Friday, January 13, 2017

Diari Papi Ubii #12: Jangan Tonton 5 Film Bertema Keluarga Ini Bareng Keluargamu

Diari Papi Ubii #12: Jangan Tonton 5 Film Bertema Keluarga Ini Bareng Keluargamu. Kali ini, yes, Adit akan bahas film. Dia itu memang penikmat film sejati. That makes the two of us! Bedanya hanya, referensi film Adit lebih kaya and mine is lebih cheesy. Hehehe.


Sepertinya judulnya strong banget. Kalau buat saya sih, 5 film yang bakal diulas Adit ini ditonton juga nggak papa. Bagus soalnya. Tapi siap-siap aja kepikiran karena alurnya kuat dan psychological effect nya powerful banget. Minus di film nomor 5. Itu sih cheesy Adit meh banget sama yang nomor 5. LOL.

So here goes!

Adit:

“It's funny how the colors of the real world only seem really real when you watch them on a screen.” 
― Anthony Burgess, A Clockwork Orange


Statement subjektif saya dalam berteman: if you wanna get along with me, let’s sit together, drinking beer (or anything), and let’s talk about movies. Ya, saya bisa ngobrol berjam-jam kalau sudah membahas tentang film. Apa saja— mulai dari plotnya, scriptwritingnya, teknik sinematografinya, apalah itu just mention it— saya bakal cerewet endlessly. Dibilang kritik film, nggak juga. Pelaku? Not really— walaupun kerjaan saya juga bersinggungan dengan motion picture, tapi ya cuma sebatas kerjaan aja. Saya lebih suka dibilang penikmat film. Penikmat hiburan. Hiburan malam. Lha?


Short diversion: Awal ketertarikan saya untuk menikmati film dipupuk sedari kecil. Resiko punya orangtua yang keduanya PNS yang sering bepergian, saya dan Kakak “disangui” record film dengan format Betamax di rumah. Sampai umur 5 tahun saya tinggal di Tapin (Kalimantan Selatan) dan rentalan Betamax paling dekat itu di Kandangan yang jaraknya 40 kiloan. Karena jaraknya jauh, Papa ngakalin dengan ngerekam film-film yang disewa di kaset baru. Jadilah masa kecil saya diisi dengan menonton film tiap sore mulai dari kartun Woody Woodpecker, Donald Duck, Mickey Mouse and Steamboat Willie, terus genre tokusatsu macem Goggle 5, Gavan and Sharivan, serial karya Tsuburaya seperti Ultraman atau Megaloman, dan masih banyak lagi.

Sampai pindah ke Jawa, rumah kami berdekatan dengan rental VCD/DVD. Tiap pulang sekolah (kalau ada uang lebih) pasti saya sempatkan dateng ke rentalan. Sewa 2 film gratis 1— dan ketiga film saya tonton malam itu juga. Semakin gede, kecenderungan saya jadi suka sama film yang emphasize jalan cerita dengan dialog cerdas seperti karya-karyanya Om Quentin Tarantino, atau Richard Linklater dengan Before Trilogy-nya (sumpah ini orang makan apa ya bisa bikin script dialog yang witty banget?). Saya juga demen banget sama sci-fi, thus Interstellar-nya Chris Nolan masih bertengger di jajaran film favorit saya (belum nonton Arrival sih— katanya bagus banget ya?). Anyway, banyak hal yang saya pelajari dari film, termasuk kemampuan berbahasa Inggris. Mungkin ini bakal saya ceritakan di blogpost lain kali.


Sekarang saya mau ngebahas film bertemakan keluarga. Tema ini termasuk salah satu tema film favorit saya. Saya literally nangis kejer habis nonton E.T., dan ketawa ngakak pas nonton Mary Poppins. Temanya mudah diolah, and I love the idea how a simple topic could lead us to various possibilities— and full of surprises! Namun ada juga film bertema keluarga yang kurang cocok buat ditonton bareng keluarga, especially anak-anak. Kenapa? Oke mari disimak daftar saya dibawah.

Disclaimer: ini review, jadi ya subjektif banget yah.


