Sunday, March 20, 2016

DIY Finger Paint Yang Aman Untuk Bayi 6 Bulan

Cari-cari ide kegiatan Montessori untuk bayi 6 bulan yang gampang? Adaaaaa. Sambil kotor-kotor sedikit nggak apa-apa, kan? Kan katanya nggak kotor, nggak belajar. Jawabannya adalah finger paint! Bikinnya gampang, seru, dan bermanfaat.


Terus, emang nggak khawatir kalau tertelan gitu? Ya, makanya, finger paint nya bikin sendiri aja. Jadi tentu akan lebih aman. Yuk, bikin finger paint untuk dimainkan oleh bayi kita.

Saya mulai berani mengajak Baby Aiden main finger paint dengan pertimbangan usia nya sudah memasuki 6 bulan, which means ia sudah mulai makan. Jadi, kalau misal ada setetes-dua tetes yang masuk mulutnya dan dikecap-kecap, nggak apa-apa lah.

Toh, tetap aman kok. Kan bikin sendiri dari bahan makanan. Here's what you need:

Bahan:
  • Tepung terigu
  • Air. Pakai air matang yah, karena kita mau bikin finger paint yang aman jika nggak sengaja masuk mulut
  • Pewarna makanan
Alat:
  • Baskom/mangkuk untuk tempat adonan
  • Sendok untuk mengaduk adonan
  • Loyang kue untuk main nya
Cara:
  1. Tuang tepung terigu ke dalam baskom. Takarannya fleksibel aja. Sesuaikan dengan berapa banyak finger paint yang ingin kita bikin.
  2. Tuangkan air ke dalamnya.
  3. Tuangkan sedikit pewarna makanan. Kemarin sih saya 1/2 sdt aja sudah cukup banget.
  4. Tambahkan air kalau adonan dirasa terlalu kental. Tambahkan tepung terigu kalau adonan dirasa terlalu encer. You measure it yourself yah, moms.
  5. Setelah didapat tekstur yang kita rasa pas, tuang ke loyang kue untuk sarana bermain nya.

Saya menyiapkan 2 loyang kue. Satu untuk Baby Aiden dan satu lagi untuk Kakak Ubii. Jadi mereka berdua sama-sama main finger paint barengan.

Oh ya, jangan lupa juga siapkan alas supaya ceceran finger paint nggak mengotori area rumah (atau, in my case, rumput). Biasanya saya pakai alas berupa taplak plastik yang bisa dibeli meteran. Tapi, entah raib ke mana itu taplak. Jadi akhirnya saya pakai bubble wrap. Kebetulan punya yang ukuran gede. Opsi lain, bisa simply beralas koran aja.

Kakak Ubii mah nggak usah ditanya, semangat banget doi ngubek-ngubek finger paint. Kakak Ubii memang kayaknya fond of tekstur lembek-lembek-basah begini.


Baby Aiden?

Nah, karena ini pengalaman pertama Baby Aiden main dengan sesuatu bertektstur lembek-lembek basah, jadi saya amati banget reaksinya dari mimik wajah dan gesture nya. Ternyata, saya simpulkan Baby Aiden agak jijay/geli dengan tekstur ini. Curios sih masih, tapi mata nya nggak berbinar-binar seperti saat ia sedang excited dengan benda favorit nya.

Saat pertama saya sodorkan finger paint dalam loyang kue, ia hanya diam mematung. Jadi saya celupkan tangannya ke finger paint. Baby Aiden masih cool. Kayak mikir gitu. Berapa kali celap-celup tangannya sendiri, lalu ia sudah terlihat bosan dan ogah-ogahan. Jadi saya coba memberdirikannya sehingga kakinya menapak dalam finger paint. Baru ia semangat lagi. Langsung kembali heboh berusaha menjejak-jejakkan kaki nya yang terasa licin.

Ini beberapa foto keseruan kami hari itu:


Menurut terapis Kakak Ubii dan Baby Aiden (sekarang Baby Aiden ikut fisioterapi juga seminggu sekali untuk stimulasi motorik kasarnya), sangat wajar kok jika bayi/anak tampak kurang interested atau ogah-ogahan bersentuhan dengan tekstur tertentu. Tapi, saran dari terapis, jangan lantas kita menyerah, "Ah, anakku nggak suka, yaudah. Berhenti deh. Lain kali nggak main ini lagi - seperti itu. Instead, lain waktu kita coba lagi kasih mereka tekstur tersebut. Bukan untuk memaksa yah. Melainkan lebih untuk membiasakan supaya anak mengenal dan bisa membedakan bermacam-macam tekstur. Karena mengenal dan experiencing beragam tekstur adalah stimulasi yang baik untuk sensory skill mereka.

