Thursday, September 27, 2018

Andien, Gelar Ibu Inspiratif, & Kontroversinya


Beberapa waktu yang lalu, sebuah leading parenting magazine Indonesia membuat campaign tentang Inspiring Moms. Ada beberapa ibu public figure yang dianugerahi gelar itu, salah satunya, Andien. As predicted, banyak banget netijen yang protes.


Sudah nggak kaget sebenernya ya secara kita tahu Andien emang banyak banget hatersnya. Yang bikin saya agak terkesima, ternyata mereka protes sampai ke level berikutnya: mengompori si majalah untuk cari ibu lain buat menggantikan Andien, dan mau boikot majalah itu, nggak mau beli lagi.

Segitunya?

Awalnya, saya pikir netijen palingan cuman sampai,

"Yah, kok Andien sih, ga pantes ah!"
"Masih banyak kali ibu lain yang lebih deserve the title"
"Kayak nggak ada orang lain aja!"

But, NO. Komen-komen yang saya baca bisa sampai,

"Dear magazine, tolong tanggung jawab, gantilah Andien. Dia tidak pantas"
"Wah gila blunder, aku nggak akan beli majalah ini lagi"
"Ayo ramai-ramai unfollow ni majalah"

dan lain sebagainya.

(Iya, saya emang sampai bacain komen-komennya meskipun ya nggak bakal semua bisa sanggup baca karena banyak banget wtf)

Sepersekian detik setelah baca komen-komen julid itu, saya langsung simpati banget sama Andien. Rasanya pengen kasih peluk dan bisikin di kupingnya, "Be strong ya."

Ibu mana coba yang nggak sedih kalau ada di posisi Andien? Posisi yang sama sekali tidak mudah, dihujat sama ibu-ibu satu nusantara. Kalau baca komen-komen, keliatan banget komen negatif jauh lebih banyak daripada komen suportif, or even komen netral. Padahal, dia toh juga tidak minta diberi gelar Inspiring Mom oleh si majalah.

Saya sama sekali bukan penggemar Andien. No, just no. Saya nggak mengidolakan Andien sebagai penyanyi. Musiknya bukan selera saya. Lagu-lagu yang saya suka tuh biasanya yang mainstream. Andien rada ngejazz gitu, saya nggak demen. 

Saya juga nggak ngidolain Andien sebagai ibu. Buat saya, parenting style Andien is just too much. Serba ingin ideal yang kadang sampai nggak masuk akal (tentunya akal saya) dan tipe parenting yang bukan untuk semua orang. Buat saya yang sering nitip anak demi urusan kerjaan atau sekedar buat me time ke pengasuh, style Andien yang ke mana-mana bawa Kawa itu keliatan sangat merepotkan. Apalagi saya bukan tipe orang yang nyaman nyusuin di depan umum dan memang nggak pinter aja sih nyusuin dengan baju riweuh.

Baca: Tips Agar Balita Kooperatif Saat Diajak-Ajak

Atas nama bonding 24/7, Andien selalu bawa Kawa ke mana pun termasuk ngunjungin korban bencana segala, yang bagi saya sungguh sangat ngoyo entah demi apa. Lalu saya tahu selentingan Andien nggak mengimunisasikan Kawa pula, tentunya dari akun gosip, yang entah benar entah tidak. Makin makin lah saya nggak ngerti sama parenting style nya. Secara saya aktif koar-koar tentang imunisasi, saya emang males sama orang-orang antivaksin. Period.

Baca: Kenapa Vaksin? Lhah Kenapa Nggak, Hayo?!

Parenting style Andien seperti misal ngebiarin Kawa makan dengan duduk di atas meja juga nggak sejalan sama saya. Saya masih kolot kali ya, for me that's just nggak sopan. Kawa cuman dipakein sepatu tipis saat main di salju dan pakai singlet doang di pesawat yang ACnya adem juga nggak masuk nalar saya. 

Tapi ternyata kadar kebencian orang terhadap sesuatu atau seseorang itu wujudnya macam-macam ya. Level saya mah paling males doang dan jadi nggak akan berkiblat pada Andien untuk ngasuh anak-anak saya. Ya iyalah, untuk durasi jadi ibu, saya lebih senior kok. Saya udah jadi ibu sejak 2012. Kalau butuh referensi dari pengalaman orang lain, saya akan cari orang yang anaknya lebih besar daripada saya, tentunya.

Follow akun hatersnya, iya. Bacain postingan di akun haters tentang Andien, iya. But ya that's it. Nggak yang ikut kasih komen menjatuhkan apalagi sampai ikut encouraging majalah atau brand mana pun untuk menggantikan Andien agar stop jadi Brand Ambassador atau Inspiring Mom mereka. Saya nggak cocok sama gaya Andien ngasuh Kawa, maka oke jangan ditiru. Sesimple itu.

Saya nggak kebayang sih, misalnya nih misal, beberapa brand yang tadinya memakai Andien untuk jadi brand ambassador jadi beneran memberhentikan Andien karena 'tuntutan' netijen. Buat saya, itu kebacanya seperti kita jadi mematikan rezeki orang lain, nggak sih? Padahal Andien nyenggol hidup kita aja nggak kan.. Kecuali mungkin, nyenggol idealisme atau parenting style kita secara VIRTUAL. Iya, cuman lewat dunia maya doang kan dia bikin kita malas atau tersinggung?

Baca: What Does Being A Mother Mean To You?

Justifikasi dari para ibu yang benci sama Andien biasanya ini:

"Karena kita harus menyelamatkan ibu-ibu muda dari virus Andien. Jangan sampai para mahmud niru parenting style Andien. Berapa banyak calon ibu atau ibu muda yang jadi komen, "Pengin seperti Andien" di komen IG post Andien? Banyak! Mereka harus diselamatkan!"

Heroik banget ya mau nyelamatin orang, lol. Tapi kebablasan, menurut saya.

