Friday, August 30, 2019

Diari Papi Ubii #37: Answering Instagram Question

Bulan Juni kemarin Adit nyobain fitur Questions di Instagram. Pertanyaan-pertanyaan yang masuk mau dijawab buat bahan Diari Papi Ubii. Akhirnya kelar nulisnya ... 2 bulan kemudian. LOL!


Siapa aja yang merasa ikut nanya kemarin? Nih jawaban Adit, in case kalian masih nungguin heheh.

Adit:
I find that when you open the door toward openness and transparency, a lot of people will follow you through — Kirsten Gillibrand
Melalui Instagram Story tanggal 25 Juni 2019, saya mengundang teman-teman untuk bertanya tentang apa saja yang nantinya akan saya jawab di blog. Maka, jadilah blog entry ini. Kenapa? Karena awal Juni kemarin saya iseng-iseng waktu tipsy nyobain fitur ini.

EH KOK SERU AMAT HAHAHA!!

Banyak banget pertanyaan-pertanyaan mulai dari yang ngga penting sampai yang serius. And then I thought, kenapa ngga dibikin blogpost sekalian? Alright, without more ado, here are the questions:


Well, awalnya saya mau jawab 5 pertanyaan aja. Tapi kok pertanyaannya seru-seru ya? Ya udah deh saya coba jawab semuanya aja ehehehe…

@chelychelo — Kalau besok mati, mau ngapain hari ini?

Dayum. Belum apa-apa langsung diajar pertanyaan filosofis gini HAHAHA! Anyway, ini terms and condition-nya gimana nih? Saya ngga boleh ngomong ke orang-orang kalau bakal mati besok ya? Kalau seperti itu adanya, ya saya bakal menghabiskan waktu sama orang yang saya sayangin. Let’s say, mulai dari pagi: saya bakal mampir ke rumah Mama Papa, sarapan pakai masakan Mama while watching TV with my brother and sister. Re-enacting my childhood lah intinya. The memories mean a lot to me. Then I will kiss them goodbye one by one. Siangnya, main sama anak-anak. Saya bakal beliin apapun mainan yang Aiden minta, dan bakal gendong Ubii selama mungkin (dia suka banget digendong btw). Malemnya, saya bakal ajak Grace ke KFC hahaha… tempat kita ngedate pertama kali. Dan agak maleman saya bakal propose dia sih. Soalnya seumur-umur saya ngga pernah ngelamar doi. Then I kiss her goodbye.

Lah. Sedih.

Btw, pernah ada tulisan Diari Papi Ubii tersendiri tentang kematian. Baca di Diari Papi Ubii #11: What To Do Before You Die


@gilangpm — Pengalaman sebagai pemilik t*t*t kecil.

Paging Mbak Ata. Iki lho mbak, bojomu kumat.


@gndstory — Apa filosofi hidupmu?

Simpel: don’t be an asshole. Baca Diari Papi Ubii #36: Sini-Kini Dan Tujuan Hidup


@nurul.arifatah.ori — Sex education versi Adit gimana?

Mungkin ini pernah dibahas sama Grace ya. Dasarnya untuk hal ini, Grace nahkodanya. Dimulai dari nyebut alat reproduksi sebagaimana mestinya. Nyebut kelamin cowok ya penis (alih-alih burung, titit, icikiwir whatever you name it), and vice versa — nyebut kelamin cewe ya vulva.

Baca: Pendidikan Seks Di Usia Dini ― Yay Or Nay

Terus juga anak-anak diajarin lagu “sentuhan boleh” yang menurut saya bagus banget buat pemahaman awal soal private area. So far itu dulu karena anak-anak saya juga masih kecil yha. Mungkin kalo anak-anak udah agak gedean, akan saya ajak nonton bokep bareng. Biar nggak sembunyi-sembunyi. Dan saya kasih penjelasan juga, film bokep itu kebanyakan fabricated (yha demi industri juga kan) so jangan terpaku sama standar bokep. Lalu juga bakal saya jelasin pentingnya pake pengaman kalo udah sexually active. On the other hand, saya bakal kasih penjelasan tentang konsekuensi kalau nggak melakukan seks secara sehat: e.g. hamil di luar nikah, atau kena penyakit menular seksual.

Oiya, bakal saya ajak nonton Dua Garis Biru juga. I think that movie is a really brilliant sex ed. Read the review here: Dua Garis Biru, Oh So Relatable


@bety.kurnia.sari — What’s your biggest regret?

Ngehapus tato pertama saya. Kenapa? Soalnya sekarang malah jadi jelek banget kulitnya. Tau gitu kan ngga usah dihapus dulu. But then again, itu satu-satunya tato yang keliatan walaupun udah pake long sleeve so I had to erase it (upon dad’s request).

Wahai teman-teman, pikir 666x sebelum tato yha!

Baca: Diari Papi Ubii #22 ― Why Tattoo?

Ada 1 regret lagi tapi ga gede-gede amet: ngga nyelesaiin S2.


@ariadnedewi — Tentang perjalanan kecintaan dengan fotografi

Saya suka aja semua aspek dari fotografi: memanipulasi cahaya untuk menghentikan waktu dan merekamnya dengan lensa dan rana. Ini ada quote dari Susan Grimes dan saya bener-bener setuju sama doi: “Photography helps you capture anything you feel is important to remember. One photograph is powerful enough to not only remind you of an event or detail, but can bring you right back to the feelings, sounds, and even smells of the moment.”


