Friday, June 19, 2015

Operasi Implan Koklea untuk Anakku, Aubrey Naiym Kayacinta


Saya heran. Operasi penanaman implan koklea sudah dilakukan sejak Kamis, 11 Juni 2015 lalu dan puji syukur, sukses. Tapi, saya masih mewek manja aja saat menulis blogpost ini. Saya bingung. Kayaknya mama-mama lain bisa kelihatan lebih setrong sekuat baja, kenapa saya cengeng yah. Mungkin bawaan hormon hamil yah... *blaming zone*


Operasi implan koklea di 11 Juni 2015 kemarin sungguh sangat menguras tenaga dan emosi. Sampai saya nangis. Sampai saya marah-marah ke tim CI (Cochlear Implants). Ada kejadian yang kurang menyenangkan soalnya. Drama banget pokoknya. Apa tuh?



Jadi gini, seperti yang saya ceritakan sebelumnya, Ubii sudah harus puasa susu dan makanan mulai pukul 02.00 dini hari. Air putih masih boleh masuk sampai pukul 06.00. Setelah itu, no liquid's allowed pokoknya. Diperintah seperti itu karena memang Ubii mendapat jadwal operasi di pukul 10.00. Kebayang dong dari pukul 09.00 saya sudah ketar-ketir kayak apa?

Pukul 09.00 dokter THT mulai masuk ke ruangan Ubii untuk melakukan tes Timpanometri (mengecek apakah di telinga Ubii ada cairan). Setelah selesai, kami diminta menunggu. Sekitar pukul 09.20, sudah ada perawat yang menjemput kami untuk mengantar menuju ke instalasi bedah. Saya didorong pakai kursi roda sambil memangku Ubii. 

Pukul 09.30an lah ya kira-kira, kami sudah duduk manis di ruang tunggu instalasi bedah. Sudah terasa banget tuh hawa-hawa tegang saya karena dokter dan suster berbaju khusus (biru-biru) dan memakai sarung tangan dan topi plastik (apa sih istilahnya?) mondar-mandir keluar-masuk area ruang bedah. Muka nya ya begitu, serius-serius. Ada sih yang becanda-becanda. Tapi, tetep aja saya deg-deg an hehehe. Pasien-pasien lain yang juga akan menjalani operasi juga mulai datang silih berganti baik dengan kursi roda maupun kasur dorong (nggak tau istilah medisnya, LOL). Tiap pasien yang sudah menunggu, diberikan baju khusus operasi dan topi. Ubii juga dikasih. Tambah keringet dingin sayah.

Menunggu pukul 10.00 tiba tuh rasanya lamaaaa bangeeett. Eh, lha kok ada perawat nyeletuk dengan keras, "Ngapain itu pasien Aubrey udah di sini? Dia kan masih lama. Orang pasien paginya belum kelar kok."  JEDHIER, saya dan Adit bingung dong. Apalagi kemudian beberapa perawat gantian nanya-nanya kenapa kita sudah turun ke instalasi bedah. Makin bingung dan mulai jengkel. Mood mulai shifting dari yang tadinya deg-degan menjadi kesel dan bingung. Yah, mana saya ngerti yah, kan kami juga cuman nurut sama perawat lantai 7 (lantai kamar Ubii dirawat) yang mengantar kami ke instalasi bedah.

Akhirnya masih menunggu sampai kira-kira pukul 11.00. Puji syukur, Ubii nggak rewel sama sekali. Anteng banget ketawa-ketiwi. Sampai beberapa suster yang mondar-mandir nyeletuk, "Duh, untung yah anaknya pinter, anteng, nggak rewel." Karena Ubii anteng dan nggak bad mood, makanya saya dan Adit juga masih oke-oke aja menunggu di sana.

Usut punya usut, ternyata pasien sebelum Ubii -yang masuk ruang bedah pukul 07.15 pagi- sama-sama operasi untuk penanaman implan koklea, belum kelar. Molor dari yang diprediksi. Prediksi dokter, pasien tersebut bisa selesai sebelum pukul 10.00, makanya Ubii dijadwal operasi pukul 10.00. Well, shit happened. Saya juga kurang mengerti kenapa pasien tersebut bisa molor. Yang jelas, kalau dia belum selesai, ya Ubii nggak bisa masuk ruang bedah. Lha wong dokter THT Otologi yang akan membedah Ubii (dr. Harim Priyono, Sp.THT-KL) masih mengerjakan pasien pertama itu kok.