First, netijen yang asal ngetik komen, "Awww mau juga ah kaya gini" dengan mudahnya itu BANYAK. Nggak cuman di perkara Andien doang kali. Coba cek komen-komen di IG Alvin-Larisa atau Natta Reza-Wardah Maulina. Jadi pada pengin cepet-cepet nikah juga noh. Padahal menikah muda juga bukan untuk semua orang. Sama seperti parenting style Andien.

Netijen yang segampang itu komen, "Ah, pengin yang begini!" itu di mana-mana banget. Di postingan Andrew White-Nana Mirdad yang harmonis, di akun Ringgo-Sabay yang kocak, di Ramadhania Bakrie yang uangnya seperti tidak berseri. Like really everywhere.

Harusnya nanya sama netijen juga dong. Kok penginan banget sih? Kok semudah itu sih ingin punya hidup seperti orang lain yang padahal beda latar belakang, pendidikan, kemampuan finansial, masa pacaran, dan yang kita nggak bener-bener tahu problema hidupnya? Remember, yang kita lihat di media sosial itu cuman sekelumit aja. Yang memang mereka izinkan untuk publik melihat.

Wake up. Banyak-banyakin bersyukur sama hidup sendiri biar nggak mudah mendamba hidup orang lain.

Baca: Everyone Has Their Own Battle

Second, kalau memang mau menyelamatkan ibu-ibu muda ini, apa menjatuhkan Andien adalah jalan satu-satunya?

"Karena itu resiko Andien sebagai public figure. Maka harusnya dia hati-hati sebelum memposting sesuatu biar nggak sembarangan. Biar nggak semudah itu ngasih bad influence sama followersnya"

Jadi kontrol sosial dan kontrol perilaku mutlak di tangan public figure?

Gila berat amat yak. 

Media sosial itu cuman media loh. Kebijakan pengguna sangat dianjurkan. Ketika kita melihat seseorang posting sesuatu, tetap akhirnya keputusan di tangan kita mau niru atau nggak. Contoh mudah, make up. Tasya Farasya ngereview skin care high end, misalnya. Ya dia hanya sharing kan? Sharing karena emang dia suka bahas beauty stuff, atau untuk konten supaya YouTube channelnya updated. Tasya hanya akan bilang, "Ini bagus, beli deh kalau kamu lagi cari skin care"

Baca: Review Skin Care Ristra ― Akhirnya Gesi Pakai Skin Care Juga!

But that's all kan? At the end after watching her review, kita mau beli skin care yang dia review atau nggak, terserah kita, toh? Terserah dengan kita consider beberapa points dulu. Apakah kita emang sedang butuh skin care kaya gitu? Apakah kalau Tasya cocok, akan cocok juga di kita yang mungkin jenis kulitnya beda sama Tasya? Apakah harganya affordable di kantong kita yang hanya kelas menengah? Apakah kalau maksain beli akan bikin kita puasa nggak makan sebulan? Setelah consider those points, baru kita akan memutuskan beli atau tidak, dengan menggunakan review Tasya sebagai referensi.

On the other hand, kalau kita impulsif langsung order di Shopee padahal kita lagi tongpes, pakai jatah duit kuliah dari orangtua buat beli lisptick agar seperti Tasya karena ya sengefans itu atau emang kita dasarnya impulsif, apakah itu salah Tasya? Kan tidak.

Sama saja dengan Andien. Dia share parenting values yang dia yakini dan experience yang sudah dia lewati: melahirkankan dengan waterbirth, bonding harus 24/7, makan metode BLW, harus mengASIhi kapanpun dan di mana pun Kawa minta, perlu latihan gymnastic sebagai bentuk rangsangan tumbuh kembang, perlu barefoot untuk earthing, dan lain-lain. Kita punya momen untuk consider sebelum memutuskan mau meniru atau tidak. 

Ketika akhirnya kita memutuskan untuk menerapkan parenting style yang sama dengan Andien, itu kita sendiri loh yang bikin decision. Andien tidak pernah memaksa kita untuk harus niruin dia. Ketika kita berkiblat pada Andien untuk metode MPASI BLW, misalnya, lalu anak kita keselek, apa itu jadi salahnya Andien?

Ya salah kita dan orang di rumah kita dong ah. Kalau anak belum bisa mengunyah makanan dengan sempurna, ya diawasin terus atuh kalau mau BLW-an atau dipotong tipis dulu apa gimana kek. Ditemenin bener-bener bukan dengan disambi main hape. Jadi kalau ada tanda-tanda anak akan kelolodan makanan, kita bisa bertindak.

Baca: Daftar Perlengkapan MPASI Bayi Dan Harganya

"Ya tapi kan ibu-ibu muda yang baru jadi ibu itu mana ngerti? Mereka tahu nya ya ngikutin apa pun yang idola mereka lakukan"

Sorry to say, it's just you being unreasonable. Kita kan sama-sama tahu bahwa Andien bukan dokter spesialis anak, bukan ahli gizi, bukan terapis. Mengapa kita masih memilih untuk berkiblat sama seorang Andien untuk urusan well-being dan kesehatan anak kita? Menurut ngana? Hanya karena followersnya jauh lebih banyak daripada kita, bukan berarti Andien lebih tahu soal ngurus anak ketimbang kita kok. 

Kalau butuh guidance parenting dan kesehatan anak ya jangan ke Andien dong. Ikutan group GESAMUN, cek website IDAI, baca-baca parenting website macam Babycenter, itu jauh lebih pas kalau emang sekalian mau cari info yang betul. Akun-akun parenting di Instagram juga banyak, ada Parentalk, Tiga Generasi, macem-macem. Cari info mah mending ke sana, bukan ke Andien lalu akhirnya nyalahin Andien pas ada info yang keliru.

Baca: Orangtua Dan Belajar

"Tapi nyatanya Andien sok keminter padahal banyak yang dia salah. Definisi earthing aja dia salah kaprah!"

