Thursday, April 7, 2016

Blogging Menurut Saya, Bagaimana Menurut Kamu?

Beberapa hari ini, saya membaca beberapa tulisan tentang dunia blogging di zaman sekarang yang menarik-menarik banget. Ada tulisan yang membuat saya membatin, "Oh iya juga yah. Ilmu baru nih!" Ada pula tulisan yang membuat saya tersenyum simpul dan membatin, "Hahaha, aku banget nih!" Tapi, tentu saja ada juga yang bikin saya semacam, "Ih, masak gitu sih?"

Tulisan saya ini bukan untuk menanggapi atau gimana. Cuman kepengin menuliskan apa yang beterbangan di otak saya aja, daripada cuman mengendap sampai lumutan. Hehehe.

Ini editan, aslinya nggak seputih ini

Blogging untuk saya, apa dan gimana sih?

Tulisan terakhir tentang dunia blogging yang saya adalah milik Windi Teguh yang bisa dibaca di sini.

Saya merasa mirip dengan Windi untuk urusan blogging. Mirip dalam arti saya dan Windi sama-sama nggak ngoyo untuk ngeblog karena kami punya sumber pemasukan lain selain dari blog, tapi teteup kepengin blog kami eksis. Hahahaha. Kalau mau dimirip-miripin lagi, kami sama-sama suka mengulas tentang postingan parenting dan curhat di blog kami. Dan, kami sama-sama punya 2 buntut. Yang terakhir nggak ada hubungannya sama blogging sih. LOL.

Ini opini personal saya tentang keriuhan dan aktivitas dunia blogging:


Tentang Tujuan Ngeblog

Blog saya ini sudah lama. Sejak tahun 2010. Saya bikin blog ini murni untuk curhat tentang mantan-mantan saya. Saya yang patah hati, saya yang cinta mati sama dia, dan saya yang menye-menye payah. Mau baca nggak tulisan patah hati saya tahun 2010? Hahaha.

Baca: Satu Hari Sebelum Hati (yang Seharusnya) Bahagia

Lalu, vakum. Saya mulai ngeblog lagi setelah saya tau kalau putri pertama saya memiliki kebutuhan khusus. Awalnya sih, untuk curhat masalah itu juga. Nggak jauh beda lah ya dengan motivasi curcol tentang mantan. Karena masih untuk curhat, format masih alakadarnya. Boro-boro memperhatikan ejaan dan EYD, rata kanan-kiri saja enggak dan suka ngalor ngidul. Although, sampe sekarang sebenernya saya masih ngalor ngidul. Karena ternyata belum banyak yang tau tentang Rubella, yang dialami putri saya, padahal saya merasa itu penting khususnya untuk perempuan, jadi tujuan ngeblog saya mulai bertambah menjadi ingin menulis curhatan tapi yang bisa bermanfaat untuk mengedukasi orang lain. Mulai deh, memperhatikan tata bahasa sedikit demi sedikit.

Saya sama sekali nggak menyangka kalau tulisan-tulisan saya tentang Rubella dan kebutuhan khusus cukup sering dishare. Nggak nyangka juga kalau ternyata saya jadi banyak dihubungi orangtua-orangtua yang senasib karena mereka baca blog ini. Saya jadi makin getol berbagi di blog dan makin sering update.

Time went by, saya pelan-pelan tau kalau ternyata blog bisa menghasilkan rupiah. Tawaran bikin tulisan di blog saya yang pertama kali itu tahun 2014 dari sebuah susu. Seperti blogger-blogger anyar lain, saya seneng dong tentunya. Euphoria dapat tawaran itu bikin saya hepi berat, apalagi konten nya juga nyambung dengan niche parenting yang ingin saya bangun. Tentang fee? Saya japri-japri mama-mama blogger lain yang setau saya sudah pernah bikin blogpost berbayar untuk referensi menentukan fee.

Jadi, kalau sekarang saya ditanya apa tujuan saya ngeblog, jawaban saya, kombinasi antara:
  1. Pengen punya wadah untuk hobi nulis dan curhat.
  2. Pengen menulis sesuatu yang bermanfaat.
  3. Pengen dapat tambahan pemasukan.
  4. Pengen tambah-tambah teman dan kenalan.
Tujuan blogging orang tuh bisa beda-beda banget dan.. bisa macem-macem. Ada tujuan ini sedikit, dicampur dengan tujuan itu, ketambahan dengan tujuan anu. So, I guess, kita nggak perlu mengkuliahi orang ngeblog ini harus begini-begitu karena belum tentu tujuan bloggingnya sama dengan kita. Misal ada yang blognya cuman berisi curhatan dengan kata-kata yang nggak formal, lalu kita kuliahin harusnya kontenmu lebih bermanfaat dong dan lebih rapih supaya dilirik brand - ya nggak pas lah, wong tujuan dia ngeblog memang cuman kepengin curhat dan nggak ngoyo pengin ketiban job kok.