Saya sudah mulai gelisah. Deg-degan ditambah kelaparan. Utun sekarang kalau belum dikasih makan tuh suka nendang-nendang keras banget loh, beneran. Saya mulai telpon-telpon tim CI dari hearing center pemegang lisensi implan koklea yang dipakai Ubii. Ada 2 orang yang saya telpon. Mereka juga sama kagetnya dengan saya. Nggak nyangka pasien pertama bakalan selesainya molor dan bingung kenapa perawat lantai 7 sudah mengirim Ubii turun. Supaya jelas, mereka berusaha masuk dan menanyakan pada tim dokter.

Kira-kira pukul 13.00, Ubii sudah rewel. Jurus andalan: gendong ala bayi sudah nggak mempan. Kayaknya dia lapar. Ya iyalah. Sudah berapa jam Ubii puasa coba. Digendong berbagai posisi nggak mempan, dibawa jalan-jalan nggak mempan. Ditambah lagi kami masih saja mendengar celetukan-celetukan, "Itu bayi Aubrey orang masih lama juga, udah turun aja" - duh berasap deh rasanya ini kepala. Campur aduk banget antara bingung, kesel, capek ditanya-tanya, sedih, dan terutama kasihan melihat Ubii. Akhirnya... saya lepas kontrol. Saya marah-marah sama salah satu tim CI, yang sebetulnya nggak salah apa-apa. Huhuhu... Saya marah-marah via telepon. Sangking frustrasi nya sampai saya bilang, "Terus gimana ini operasinya? Ya udah lah terserah!" dan sambungan saya matikan sepihak. Saya pun bawa Ubii ngacir kembali ke kamar setelahnya. Sampai di kamar, masih berantakan, masih harus jawab-jawabin pertanyaan teman-teman sekamar Ubii tentang kenapa Ubii belum dioperasi padahal sudah turun ke ruang bedah sejak pagi. AAAKKKK! Saya ketusin semua, tutup tirai, dan nangis. What a day!

Long story short, akhirnya pasien pertama yang operasinya molor itu selesai juga. Tiba lah saatnya Ubii harus turun ke ruang bedah lagi untuk siap-siap. Itu kira-kira pukul 14.00 kurang kali yah. Sampai di area instalasi bedah, Ubii langsung disuruh lepas baju dan pakai baju khusus sekaligus topi nya. Ubii masih rewel dan nangiiisss teruuusss. Mungkin dia lelah...


Setelah Ubii pakai baju dan topi, ada perawat yang meraih dan menggendong Ubii. Ternyata Ubii sudah waktunya ditidurkan dengan anestesi lewat suntikan. Ubii masih menangis kencang saat digendong perawat. Setelah anestesi disuntikkan, tangisnya pelan-pelan mulai pelan-pelan-pelan-dan pelan. Saya sudah mewek banget di situ. Air mata sudah berderai-derai. Saya kira saya akan dibolehkan mengantar Ubii sampai meja operasi. Ternyata cuman sampai di situ saja.


*Notes* Untuk orangtua yang juga berencana untuk implan koklea buat anaknya, don't worry yah. Sebenernya nggak menakutkan sama sekali. Saya aja yang memang cengeng dan gampang nangis. Efek hamil dan efek abis capek-bingung-kesel karena operasinya molor. But, trust me, it's NOT that scary!

Perawat-perawat yang lihat saya mewek langsung suruh saya duduk. Adit langsung kasih saya minum. Mereka kompak bilang, "Inget Utun, inget Utun" dan Adit ajak saya makan. Jadi, kami pun ke kantin pesen rawon. Rawon nya enaaak tapi mangkuknya kecil banget dan itu harganya 25 rebu dong. Duh, ibu kota, you make me broke - ini cerita nggak penting banget yah! Hahaha. Kelar makan, saya pilih nungguin Ubii di kamar saja sambil tidur. Tuh kan, santai banget. Soalnya memang nggak mengerikan sebenernya.