1. The Skin I Live In (La Piel Que Habito) [IMDB rating: 7.6/10]


Ini salah satu film yang sukses bikin saya trauma dan mempertanyakan kemaslahatan jiwa selama berhari-hari. Ceritanya diambil dengan karakter sentral seorang dokter kulit (diperanin Antonio Banderas). Doi sangat lihai di bidangnya dan terobsesi menciptakan kulit artifisial yang resisten akan luka gores atau bakar. Gara-garanya, istri Pak Dokter ini mengalami kecelakaan dan menderita luka bakar yang lumayan parah. Parasnya yang (dulunya) cantik jadi jelek, terus minder sampe takut lihat kaca. Akhirnya, si bini memutuskan untuk bunuh diri. As the time goes by, Pak Dokter jadi desperate banget— habis istrinya mati, anak cewenya diperkosa seorang pemuda mabuk pula. Pak Dokter lalu cari pemuda itu buat balas dendam. Nah disini konfliknya dimulai. Cara Pak Dokter balas dendam ini bener-bener unimaginable. Menurut saya ini cara balas dendam paling sadis, paling dingin, paling sakit lah pokoknya. Gimana cara balas dendamnya? Tonton aja sendiri. Film ini punya plot twist yang keren banget deh pokoknya. Sentimen pribadi: saya nonton ini setelah nonton Puss in Boots— yang juga diperankan Antonio Banderas. Jadi imaji saya tentang Pak Banderas ini adalah om-om unyu gitu gara-gara keseret karakternya si Puss. Eeh habis nonton The Skin I Live In, hancur sudah imaji Pak Banderas sebagai om unyu.

Note: Film ini produksi Spanyol, so kalau kamu ngga bisa Spanish, make sure kamu nonton yang ada subtitle-nya.


2. Grave of the Fireflies (Hotaru no Haka) [IMDB rating: 8.5/10]


“Halah kartun.”
“Oh ini film bikinan studio Ghibli? Itu yang bikin Totoro juga kan? Pasti lucu filmnya.”
“Posternya nggak meyakinkan.”

Meh. Terserah apa kata orang, film ini bikin saya sesengukan. A horrible movie for family — karena kamu bakal mewek lalu dicap cengeng oleh anakmu. Hahaha…

Film ini diangkat dari cerpen Akiyuki Nosaka yang berlatar di Jepang bulan-bulan terakhir Perang Dunia II (yes, the last place you wish to be on during that time). Ceritanya tentang dua bersaudara Seita dan Setsuko sebagai penyintas incendiary bomblets Kobe oleh tentara sekutu. Yang menarik adalah bagaimana Seita sang kakak mencoba mengayomi adik kecilnya Setsuko di masa-masa sulit. Film ini highlighting bagaimana Seita menyikapi suatu masalah yang bebannya kelewat gede buat anak seumuran dia. Bayangin aja: Seita melihat ibunya kebakar dan kemudian mati di rumah sakit— dan tak lama kemudian harus menjelaskan ke Setsuko apa yang sebenernya sedang terjadi. Bingung, kelaparan, sakit, tapi semangat untuk menyenangkan si adik kecil tetap membara, walaupun pada akhirnya… ASUDAHLAH tonton sendiri.

Note: Penggalan suara berat Seita di awal film (yang diisi sama Tsutomu Tatsumi) dipake beberapa kali di lagu-lagu kontemporer, salah satunya lagu “Mariana” oleh band post-rock Meksiko, Childs.


3. Oldboy [IMDB rating: 8.4/10]


Buat para bapak, jangan sekali-kali nonton film ini bareng anak ceweknya. Kenapa? Soalnya ini juga film yang bikin traumatis. Diangkat dari manga Jepang dengan judul sama, film ini ceritanya tentang bapak satu anak bernama Oh Dae-Su. Dia ditangkep sama orang ngga jelas lalu dikurung di dalem sebuah kamar sampe 15 tahun lamanya. Pas dikurung, dia liat berita dan tahu kalau istrinya udah mati, dan doi yang jadi tersangka utamanya. Anaknya yang baru umur 4 tahun lalu diadopsi sama bule. Bingung, sedih, marah, dia janji bakal cari siapa dalang dibalik semuanya. 15 tahun berlalu, tiba-tiba dia dikeluarin gitu aja. Long story short, dia ditelepon orang yang ngaku sebagai dalang dan juga pembunuh istrinya. Orang itu bilang bakal nyerahin diri dan mempertemukan Dae-Su sama anaknya kalau bisa jawab 2 pertanyaan: “Siapakah saya?” dan “Kenapa dia melakukan semua itu ke Dae-Su?” Setelahnya, pencarian jawaban atas pertanyaan itu membawa Dae-Su ke masa kelam doi semasa sekolah. Perjalanannya doi juga melibatkan cerita cinta yang bikin ngilu hati. Yang jelas, setelah nonton film ini, saya mengabsen semua penghuni kebun binatang. Beneran deh this movie gave me mixed feelings— in a bad way. But, it’s such a great movie!