Tapi, itu berarti kita juga harus evaluasi blog masing-masing terlebih dulu sebelum sirik dengan pencapaian blogger lain. Misal ada blogger X yang langganan dapet job review dan katakanlah domisilinya sama dengan kita, sementara kita jarang banget dapet. Sebelum langsung sirik dan membatin, "Ah dia lagi, dia lagi. Palingan kenal tuh sama yang ngasih job makanya dapet terus," coba tanyakan hal-hal ini ke diri sendiri:
  1. Seberapa sering aku update blog? Sebanyak blogger X?
  2. Gimana gaya nulisku? Apa cuman gitu-gitu aja atau dikasih tambahan sumber lain entah ilustrasi, video, deelel yang bikin catchy kayak blogger X?
  3. Seberapa sering aku share tulisanku sehigga orang ngeh kalau blogku ada?
  4. Seberapa banyak kenalanku? Apa hanya itu-itu saja?
  5. Seberapa mau aku berusaha all out supaya tulisanku dibaca/dikomen/dishare?
  6. Seberapa rapi blogku? Ada niche atau gado-gado?
  7. Seberapa berani aku berniat punya jaringan baru dengan menyapa lebih dulu baik di dunia maya atau saat event?
  8. Silakan ditambah...
Tujuan blogging itu tadi juga yang bisa bikin kita evaluasi seberapa pengen tulisan kita dishare. Misal tujuan kita cuman curhat tentang tetangga.


Tulisan curhatin tetangga tentu nggak ada faedahnya untuk orang lain, kan? Kecuali, mungkin, dia punya pengalaman yang sama atau pengen menyindir tetangga nya (hehehe). Jadi, mana mungkin dengan konten tsurhat yang scope nya kecil kayak gitu kita berharap tulisan kita banyak yang nge-share? Berarti sudah tau dong, sebelum gigit jari karena tulisan sepi nggak ada yang komen atau share, coba lihat dulu apakah kontennya memang dibutuhkan/diminati orang sehingga layak dishare?

The bottom line is.. tentukan dulu apa tujuan ngeblog kita. Karena once kita tau dan yakin apa goal kita, kita juga nggak akan gampang insecure/panik/galau/sirik saat blogger lain membahas Alexa, DA/PA, sasaran pembaca, rate card, niche, dan lain sebagainya.


Tentang Niche Blog

Ada yang pilih punya niche khusus di blog nya sehingga lebih mudah membangun image dan branding. Ada juga yang pilih gado-gado karena suka nulis beragam tema. Ya, sah-sah aja itu mah. Saya pilih niche blog parenting simply because banyak hal yang bisa dikulik dari dunia parenting (bagi saya) dan saya memang suka. Saya sih nggak tau gimana taunya apakah branding blog kita sudah jalan atau belum. Saya merasa branding blog Diari Mami Ubii di parenting sudah mulai jalan justru dari Mba Indah Julianti yang pernah memakai blog saya sebagai contoh. Duh, hepi banget. Makasih, Mba InJul. *narsis terang-terangan*

Nah, untuk niche ini, karena saya membangun branding di dunia parenting, jadi saya juga membatasi diri untuk job dan kesempatan datang event. Kalau saya dapat tawaran tapi melenceng jauh banget dan jadi harus bikin blog saya keliatan melepas jiwa emak-emak, biasanya saya tolak. Bukan karena sombong, bukaaann. Tapi, lebih supaya saya nggak mengecewakan yang udah kasih job. Ini juga masih related to fee sih, to be honest. Kalau fee nya lumayan besar, ya saya pikir-pikir dulu. Bohong lah kalau fee gede kita langsung rela melepas, kecuali kita sudah sekelas Diana Rikasari.

Untuk kesempatan datang event, juga sama. Tapi saya bahas di poin setelah ini aja yah.


Tentang Datang Event

Biasanya pertimbangan saya untuk datang event yang diselenggarakan oleh brand (bukan event kecil komunitas ya):

Tema. Pernah ada open opportunity mendatangi event keren di Jogja, kota domisili saya. Keren karena narasumbernya top, akomodasi sangat mewah, dan ada kesempatan membangun jejaring dengan blogger lain yang nggak hanya berasal dari Jogja. Event ini terbuka, dalam arti siapa pun boleh daftar untuk diseleksi. Saya nggak daftar karena tema nya nggak sesuai dengan niche blog saya. Furthermore, ini tema yang berat untuk saya dalam arti saya suka nggak mudeng kalau harus ngomongin tema ini. Padahal sebaiknya blogger yang datang menulis hasil diskusi di blog masing-masing. Saya merasa overwhelmed dan nggak mau memaksakan diri. Selain itu, lebih baik kuota pendaftar diisi sama blogger-blogger yang memang berminat, tertarik, butuh ilmunya, dan sesuai dengan blog nya. Kalau bisa sih, jangan maruk.. Kalau memang kita nggak minat-minat amat, kasih lah jatah kuota ke blogger lain aja yang memang kepengin banget dateng. Berbagi kesempatan dan rezeki gitu maksudnya.. :)

Sebaliknya, kalau tema nya nyambung dengan blog dan minat saya, saya biasanya pengin hadir kalau memang nggak ada halangan, walau nggak ada iming-iming fee dan/atau goodie bag. Balik lagi ke kebutuhan dan tema sih ya sebenernya.