Iyaaa, Andien salah emang dalam mendefinisikan earthing. Tapi yaudah sih, kalau orang salah ya dikasih tahu di DM atau di komen. Bukan diketawain ramai-ramai. Sejujurnya rada lucu kalau membesar-besarkan kesalahan definisi ini, seperti kita nggak pernah salah aja sih :)

Waktu anak masih satu, belum banyak pengalaman real dalam ngurus anak, apa iya kita selalu benar? :)

"Buat apa juga ngasih tahu Andien baik-baik di komen atau DM. Dia kan orangnya perfeksionis, gabisa dinasihatin. Keluarganya aja udah nyerah kok ngasih tahu dia"

Nah loh, lalu mengapa kita buang-buang waktu dan energi untuk memahamkan Andien kalau udah tahu dia ngeyelan? Rugi sendiri nggak sih kita? Mikirin orang yang nggak pernah menyebut nama kita dalam doanya karena kita bukan siapa-siapa bagi dia.

Baca: Dear Ibu-Ibu Yang Kadang Lupa Bahagia

"Lagi, majalahnya tolol, kayak nggak ada orang lain aja yang pantas jadi ibu teladan! Kan masih banyak ibu-ibu yang lebih layak."

Definisi inspiring ini emang subjektif sekali sih ya, dan tolak ukurnya juga bisa variatif banget. Kalau kita lihat ibu-ibu lain selain Andien yang sama-sama dapet gelar itu, semuanya adalah working mom atau working at home mom. Intinya tetap punya kegiatan lain selain 'hanya' ngurus anak dan rumah.

Mungkin di campaign ini, memang sosok ibu seperti itulah yang dicari sama majalah. Kalau yang dicari adalah sosok ibu-ibu yang masih punya karya dan kegiatan setelah jadi ibu, ya emang Andien cukup bisa jadi wajah, kan? Terlepas dari keputusannya yang ngewer-ewer Kawa ke mana pun, kita harus mengakui bahwa Andien tidak 'kehilangan dunianya' setelah jadi ibu.

Mengapa kita, para stay at home mom, yang memutuskan mendedikasikan waktu dan hidup kita untuk anak harus tersinggung? Toh majalahnya nggak bilang kalau 'hanya' ibu rumah tangga itu kurang keren kok. Tidak ada sosok SAHM yang masuk, yaa mungkin karena emang yang sesuai image/branding majalah itu adalah sosok WM atau WAHM.

Mudah sekali ya triggered dan terintimidasi sampai mau boikot majalah segala, padahal ibu-ibu stay at home juga sering banget loh intimidating. Hehehe. Apa kabar share-share an quotes, memes, atau renungan semacam,

"Nitipin perhiasan ke asisten rumah tangga aja gak mau, tapi kok malah nitip anak?"
"Anak yang bahagia adalah yang diasuh oleh ibunya sendiri, bukan diasuh nana atau nanny"
"Ibu adalah madrasah pertama dan utama anak, bukan daycare"
"Pencapaian terbesar seorang ibu adalah resign dari pekerjaannya untuk fokus mengurus keluarga"

Sounds familiar? Lol.

Baca: Surga Di Telapak Kaki Ibu Yang Mana?

Memang bahan mom war yang tak akan pernah usai ya sepertinya.


Sampai detik ini, saya tidak mengidolakan seorang Andien. Banyak parenting decision nya yang nggak sejalan sama saya. Jadi kayaknya saya nggak akan mengidolakan dia. Tapi melihat dia dibully sebegitu rupa, ternyata kok berempati juga ya. Apalagi sampai ada 'tuntutan-tuntutan' biar dia nggak dijadiin BA lah dan tetek bengek lainnya. I guess now we're being too much in hating her, gengs.

Dulu, awalnya masih lucu-lucu aja mantengin akun haters karena pada suka niruin cara Andien nulis caption yang puitis-puitis-syahdu gimana gitu, sambil ada plesetan konyolnya. Cuman kebaca kayak making fun of her. Masih lucu ketika lantas ada jargon, "Jadi ibu tidak semudah cocotnya Andien." Tapi makin ke sini, kebacanya kayak kita jadi berusaha membuktikan semua yang Andien lakukan itu salah, mendorong orang berpikir bahwa suaminya pun sudah nggak secinta itu sama dia, dan menjatuhkan dia. Jatuhin kepercayaan diri, pilihan, keputusan, and worse... image dan rezekinya.

Pada upload foto Ippe yang kebetulan lagi keliatan asem raut wajahnya dengan caption semacam, "Ippe mah sebenernya udah males sama si eebok / Dukung Ippe cari ibu baru buat Kawa / Nah kan Ippe keliatan lebih sumringah pas gak di deket si eebok" ― Ga kebayang sih kalau Andien baca pas lagi sensitif dan jadi ngerasa tidak dicintai sama suaminya. 

Ask yourself deh. Kalau lagi PMS atau berantem sama suami, terus suami keliatan cuek, kita jadi ngerasa "kok suami nggak sayang sih sama akuh," sedih kan?

Kalau pada hate comments nya ke Ayu Tingting atau Mulan Jameela sih saya bisa ngerti. Kebetulan mereka berdua ngerebut laki-laki orang soalnya. Udah jelas salah dan ada pihak-pihak yang dirugikan secara langsung. But, Andien? Apa ada pihak yang tersakiti secara langsung? Nggak. 

Oke, mungkin (menurut kalian) Kawa. Tapi ya gimana ya. Memang pada akhirnya itu anak ya anaknya Andien sih, sehingga Andien jelas lebih berhak memutuskan ketimbang kita yang cuman pengamat dari luar. Kalau emang bener Kawa jadi nggak well-maintained, yaa bisa apa kita selain mendoakan biar Kawa sehat terus kalau excuse yang selalu kita kedepankan adalah "Aku tuh cuman kasihan dan perhatian sama si Kawa, Aku pengin Kawa lebih terurus."

