Sunday, September 27, 2015

[REVIEW] Pompa ASI Philips Avent Single Electric


Kapan gitu yah ada teman nanya gini, "Kamu lahirannya SC kan? Kok udah seger aja abis lahiran?"


Mau tau nggak rahasianya?

Jreng jreng jreng. Suami siaga daann pompa ASI cihuy adalah rahasia suksesnya! 

Kok bisa?


Iyah. Jadi, karena ini anak kedua, saya sudah lebih paham celahnya. 3 tahun lalu saat saya melahirkan Kakak Ubii, juga dengan SC, saya bisa dibilang nggak punya waktu untuk memulihkan tenaga. Pasca sadar betul dari pengaruh anestesi kan sudah langsung disuruh latihan miring kanan-kiri, lalu latihan duduk, berdiri, berjalan beberapa langkah, merasakan hasrat BAK, lepas kateter, dan akhirnya ke toilet sendiri. Alhasil, rasanya ngos-ngos an. Padahal masih perlu berlatih menyusui juga kan. Menemukan posisi menyusui yang pas dengan latch on/perlekatan yang betul tuh PR binggo. Plus, newborn baby kan sering minta nenen tanpa kenal waktu. Menyusui Kakak Ubii di rumah sakit jadi nggak seindah bayangan saya. Yang ada saya malah stress karena masih capek dan nyeri tapi sudah harus miring-miring untuk menyusui Kakak Ubii yang rewel terus. Itu bikin ASI saya seret di minggu-minggu pertama. T___T

Berbekal dari kenangan agak nggak indah itulah (halah!), saya lebih well-prepared dalam melahirkan Baby Aiden.


Ini langkah sukses saya kemarin - ceileh:
  1. Mereview lagi pengalaman melahirkan Kakak Ubii (ceileh sok beudth).
  2. Janjian sama Adit bahwa saya akan boleh punya waktu tidur untuk memulihkan tenaga pasca melahirkan ASALKAN saya sudah punya stok ASIP (ASI Perah).
  3. Punya senjata andalan untuk misi ini, yaitu pompa ASI yang mudah dirakit dan digunakan. 
  4. Siapkan pompa ASInya jauh-jauh hari supaya bisa dicuci dulu dan dipelajari cara pemakaiannya.
  5. Udah komplit semua, jangan malah ketinggalan nggak dibawa ke rumah atit eaa :D 
Dan, senjata andalan saya itu adalah:


Let's see it in detail!



Memilih pompa ASI itu cocok-cocok an. Kalau saya, cocok dengan pompa ASI comfort single electric dari Philips Avent karena poin-poin unggulan berikut ini:

1. Posisi Wuenak


Say goodbye pada posisi duduk yang harus sambil nunduk-nunduk. Saya cuman tinggal duduk seperti biasa, senderan dengan nyaman, dan nggak perlu ngapa-ngapain lagi karena ASI sudah diperah oleh si pompa. ASI saya yang keluar juga akan langsung tertampung dalam botol dan nggak tumpah belepotan ke mana-mana.


2. Pengaturan Pemompaan Memaksimalkan Produksi ASI


Setelah tombol ON dinyalakan, mode stimulasi lembut secara otomatis akan bekerja menstimulasi ASI agar keluar. Setelah itu saya tinggal pencet satu dari tiga tombol pengaturan pemompaan yang saya rasa paling nyaman dan pas untuk mengalirkan ASI saya.


3. Payudara Nggak Sakit


Bantalan pemijat (massage cushion) ini lembut banget sehingga kulit payudara terasa hangat dan nyaman. Saat breast pump di-ON-kan, bantalan pemijat ini mengimitasi gerakan menyusu bayi sehingga ASI juga lebih maksimal keluar.


4. Desain Praktis dan Ringan


Desainnya ringan jadi gampang dibawa ke mana-mana termasuk ketika saya bawa ke rumah sakit. Unit dasar didesain sedimikian rupa sehingga selang bisa dililitkan di bagian bawah unit dasar. Jadi selang nggak keleleran gitu. Kalau mau memerah ASI di mobil, cukup pasang baterai saja jadi nggak ribet cari colokan.


5. No Ribet dan No Rempong


Buat tipe mama yang nggak pintar merakit-rakit macam saya, pompa ASI Philips AVENT Comfort Single Electric ini membantu banget soalnya gampil merakitnya. Sambil merem aja bisa. *SOMBONG* Hahaha. Selain itu, mudah dibersihkan juga pastinya karena printilannya nggak bejibun-bejibun amat.


6. Nyambung dengan Produk Lain


Pompa ASI ini dibikin compatible dengan produk laktasi Philips Avent yang lain yaitu botol dan storage system. Jadi simple dan nggak perlu buru-buru mencuci botolnya hehehe. *emak malas* Nanti saya mau review breast milk container nya juga, di blogpost selanjutnya yah.


Berbekal 2 senjata utama itulah, saya sukses memberikan ASI pasca melahirkan secara SC. Baby Aiden bisa minum dengan puas, saya bisa cukup istirahat untuk memulihkan tenaga, dan Adit juga jadi bisa mempererat bonding dengan anak lanang nya. 