Kecuali untuk event-event kecil yang diadakan oleh komunitas yang paling saya ikuti (Kumpulan Emak Blogger), saya jarang banget datang event hanya untuk ketemu/ngumpul-ngumpul sama sesama blogger kalau memang saya nggak cocok dengan tema acara. Kalau buat saya, ngumpul-ngumpul kan bisa di lain kesempatan aja. Nggak perlu menjadikan sebuah acara untuk jadi alasan kumpul-kumpul karena udah lama nggak ketemu. Kasihan penyelenggara nya kan kalau blogger-blogger nya malah sibuk ngeriung sendiri dan nggak nyimak acara padahal bikin acara itu banyak banget printilan dan usahanya, Jendral!

Jarak. Kalau jauh banget dan perlu ongkos pribadi (entah untuk transport atau beli makanan sendiri), saya suka hitung-hitung dulu. Kalau memang tema nya saya suka dan saya ada budget, ya datang. Kalau tema nya nggak gitu saya minati dan lagi kere, saya pass.

Anak-anak. Ini pasti jadi pertimbangan utama para mama blogger. Anak-anaknya ada yang menjaga atau enggak saat kita datang event? Kalau emang ada yang menjaga, ya berangkat. Kalau emang ada yang menjaga tapi anak sedang kurang fit, ya pass. 


Tentang Rate Card

Biar lebih gampang, saya suka nyebutnya fee aja. Menurut saya, sebetulnya kita nggak punya kapasitas dan porsi untuk menggurui blogger lain tentang fee yang pantas dan nggak pantas, kecuali kalau memang kita ditanya lebih dulu. Kalau ada blogger X mau-mau aja menerima seratus ribu di mana biasanya kita ogah dibayar hanya dengan segitu, ya sudah. Nggak perlu komentar gimana-gimana kalau memang blogger X nggak tanya pendapat kita. Kita nggak pernah tau loh seratus ribu itu bisa segimana berguna untuk orang lain.

Kalau saya ditanya apakah mau menerima advertorial seharga seratus ribu, saya nggak mau. Tapi, sebelum menolak, biasanya saya lihat-lihat dulu rule nya, dari siapa, dan konten nya seperti apa. Kalau yang minta adalah sebuah brand di mana harus ada 2 link do-follow dan saya harus memikirkan konten nya matang-matang (karena bukan parenting), saya ogah. Ogah karena sekarang saya merasa ada keterbatasan waktu untuk saya ngeblog setelah punya 2 anak dan saya alhamdulillah sekarang punya sumber pemasukan lain selain dari blog. Jadi, untuk saya pribadi, seratus ribu nggak nutup.

Beda dengan dulu di mana pemasukan saya cuman dari blog. Anak saya masih 1 doank sehingga waktu blogging lebih banyak. Dan saya memang masih kepengin memperkaya pengalaman menerima kerjaan. 

Kalau ada blogger yang masih mau menerima job seharga seratus ribu, ya biar aja. Itu kan pasti sudah mereka pertimbangkan. Mungkin mereka memang suka tema job nya, punya banyak waktu online, nggak ada sumber pemasukan lain selain dari blog, pengen memperkaya 'CV' blog mereka, dan mungkin alasan-alasan lain. 

Intinya, ada banyak faktor lah yang membuat blogger mau menerima fee menulis sekian dan sekian. Dan itu macam-macam. Bener-bener nggak bisa disamaratakan. And we better respect their choices.


Tentang Alexa, DA/PA, dan sebangsanya

Jujur, saya nggak gitu ambil pusing dengan angka-angka itu, kecuali memang ada lowongan job di blog yang saya pengen banget daftar. Saya cuma bisa berusaha meningkatkan angka-angka itu dengan update blog dan share blogpost. Ada teman yang kasih saran untuk sering-sering blogwalking supaya Alexa ramping dan DA makin menanjak. Apa daya, wong waktu pegang gadget aja dibagi-bagi untuk update blog dan bikin gawean, jadi blogwalking saya memang nggak bisa rutin. Terus saya manyun? Enggak tuh. Kalau ada teman blogger lain yang Alexa nya jauh lebih oke dan DA nya jauh lebih keren, ya uwis. Berarti memang saya harus mengakui bahwa dia aktivitas blogging nya (update, share, dan blogwalking) nya juga lebih rajin sehingga ia layak dapat blog score yang lebih keren juga. Ngapain juga sirik, wong saya juga sadar banget kalau aktivitas blogging saya masih begini kok.