Orang memang nggak bisa selalu sama dan sepakat untuk semua hal. Pembenci, seperti halnya pemuja, pasti selalu ada. Tapi marilah membenci yang sewajarnya saja. Andien, seperti halnya kita, sama-sama punya hati yang bisa merasa. Sama-sama manusia, tempatnya khilaf dan dosa. Sama-sama ibu, yang walau di luar selalu terlihat tangguh, tapi bisa juga sekali waktu rapuh dan tersedu.

Mari letakkan kontrol perilaku dalam bersosial media dan pembuatan keputusan di tangan kita sendiri. Bukan di tangan orang lain, apalagi orang yang tidak kita kenal di dunia nyata. Kita toh bukan anak kemarin sore yang baru tamat es-em-pe, yang masih bimbang saat ada peer-pressure. Kita semestinya sudah cukup dewasa sebelum membuat pilihan dan bertanggung jawab saat memutuskan, alih-alih menyalahkan orang-orang yang dijadikan panutan.

Mantra ajaib sebagai pengingat buat saya, selalu, "Kalau aku jahatin orang lain dan someday somehow ada yang jahatin aku segininya juga, mau nggak?" Kalau nggak mau, ya jangan lakukan ke orang lain.



Peace!






49 comments:

  1. Menurutku ya mam balik ke educate yourself. Masing2 individu bertanggung jawab untuk menambah ilmu kepada ahlinya. Bukan kepada yang tenar. Hehe. Peace!

    ReplyDelete
    Replies
    1. (((BUKAN KEPADA YANG TENAR))) --> yashhh

      Delete
  2. Haters sekarang khayaknya bully nya stadium akhir bangat. suka menghujat orang dengan kata2 yang udah gak pantas ya mamy..
    aku sih gak mengidolakan Andien. klu masalah gmn memperlakukan anak ato mendidik anak toh semua orang tua punya cara masing2. dan gmna kita didik anak kita, mau contoh siapa tergantung kita ortu nya. dan kita harus tanggung jawab sama apa yang kita lakuin ke anak dan siap sama resiko nya. kadang klu dengar seorang ibu di hujat aku selalu sedih. karna gmn pun dia mendidik anak ato apa pun teori yg di anut yang pasti seorang ibu ingin yang terbaik buat anaknya. klu kita suka dengan cara silakan ikutin, klu gak yaudah biarkan aja dia dengan caranya sendiri. karna gak orang tua yang sempurna di dunia ini, pasti ada celahnya makanya setiap orang tua itu gak berhenti belajar untuk menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  3. well said, gesi. Aku juga ngeliat haters nya sudah sungguh keterlaluan, terutama ketika sudah baby shaming si kawa. Aduhhhh, itu ibu2 bayangin gak yah kalo anaknya di baby shamming di internet. kalo dia udh gede trus google namanya gimana? Menurut aku sih udah kelewatan, trus pada keukeh sok bener dgn alasan2 yg gesi udh sebut.

    Somehow, meski emg beberapa parenting kita gak sejalan. Andien ngajarin bbrp teknik parenting, oh ada BLW, oh ada water birth, oh ada paham barefoot yah wkwwk dan mendorong kita utk tau lebih lanjut. Lalu kita bisa memilah dong dan tanya sama ahlinya. Kok ngeremehin ibu2 baru banget yah, udah pasti kita research lebih lanjut dong, di jaman seperti ini kalikkk

    ReplyDelete
  4. Mungkin Andien hidupnya (kelihatan) terlalu sempurna, jadi orang-orang pada sirik.

    ReplyDelete
  5. Nice mba gesii 😊
    Aq suka lagu andien, tapi aq pun menjadi pihak yang 'terintimidasi' oleh parenting style nya esp soal gymnastic nya kawa. Awalnya follow trs aq unfollow aja lah dripada jadi tidak bahagiaπŸ˜‚πŸ˜‚. Anakku Gdd soalnya. Jd rada baper liat baby kawa yg luarrbiasahh.
    Kalo soal blw, aq follower blw juga. Karena memang anakku lebih suka makan sendiri. Meskiii tetep hrus diawasi dan diperhatikan berapa banyak yang berhasil masuk ke perut.
    Intinya klo parenting sih ikutin kondisi anaknya juga. Style utk ssorang ga mutlak cocok utk semua orang

    ReplyDelete
  6. Maha benar netizen dengan segala hujatannya!
    Kalo itu yang mau didengerin sih gak bakal maju.
    Tapi tentang Andien, saya sih... Ah, sudahlah! Hahaha ������

    ReplyDelete
  7. Di detikforum juga rame banget yang bully Andien Dan baby shaming Kawa. Aku aja yang bukan siapa-siapanya Andien kaya pengen peluk dia karena para haters itu udah ga adil sejak pikiran. Dan mereka kayanya bangga kalau Majalah atau brand lain ga pake Andien sbg BA atau influencer. Soalnya, yg aku baca mereka lakukan hal yang sama pada Shareena Delon di df, Dan Shareena (katanya) pernah minta maaf karena jadi sepi endorse-an gitu. Parah deh netijen. Kaya hidupnya udah paling bener aja. Padahal udah tau jadi emak2 itu anugerah dan bukan hal mudah, tapi seenaknya menghakimi ibu lain :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan katanya, emang bener. Dulu aku cukup ngikutin soalnya hahaha. Bener sih, dulu Sharena juga dibully banget. Kalo ga salah, asal muasalnya mirip sama Andien, karena Sharena sharing semacam terbaca kok sempurna banget. Bedanya, kalo Andien kan kayak ga pernah nanggepin. Kalo Sharena sebaliknya, ikut nyolot sampai ngatain hatersnya pasukan PKB (permen karet bekas). Wow Gesi sungguh update jaman dulu hahaha. Makinlah Sharena dikeselin. Trus aku gatau, apakah bener dia jadi sepi endorse, soalnya kok kayanya tetep lancar. Tapi yg jelas emang abis itu dia bikin post minta maaf gitu sih. Dan akun hatersnya lumayan fair. Setelah Sharena say sorry, akun hatersnya pada ngilang. Ini para haters Andien emang pada nuntut Andien minta maaf juga gitu kah?