Cairan sakti ini pun jadi terminum oleh Baby Aiden dengan maksimal tanpa terbuang-buang hanya karena kami belum menemukan posisi menyusui yang pewe.


Saya SC pada 10 September 2015 dan pulang ke rumah pada 12 September 2015. Sudah dapat istirahat sehingga fresh, lancar jalan meskipun masih meringis, dan lancar ASI. But above all, saya bahagia dan jadi nggak baby blues. Ternyata memang perlu suami siaaga dan breast pump andalan. 

Thank you Philips Avent!


***

Ternyata setelah saya pulang dari rumah sakit dan sudah lihai menyusui, pompa ASI ini pun toh tetap berguna karena saya masih rutin memerah ASI beberapa kali dalam sehari sampai sekarang. Ada yang nyeletuk, "Lhoh ngapain dipompa kan kamu nggak kerja (nggak bakal ninggal Aiden untuk bekerja)?" Jawaban saya selalu sama. Saya rutin memerah karena 1) Kalau hanya disusukan nggak diperah tuh rasanya payudara saya keras nggak nyaman, dan 2) Ya ninggal kerja sih mungkin enggak (atau belum), tapi kan bisa aja ninggal untuk urusan lain kaann. Jadi lebih safe rasanya kalau punya tinggalan ASIP di rumah. Itu sih jawaban pribadi saya aja dan jawaban orang awam. Hehehe. 


Tapi, ternyata ada loh beberapa kelebihan memerah dengan alat pompa. Hal-hal berikut ini saya ambil dari Buku Pintar ASI dan Menyusui karya F. B Monika, seorang konselor menyusui dan La Leche League Leader.
  1. Menghemat tenaga ibu karena mesin pompa (elektrik) yang melakukan kerja fisik bagi ibu.
  2. Menghemat waktu memerah dan mendapatkan hasil perah yang lebih banyak. 
  3. Menghemat waktu mempelajari penggunaan alat. Belajar mengoperasikan alat pompa tidak membutuhkan waktu lama dibandingkan mempelajari teknik memerah tangan.
  4. Lebih efektif dalam membangun produksi ASI.
Pengalaman memberi ASI memang akan selalu punya cerita nya sendiri. Gimana dengan kamu, moms? Any story you wanna share? :))

[Additional info] Karena ada cukup banyak yang nanyain harga dan beli di mana. So, here you go. Saya browsing harganya ternyata bervariasi mulai dari 1,8 - 2,2 juta. Mungkin kembali ke faktor luck atau pintar-pintar nawar (kalau belinya di toko temen, hehehe). Pompa ASI ini gampang kok ditemui di mana-mana. Di toko-toko yang menjual perlengkapan bayi biasanya ada. Kalau nggak sempat keluar, biasanya di online retail company atau online shop juga banyak.

Happy hunting, momskies! :)



Love,










***
Philips Avent Comfort Single Electric Breast Pump is sponsored by Philips AVENT.

Follow Philips Avent's social media: Facebook - Twitter - Wesbite to catch up their latest updates.


44 comments:

  1. Arghhhhh ini pompa ASI sudah masuk whislist, tapi budgetnya >.< Arghhhhhh belum lagi beli stroller dan baby warp u.u. Belum biaya RS pas lahirin u.u *ehhh malah curcol*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ayo nabung, Mba Dweedy. Enak loh ini breast pump nya. Hehehe

      Delete
  2. bener banget, meski gak kerja buka berarti gak butuh mompa ASI
    aku ngerasain enaknya mompa ASI saat anak kedua. tapi sayangnya gak lama *hiks*

    ReplyDelete
  3. Enak memang kalau pompa asinya nyaman yaaa

    ReplyDelete
  4. kasih bocoran harganya donk Mami Ubi ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berkisar antara 1,8 - 2,2 juta, Mba :)

      Delete
  5. selamat atas kelahiran ananda Mam... saya dulu juga memerah ASI tapi pake yang manual

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mba. Pompa ASI memang cocok-cocokan yah. Kalau aku kebetulan kurang telaten dg yang manual, hehehe.

      Delete
  6. semoga lancar terus ya mak ASI-nya, biasanya kalo anak cowok katanya rakus nenennya...gitu juga nggak baby Aiden??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, sampai aku jadi ikut lafar teruuuss >.<

      Delete
  7. Semoga lancar Asix ya mak... aku jadi mupeng nih... dulu jamannya Kynan baru beli yang manual dan capek sih tapi alhamdulillah sukses asix juga, setuju banget kalau pompa asi itu memang cocok-cocokan

    ReplyDelete
  8. Inget waktu lahiran anak pertama dulu, pake pompa asi yang tradisional dan manual. Sakitnya kemana-mana waktu memerah asi pake pompa itu

    ReplyDelete
  9. wah makin kesini pompa asi makin modern dan praktis ya mak, dulu aku liat punya mamaku yang dipencet-pencet alatnya, kayanya cape banget kalau dalam waktu lama pake itu, kalau punya baby nanti mau beli kaya gini juga lah hihi

    Salam,
    Leeviahan Blog

    ReplyDelete
  10. Semangat mami ubi. Tetep konsisten beri asi pada dedek bayi ya. Aku kg lagi jd pejuang asip nih. Hehe udah nulis cerita tinggal dipublish aja.