Note: Film ini di remake sama Holywood (which is in fact, saya nonton versi Hollywood-nya duluan). Rekomendasi saya: tonton versi Korea-nya aja. Jauh lebih bagus.


4. Death Sentence [IMDB rating: 6.8/10]


Film (yang harusnya) berpotensi jadi bagus, tapi dapet kritikan negatif sana-sini karena “dirasa” kurang sesuai dengan cerita aslinya (yep, film ini diangkat dari novelnya Brian Garfield). Saya sudah baca novelnya, dan ya, saya sedikit kecewa ada beberapa plothole sana-sini yang saya temui di filmnya. Tapi, saya mencoba mengapresiasi film ini dengan berpikir bahwa antara film dan buku adalah dua entitas karya seni yang berbeda. The book has nothing to do to the movie. Hanya sebatas ilham and that’s it. You may disagree but it’s fine. Demokrasi.

Adalah Nick Hume, seorang bapak yang punya keluarga kecil yang bahagia— sampai suatu malam anak pertamanya (yang juga anak kesayangannya) terbunuh di minimarket. Gara-garanya random banget: ada inisiasi gangster yang mengharuskan anggotanya ngebunuh orang sebelum bisa masuk geng. Nah si anaknya Nick ini kebetulan banget pas ada disitu. Dibunuhlah dia. Mati sia-sia cuma demi pembuktian diri orang lain. Pelakunya ketangkep. Tapi cuma dihukum ringan banget karena dianggap masih minor. Si Nick ngga terima, terus memutuskan untuk “menghukum” pembunuh anaknya dengan caranya doi sendiri. Berhasil? Iya. Tapi terus ada masalah baru: dia diuber-uber sama ketua gengnya— sampe mempengaruhi pekerjaan dan keluarga doi.

Note: actually this is a very standard drama-action movie yang kebetulan ngangkat tema keluarga. Yang menarik adalah sutradaranya. James Wan. Siapa doi? Dia otak dibalik Saw series. So yes, anticipate blood and gore and keep it away from your kids.


5. Twilight [IMDB rating: 5.2/10]


Kenapa jangan ditonton? This movie is ugly as fuck. Novelnya juga batshit ugly. Film ini menyesatkan dan bikin miskonsepsi tentang vampir. Peringatan: jangan sampai anak Anda terpapar film ini (sayangnya sudah diadaptasi oleh kearifan lokal sinetron via Ganteng-Ganteng Serigala). Sebagai anak jurusan sastra, imaji saya jika mendengar kata vampir selalu mengarah pada Dracula-nya Bram Stoker. Ini sudah paten di otak saya ya, gimana vampir mahadahsyat Count Dracula yang terinspirasi dari tokoh nyata Vlad Dracul III the Impaler berseteru dengan Van Helsing membuat bulu kuduk saya merinding— dan kemudian wibawa vampir diseret ke level terendah melalui film ini.

Jadi ceritanya saya nonton film ini secara ngga sengaja. Saya kebetulan baru jalan-jalan sama Acong, sahabat saya. Yes, dia cowok— dan yes, saya nonton Twilight di bioskop berdua bareng cowok. Ngga ada keadaan yang lebih ngenes dibanding ini. Anyway, ngga niat nonton film pas itu. Tapi terus inget ada promo buy 1 get 1 di XXI kalo pake kartu kredit BCA. Ya udah daripada jalan ngalor-ngidul ngga jelas, kami memutuskan buat nonton. Ngga punya clue apa-apa tentang film ini, saya googling sebentar. Tentang vampir, okay spot on. Ada werewolf-nya juga— asik nih kayaknya, bayangan saya minimal kayak Underworld yang diperanin Kate Beckinsale lah. Lalu kita menonton… sekeluarga vampir glitteran yang pindah-pindah tempat karena mereka abadi. Gambaran vampir disini malah kayak macan kampus gitu, tiap lewat adegannya dibikin slow-motion. Terus ada Bella si manusia galau. Duh! Plotnya standar banget dan mudah ketebak. Boleh lah buat tontonan lucu-lucuan. Tapi, kalo ditonton bareng keluarga, what are you gonna say to your kids? “OK pal, look at those sick-looking vampire family. They are going to teach you that animal’s blood is better than humans.”

