Wednesday, August 31, 2016

#GesiWindiTalk: Cantik Itu...


Hai! Kali ini saya dan Windi Teguh pengen bahas tema cantik. Cantik, siapa sih perempuan yang nggak kepengin terlihat cantik? Tentunya cantik menurut versi masing-masing ya, karena definisi cantik menurut kita pasti akan beda-beda.


Di Indonesia, rasa-rasanya sejak saya mulai nonton TV dari kecil, perempuan yang dinilai cantik adalah yang berkulit putih, berwajah bersih tanpa jerawat bahkan komedo, bertubuh semampai, dan berambut panjang lurus. Peran media besar banget untuk menentukan image cantik para perempuan Indonesia.

Jadi, saya yang kuntet nggak sampai 150 cm ini pasti tergolong tidak cantik. LOL.


Kalau Windi sih aman, dia lumayan tinggi. Putih pula. Jadi kayaknya sesuai image cantik di iklan-iklan. Hahaha. Baca juga cerita Windi Teguh yah!


Tapi, kayaknya image cantik perempuan Indonesia mulai meluas. Sekarang di iklan-iklan, banyak juga model yang kulitnya sawo matang dan hitam manis serta berambut ikal atau kriwil eksotis. Untuk perempuan Muslim, image cantik dan anggun adalah yang mengenakan jilbab. Sebut saja Inneke Koesherawati di iklan sebuah kosmetik dan masih banyak lagi. Tapi, kayaknya, image cantik dari segi body belum berubah. Model-model yang masih banyak dipakai di iklan masih yang langsing. Seolah kalau berbodi besar itu nggak cantik. Untuk wajah juga. Seolah perempuan dengan jerawat itu nggak bisa keliatan cantik.

Tetot.


Wajah Jerawatan

Saya punya teman sejak kuliah. Sebut saja namanya Lola. Si Lola ini kulit wajahnya entah kenapa sensitif banget. Padahal dia bersihan banget orangnya. Jadi wajahnya sering jerawatan cukup banyak dan kadang merah-merah. Dia sudah pakai krim dari dokter yang harganya nggak murah. Ya, lumayan negefek sih. Tapi, somehow, kadang muncul lagi jerawat-jerawatnya. 

Dulu saat kuliah, dia blas nggak pakai make up. Mentok cuman bedak Marcks dan lipgloss karena emang si Lola ini aslinya tomboy. Dan sempet, saat kuliah itu, dia jadi nggak pede sama wajahnya yang jerawatan. Karena dia suka ngeluhin jerawatnya dan keliatan banget nggak pedenya, akhirnya malah jadi kentara dia jerawatan.

Sekarang dia sudah kerja. Di Jakarta. Jadi marketing. Sudah bisa pakai make up. Kalau jerawatnya pas nongol dengan beringasnya, dia bisa entah gimana caranya nutupin itu dengan make up tapi tetap keliatan natural. Jadi bisa juga kok si Lola walau jerawatan tetap terlihat cantik.

Tapi, hal yang paling bikin dia keliatan cantik, menurut saya, adalah karena dia sudah bisa menerima jenis kulit wajahnya. Dia sudah bisa menerima bahwa tipe kulit wajahnya emang sensitif dan gampang jerawatan. Dia sudah berdamai dengan itu. Dia sudah bisa berdamai sama ketidakpedeannya. Dan, as the follow up action, dia lantas belajar apply make up simple natural agar jerawatnya nggak terlalu kentara, especially di saat dia harus ketemu potential client di mana dia perlu terlihat stunning. 

Menerima diri sendiri - berdamai dengan kondisi - cari akal untuk mensiasati - That's the point!


Bodi Gemuk

Soal bodi yang big size. Saya ada teman blogger yang gemuk tapi menurut saya dia keliatan stunning. Kartika Putri Mentari. Visit her blog on www.putrikpm.com cuss. Siapa sih yang nggak kenal Kak Putri? Mungkin awalnya kita gampang mengingat dia karena bodi big size nya. Tapi, setelah itu, setuju nggak kalau saya bilang kita bisa melihat Kak Putri cantik karena auranya yang humble tapi tetap percaya diri dan menyenangkan?