Efek jangka panjang nya juga ada. Misalnya Baby Aiden nih. Ia tampak ogah-ogahan pada tekstur lembek-lembek basah. Kelak, in his real life, mungkin ada saat-saat di mana ia harus bertemu tekstur kayak gitu. Misalnya saat main adonan di sekolah (biasanya di TK kan ada tuh main finger paint juga), berjalan di atas pasir basah saat main ke pantai, berjalan di atas tanah becek saat ia main bola di lapangan tanpa sepatu, dan lain-lain. Nah, harapannya, dengan mengenalkan dan membiasakan Baby Aiden terhadap tekstur kayak gini, kelak ia bisa beradaptasi saat harus bertemu tekstur lembek-lembek-basah dan jadi nggak picky. Begitchu arahan dari terapis anak-anak saya.

But, the decision is fully yours yah! I was just sharing. No pressure sama sekali :)

By the way, kalau beli loyang kue, pilih yang cetek/dangkal ya. Kayaknya lebih enak. Jadi, walau bayi belum mulai bisa duduk pun, mereka tetap bisa mengublek-ublek finger paint dalam loyang sambil tummy time/tengkurap. Kemarin Baby Aiden juga main nya sambil tengkurap juga saat ia sudah capek duduk dan saya berdirikan. 

So far, I guess main finger paint begini dengan bayi cukup asyik. Seru aja saat mengamati reaksinya. Tapiiiiiiiii, seusai main, hmm. PR banget bersih-bersihnya. Bersihin alas, nyuci loyang endebrew endebrew, ngucek baju anak-anak yang kena adonan. Jadiiii, lakukan kegiatan ini saat kalian sedang fit aja. HAHAHA.

Kepengin cobain nggak kira-kira? Kalau sudah cobain, colek-colek yaaaaa ^___^

[Additional info] - Menjawab komen dari Adriana Dian, mama muda kece dengan 2 bocil - visit blog nya di www.adrianadian.com yah: Apakah kalau anak main cap tangan/kaki pakai finger paint ini di kertas, paint nya bisa kering? Jawabannya: BISAAAAA! Dulu saya pernah cobain saat main dengan Kakak Ubii doank. Tangan Kakak Ubii saya lumuri dengan paint dan saya cap-kan di HVS biasa. Bisa kering kok. Tapi, ya nggak yang langsung kering dalam sekejab gitu, apalagi kalau adonan paint nya dibikin agak kental. Jadi, dulu saya jemur dulu kertas nya di bawah sinar matahari. Sorenya udah kering. Bisa dipajang di dinding untuk kenang-kenangan.

Coba juga bikin DIY Sensory Basket untuk si kecil, yah.

Baca: DIY Sensory Basket untuk Bayi 6 Bulan







Love




12 comments:

  1. Halo Ubiii, halo cimoooll. Hihi. Mak Ini kalo dibuat cap tangan trs dijiplak dikertas/karton bisa kering ngga sih? Ntar cobain aaaah. Makasi sharingnya ya mami Ubiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa banget, Mak. Awalnya mungkin kertas nya bakal basah keplek-keplek. Jemur aja dulu, lama-lama kering kok :)

      Delete
  2. Hihihi.. Arya dulu juga ogah-ogahan sm benda2 yg teksturnya lembek2 gt. Jijay kayanya. Tapi krn di PAUD dia sering dpt materi mengelem, dll, mau ga mau, ya akhirnya mau juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalau di PAUD banyak kegiatan pegang benda aneka tekstur ya, Mak :D

      Delete
  3. senengnya liat mereka berdua maen..

    ReplyDelete
  4. Betul sekali mbaa, jangan mudah menyerah saat anak belum tertarik,, dan sensoryplay ini bagus banget memang untuk motoriknya plus happy kan sambil main-main :)

    ReplyDelete
  5. Gesongg!!! Kapan2 anak kita main bareng yuk.hahaha

    ReplyDelete
  6. Kalo pake bubble wrap gitu si Ubii sm Aiden sibuk mecahin bubblenya nggak? Trs itu wrapnya bisa dipake ulang kan?

    ReplyDelete
  7. Kalo pake bubble wrap gitu si Ubii sm Aiden sibuk mecahin bubblenya nggak?

    ReplyDelete
  8. pengen nyobain... tapi kayaknya pe-er banget bebersihnya hahahahaha... *mamakpemalas*

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...