alasan nya.. hehe

    hai-ariani.com

    ReplyDelete
  21. Saya ga pernah bawa anak sekarang, kecuali memang wajib bawa anak heheheh,

    ReplyDelete
  22. jujur aja pertama kali ikut event aku terkaget2 jg, kenyataannya ya ada memang kategori blogger seperti yg disebutkan,dan yes bbrpa kali jg pernah merasa terganggu dg suara2 anak walau yg ceria sekali pun, apalagi yg tantrum 😂

    ReplyDelete
  23. aku gak pernah bawa anak, kecuali eventnya emang mengharuskan bawa anak. trus, sekarang emang jadi jarang banget datang event, karena jadwalnya suka bentrok sama yang suka dititipin anak anak.

    ReplyDelete
  24. Hai Mbak Grace, salam kenal :)

    Aku suka tulisannya yang gak judgemental dan gak bikin pembacanya ikutan naik darah. Hehehehe.

    Karena menurutku di dunia ini tidak semuanya bisa sifatnya mutlak bener atau salah. Dalam kasus ini juga dilihat dari gimana kita memandangnya. Dan aku menemukan penjabaran yang bagus di sini.

    To be honest aku udah capek baca tulisan yang sindir sana sini. Lalu semakin rame karena reaksinya yang juga lebih heboh lagi. Pengen ngomong, hey calm down. Tapi ya memang semua orang gak bisa setenang dan sebijak dirimu dalam melihat problem. Ceilehh. Perlu belajar supaya bisa kalem. Aku juga lagi coba belajar. Hehehe.

    Duh kok aku jadi curhat hahahaha.

    ReplyDelete
  25. Anak saya lumayan anteng sih kalo dibawa event. tapi saya prefer ga bawa dia selama di rumah ayahnya bersedia jagain. biar dekat sm ayah, trus khawatir di jalan jg kenapa-napa krn saya suka agak parno kalo bawa anak sendiri dg jarak agak jauh, dan harus berbagi perhatian saat event agak susah.

    ReplyDelete
  26. Lebih nyaman bawa anak kalo memang diperbolehkan, pengennya sih bawa terus haha

    ReplyDelete
  27. Kalau aku sih no, karena anakku ga bisa anteng. Dan agak susah dibilangin. Dikasi gadget pun paling dia antengnya 10menit an doang :D

    ReplyDelete
  28. Aq blom prnh dtg ke acara apapun pdhl dah setaonan ngeblog. Tp klo diminta dtg kyana aq sepakat sama mami ubi.. btw itu ilustrasinya lucu bnr.. bikinnya gmn? Pake aplikasi apa? #gagalfokus.. ��✌

    ReplyDelete
  29. Aq termasuk yang jarang bawa anak ke acara, seandainya pun bawa pasti disiapkan dgn bawa bekal sendiri dan mainan... Pastinya tidak pernah membawa ke acara formal

    ReplyDelete
  30. Setuju sama (kayaknya) semua poin yang mbak Gessi tulis. yay or nay, intinya tergantung sikonnya, sih.

    Btw saya belum tau mars Perindo. Enggak punya tipi, sih... Hiks. Di yutub juga enggak pernah liat
    *gak niat nyari :D

    ReplyDelete
  31. Aku pernah sekali bawa anak dan setelah itu nggak lagi. Walaupun anakku yg kecil cenderung anteng tp namanya anak-anak itu unpredictable banget. Bisa saja tadinya anteng tiba2 dia jd rewel di tengah acara. Selain karena gak enak ak juga gak rela kalo anakku dipandang dengan muka 'ganggu' sama orang. Nggak rela aja hahaha... Jadi untuk menjaga perasaan anak-anak dan kenyamanan org lain ak memilih untuk bayar org setiap ak hrs datang ke event. Oiya ak juga setuju banget kalo bloger itu juga pekerjaan. Bedanya sama media, kita bisa atur sendiri kapan kita mau kerja. Good point mak Ges :)

    ReplyDelete
  32. Tulisannya adem banget seperti biasa, Ci Ges :D

    Bukan blogger kondang, nggak pernah juga diundang ke sebuah event (mudah-mudahan someday *AMIN*), tapi aku pernah bawa anak ke acara semacam seminar atau workshop. Kondisiku memang nggak bisa nitip anak dan anakku DB, jadi ke mana aku pergi si bayi pun harus ngikut.

    Pernah suatu hari aku bawa anak ke acara seminar di gereja. Walaupun panitia acara memperbolehkan membawa anak, tapi aku tetap harus jaga manner, sesimpel duduk paling belakang atau di saat anak mulai bawel, aku harus keluar ruangan. Anakku sebenernya anteng, tapi namanya anak-anak ya bener-bener nggak bisa ditebak juga kan.

    Menurutku balik ke ortu masing-masing. Kayak di dalem pesawat aja. Setiap bayi/anak cranky, penumpang lain sebenarnya cuma liat gimana reaksi dan usaha orangtua dalam menenangkan anaknya. Kalo ortunya sebodo amat, ya pastilah membuat kzl orang lain.

    Great point of view, Ci Ges! (:

    ReplyDelete
  33. Tulisannya mencerahkan,sepaham deh sama mba Gesi. Poinnya pintar-pintar melihat sikon dan menjaga attitude sebagai blogger. Namanya anak-anak kalau sudah bermain dan ketemu teman sebaya biasanya berisik dan lari-larian.

    ReplyDelete
  34. Aku paling setuju soal poin profesionalitas dan attitude saat menghadiri sebuah event. Dulu aku pernah kaget banget dan heran liat teman-teman blogger kok malah asyik dengan hape masing-masing saat narsum kasih materi. Tapi terus maklum karena emang kudu live tweet. Cuma kalo cuma diminta tweet seperlunya dan nggak harus pas acara berlangsung, kurasa lebih baik menyimak paparan narsum.

    Soal bayaran nih. Namanya imbalan itu nggak cuma uang lho. Kita pake etika jurnalis ya, bahwa dalam kode etiknya wartawan itu dilarang menerima imbalan dan itu nggak terbatas pada uang saja. Dalam satu diskusi dengan Wapemred Harian Jogja sewaktu saya magang di sana (sekarang beliau jadi Pemred), ditraktir makan atau minum pun termasuk imbalan. Atau dikasih tiket konser gratis oleh artis yang jadi narasumber, atau dikasih buku sama penulis yang kita wawancarai.

    Jadi, kalau dari penyelenggara acara itu kita dapat sesuatu meskipun hanya goodie bag, berarti kita mendapat imbalan dan sudah semestinya berlaku sebagai seorang profesional. Baik selama acara maupun setelah acara dengan cara menunaikan semua kewajiban kita.

    Just my two cents :)

    ReplyDelete
  35. Setuju dengan penyampain mbak ;)) Iya ya mbak, bawa anak itu bisa yay or nay, tergantung keadaan dan kondisi event tersebut. Aku juga kadang suka risih kalau ada mom blogger yang Cuma ngediami anaknya pas anaknya udah menunjukkan gejala negara api menyerang hehe. Penasaran deh dengan tulisan si mas itu, penge baca juga.

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^