Seperti kebanyakan perempuan, dulu dia juga pernah nggak pede banget sama bentuk tubuhnya. Bahkan itu berlangsung cukup lama dari SMP sampai SMA. Pernah juga Kak Putri nangis lantaran dikatai gendut saat kopi darat sama cowok yang dikenalnya di Friendster. 

Her wake up call adalah saat suatu pagi dia bangun dan bercermin. Dia bilang ke dirinya sendiri, "Ah, ternyata aku cantik kok. Kalau aku nggak gemuk, belum tentu aku secantik ini." And, bam! Itu yang bikin Kak Putri bisa jadi kayak sekarang. Tetap terlihat adorable walau dia gemuk.

Karena Kak Putri sudah bisa embrace dirinya sendiri, dia sudah nggak offended atau gimana-gimana dengan diksi 'gemuk.' Dan another good thing is, ternyata penampilan Kak Putri ini malah bisa jadi ciri khasnya dan bisa bikin klien/brand lebih mengingat dia loh.


Kulit Gelap

Lalu untuk kulit gelap. Nggak usah panjang-panjang, saya cerita dari pengalaman saya aja. Beberapa waktu lalu saya sempat berpartisipasi dalam pembuatan video untuk Majoli Family. Ternyata ada dua anak yang dijadikan model baju Majoli. Namanya Brilly dan Fili. 11 tahun dan 9 tahun. Awalnya saya kira mereka memang model anak-anak. Tapi, kok saat di set, mereka keliatan malu-malu banget dan agak kaku awalnya. Keliatan banget mereka belum biasa difoto di depan kamera sehingga perkiraan saya bahwa mereka adalah model jadi gugur. Usut punya usut, mereka memang bukan model. Mereka adalah anak-anak pada umumnya yang suka aja difoto dan kepengin jadi model. Lalu owner Majoli nggak sengaja ketemu mereka dan mengajak mereka deh jadi talent untuk photoshoot. Intinya mereka 'hanya' anak binaan Majoli Family.

Meet Brilly and Fili. Kulit mereka gelap. Nggak kayak the idea of beauty yang selama ini sering ditanamkan oleh media di Indonesia. But, aren't they just beautiful and adorable?


Brilly dan Fili itu yang saya rangkul yah.


I Felt Insecure, Too!

Saya pun dulu pernah mengalami masa-masa nggak pede bahkan malu sama tubuh saya karena saya pendek banget. Dulu saat SD, saya memang sudah keliatan lebih pendek daripada teman-teman saya yang lain. Jadi, saat SD saya dijuluki Si Cebol.

*____*

Tiap ada yang manggil saya, "Bol bol, cebol" rasanya tuh malu banget. Terus kebetulan dulu pas SD saya jadi sekertaris kelas. Tugas sekertaris kelas semasa SD dulu rasanya capek banget hahaha. Kadang wali kelas menyuruh saya untuk menulis pertanyaan-pertanyaan latihan dari buku di papan tulis supaya bisa disalin oleh teman-teman sekelas. Dulu sih kesannya biasa. Tapi, sekarang saya heran deh kenapa dulu buku latihannya nggak dicopy aja sih ya.

*____*

Sekertaris kelas ada 2. Saya dan sebut saja namanya Darla. Kami gantian menuliskan pertanyaan-pertanyaan dari buku latihan di papan tulis. Darla duluan, baru saya lanjutin. Darla ini lebih tinggi dari saya. Setelah tiba giliran saya ngelanjut, ternyata saya nggak sampai kalau harus menulis di papan tulis tepat di bawah tulisan Darla karena itu ketinggian.

Jadi:

Tulisan Darla
...
...
...
...
Baru tulisan saya

Alhasil di papan tulis ada space lumayan luas. And, everyone laughed at me. They laughed at me hard. Well, maybe nggak semuanya ngetawain. Paling cuman beberapa aja lah ya, yang cowok-cowok. Tapi, namanya anak kecil ada di posisi begitu, di depan kelas, diketawain, rasanya jadi kayak semuanya ikut ngetawain. Dan malu banget rasanya saat itu sampai saya pengen nangis aja.