No! Vampire should be scary! Ini penistaan vampir!

***

Udah sih gitu aja. Do you have any favorite movies to be watched with your family? Atau malah mau nambahin daftar saya? Atau mau request tema blogpost #DiariPapiUbii selanjutnya? Silahkan komentar di bawah.

Tabik!

***

Grace:

Nah itu 5 film yang bikin Adit rada kapok nonton. Kalau saya yang cheesy ini, seneng sih sama Twilight. Jadi saya nggak setuju sama Adit untuk nomor 5 hahahaha. Saya cuman sampai taraf kesel sama Bella aja. Kenapa dia semacam PHP-in Jacob padahal dia tahu dia sayangnya sama Edward. 


Kalau saya jadi Bella, saya akan pilih Jacob. Saya #TeamJacob for lyfe! LOL nggak penting.

Ada yang mau cerita tentang film yang bikin kapok nonton juga? Share here with us!




Love,






Pictures credits:
http://www.impawards.com/intl/spain/2011/posters/la_piel_que_habito_ver3.jpg
http://www.movieposters101.com/gallery/Hollywood/1994/Grave_of_the_Fireflies/2013/7/9/Grave_of_the_Fireflies_1994_Movie_Poster_4_ukvqk_movieposters101(com).jpg
http://www.gstatic.com/tv/thumb/movieposters/35948/p35948_p_v8_aa.jpg
http://www.impawards.com/2007/posters/death_sentence_ver4.jpg
http://thats-normal.com/wp-content/uploads/2013/11/twilight-poster.jpg

35 comments:

  1. The Raid.

    Dulu paling semangat geret2 bapaknya Luna (masih pacar) ke bioskop. Rela antri lama demi nonton film indo yg digadang2 keren ini.

    Dan selama film diputer, tutup mata terus dan teriak FAKKKK!! INI FILM APA?!?!

    ReplyDelete
  2. Sejujurnya jarang banget nonton film karena durasi film kan lama ya, nggak bisa konsentrasi malah seringnya ngantuk. Haha

    ReplyDelete
  3. Ngakak parah "ugly as fuck" HHAHAHAHAH

    Ka Adit suka filmnya Bjork gakk? Kata dosen aku traumatis mental damage 3 minggu zz

    ReplyDelete
  4. Yang Oldboy aku nonton! Tapi yang versi Hollywoodnya sih.

    Dan super setuju sama Adit tentang Twilight. Apaaaaan, bikin ngantuk selama nonton. Jadi pas abis itu keluar sekuel lainnya aku anteng aja mah, biar kata ngehits, udah nggak tertarik.

    Btw kok nggak ada Harry Potter??? xD

    ReplyDelete
  5. Dari 5 aku cm nonton yg twilight doang hahahahha.. Eh tp setuju film twilightnya ga bgs ah :p.. Sebel ama si bella yg menye2 itu..

    Dan aku bneran jd tertarim mau nonton 4 film yg lain Ges.. Itu kayaknya tipe filmku banget kalo penuh adegan darah2 dan sadis :D

    ReplyDelete
  6. Paling suka yang no 5, nonton bareng suami... hahaha

    ReplyDelete
  7. Adaa.. The 5th wave. Nonton ini ngarepnya bakal nonton adegan seru perang2an sm alien. Kan aku penyuka film action. Tapi ternyata tetotttt.. Terakhirnya malah suka2an sama makhluk asing. Trus endingnya jg gk jelas, gak ada solusi ttg invasi alien ke bumi. Abis nonton ini malah ngomel2 "film apa sih itu. Anehhh!" πŸ˜‚

    ReplyDelete
  8. toss untuk nomor 5
    dan lebih anehnya kenapa pada bilang "Cullen" itu ganteng
    pucet gak jelas aneh gitu :P

    ReplyDelete
  9. Aku #TeamJacob lho sampe hari ini! Hahaha Twilight emang cheesy banget, sih, ceritanya, makanya laku banget, kan. Kalo dipikir-pikir hari ini bingung juga kenapa aku sempet suka banget. Btw, aku ngikutin novelnya dulu baru nonton filmnya.

    Satu-satunya film bergenre psychology thriller yang aku tonton cuma Gone Girl, dan itupun sukses ngacak-ngacak jiwa dan raga huhu. Film pertama kayaknya bagus deh.