Tentang Alexa atau apalah apalah nya itu, sah-sah banget juga kalau kita getol meningkatkan. Tapi, ingat tujuan kita ngeblog aja kalau saya bilang. Dan, ingat, rezeki udah ada yang ngatur kok.. 


Tentang Blogwalking

Kalau ada yang merasa blogger X sombong karena jarang BW balik, saya merasa syedih. Hahaha. Kadang kita gampang banget ya melabeli orang lain dengan 'sombong' / 'angkuh' / 'sok seleb' dan lain-lain. Cuman berdasarkan apa? Cuman karena oknum tersebut jarang balas kunjungan virtual kita. 

Menurut saya sih jangan lah kayak gitu.. Beneran lho, kadang waktu pegang gadget seseorang itu bisa terbatas banget. Pun itu masih dibagi-bagi untuk misal update blog, ngeshare postingan di media sosial, ngecek dan membalas email, bikin kerjaan lain yang bukan dari blog, dan lain-lain. Coba, kalau waktu pegang gadgetmu terbatas karena keriuhan ngurusin anak dan ada banyak kepentingan yang harus dikerjain pakai gadget, pasti blogwalking juga akan jadi nomer ke sekian kan? Pasti kamu akan mendahulukan kewajibanmu dulu kan, baru kalau ada sisa waktu, blogwalking deh. Ya kan?

Jadi, dia sombong karena nggak pernah komen balik = judgmental banget.

*Testimoni dari saya yang waktu gadget-an terbatas sehingga jarang BW dan merasa tidak sombong* *hahahaha*


Tentang Pembaca

Dulu saya pernah merasa kecil. Saya ngerasa blog saya kok komennya dikit banget kayak nggak ada yang baca padahal saya ngeblognya sepenuh hati. Kalau kamu pernah merasa kayak gitu aja, eits tunggu dulu!

Setelah saya amati, kayaknya pembaca blog saya banyak juga yang ibu-ibu non blogger. Ibu-ibu non blogger begitu biasanya milih untuk langsung menyapa saya di komentar FB untuk menanggapi postingan blog saya. Jarang banget ibu-ibu yang non blogger lebih milih untuk komen langsung di blogpost. Ada yang email, message, dan komen di media sosial saya. Saya jadi hepi lagi. Hehehe. Itu bikin saya mikir bahwa kadar kekerenan sebuah blog nggak bisa hanya diukur dari banyaknya komentar yang nangkring di blogpost nya.

Ini nih yang bikin hepiiiii:

Jadi, kalau kamu merasa blogmu sepi komentar, jangan langsung down ya... Bisa jadi pembaca mu adalah orang-orang yang bukan blogger dan tipe silent reader. Pokoknya tetap ngeblog dari hati aja dan semangkaaaaaaa!

semangat kaka


Tentang Merekomendasikan Blogger

Boleh percaya boleh nggak, saya bukan tipe blogger yang pilih-pilih kalau dimintai rekomendasi blogger lain dari sebuah agency/brand. Misal saya diminta rekomendasi mama blogger untuk mengulas produk bayi, ya saya kasih tuh nama-nama mama blogger yang saya tau punya bayi. Saya nggak pilih-pilih mana yang lebih dekat dengan saya, saya ajukan. Yang nggak akrab, nggak saya ajukan. Kadang-kadang, jujur aja, memang terbersit keinginan kayak gitu.. Mengajukan hanya nama-nama yang akrab dengan saya.. Tapi, on second thought, kok kayaknya kalau saya kayak gitu saya bakal menutup kemungkinan pintu rezeki buat blogger lain yang nggak akrab sama saya. Saya takut kebales. Hehehe.


Tentang Menanyakan Contact Sebuah Brand

Walau saya nggak pilih-pilih, saya amat sangat menghargai blogger yang tau etika. Maksudnya gini, ketika saya memang nggak dimintai rekomendasi blogger lain dari sebuah brand, ya jangan memaksa saya untuk memasukkan namamu.. True story:

Blogger X: Mba Gesi, minta kontak brand ABCDE dong..

Saya: Untuk kepentingan apa ya, Mba?

Blogger X: Mau coba-coba email siapa tau dikasih job juga kayak dirimu dulu itu.

Saya: Aku tanyain dulu ya, Mba ke orangnya, berkenan nggak kalau kontaknya dibagiin.

(Lalu saya beneran nanyain dan ternyata brand ABCDE nggak berkenan kalau kontaknya dibagikan dengan alasan saat itu memang nggak sedang cari blogger)

Saya: Mba, maaf ya, brand ABCDE katanya lagi nggak butuh blogger, jadi orangnya keberatan kalau aku share emailnya..