Sampai SMP saya masih insecure sama tinggi badan saya. Jadi pas SMP, saya pakai sepatu untuk sekolah yang model ada hak rata nya. Lupa deh apa merknya. SMA, sudah lebih pede sih karena ternyata mantan-mantan pacar saya tetep suka saya yang pendek ini. Kya kya kya. Kuliah sampai sekarang sudah biasa aja rasanya. Pakai alas kaki ber-hak sih masih terutama kalau ke kondangan atau datang event. Tapi selebihnya, pakai flat shoes udah pede-pede aja.

Setelah kuliah, insecure feeling saya berganti dari masalah tinggi badan menjadi masalah rambut. Poni, lebih tepatnya. Saya sempat nggak pede punya rambut ponian karena kesannya kayak anak kecil banget. On the other hand, saya juga nggak berani menghilangkan poni karena sudah ponian sejak balita. Jadi dari kecil sampai sekarang hampir 27 tahun, saya selalu punya poni. Hahaha. Udah nggak bisa bayangin gaya rambut lain selain berponi.

Tapi lama-lama sih akhirnya pede juga. Justru kayaknya poni ini jadi ciri khas saya. LOL. Lihat deh header blog saya juga pakai poni. Hahaha. Jadi Gesi = poni dan poni = Gesi. Apasih.

The point is, kita semua mungkin pernah insecure sama kondisi fisik kita. Kecuali kita terlahir cantik banget dan punya body goals. Terutama saat kita masih zaman cabe-cabean. And I guess that's perfectly normal. But one thing I've learned, it doesn't really matter.

Kalau ditanya definisi cantik menurut saya:

Nggak harus yang kulitnya putih, wajah mulus dan pori-porinya nggak keliatan. Nggak harus yang matanya bebas kantung mata. Nggak harus yang tinggi semampai bak supermodel. Nggak harus yang gitu lah intinya, you know what I mean, right?

Buat saya, seorang perempuan bisa kelihatan bersinar banget saat dia ramah sama orang, mau berteman dan ngobrol sama siapa saja tanpa pandang bulu. Yang nggak lupa bilang maaf kalau salah, tolong kalau butuh bantuan, dan terima kasih kalau sudah dibantu. Yang nggak segan menyapa dengan sederhana sesimpel, "Pagiiii" ke orang-orang yang dia temui dengan ramah. Dan, yang percaya diri dan menerima dirinya apa adanya. Kesannya cheesy, yah? Well, soalnya menurut saya beauty itu inside and outside. Nggak bisa dan nggak melulu outside doank.

Baca: Karena Cantik Aja Nggak Cukup

Make up undeniably can make us look more fab. Ada shading untuk menyamarkan pipi tembam dan untung menyiasati hidung mendelep kayak hidung saya. Sah-sah aja pakai make up. Lumrah banget pengen bisa ber-make up.

Baca: Ngomongin Make Up, Yuk!

Tapi, kalau buat saya, pakai lah make up yang sesuai dan nggak berlebihan. Kayaknya sekarang adalah eranya alis kece, yang saya juga kepengin. Tapi terus banyak saya lihat yang pakai pensil alisnya tebel banget nget nget. Kesannya malah jadi nggak natural.

Credit: professionalbeauty.com.au

Poin penting buat saya, perempuan sebaiknya wangi. Nggak harus wangi yang lebay kayak habis mandi pakai parfum. Tapi yang jelas, nggak bau badan. Kalau emang badan kita berpotensi bau, ya cari akal untuk mensiasati. Entah bawa baju ganti saat aktivitas kita padat merayap pagi-malam, entah pakai deodoran atau bedak ketek, atau apa pun itu. Pokoknya harus disiasati.

Btw, saya pernah mengalami masa-masa di mana ketek saya bau kecut banget. Saking kecutnya sampai saya awalnya nggak percaya itu bau-bauan yang berasal dari tubuh saya. LOL. Terus saya pakai bedak namanya MBK, bedak dari zaman moyang kita itu loh, yang warna bungkusnya perak-perak or something gitu. Ternyata manjur banget. Setelah pakai rutin sekian bulan, ketek saya udah nggak bau kecut lagi. Sekarang saya pakai deodoran murah biasa pun, ketek saya nggak kecut.

Yang barusan, murni berbagi, bukan sponsored post. Hahaha.