      Delete
    2. Kalo bener dulu Sharena sempet sepi endorse karena terlalu banyak dihate, serem bener kekuatan netijen ya :(

      Delete
    3. Wah ci Ges ikutin akun hatters Sharena juga yah..hehe
      Dulu sya suka stalk IGnya dan ikutin di detik forum juga. Kadang ksian sih sama mrka2, apalgi di detik forum sampe sekeluarganya dibahas dan dikupas juga..ckck

      Delete
    4. Klo menurutku beda Sharena sama Andien. Walaupun seperguruan yaa si RG itu. Malah aku tak benci sama sharena krn ga ngerugiin siapa2. Cuma sombong yaudh. Toh anaknya ganteng, bersih, rapi, ga dikewer2 sampe mlm. Sharena ga ngoyo kerja. Malah di rumah aja demi rawat Anaknya. Tpi klo andien duh klo tau dia kaya gmn. Org deketnya juga tau dia kaya gmn. Dia ga pake nanny iyaa tapi semua yg ada di backstage di suruh pegang anaknya pdhl kenal juga ngga. Lebih parah mana? Anak di rumah tidur makan teratur sama ncus dan eyang atau dikewer2 sampe mlm?

      Delete
    5. Yaudah sih mba mishenada. Segitu bencinya sama andien. Biarin aja sih dia mau kayak gimana toh gak ngerugiin mbak juga. Kalopun ngerugiin mbak juga misalnya mbak pernah dititipin kawa waktu di backstage yaudah sih tinggal bilang aja kalo mbak gak mau hahahaa. Gak usah segitu repotnya ngurus org. Mending repot ngurus anak sendiri drpd ngurusin org. Peace!

      Delete
    6. Mba mishenada, mgkn refleksi diri aja, kebencian mba itu dtgnya drmana? Apakah krn mba bener2 care ama kawa?—>mgkn cb DM ibuk andien DAN KASI SARAN YG POSITIF. Btw.. kasian kawa kalo uda gede baca posting2an kya gt ttg ortunya.. aplg kalo ibu andien sampe cerai seperti yg netijen harapkan, setau saya c broken family jauh lebih damaging drpd cm kotor, dititip2in ke org lain or apa. 1 lg, berbahagialah utk org lain, pahalanya besar. Kalo takut sakit hati yah mendingan jgn main social media mba

      Delete
  8. Komen pertama..
    "Gilaaaa.. . Iyaaa ini tulisan panjang amat, kayaknya benar Geci lagi PMS" hahaha..

    Komen berikutnya,..
    *langsung cari akun Andien, ya ampun saya kudet banget baru tau kalau Andien banyak haternya hahaha

    Mari kita doakan, semoga kita tidak termasuk orang2 yang sibuk menghujat, sibuk ngurusin orang lain.
    Padahal orang lain jauh lebih kurus dari kita *eh.

    ReplyDelete
  9. Totally agree... Netijen mahabenar sekarang bener2 serasa jd yg mahabenar sebenar2nya.. main hujat main judge sana sini.. Saya juga sama bukan penggemar Andien, not her haters too.. Liat postingan2nya juga banyak bgt yg ga sesuai sm pola pikir dan pola asuh saya.. is it really matter? Yaudah sih netijen, kasarnya mah "anak ya anak dia, suka2 dia dong" kl dia post ke akun medsosnya, salahnya dimana? Medsos, medsos dia.. kalau ngga suka tinggal unfol atau block sekalian.. Sungguh netijen jaman now sangat mahabenar bin mahanyinyir...

    ReplyDelete
  10. mami ubiii, aq baru tau loh kalo andien punya banyak haters kirain cuma att sm mj aja... hahhaa... dan langsung cek ig hatersnya, sedih bener bacanya krn yang di bully bukan cuma andien, tp anak dan suaminya juga,hiks.

    kalau aq jadi andien kayanya bakal gak tahan deh, soalnya sekeluarga udah kena bully netizen... tapi kalau dilihat lagi andien kayanya yang tambeng gitu, nggak seperti sharena delon, menerima kesalahan, meminta maaf untuk kesalahan dia dan berdamai dengan hatersnya... karena sebenarnya ttp ada sisi positif dari andien yaitu banyak parenting style baru yang di perkenalkan dan mungkin cocok dengan yang lain..

    tfs yah mami ubi

    ReplyDelete
  11. Aku sempet follow Andien waktu jaman dia baru melahirkan. Alasannya karena menurutku dia cukup berani dengan idealismenya itu. Penasaran aja pengen tau kelanjutan dia dalam ngurus Kawa bagaimana. Tapi, setelah Kawa mulai MPASI dan Andien makin rajin share parenting style-nya, aku nyeraaaah dan unfollow. Masalahnya, anakku waktu itu susah makan banget. Ngeliat postingannya Andien baperan. Daripada eke hujat-hujat malah nambah dosa, wis unfollow aja. Timeline pun damaii. Nggak kayak yang kepo nengok2 akunnya lagi.

    Kebetulan aja Andien adalah public figure, jadi serangan banyak diluncurkan karena netijen sangat berharap seorang public figure harusnya bisa memenuhi standar para netijen. Andien tuh nggak salah samsek lho dalam mendidik Kawa. Kebetulan aja parenting style nya dia BERBEDA dari kebanyakan orang Indonesia. Kalo dianya fine-fine aja, yaudah sih ngapain kita yang repot. Apalagi sampe Kawanya yang dihina-hina. Sedih banget kalo sampe anak kita yang kena shaming masyarakat ):

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw, nambahin dikit. Maksud alasan aku follow Andien waktu itu, karena aku cukup terinspirasi dengan keberanian dia bawa Kawa ke mana-mana demi full asi. Kebetulan anakku juga direct breastfeeding dan literally harus bawa anakku ke mana-mana. Kalo Andien yang super sibuk aja bisa, masa aku rakjat jelata nggak bisa, hahaha. Itu aja sih.