@mirza_noorilman — 5 tahun lagi mau jadi apa?

Balik ke Jogja, belum tau jadi apa atau mau ngapain. Yang penting balik ke Jogja dulu lah. Sekarang masih tahap brainstorming ide-ide bisnis sama Grace. Doakan saja yha.


@monikanabl — Bagaimana bisa kerja di Kedubes Amrik?

Yhaa… apply. Lol. But seriously. Pas itu saya lihat lowongan saya yang sekarang di LinkedIn, terus apply dengan mengkuti cara step-by-step yang sudah dijelaskan secara sangat jelas di website kedubes. Silakan aja cek secara berkala, siapa tau ada opening yang cucok.


@mekamedyna — Apakah pernah iri dengan keberhasilan orang lain? Bagaimana mengatasinya?

Ya pasti pernah. Di salah satu program cultural kantor saya itu ada initiative yang fokus di pengembangan kepemimpinan anak-anak muda se-Asia Tenggara, dan kebetulan saya pernah ikut 3 dari sekian banyak workshop yang mereka adakan. Itu ya, yang ikut isinya anak-anak muda hebat yang udah bikin komunitas untuk perubahan, empowering society, protecting environmet… pokoknya agents of change gitu. Prestasinya segudang. Tawaran beasiswa sampe ditolak-tolak. Salaman sama presiden-presiden. Rata-rata udah S2 semua padahal umurnya masih 20-an awal. Yha sedangkan saya, umur 33, yang jadi bahan pikiran paling “makan malam nanti mau dimana” atau “dih masih banyak Gundam yang belum kerakit”. Bener-bener berasa butiran debu mah kalo dibanding mereka.

Tapi terus saya mikir, ada juga lho di belahan dunia lain yang bertanya “nanti bisa makan malam ngga ya?”

Well, bener kata orang bijak: You may not be living your dream yet, but you’re living someone else’s dream now. Syukurin aja apa yang ada sih (ini saya juga masih harus sering-sering ingetin diri sendiri anyway). Kalo ngeliat keatas terus, ngga bakal ada habisnya.

Baca: Diari Papi Ubii #36 ― How Do We Value The Valuables?

Side note: ngga pernah ketrigger iri kalo lihat kehidupan orang di social media. Soalnya, that’s their curated, heavily-filtered life. We never know what’s their real life behind those stories and feeds.


@thekarninda — What is fatherhood to you?

HIDIH pertanyaane susah-susah.

Fatherhood ya… for me it’s time to give back to the universe. Sebelum jadi bapak, yang saya tahu cuma take take and take (from my parents). Dan sekarang, I have to give things back to my kids. And hopefully I could share more things to my kids than from what I got from my parents back then.


@vankapramudita — Vasectomy or condom?

Vasektomi! Tapi saya belum ada guts buat melakukannya. So ya sementara kondom dulu aja ehe~


@sylvi_qing — Gimana cara menyikapi suami yang merendahkan pandangan istri?

Ini masih banyak juga terjadi di circle saya. Intinya, kalau si suami dasarnya patriarkis ya susah banget sih. They tend to think women are lower (dan sedihnya di Indonesia masih banyak model ginian).

Baca: Diari Papi Ubii #8 Perempuan Di Mata Saya

Hmmm, kalau mau diusahakan, mungkin bisa dicoba duduk bareng dan ngebahas the best communication tool. Say out loud aja kalau kamu keberatan dengan point of view suami yang menganggap rendah istri. Kalau ngga bisa verbal, coba ditulis di letter/email. Ada orang yang kemampuan verbalnya terbatas, dan lebih ekspresif kalau di tulisan (kayak saya).

Kalau masih ngga bisa, kayaknya emang butuh 3rd party mediation. Bisa dari keluarga, atau pakai professional service (konselor pernikahan).

Baca: Our Experience, Hipnoterapi Pasutri


@missd_dr — Do you believe that you could love 2 person at the same time?

Secara platonis, bisa. Secara erotis, ngga bisa. Baca Diari Papi Ubii #25: How To Cope With Love Affair


@inaaulia_nau — Gimana perasaannya kalo ngadepin istri yang ngambek ga jelas?

Perasaannya? Ya jelas bete. Hahaha… Sering saya ikutan ngambek kalo istri baru ngambek ngga jelas. But then again, Grace itu gampang marah tapi gampang juga redanya. Ditinggal bentar terus dipeluk gitu mostly udah bisa enak lagi. Kalo dipaksain damai while we need some time to blow the steam off, bisa makin parah sih, soalnya when we’re angry, we tend to hurt people. Ujung-ujungnya nyesel.

Phew! Terjawab sudah semuanya. Monmaap kalau ngebosenin yha. Btw kalau ada ide next Diari Papi Ubii temanya apa, please drop a shout di comment ya.

Tabik!

***

Grace:

Yaaa segitu yaa. Next bahas apa ayo kasih ide biar Adit bisa mulai nyicil mikir lol.


Have a nice day!




Love,





5 comments:

  1. Wah kak Adit boleh nih sering-sering nulis dengan template QnA begini, kusuka jawabannya yang menarik. We want more, we want more! :P

    ReplyDelete
  2. Template Q&A nya dibikin berseri kaya celoteh Aiden ��

    ReplyDelete
  3. Template Q&A nya dibikin berseri kaya celoteh Aiden (2)

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^