Jadi, kalau cantik menurut kalian itu yang gimana sih? Share yuks.



Love,





36 comments:

  1. Kalau saya dari kecil dibilang gosong dan ada masanya saya sampe maksa dibelikan sabun Shenza biar bisa putih kayak Gerhana (Bertrand). Wkwkwkwkwk. Beauty is indeed in the eye of the beholder. Let's celebrate our diversity instead of feeling the insecurity

    ReplyDelete
    Replies
    1. Shenza? Baru denger. Aku taunya Shinzui. Bahahaha. Ternyata mas Dani juga pernah insekyur :')) Jarang ada cowo mau ngaku, bahahahahaha.

      Delete
  2. Kalau aku kurus kering kerontang dengan rambut kriwil mom hahaha LOL
    Belum ada sih yg bilang aku cantik. Tapi aku sekarang udah pede karena cantik itu relatif yihaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, tapi cantik ah mak Kenzo **tuh aku bilang canti, ditunggu traktirannya ea!**

      Delete
  3. sedih banget membaca cerita mami ubii yang dibully itu soalnya saya juga pernah ngalamin tapi bukan karena tinggi badan melainkan karena berat badan, huhuhu saya dulunya kurus banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mbaaa samasama pernah dicengin **lhah malah ngajak toss** πŸ˜‚

      Delete
  4. Rasa minder lihat mereka yg cantik-cantik, putih wajah dan kulitnya pasti pernah. Apalgi pas pasangan ngejek, kalo mantanyya jauh lbih cantik ketimbang ane... Habehh... itu jokes, tapi emang kenyataanyya emang demikian. :3

    alhamdulillah, sekarang diberi tubuh kurus tapi tinggi dan gga terlalu tinggi amat pun, perlu disyukuri. MEski dibilang kayak tiang listrik ato tangga, ya disyukurin aja. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaa aku senyum senyum baca komen dirimu πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

      Delete
  5. Cantik itu yang ... hemmm, baik ? :))

    ReplyDelete
  6. Well, aku suka postingan ini! Yup, seperti apapun kita dilahirkan, ya face it and berterimakasihlah dengan tuhan. Alhamdulillah setelah bisa mensyukuri hidup, aku jadi lebih bahagia aja gitu muahahahahah :))))

    ReplyDelete
  7. kak Gesi, aku juga 150an. Sering diledekin juga sih pas SD, SMP, tapi lama-lama biasa aja kok. Apalagi sekarang udah banyak wedges lucu-lucu :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak banget dengan harga variatif terus akhirnya jadi suka kalap piye jal 😳

      Delete
  8. Aku mah pendek, kurus pula
    yang penting pede, meski kadang gigiku yang berantakan bikin enggak pede
    ditambah sekarang mata minus, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  9. Cantik itu relatif jelek itu mutlak hahaha jahat banget y yang bikin quote gini :p
    Kalau bagi saya cantik itu y kayak slogannya putri indonesia brain, beauty, behaviournya balance :p *males mikir* hahaha

    ReplyDelete
  10. Cantik itu... yg orang2 merasa nyaman dan happy ketika bersamanya😊 dan menurut saya grace cantik.. walaupun blm pernah ketemu... hehehe.... (traktir dong)😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. ASIK!!!! Satu traktiran menanti kl mba Rita main ke Jogja yaaaa 😚

      Delete
  11. I feel youuuu Mami Ubii, aku pun 150 gak sampe.. Hiks LOL.. Dari zmn SD pun dibully karena pendek, mata belo dibilang mas koki, dll dll.. Sedih, sih, tapi gak pernah aku tunjukin.. Tmn2 deket aku pun jg cantik2 versi orang kebanyakan.. Sempet gak pede, gak yakin ada yg bakal suka sama aku.. Ahahaha.. Tapi itu duluuuu, sekarang aku happy :D Hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mata belo mas koki, jidat jenong ikan lohan. Mungkin nenek moyang kita adalah ikan??? 🐠🐠🐠