    Oh iyaaa penting jaga2 ya klo kita lg keluar kan udh ada stok asi jadi aman.
    Jd pgn cobain avent juga nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat juga untuk dirimu ya, Mak. Semangat untuk kita semua :*

      Delete
  11. aaaaa..jadi mauuuu,jadi lebih simpel ya mak nggak rempong. belum ngebayangin,rada bingung juga soalnya kan belum pengalaman hehehe..makasih ya mak sharingnya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mak. Semoga ada manfaatnya :)

      Delete
  12. cocok mak,, itu pompa electric memang bikin asiable banget .. iya bisa bikin lancar, karena kita nggak capek dan tinggal nerima hasilnya dibotol ,, mantap dah ah,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa sambil gadget-an *teuteup* Bahahaha

      Delete
  13. Bekal mrospek kakak ipar yg lagi hamil. Cihuyyy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cihuyy, semoga cocok juga untuk sang kakak ya, Mba Ratri :)

      Delete
  14. Masi di rs kah? Apa sudah dibawa k home?
    Phillip mang jwaraaa

    ReplyDelete
  15. Jadi, memerah yang banyak baru diizinkan bobok cantik, ya. :D
    Aku mau pompa yang ini ya, Kak. :D

    ReplyDelete
  16. aku dulu punya pompa phillips avent ini mba.. tp kmudian bbrp bln lalu aku ksh temenku, krn mikirnya ga mw punya anak lg ..;p hahaha apa daya Tuhan berkata lain.. jd tpksa deh beli lagi :D tp yg kmrn manual sih... elektrik beneran mantep jg perahannya ya... ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Sama, Mak kalo itu. Pas Ubii nggak nenen lagi, aku sewa-sewain breast pumpku. Balik-balik sudah agak bladus dan nggak seenak saat masih dipakai sendiri. Harusnya kita simpen aja yah :D Iya, mantap :D

      Delete
  17. sempet baca tentang virus cmv yg bs nular ke baby lewat asi.. trs kok skg ksh asi ke aiden? kebetulan aq lagi galau masalah kasih asi ke baby.. igg ku positif tp igm nya negatif.. barang kali ada pencerahan buat aq mak >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan yang bagus, Mbak. Terima kasih ya. Jadi gini. Dulu saat aku berhenti kasih ASI ke Ubii, status CMV ku adalah positive di Antigenemia darah nya. Saat itu IgG IgM negative. Namun karena Antigenemia darah positive, dokter menyarankan untuk stop ASI saja. Nah, untuk Baby Aiden ini, tentu aku sudah cek status CMVku. Ternyata antigenemia darah dan urine negative semua. IgG dan IgM pun ajaibnya juga negative. Jadi aku diACC untuk memberi ASI pada Aiden. Perkara boleh tidaknya memberikan ASI dengan kondisi IgG CMV positive ini sebetulnya memang masih banyak diperdebatkan, Mbak. Ada dokter yang suggest untuk stop. Ada pula yang bilang monggo silakan tetap ASI. Jadi, aku kembalikan lagi pada masing-masing ibu. Teman-temanku sendiri pilihannya macam-macam. Ada yang terus menyusui, ada yang stop, dan ada pula yang ambil jalan tengah yaitu tetap memberikan ASI namun di-pasteurisasi terlebih dulu. Semoga bisa memberi cukup gambaran ya, Mak :)

      Delete
  18. Mbak, ini perintilan2nya yg bersentuhan langsung dgn payudara aman kan kalo disterilkan? Pernah baca katanya kalo kebanyakan disteril bisa melar! Saya punya persis ini tapi blm pernah coba (due next month)!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Mbaaaa. Menurut pengalamanku, aman-aman aja. Selama ini aku sterilkan masih awet semua parts nya, nggak ada yang melar atau apa. Due date nya bulan depan? Semoga dilancarkan yah ^^

      Delete
  19. Halo mba pernah coba spectra 9+ ? Enakan mana ya sama avent? Soalnya aku nyoba bp avent manual asinya gak keluar sama sekali.. ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba Lingga! Sorry banget baru balas. Aku belum pernah coba Spectra 9+ nih, jadi gak bisa compare. Pernahnya coba Medela, selain Avent. Ini aku Avent electric, Mba. Enak sih dipakenya, IMHO ya. :)

      Delete
  20. Mba sekali mompa dpt brp ml y mba? Plis respon yah mba..sy pk yg manual, n kpikiran nbung utk bli yg elektrik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu pas masih masa ASIX, sekali mompa PD kanan-kiri kayaknya bisa dapet 200an, kurang lebih. Kalo ga salah inget ya. Hehehe. Sekarang sudah jarang banget mompa, kecuali kalo lagi ninggal anak ke luar kota. Sekarang udah gak sebanyak dulu. Recommended kok, Mba. Jadi gak pegel mompa-mompa sendiri. Heuheuheu :)

      Delete
  21. Mb berisik ga pompa avent nya ?

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...