Kira-kira pukul 17.00, saya dapat kabar kalau alat di telinga kiri sudah berhasil ditanam dan saatnya lanjut ke telinga kanan. Jadi saya buru-buru mandi deh. Kira-kira pukul 19.00, saya dapat SMS kayak gini:


Puji syukur, operasi sudah selesai dan semuanya berjalan dengan lancar. Thank God, I felt relieved and grateful instantly. Buru-buru saya turun ke instalasi bedah. Nggak sabar banget rasanya melihat Ubii. Sampai saya nggak sadar kalau saya lari-lari. Wanted to meet her ASAP.

Sampai di instalasi bedah, ternyata Ubii belum terlihat. Kami belum dipanggil. Rasanya jadi lama sekali. Kira-kira pukul 19.30 baru nama Aubrey disebut dengan pengeras suara. Ternyata Ubii sudah ada di ruang pemulihan. Cuman boleh satu orang saja yang menemani. That person definitely was me.

Pemandangan ini lah yang saya saksikan:


Awalnya saya ngeri, karena nggak tega. Lalu perawat menawarkan untuk tukar dengan Adit saja, biar Adit yang menemani dan saya yang tunggu di luar. Wuidih, ogah bok. Tega-tegain deh asal bisa di samping Ubii. Saya pengen jadi orang pertama yang Ubii lihat ketika sadar. *uhuk-uhuk sok sinetron*

Menurut perawat, harusnya Ubii sudah melek. Tapi, Ubii nggak melek-melek. Padahal dia sudah merengek-rengek lho dan melepas ventilator nya malah! Tetep aja sambil merem. Bibirnya sudah putih banget, entah kelamaan puasa kurang air atau kedinginan or both. Perawat menyuruh saya gangguin Ubii supaya Ubii segera melek dan kembali ke kamar. Saya sudah gelitikin dan tiup-tiup wajahnya, tapi Ubii tetap pulas. Ya sudah, akhirnya saya tungguin saja Ubii sambil duduk di kursi di sampingnya. Saya nyanyiin sebuah lagu yang dulu jadi lagu wajib yang harus dinyanyikan untuk Ubii saat dia masih di perut. Then I realized how much I miss singing a song to her. Sambil menunggu Ubii melek, berulang kali saya berbisik di telinganya, "Ubii hebat. Ubii pemberani. Sebentar lagi Ubii mendengar ya. Sebentar lagi Ubii dengar Mami nyanyi." AMIN. Tolong bantu aminkan ya.... :'))


Ubii masih belum melek-melek. Lalu perawat di instalasi bedah menyuruh kami untuk menunggui Ubii melek di kamar inap saja. Jadi, Ubii dijemput lagi untuk ke atas. Kali ini pakai kasur. Saat di lift, kira-kira pukul 20.30, eh ada yang melek untuk pertama kali pasca operasi nih. Anak Mami yang giginya tajam setajam silet. Hello, baby!


Sampai di kamar, eh Ubii sudah merem lagi. Itu efek anestesi nya masih bikin Ubii ngantuk terus. Jadi kami biarkan Ubii tidur dulu masih dengan selimut garis-garis legendaris itu dan kateter masih terpasang.



Kira-kira pukul 23.00, Ubii melek lagi. Kali ini agak lama. Perawat datang untuk melepas kateter dan memberikan antibiotik via infus. Saya menyuapi Ubii dengan air sirup pakai pipet sedikit-sedikit. Takut Ubii muntah. Ternyata aman-aman saja. Lanjut minum susu sedikit setelah itu. Lalu, wajah Ubii sudah keliatan ngantuk lagi daaannn Ubii bobok lagi.


Ini jagain Ubii sambil jagain Utun. LOL.


*smile smile smile*

Syukurlah, operasi berjalan dengan lancar. Deg-degan, khawatir, dan semua perasaan negatif yang sempat saya rasakan siang harinya sudah lewat dan hilang sama sekali. Yang ada tinggal perasaan bersyukur karena Tuhan sudah izinkan Ubii melewati fase ini.