      Delete
  12. Wow.. tulisan dan komen di blog ini juga panjang..

    ReplyDelete
  13. klo gendong M Shape nya Andien menurut ci Gesi gimana ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gendong M shape itu bener mba.. mba bisa ikut grupnya di fb indonesiababywearers.. nanti ada ibu2 ramah yg ngajarin gendongannya dan share macem2 tipe gendongannya. Maaf mba gesi bantu jawab.. salam buat keluarga tersayang yaaπŸ’•

      Delete
  14. Laaaffff banget sama tulisan ini mbaakk.
    Suka heran yaaa sama buibu yang senggol bacok bangettt. AKu juga banyak yg gak sepaham gaya parentingnya sama Andien. Tapi yaudah sih, gak yg gimana-gimana banget. Hidupnya pada kelewat selow apa yaaa sampe segitunya terpengaruh pikirannya cuma gara-gara gak sepaham sama artis.

    ReplyDelete
  15. it might be news to you mba, tp tidak semua orang itu se"rasional" mba ini, se"pinter" mba ini, makanya para ibu menyerukan kesalahan, kebodohan, sorry, ketololan dr metode andien, biar para ibu yg senaif itu mau ngikutin parenting andien terbuka matanya. knp di internet? karena sadar atau tidak, andien itu membuat cv nya di dunia maya, mencitrakan dirinya ibu multi tasking, masih berkarya walaupun sudah punya anak kan di internet jg toh? kalau andien berhak menampilkan parentingnya yg absurd for their followers to see, para ibu yg kontra jg berhak untuk menunjukkan betapa berbahayanya gaya parenting tsb, fair enough right? peace out

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, fair enough dengan beberapa batasan.

      Ketika kita menampilkan kesalahan Andien dalam BLW dengan info BLW yang lebih aman itu harusnya gimana, oke.
      Kasih tahu earthing yang bener itu gimana, fine.
      Educate bahwa anak balita sebaiknya dipakein baju hangat dan sepatu proper di pesawat, di salju, make sense banget.
      Jembreng manfaat imunisasi, setuju sekali.

      dan lain-lain yang sifatnya emang mengkritik tapi ada edukasi di dalamnya, itu baru fair enough kalau tujuannya mau menyelamatkan ibu-ibu baru yang naif.

      Tapi, ketika ucapan-ucapan kontra nya sampai ke:
      Ippe mah mokondo doang, bisanya ngintil, imam macam apa tuh
      Dukung Ippe cari istri baru
      Mention-mention brand dengan 'tuntutan' untuk memberhentikan Andien sebagai BA mereka,

      That's just too much. Di situ yang menurutku sudah tidak fair lagi karena jatuhnya sekarang sudah pure hatred, bukan 'menyelamatkan' generasi ibu baru lagi. Dan tidak fair juga ketika katanya goal kita hanya untuk menunjukkan bahaya gaya parentingnya Andien tapi ternyata ngritik cara busana, bilang dia nggak laku padahal diva 18 tahun, dll, di mana korelasi hal-hal itu dengan mengkritisi parenting style nya?

      Delete
  16. Yg perlu diselamatkan itu para folower awkarin agaknya ya ci Gesi...
    Lebih rentan kena bad influencer 🀣

    ReplyDelete
  17. Wah saya suka sekali tulisan ini mbak gesi, saya juga pengen peluk andien rasanya.. sembari membisikkan uneg2 saya hehe. Gimana yaa liatnya, dia tuh kayak ga mau ngerti kondisi kawa dg alasan bonding 24/7 gitu lho, sy kadang sampai mewek lihat feed ig akun haters andien yg ngasih tau kesalahan2 andien dalam ngurus kawa, which is bukan masalah gaya parenting berbeda tp memang sudah merugikan buat kawa (tentu hanya sebatas yg bs kita lihat lewat medsosnya). Dan masalahnya lg, ga semua ibu muda atau calon ibu sepintar mbak gesi, ga semua ibu punya akses atau mau mengakses informasi pada sumber yg kredibel jd menurutku memang adaa yg harus ngasih tau andien gitu lho.
    TAPI bukan dengan membully, apalagi sampai baby shaming. Semoga yaa dengan baca tulisan mbak gesi yg nyebutin bbrp contoh keanehan parenting andien ini, andien bisa introspeksi sekaligus merasa masih ada orang yang pengen meluk dia di saat banyak haters gini..
    Cheers mbak gesi

    ReplyDelete
  18. Aku juga ga suka andien, dlu sempat follow trs tiba2 ngrasa dia terlalu perfeksionis sempurna ga ada cacatnya dan ga ada lucu2nya jd ku unfollow. Ga suka.
    Aku sukanya grace melia, ku follow blognya, ig nya, dan fb nya. Ku suka dia soalnya ga perfeksionis, apa adanya,ga takut keliatan jelek, kadang lucu, dan tulisannya jujur menginspirasi. Gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku takutnya keliatan gendats mba, makanya kl foto aku miring2 wkwk

      Delete
  19. Hmmm aku pernah liat akun haternya seliweran di ig explore. Tapi wkt itu ga ngeh andien anaknya kaya gmn. Sampe di grup gosipku ngomongin. Eeh aku jd suka ketagihan baca komen2 ig haters. Jadi gini sih mom menurutku sekarang ga ada lho mom lain yg sampe dibuat akun haters kaya dia. Krn memang katanya udh bkin banyak ibu2 muda dan calon ibu tersesat. Apalg katanya saat baru lahiran dia dengan jumawa bangga bgt sama waterbirth blg anaknya ga rewel no baby blues lah. Coba gmn perasaan ibu2 baru yg baca. Disitulah mommy2 nusantara mulai mengkorek dia lebih lanjut. Gitu sih mom. Apa yg kau tabur itulah yg kau tuai..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai ibu baru, saya merasa biasa aja sih πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ jadi kalau ada yang bikin akun haters seseorang yang salah itu siapa? Para haters atau si orang itu?