    Thanks Kak Adit buat review-nya!

    ReplyDelete
  10. Yang uda ditonton cuman twilight doank bahahaha...

    ReplyDelete
  11. Aku fans twilight kelas wahid hahaha tapi suka juga film macem gone girl gitu wkwk....1

    ReplyDelete
  12. baru twilight ajaa Mak, yang lain baru tahu. :)

    ReplyDelete
  13. Mungkin boleh dibilang film tema drama ya.Kalau sekeluarga tontonannya gini, bisa kejang2 anaknyaπŸ˜‚πŸ˜‚. Ada yg rating R lho.

    Sampai sekarang film favorit tontonan serumah masih Wall-E, meski ada sedikit romance antara robot nya. Pay it forward bagus juga lho buat ditonton bareng anak.

    ReplyDelete
  14. Reviewnya malah bikin penasaran #aaarrgh
    Film yang mau direkomendasikan? Hmm...lebih ke nonton sendiri sih, bukan sama keluarga. Yang paling berkesan sih I'm not stupid 2 sama Taare Zaman Paar (India).
    Salam kenal mbak :-)

    ReplyDelete
  15. Saya twi-hard! Dulu punya filenya 5 film dan selalu kuputar berulang. Hahaha...
    Maap komennya salah fokus

    ReplyDelete
  16. Aq sampe sekarang ga ngerti alasan suami wkt masih pacaran malah ngajakin nonton SAW. Boro2 mau teriak peluk2, yg ada gue ngeri niy orang psycho beneran - tp knp malah gue kawinin ya? ^^ grave of The fireflies sediiih ... Waktu kecil aja nangis liat Gundam. Antara ceritanya kayanya sedih atau Krn betamaxnya asli alias g ada subtitle. Nangis Bombay wekekeek ... Soal pilihan film emang suka kegeret pas pilih buat anak. Suami sukanya yg isinya groupie, mabok sana sini, nontonnya pgn muntah trus dia pilih aj chappy buat anaknya. Untung blum bs baca anak2nya, isi waddefuk semuaaaaa ... Akhirnya soal film, gue aj yg pilih. Bkin repot aj.

    ReplyDelete
  17. Film yg membekas banget di hatiku itu "the others". Kisah hantu tapi gak nakutin. Hehehe...kalo twilight, juga suka. Tapi nonton sendiri. Anakku gak boleh nonton :D

    ReplyDelete
  18. Saya kurang gaul jarang ke bioskop. Plg banter nonton di tipi hihihi...
    Twilight sering banget ditayangin, mayan sering nnton juga. Ni pilemnya emak2 banget hahahaha...

    ReplyDelete
  19. Bahahaha aku ketawa pas bagian "penistaan vampir" :D.. Vampir kok gituuu yaa? Hihi aku pun TeamJacob aaah, gemes banget nonton Twilight the series ini.. Sedih parah juga waktu nonton Grave of Fireflies.. Terus nyesel kenapaaa aku nonton, gak tahaaan..hiks

    ReplyDelete
  20. Aku nonton Grave of The Fireflies bareng suami dan Amay (5th). Emang film ini bikin kami ngga bisa berkata-kata. Aku dan Amay nangis, suami doang yg engga. Mungkin dia udah nangis pas nonton pertama kali..hehe..

    Tapi dari film itu kami jadi banyak ngobrol sama Amay. Tentang kematian, tentang perang dan semua akibat buruknya, sampai tentang boleh/enggaknya mencuri di waktu kepepet. Kan Setsuko sempat mencuri di ladang petani, trus dia memanfaatkan saat serangan udara untuk menjarah rumah warga yang pada meninggalkan rumah untuk berlindung. Nah itu..hehe..

    Kalo yang no 5, aduh Amay masih umur 5 hampir 6. :D

    ReplyDelete
  21. Grave of the Fireflies kamfret banget emang.
    Sebagai orang yang suka menonton yang indah-indah, aku kzl.
    :'(

    ReplyDelete
  22. Mami ubiiiii bikin penasaran ... Ah jadi ngganjel pengen tau lanjutan ceritanya ��

    Kalo aku dulu nangis kewer2 pas liat film my sister's keeper kalo ga salah judulnya. Menceritakan seorang ibu yang memiliki anak ke dua demi dijadikan pelindung anak pertama yang sangat disayanginya ��

    ReplyDelete
  23. Iih samaaa.. gw jg benci banget ama film twillight. Cewenya lenje menye2 sok cakep sok direbutin banyak cowo, cowonya jg menye2 pucet bibir merah bikin eneg. Mana adegannya byk yg di-slow motion gitu. Iiissh..
    Dulu nonton itu pas di jogja ama pacar (yg skrg udah jd suami) krn tergoda review kakak ipar yg katanya filmnya keren banget.
    Bah! Sampe skrg gw nyesel abis nonton gituan. Bingung, itu film bagusnya dr mana sih?