Blogger X: Nggak papa, Gesiii. Aku kan cuma mau coba-coba aja, siapa tau nyangkut. Jangan pelit-pelit lah. Aku minta yah email nya.

Honestly, saya jadi nggak respek lagi dengan blogger X itu, karena dia pushy dan nggak tau etika. Maksa minta kontak sebuah brand padahal brand tersebut nggak bolehin lalu kita nya yang dibilang pelit karena ogah ngasih? Ya nggak gitu lah etika nya.

Saya adalah tipe orang yang nggak pernah langsung berani memberikan kontak orang lain (baik itu orang, brand, agency, deelel). Saya pasti merasa butuh untuk tanya dulu apakah mereka berkenan atau nggak kalau kontaknya saya bagikan. Kalau mereka nggak berkenan, ya sudah saya nggak kasih. Bukan berarti kita mau pelit yah. Tapi, kalau memang nggak diizinkan, ya masak kita mau nekat? Salah-salah malah hubungan saya dengan brand ABCDE jadi nggak enak kan. Saling tau posisi masing-masing lah ya..

Semoga di antara kalian nggak ada yang pushy kayak gitu.. :')))


Tentang Infografis

Blogpost jaman sekarang banyak banget yang juga menampilkan infografis yang menarik banget. Jujur, saya kecil hati karena saya nggak bisa bikin infografis kayak gitu. Hayo ngaku, pasti kamu juga ada yang kecil hati juga kan karena nggak bisa, kayak saya? Hehehe.

Di blogpost nya, Windi bilang kalau blogging itu juga mengalami pergeseran. Yang dulunya cuman untuk curhat, sekarang bertambah jadi untuk meraup berlian. Sama dengan konten. Blogpost yang dulunya cuman berisi tulisan, sekarang diwarnai dengan ilustrasi-ilustrasi entah berupa infografis, gambar, gif, video, dan lain-lain. Dan, itu wajar kan. Things are progressive. They always are. Learn and get smart, or get left behind.

Terus gimana? Kalau kita memang nggak bisa bikin infografis apa iya kita jadi kudu angot sendiri? Ya nggak gitu juga. Kita bisa menyiasati dengan bikin yang lain yang kita bisa. Misalnya foto dikasih text untuk pembuka blog atau komik kartun yang bisa dibikin dari website gretongan. Sampai saat ini, masih sebatas itu yang saya bisa pelajari. Untuk infografis, saya emang belum pernah coba bikin. Alasannya entah waktu nggak ada lah, waktu abis buat yang lain lah lah, atau... malas. Hahaha.

Nah, berhubung saya sendiri memang masih punya faktor kemalasan itu, ya saya nggak muring-muring kalau liat temen blogger lain sudah melesat dengan infografisnya sementara saya masih di sini-sini aja.. Jadi, sebelum kamu sebel kenapa blog yang banyak dilirik jaman sekarang adalah yang kaya ilustrasi, coba cek-en-ricek, sejauh dan segetol apa kamu mau/sudah belajar untuk keep up with the trend?

***

The bottom line is.. each and every one of us punya alasan dan tujuan masing-masing dalam blogging. Punya pandangan masing-masing tentang event mana yang perlu/ingin didatangi dan enggak. Punya pertimbangan masing-masing tentang kepantasan balas jasa dari kerjaan di blog. Who are we to judge? Saling menghargai pilihan satu sama lain. 

Mengutip kata Indah Julianti: Nggak perlu terpengaruh keriuhan (dan keributan) yang bikin saling menilai mana yang lebih oke.

(Kalau ikut keriuhan yang seru-seru sih boleh aja, kayak gini nih ikutan yang seru - lihat juga punya Windi di blognya yah)




Mengutip kata Mira Sahid: Teruslah menulis, maka kamu akan tau siapa dirimu.

Bagaimana blogging menurut kamu?




Love,








44 comments:

  1. Dan saya suka gaya penulisan mami ubii ini. Yess ngeblog buat saya juga ajang curhatan aja haha. Eniwei saya mau baca dulu curhatan mami ubii thn 2010 itu aaaah ��

    ReplyDelete
  2. Aku pribadi gak tau dianggap blogger yang kayak apa. Yah diundang event pas dengan niche blogku, ya aku dateng.
    Dapet job sesuai dgn niche blogku, yasudah aku take.
    Ttg fee kecil tp sesuai dgn blogku, aku take it :)
    Pernah juga aku ditawari tulisan 100rb aku tolak, krn gak sesuai dgn niche ku.
    Tapi kalo sesuai dgn blogku, dikirimi barang tapi bayarannya 100rb ya gapapa juga, itu karena aku butuh barangnya dan aku suka.