      Delete
  20. Selalu suka tulisan mba gesi, mewakili diriku banget hahahah. Fyi aku belum nikah & belum punya anak tapi aku follow Andien, aku ngikutin vlognya juga. Aku mau komen dr sudut pandang sbg calon buibu muda ya (Amin). Awalnya mikir, ah keren nih dese waterbirth, terus kepikiran nanti kalo hamil juga ikut waterbirth, eh mikir ga mungkin lah ya pasti keluarga nentang :))) oke. Skip. Trs waktu mpasi dese pake metode blw, kayaknya keren juga ya, tapi kok kaya kasian gitu ya ga cucok deh apalagi klo nanti ada eyang2nya, pasti udah riweuh, oke skip. Tentang bawa-bawa anaknya atau tentang parenting style juga sebenernya baru tau dari akun IG hatersnya dan paling cuma komen, 'oh' aja. Tapi semakin lama liat akun hatersnya kenapa jadi lebih benci sama pemiliknya daripada andiennya yak :)) Gila sih yg diomongin bukan masalah parentingnya, tapi udah kayak mbleber kemana-mana. Ngomongin ippe yg kaya lebih seneng sama wanita lain lah. Gils sih. Yang jadi pertanyaan cuma 1, itu buibuk netijen 'budiman itu sempet banget ya cari kesalahan yg gak penting selain masalah parenting stylenya Andien? Lol. Toh idup juga idup dia yg ngejalanin, bukan para netijen yg 'budiman' itu. Anak juga anaknya sendiri. Yaudahsihya, kalo mau kritik parenting janganlah merembet kemana mana sampai mau matiin rejeki orang. Semoga dgn tulisan mba gesi netijen yg 'budiman' dapat sadar ya..Amin :))

    ReplyDelete
  21. Soal andin ada yang niru,saya ngalamin sih. Makan di ke ep ci, disebelah ada anak kicik(7-8bln) makan pepaya kelolodan, emaknya nyantai sampe tuh anak biru, akhirnya saya tepok2 sampe potongan buahnya keluar. Mana makanannya diamparin diatas babychair tanpa piring/alas. Mana tau dibersihin, org klo pinjem babychair resto suka Ada bekas2 makanan. Kata emaknya ikut blw kayak andin ��. Yg bikin kesel itu andin pajang foto anaknya makan ala blw tp ga sesuai potongan sm umur. Kayaknya selebram lain yg pake blw tp sekalian edukasi followernya. Serem kan klo ada yg mentah2 tiru tanpa belajar metode yang bener, plus ga bisa bedain chocking sm gagging. Klo soal bully2 kayaknya ibu2 byk yg dm tp either dicuekin atau diblock. Mudah2an ada akun hater membuka mata follower jangan main niru2 aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiinnn, sampai di harapan "Semoga ada akun hater bisa buka mata follower agar jangan main niru-niru aja" aku sepakat banget. Karena aku pribadi pun ngerasa parenting style nya kadang nggak pas, seperti yg udah aku jabarin di atas contohnya. Tapi mari stick to that. Ketika terus 'cari bahan' sampai mengkritisi suaminya nggak kerja, kok bajunya style nya gitu, kok nggak diundang sama designer high end, blablabla, ya sudah too much. Jadi ngorek-ngorek semua aspek hidupnya hanya untuk dibuktikan salah atau nggak baik menurut standard kita. Ketidaksukaan yang keterusan jadi kebencian membabibuta. And for what?

      Delete
  22. ci gesi, aku udah lama banget baca blog ci gesi dan ngikutin IG nya ci gesi. Suka banget karena sering bikin aku 'oh iya ya' dan pembawaan ci gesi suka lucu dan apa adanya. medoknya dan ngakaknya itu lho bikin kangen. jadi ngerasa deket sama cici... tapi aku menyayangkan ci gesi nulis ini... ci gesi jadi ikut dibully di deef sekarang... ga tega liatnya, tapi aku ga berani mau belain takut dibully juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kamu orang ke sekian yang bilang gini hahaha. Yang lain bilangnya di DM. Nggak papa kok. Tulisan tentang kesehatan aja bisa pro kontra, apalagi tulisan opini kaya gini. Gausah bela-bela aku daripada kamu kena juga, ok, aku gamau kamu kena masalah cuman krn defending tulisanku. Makasih udah baca-baca blog dan cerita recehku ya :*

      Delete
  23. Mba Gesiiii. Aku pembaca setia blog km, selalu buka tiap pagi sblm ngerjain tgs kantor wkwk, tp baru kali ini nulis komentar.

    Aku barusan buka DF. Ya ampun kok org ga bs nangkep ya maksud tulisan kamu apa..... Pdhl km kalo nulis tuh selalu dgn bahasa santai, jelas, dan detil (trlalu detil malah kadang2 hihi) jadi sangat amat mudah untuk dipahami. Lha kok buibu di DF kok malah nganggep kamu pro dgn gaya mengasuh Andien ya.... Yg km permasalahin kan ketika topiknya udh melenceng jauh dari gaya mengasuh. Aku baca2 DF awalnya msh oke tapi skrg udh jarang bgt buka krn lama kelamaan SEREM BANGET. (skrg buka krn pgn tau Mba Gesi dibuli apa).

