Tuesday, December 31, 2013

'Aubrey Tidak Akan Minder' di Media Indonesia

credit
Leganya, saya sudah sampai di rumah dengan selamat setelah menghabiskan libur Natal di kampung halaman, Salatiga tercinta. Bayangan leyeh-leyeh setelah sampai di rumah langsung ambyar begitu melihat dapur. Yes, atap dapur beserta kanopi di atas area jemuran saya ambrol 2 minggu yang lalu. Sudah dibetulkan sih. Tapi piring dan kawan-kawannya belum ditata kembali ke tempatnya. FIUH! Batal deh acara leyeh-leyeh.

Ini nih penampakan atap dapur saya yang ambrol. Anyway, ambrol itu Bahasa Indonesia bukan sih? *misfokus*


Sebelum menata piring dan keroco-keroconya ke rak, saya ingin mengalasi permukaan rak dengan kertas koran. Mulai lah saya mengubek-ubek tumpukan koran bekas. Eh, nggak sengaja nemu harian Media Indonesia yang memuat saya, Ubii, dan suami. I want to remember this thing. Tulis di blog ah. :'))

Cerita tentang saya ini dimuat bersama cerita dua keluarga lain yang juga menjadi narasumber di Kick Andy untuk episode 'Aku Ingin Terus Hidup' yang ditayangkan tanggal 13 September 2013 lalu. Judul cerita keluarga saya adalah 'Aubrey Tidak Akan Minder'


***

PERJUANGAN tak kalah panjang juga dialami Aditya dan Grace Melia. Mereka memiliki seorang putri yang saat dalam kandungan terinfeksi virus rubella atau campak jerman. Aubrey, putri sulung mereka, mengalami gangguan pendengaran, kebocoran jantung, serta kerusakan syaraf otak.

Aubrey lahir pada 19 Mei 2012 melalui proses operasi sesar. Ketika dilahirkan, Aubrey tak menangis layaknya bayi pada umumnya.

Kondisinya sangat lemah sehingga harus dimasukkan ke inkubator. "Jadi harus dicubit dulu sama suster, baru menangis," ujarnya.

Ternyata, Aubrey tertular virus Rubella dari sang ibu. Kata Grace, ketika mengandung, tubuhnya mengalami gejala munculnya bintik-bintik merah di sekujur kulit.

Akibat virus itu, pertumbuhan Aubrey tak normal. Berat badannya kurang, sulit berbicara dan bergerak.

Sejak usia enam bulan, Aubrey menjalani fisioterapi di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, tiga kali seminggu.

Setelah selama delapan bulan menjalani fisioterapi, Aubrey berangsur membaik. "Sudah bisa bergerak, tengkurap, angkat kepala. Sekarang sudah bisa makan, kalau dulu sulit karena lidahnya sering keluar," kata Grace.

Grace dan Adit tak pernah menyesal memiliki Aubrey. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bagi mereka, Aubrey adalah anugerah dan berkat Tuhan.

"Meski penyakit ini sulit disembuhkan, Aubrey kami harapkan bisa tumbuh normal, tidak minder. Kami yakin dia bisa karena Aubrey sudah kami persiapkan dari sekarang," ujar Grace. (Pol/M-3)

***

And, yes, Ubii is a miracle from God! :)





4 comments:

  1. terharu baca ini ^^, bener2 inspiratif sekali....peluk cium buat aubrey^^

    ReplyDelete
  2. Peluk cium balik. Aku barusan mampir ke blog mak Hana dan follow juga. Wah banyak resep. Aku cobain resepnya boleh ya :D

    ReplyDelete
  3. Tuhan memang tidak memberikan ujian dibawah kemampuan hambaNya ya mbak

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...