    Mau kecil atau gede feenya, intinya tulisan aku gak mau dibatasi atau diatur.
    Sering dateng ke event dicap blogger event? Yah monggo aja. I dont care what people said :)
    Terlalu sibuk mikirin urusan orang kita jadi gak maju2 :)

    Aku ngeblog untuk meninggalkan jejak utk orglain supaya bermanfaat.
    Aku ngeblog utk sharing. Dan sukur2 kalau bisa menghasilkan uang. Dan yang terpenting jangan lupakan EYD. karena tulisan typo bikin sakit mataaa ;))

    Itu aja sih :)

    ReplyDelete
  3. aku suka blog mamiii ubiii.. aku juga merasa slow skrg, ga ngejar apa apa lah. mungkin kmrn2 ikut "panik" ga bisa bikin ini bikin itu, ga bisa ikut ini ikut itu. cuman kebawa suasana aja.. skrg lebih milih ngeblog dgn hati, wau skrg cmn bisa bw bw aja jarang posting..

    ReplyDelete
  4. Aku oengikut blog mami ubi dari jaman nama blognya masih alay..gimmegaety ya? Ampe lupa saking susah dieja. Haha! Btw, syerem ya ada blogger yang maksa gitu minta kontak agency. Jemput rezeki sih pake etika kan ya..tapi Mak Ges makin kece blognya dari hari ke hari oi! Sukses!!!

    ReplyDelete
  5. Kalau aku jaim curhat di blog, Ges. Hihihi ajaib deh kalau aku curhat, tapi mungkin someday bakal ada konten curhat juga, who knows. Ya, kan? :) Aku juga sering dateng ke event tapi ada juga event yang aku ga bisa datang. Soal teknis sih sebenernya. Sering dateng lebih karena sebagai koordinator. Seneng juga bisa ketemu perwakilan dari eo atau agensi. Kalau mereka bilang seneng dengan antusias atau respon blogger rasanya seneng banget. Meski ga dapat fee dan cuma dikasih goodie bag atau makan-makan. Ya anggap aja nanam backlink kalau pinjem omongan Nchie mah.
    Soal job nulis emang sekarang lebih, pilij-pilih. Bukan soal rate aja sih tapi soal lin dofolollow yang diminta. Duh, blogku ini aset. Kalau dihukum Google kan ngeri. Sayang udah lama diurus trus tiba-tiba ilang mah.
    Ah sekian curhatku (tuh kan malah curhat)

    ReplyDelete
  6. Aku menerima job seratus ribuan Maaak (siapa tau ada brand/agency baca komentar ku ini :p)

    Tapi tetaplah syarat dan ketentuan berlaku :)

    ReplyDelete
  7. Aku menerima job seratus ribuan Maaak (siapa tau ada brand/agency baca komentar ku ini :p)

    Tapi tetaplah syarat dan ketentuan berlaku :)

    ReplyDelete
  8. Aku blogger teramat santai, makanya blog ku juga nggak maksimal, tapi itu juga pilihan ya mami Ubii.

    Yang blognya rame viewer, sering dapat job ya rejekinya doi juga pasti ada usaha lebih untuk itu. Semua blogger boleh bergaya suka-suka punya pilihan masing2.. dan kita harus menghargai pilihan2 itu.

    ReplyDelete
  9. Mami Ubii ini bisa ajah yaaa... hihihi

    ReplyDelete
  10. Menjejakkan kaki ah di blog mami ubi, tulisannya adem, gak meledak2 dan bahasanya santun. Aq suka. Meskipun ada bbrp yg blm sependapat, tp krna penulisannya baik aq skip deh

    ReplyDelete
  11. Jujur sebagai pendatang baru, sempet kaget2 melihat keriuhan yang ada. Ternyata selain twitwar, ada juga blogwar XD. Tapi masih bisa nahan diri untuk tidak terpancing, ya terpancingnya sama yang adem2 aja lah, kaya makminnya KEB. Bijak bestari banget nanggepinnya. Love you KEB. Love you Mami Ubii :*

    ReplyDelete
  12. Aku? Aku blogger yang masih polos mami ubii... Tapi mau berteman dengan blogger manapuuuuun *senyam senyum*

    ReplyDelete
  13. Kalau saya sih ngeblog masih seputar seru-seruan. Nggak terlalu pusing mikirin apalah itu. Dan termasuk jarang banget hadir acara blogger

    ReplyDelete
  14. Kalau saya sih ngeblog masih seputar seru-seruan. Nggak terlalu pusing mikirin apalah itu. Dan termasuk jarang banget hadir acara blogger

    ReplyDelete
  15. Saya blogger apa sih. Nulis buat seseruan. Kalau ada yang suka sih Alhamdulilah

    ReplyDelete
  16. Soal balas coment,aq inget dosenku yg punya blog pure buat edukasi dan kasih informasi soal kesehatan dan obat. Sempat mikir, itu coment banyak banget kok ga dijawab y? Eh ternyata memang beliau pilih coment yg butuh jawaban dan yg ga terlalu perlu jawaban, soalnya kalau semua dibalas, ada ratusan ditiap postingan, kebayang kan waktuny habis buat jawab tok=(,padahal beliau ga sombong, cuma memang waktunya dibagi2 untuk hal lain

    ReplyDelete
  17. Jadi berhasrat kepoin curhatan tahun 2010 hahahah..