      Delete
  12. Aku bangeeet. Paling insekyur pas SMA. Bayangin aja aku biasa ke sawah, njemur padi berhari-hari, sekolah SMP 3th naik sepeda nglewatin sawah TIAP HARI. Jadilah kulitku hitam legam. Pas SMA sekolah di kota yaampun, berasa paling butek -____-
    Tapi nggak lama aku jadi terkenal. Karena item? Bukan, karena pinter. Huehehehe. Jadi akhirnya aku pede. Dan karena pede aku jadi ngerasa cantik.
    That's it. Pede=cantik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sharing nya mantaafff!!! πŸ˜πŸ‘πŸ»

      Delete
  13. Setuju banget dengan point adalah kalau kita terlahir biasa atau bahkan.dengan kekurangan kita harus bisa menerima and deal with it. Saya baru2 ini dibilang cantik krn akhirnya mau perhatian sama muka krn pke makeup dkit dan baju pun yang padu padan and modelnya sesuai dengan badan saya g yang asal make and g matching. Memang penampilan adalah hal yang utama walau bukan yang terutama. jangan lupa untuk selalu Smile coz its the best makeup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sama semua poin yg dibilang mba Intan πŸ˜πŸ’–

      Delete
  14. Sy stju Mb beauty jg dr inside
    Dan ga bau, bnr bangeeets

    ReplyDelete
  15. Mamiiii...I feel you *peluuuk
    Nemu temen seukuran jadi luarbiasa rasanya wkwkwkw

    Jujur dulu juga suka gak pede, lalu akhirnya nemu high heels, kemana mana maksain pake high heels, lama lama capek sendiri dan sekarang memang milih kemana mana cari yang nyaman aja. Kecuali untuk acara yang memang formal ya (lebih untuk menghargai yang ngundang siiih)

    Tapi at least untuk suami kita tetep paling cantik kan yaaaa (gapapa deh kalau kalahnya sama anak :D )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa kalo kondangan pakai flat shoes kok rasanya kurang gimana gitu yaaaa mak Ayaaaa 😬

      Delete
  16. Keinget jaman dulu sat2 sekola kalau ketek bau disuruh minum jamu gendongan sama ibu, jamu yg mengandung daun luntas apa ya kalau gak salah :))

    ReplyDelete
  17. ihhh jd inget masa lalu deh ;D.. aku trmasuk yg ga PD ama diri sendiri dulu... krn kulitku hitam ;D.. dan seneng bgt pas smp, sekolah wajibin pake jilbab, yg otomatis bajunya jd lengan panjang, stidaknya mnutupi kulitku ;p.. skr sih, udh ga kepikiran ama kulit lagi, walo udh agak cerahn tp masih gelap sih ;p.. cuma kadang ga PD kalo dibandingin ama suami Ges, krn dia putih wkwkwkwkw.. ga adil!!

    tp memang kok, makin berumur, udh ga terlalu musingin lg ttg masalah2 kulit , rambut dll.. prioritas udh berubah kali yaa.. yg penting jaga suasana hati supaya ttp happy, percaya kok aura cantik malah lbh kluar kalo kita gembira :)

    ReplyDelete
  18. Ini tulisan aku banget. Dulu aku insecure karena setelah SMP tinggiku kok nggak nambah2. Padahal waktu SD aku udah capai 145cm, sampe skrg malah mentok di 150. :)) *tos Mba Ges* akhirnya aku minum obat peninggi yang pahit bgt tapi tnyt ga ngefek, Mba. Banyak bgt sik yang bikin aku ngga insecure. Anyway, thank you, Mba Gesi.


    ReplyDelete
  19. definisi cantik klo menurut saya itu bersih, Mbak. Ya bersih hati, bersih pikiran alias berusaha selalu positive thinking dan ya itu bersih penampilan alias mandi, dandan, olahraga dst yang bikin badan/wajah bersih selalu (meski pake makeup nanti harus dibersihin pas pulang ke rumah) hehe

    ReplyDelete
  20. karena disarankan sama pacar (Armando S), saya jd silent reader utk smua diary mami ubii yg smpat dibaca. dan sumpah...really really inspired me. utk episode ini..saya jd ingat dulu juga srg dipanggil empeng (kurus) .. krna berat badan.. yaelah..skrg malah srg dibilang imut.. jd kayaknya ini cma beda jaman saja.. haahaha. thank mami ubii..

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...