    Satu lg film yg nyesel gw tonton itu judulnya unbreakable. Yg main bruce willis. Expectacy nya sih tinggi secara yaaaaa bruce willis gitu kan dah mayan well known. Eeeh taunya filmnya bapuk, ngebosenin abis sampe gw tinggal tidur di bioskop. Asli!

    Kalo film yg menurut gw bagus dan sampe skrg msh terngiang2, judulnya life is beautiful. Settingnya waktu holocaust Yahudi. Buat gw itu film sedih dan menohok bgt.

    Anyway, jd pengen donlot 4 film yg adit sebut di atas deh.

    ReplyDelete
  24. Baca ini kok saya malah tertarik kepengen nonton pilem dokter kulit yang nonor 1 itu ,πŸ˜…

    ReplyDelete
  25. Film favorit itu the blind side dan coach carter ��
    Karena memang dasarnya suka olahraga. Olahraga itu juga banyak pesan moral nya loh hehehe
    Belajar sportifitas menerima kekalahan, belajar fair play, belajar team work, ngatur strategi dan belajar mengatur prioritas ��.
    Apalagi kalau film nya tentang olahraga ber regu.. pasti pesan moral nya kalahkan ego diri sendiri dulu ������
    Kayanya cocok buat ditonton keluarga

    ReplyDelete
  26. Gak suka Twilight! Gak suka Kuch Kuch Hota Hai. Ceweknya memelas amat sama cinta cowok. Bentjiii.

    ReplyDelete
  27. Pernah nonton oldboy versi hollywood, terus mikir; parah juga ya efek bully bisa ngaruh ke kejiwaan.

    ReplyDelete
  28. nomor 2 nonton, dan nyesek bangeet, nangis bombay, deh

    nomor 5 nonton juga, yess setuju sama adit hehehe

    ReplyDelete
  29. Segitu boomingnya dulu si Twilight, aku belum pernah nonton lho sampe sekarang hahahaha

    ReplyDelete
  30. selain twilight belum pernah nonton keempat filmlainnya..wah keren nih referensinya banyak mas adir

    ReplyDelete
  31. Pilihan filmnya out of the box....sampe ke pilihan film terakhir.
    nge twist banget wkwkwk, tiba-tiba muncul twilight.Ga nyangka bakalan muncul film romance yang mendunia itu di dalam list. I dont like Bella juga, tapi kayaknya emang jadi kewajiban di film Holywood genre romance remaja yang tokoh utamanya cewek, harus selalu punya 2 pilihan cowok, dan harus selalu galau.

    ReplyDelete
  32. Setuju film yang no 5. Sampe sekarang aku juga heran, kok mau ya Jacob di php in. Terus tega betul si Bella nih php in anak orang, mana cakep lagi

    ReplyDelete
  33. Hadu ngakak parah pas baca film twilight. Inget jg pas suami (yg dulu masi pacar) tak geret2 nonton langsung yg ke 5 part 2. Mukanya flat traumatis selama film dimana diri sendiri ud berbinar2 menatap edward

    ReplyDelete
  34. Ulalalaa senengnya adit bahas movie secara aku juga demen movie juga (sebelum ada anak, skrg bisa liat 1 seri modern family aja uda achievement banget). Aku sukaaaaa sama satu sampe tiga tuu. Sukses sesenggukan juga pas liat grave waktu kakaknya kasi ade nya makan 'roti' . Jadi penasaran sama 'your name' yang melibas habis anime2 jadi no 1 best seller anime nih. Old boy sama skin i live in emang sickkk tapi memorable banget. Kadang bingung apa mmg sutradaranya psycho gt ya bisa bikin film kaya gitu?
    Kalo ditanya film yang bikin kapokkk itu grotesque film jepang sama a siberian film. I love gory movie tp yg ini keterlaluan sih. Ngilu juga liat human centipedes tapi masi tetep nonton kedua ama ketiga nya. Moga2 adit bahas movie lebih banyakkkk hihiiii

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...