    ReplyDelete
  18. Kadang ada juga yg ngeblok supaya foto2 pada ga ilang. Zaman digital gini semua difoto dan disimpen. Hard drive mahal, ditaruh di blog aja gratis 😊. Kayak aku

    ReplyDelete
  19. Jadi pengen baca yg ttg patah hatinya nih hahahaha. Kepooo

    ReplyDelete
  20. Jadi pengen baca yg ttg patah hatinya nih hahahaha. Kepooo

    ReplyDelete
  21. Waaaah aku sih malah belum tau nih mau dibawa kemana ini blog.. masih acakadut.. huhu tp senang baca tulisan Makges ini (boleh panggil gitu gak ya? hehe sok kenal) karna gak ada kesan menggurui dan nyinyir malah terkesan santai dan on point banget.. saya juga lagi dalam perjalanan mencari jati diri sebenarnya dalam dunia blogging mak.. hehe

    ReplyDelete
  22. Selalu suka dengan tulisan mama ubii

    ReplyDelete
  23. Duh mba saya sangat setuju dengan postinganmu ini :D

    Jangan melabeli seorang blogger, peace

    ReplyDelete
  24. aku ngeblog cuma bisa ngintilin tulisan mami ubii aja kok :D

    ReplyDelete
  25. Banyak banget ya yang bisa dibahas kalo ngomongin soal blogging. Dan setuju sih sama Mami Ubi. Balik lagi ke tujuan masing-masing blogger. Dan yang lain seharusnya nggak pantes ngejudge :)

    ReplyDelete
  26. nahh pas...pas dihati, setuju semuanya nih setelah membaca dengan penuh helokiti....eh maksudnya hati hihi, setuju banget sama tulisan mami ubii #HidupBloggerHeloKitti #PenulisYangPakeHati ^_^

    www.leeviahan.com

    ReplyDelete
  27. Kepo curhatan mak Ges jaman dulu aahh

    ReplyDelete
  28. Enak banget baca tulisannya mami ubii, runut dan nggak meledak-ledak. Saya setuju banget sama penyataan bahwa setiap blogger punya tujuan ngeblog masing2, itu yg selama ini saya coba pikirkan. Males banget war2an. Tapi emang cara semacam ini kan yg bikin blog seseorang jd tiba2 terkenal. Makanya pas baca tulisan mami ubii ini, dan tulisan mbak windi teguh, rasanya ditengahi atas segala perbedaan. Nggak main tunjuk2 orang lain.

    Makasih udah berbagi pemikiran, Ges.. Maaf ya selama ini Saya jd silent reader. Bukan krn sombong, tapi karena seringnya nggak tau mau komentar apa..

    keep writing! �� salam kenal yaa

    ReplyDelete
  29. Huhuhuuuu, aku belom ketemu dgn dirimu padahal akoooh udah sampe Jogjaaa **mewek**

    Mami Ubii, kapan2 kalo aku ke Jogja lagi, insyaAllah aku kabarin dikau sehari sebelumnya yah. Acara yg di EastParc kemarin itu emang aku terlampau mendadak dangdut ngaabarinnya. Aku juga cuman sehari. Jumat dateng, sabtu pulang, yaaaaah T__T

    *komen yg OOT, tapi menunjukkan kerinduan pd blogger kece ini**

    ReplyDelete
  30. Aku getol banget belajar infografis Ges, sekarang lagi asik bikin komik ala-ala hhahaha. Meski belum se-WAH punya orang-orang tapi aku seneng lho hahaha
    Kadang sedih sih blog sepi komentar, tapi tak apalah yg penting share blog yang bermanfaat. Apalagi aku suka ikut lomba,
    Intinya banyak terinspirasi darimu lhooooo

    ReplyDelete
  31. Mbak Gesi, saya sekarang juga gak mau ngoyooooo bgt buat nurutin tren yg lagi buming. Soalnya saya harus ngajar, ngurus Kak Ghifa, belum soal suami. Awalnya saya juga ngerasa kok aku gak bisa kayak dia atau mereka. Lama-lama saya capeeek bgt yg ujung2nya nyalahin diri sendiri.
    Soal BW, sekarang saya sak kobere mbak. Waktu lebih banyak buat Kak Ghifa, bocah ajaib saya.