    Org emg udh kalo benci jdnya ga masuk akal. Semua yg dilakukan Andien tampak salah, bahkan malah jd mengada2!! Masak perkara di kelas bisnis foto2 trs di kelas ekonomi ga foto2 aja dijulidin. Lha ya gmn cara foto di kelas ekonomi, wong sempit begitu. Mana ada foto yg artsy nan instagramable di kelas ekonomi wkwkwkwk. Sekelas rakyat jelata kek aku aja males foto di kelas ekonomi, apalagi artis :))

    Semangat Mba Gesiii! You wrote and did the right thing!! <3 <3 <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon pencerahan kak, DF atau deef itu apaan yak? Penasaran euy 🀣🀣

      Delete
  24. satu2nya kiblat parenting saya masih ke ibuk sendiri. jadi semacam terkaget2 ngeliat andien diginiin. soalnya ya ga follow juga sih. hanya kadang2 foto kawa muncul di tab explore IG.

    hayawong sama ibuk sendiri aja masih berantem langsung ya, saya nggak mbayangin jadi ibu sekaligus public figure kayak andien. kepikiran ngga sih andien sm ibuknya juga berantem karena beda pola ngasuhnya? :))

    ReplyDelete
  25. toss Gesi dulu... udah lama ga blogwalking nih.. sebagai "ibu baru dari anak kedua" ya amazed juga dengan cara Andien ngasuh anaknya.. but it's her life dan tiap ibu punya gaya beda dalam ngasuh anak.. lah ama anak pertama aja saya beda model pengasuhan kok... yang pertama dikenalin BLW, yang kedua mah ogah soalnya repot bersih2nya, dan kok ya anak pertama malah picky eater hahhaahaha...

    netijen itu kalo udah ngerasa paling bener sendiri ya mending dicuekin aja sih, mereka sebetulnya ga bahagia dengan hidupnya sendiri lalu cari-cari kebahagiaan dengan cara ngejatuhin orang lain :D

    ReplyDelete
  26. Aku ketinggalan beritaaa ini. Ga tau andien sampe segitunya dihujat??? Kok sedih ya bacanyaa.. Aku jg bukan fans dia, tapi mau kritik cara dia mengasuh, emang siapa kita -_-. Kayak cara kita udh sempurna aja. Ga bisa abis pikir ama netizen ya ges, kok ya menghujat sampe segitu kejamnya.. Puas banget apa dirinya bisa nulis kata2 ngalahin pisau gitu ke org lain :( ..

    ReplyDelete
  27. Netijen Maha Benar...

    Buat aku pribadi, Andien punya hak mau nerapin parenting style kaya apa, toh dia juga gg nyuruh kita ngikutin gaya diaa...

    Aku, blas ggmengidolakan sih, tapi kasian kalo dibully sampai segitunya. Gg suka sih hak ya, tapi jangan mempengaruhi yang lain juga lah mpe ngajakin boikot segala...

    ReplyDelete
  28. Saya belum jadi seorang ibu, tapi kalau ngeliat Mbak Andien beserta haters-nya, suka greget sendiri sih. Gini aja, kita nih perempuan hidupnya udah banyak tantangan dan perjuangan, lebih lagi seorang ibu. Harusnya kita saling mendukung & membangun, bukan saling menjatuhkan--apapun alasannya. Segala bentuk mom shaming--mau katanya Andien "absurd" kek, "sesat" kek, demi kebaikan ibu2 muda kek--menurut saya pointless, konyol, dan (maaf) bodoh.

    Seperti yang Mbak Gesi bilang, kalau emang mau mengkritik dll, dilayangkan saja langsung ke orangnya. Dan sudah menjadi hak dia untuk menerima atau tidak. Kalau tidak, ya let it go. Mungkin utk melindungi ibu2 muda dari kekeliruan dalam meniru teknik parenting Andien, ibu2 yg peduli bisa saling edukasi aja soal mana yg cocok dan tidak. Bukan dengan menjatuhkan ibu lain, itu namanya bukan ibu2 peduli dan membangun.

    Saya bukan fans Andien dan seringkali concern dengan teknik parenting-nya, meski saya belum pernah menjadi ibu. Tapi saya nggak habis pikir banget dengan haters Andien dan segala mom shaming & bahkan baby shaming-nya. Ini bukan soal jadi ibu yang pinter & rasional atau tahu soal parenting & jago research. Ini soal gimana jadi orang (perempuan) dewasa--yang tahu kalau merendahkan orang lain itu is just plainly stupid.

    Kalau nggak mau di-bully, nggak usah bully orang. Kalau anak kita nggak mau di-bully, nggak usah bully anak orang. This game is as simple as that. "Apa yg kau tabur itulah yg kau tuai.." Semoga semua ibu di dunia ini diberi kebijakan dan kebaikan oleh Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  29. Karena memang banyakan netijen gak dewasa; atas namakan mamud lain padahal itu pandangan sendiri, hehehe.
    Tapi, jika kita melihat segala hal dari banyak sudut pandang insyaallah ga kejadian hujat-hujatan.

    ReplyDelete
  30. cuma penasaran aja sih, kalau nanti kawa punya adik, apa andien masih seperfeksionis sekarang ya? Karena yg udah2 sih emak lebih kendor di anak kedua, ketiga, dst :))

    ReplyDelete
  31. Kadang ga ngerti lagi sama Mamak Mamak doyan ngetik hate comment..manfaatnya apa, nambah dosa buat diri sendiri, kenal pribadi jg ga kan sama Andien,parenting bukan ajang perlombaan versi mana yg terbaik, kalau ga suka tinggal unfollow yg bersangkutan, jauhi akun gosip,mending follow akun yg berfaedah seputar parenting saja, pilih influencer bikin kita nambah ilmu..motivasi,btw saya baru tau masalah Andien dr blog ini..Krn jrg ikutin akun artis Indonesia.

    ReplyDelete
  32. Hai mba ges, saya gak ngikutin berita andien sampai dihujat sebegitunya, saya juga gak follow ignya tapi saya suka lagu lagunya..hehe, sempat dengar / baca ketidak sukaan sebagian netijen dengan gaya pengasuhan andien, tapi yawes biarin.

    cuman kapan hari sempat lihat di Ig story karena muncul di explore, kawa makan bakso bulat bulat sambil dongak keatas dan orang orang di sekitarnya termasuk andien hore hore aja, ya ampunn,,anak tetangga barusan meninggal loh ketelen bakso bulat bulat dua butir nyangkut di tenggorokan.. duh gusti :(

    Tapi baiknya ya tahan jari lah, jika tidak bisa berkata baik lebih baik diam,karena jamannya sekarang jarimu harimaumu.. *hallaaah :))

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^