    ReplyDelete
  32. hai mami ubi,,,
    aku juga pmembaca setia blog mu ,,tapi seringan silent reader,,,

    aku tuh kagum sama semua hal tentang kamu,,
    ilmu parenting mu juga aku save bekal buat anak2 nanti,,,

    bener banget,,, kadang comment tu gak jaminan,,
    bukannya gak mau comment tapi kadang ribet kalau comment dari hape,,

    untuk BW juga sama,, susah bagi waktunya,,,

    ReplyDelete
  33. Wuiih, panjang banget, mamiih. Pasti ini curhatan terpendam ya. Hehe.
    Aku jarnag bewe, tapi disempetin bewe kalo emang lagi senggang. Ga ngoyo juga soal berapa banyak harus nulis. Sebisanya aja. Karena yang tahu batasn kemampuan hanya kita sendiri. Dan soal fee mulai dari yang terkecil sampai yang jutaan pernah aku rasain. Jadi soal fee sebenernya relatif buat setiap orang ya. SIapa tahu nerima itu pas emang sesuai kondisinya. Pas butuh mungkin. Jadi setuju banget buat nggak menjudge bagaimana harus menjadi seorang blogger. Karena lebih baik sibuk berkarya daripada ngurus orang lain *lho :D Ya intinya sih, ngeblog dibikin fun aja. :D

    ReplyDelete
  34. Aku nih blogger abal2, kebanyakan BW, ga nulis2, BW juga jarang bgt ninggalin komen soalnya bukanya pakai opera mini hihi

    ReplyDelete
  35. Suka deh tulisan ini.
    Kalau ada tulisan sejenis kadang ada yang isinya bikin kaget & membuatku berpikir, wah kalau penulisnya main ke blog aku, bakal disebut blog macam apa nih hehe, sempet ngerasa kecil hati juga. Tapi aku kembali ke niat blog buat semacam terapi (meski jarang curhat) & alhamdulillah klo ada tulisan yg bisa bermanfaat. Selain itu ngeblog jg buat kenang2an. Aku ngiri sama yg telaten ngerawat blog bertahun2 sampe banyak banget itu arsip postingannya. Smntr aku udh ngeblog dari kuliah tp bosenan n bolak balik ganti blog huhu.

    ReplyDelete
  36. Blogging sejak awal buatku memang tempat ngeluarin unek2, apa yg terpikir dan terasa. kalau tiba2 bisa menghasilkan ? itu bonusnya... ngeblog buatku hrs tetap happy, tanpa tekanan dari siapapun atau apapun ;)

    ReplyDelete
  37. Mak ada juga ya yang tipe pushy itu >.< ish, amit-amit.
    Kalo saya sih, ngeblog mah nyante aja ya mak. Saya sih ngeblog karena suka nulis, jadi memang blog ini sarana mengakomodir passion saya itu. Seiring perkembangan emang ada mengalami perubahan, bagi saya harus bisa adaptasi dan harus mau belajar. Gak perlu menjadi si a,b,c..ngeblog dengan cara kita aja udah cukup.
    Akhir-akhir ini jadi pusing deh, kok makin ribet ya.
    Nah masalah komen, wah saya termasuk nggak masalahin mau bw balik atau nggak. Kalo semua dipikirin, kapan nulisnya? :p

    Well said mak! And always, suka gaya nulismu.

    ReplyDelete
  38. Kalo tujuan ngeblognya mami Ubi mah nggak perlu dipertanyakan lagi, pastinya berguna banget untuk para ibu-ibu pembacanyaaa. Hihihi. Sumber inspirasi dan semangat juga untuk para ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Semangat ngeblog teruz ya mami Ubiiii

    ReplyDelete
  39. ampe skr blog buatku masih sekedar utk sharing pengalaman traveling dan kuliner mbak ;)..ama nyari temen ;D.. belum ada niat samasekali utk cari uang dari sini.. Bukan ga pengin, tapi kerjaan kantorku lumayan banyak menyita waktu.. Pergi pagi, nyampe rumah malam trus, sabtupun masih hrs masuk krn weekend banking. Jadi belum pas kalo dijadiin ajang cari duit ;D.. Tapi buatku, ngeblog mah jgn dibuat ajang saingan ga sehat apalagi ajang saling jelek2in blogger yang lainlah.. ato utk diktein kalo bloging itu harus begini, harus begitu.. Hhaiyaaa, ga enak banget kalo waktu kita diabisin utk ngurusin blog org lainkan :D..

    aku mah kalo BW ke blog temen2, mau seperti apa tampilannya, kalo memang isinya bgs, menarik, hal2 lainnya ga bakal aku perhatiin. mau dia blaes komen ato ga pun, ya sudlah... Toh kita BW tujuannya utk cari bacaan yang bagus, bukan ngarepin didatangin balik ato komen dibalas ;D

    ReplyDelete
  40. wah makasih banget tipsnya, memotivasi banget untuk mengetahui apa tujuan kita menulis dan apa yang sebenarnya ingin kita tulis ><

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...