Anyway, sepertinya banyak yang mengira kalau Ubii bakalan langsung bisa mendengar setelah dioperasi. Nope! It's NOT the way things work. Sekarang ini Ubii masih belum bisa mendengar apa-apa karena alatnya belum di-ON-kan (switch on). Switch on nya menunggu luka kering dulu. Jadi, setelah ini bakal masih ada cerita pasca operasi -rewelnya Ubii, dan lain-lain- dan saat perbannya akhirnya dilepas.

Tungguin yaaa... :')))

11 Juni 2015 - 23.29 di Kamar 711 Bangsal THT RSCM


Foto-foto versi lengkap ada di Operasi Implan Koklea Ubii (blog Ubii).


Love,







41 comments:

  1. alhamdulillaah dah kelar ya mak. ikut deg-degan bacanya. kebayang deh anak disuruh nunggu pasti rewel. semoga lekas sembuh ya Ubii. ditunggu cerita lanjutannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, puji syukur udah kelar. Legaaaaa bangeeeettt, Mak. Makasih doanya untuk Ubii ^_^

      Delete
  2. Sabar ya mba :)
    semoga ubii cepet sembuh

    ReplyDelete
  3. Jadi kebawa emosi bacanya
    semoga aja ubii cepet sembuh

    ReplyDelete
  4. duhhh bacanya deg2-an jdi kebayang wkt operasi sesar dulu... btw,ikut senang ubii sdh melewati operasi'y dgn lancar,cpt pulih ya nak... semangat trus mak ges.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinn, makasih doanya, Mak Aira. :))

      Delete
  5. Ubiiii, bacanya ya Allah mpe sentimentil sekali, tapi semua terlewati dengan indaaaaah sekali yaaa ges, salam buat ubiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinnn. Belum indah, Mak Astin. Perjalanan masih panjaaaaang. Tapi, puji syukur, sudah bisa sampai tahap ini. Semangkaaa ^^

      Delete
  6. ikut kebawa emosi bacanya. dan mata berkaca-kaca.
    mami gesi & kakak ubii sama2 hebatnya. :)

    ReplyDelete
  7. Aku ngikutin banget nih Ubii dari dulu, dan salut banget sama Gessi, ure the best mom Gess,,, Ubii pasti bangga deh sama mamahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiinnn. Haturnuhun doanya, Mama Marwah. Selamat sekali lagi buat BoTM nya yaaa ^^

      Delete
  8. Hebat n kuat yaaa ubii..salut dah ama semuanya, Entah klo yang ngalami aku udah cenger2 nangis gak keruan, belom denger celetukan *oknum-perawat yang asal jeplak... HIKSS.. minta di tabok ama... lekas sembuh ya nak, biar mama-papa hepi semua :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ama... sandal jepit? :p AMIINN, makasih ya Onty Tanty :))

      Delete
  9. Ubi sama mami hbt deh, aku bacanya sampe ga berkedip ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Nana, gak capek apa gak berkedip? :O Hehehe. Makasih yaaa semangatnyaaaa :))

      Delete
  10. Ubii kuat bgt mbak.... Padahal baru 3 tahun,,,, tp ga rewel sama berbagai macam penanganan medis.. Cepet sembuh ubii

    ReplyDelete
  11. ikutan seneng mba operasinya lancar ^o^... aku msh pgn baca next storynya ntr :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mau mampir-mampir cantik kemari, Mbaaa :))

      Delete
  12. waktu lihat foto mak ges mengatar ubi ke ruang operasi aku meneteskan air mata loh, Allhamdulillah semua berjalan lancar ya operasinya. Semangat terus ya

    ReplyDelete
  13. Ubiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..
    nanti tante mau dah nyanyi buat ubi, apa aja yg ubi minta, sambil joget hypo jg boleh..
    we love you ubiiii emuuaachhh *kecup basah
    Emmuach jg buat miubi *kecup banjir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiikk, awas ditagih entar joget hypo nyaaaaa :D

      Delete
  14. semoga yang terbaik buat ubiii, berasap juga neh baca perawatnya ky gt

    ReplyDelete
  15. Coba gw kmrn dtng pas operasi...gw bantuin marah2...hahahha... kidding.. yg penting semua uda lewat yaaaa.......cepeeeett sehat ubiiiibooo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah iya yah! Harusnya aku call eda kemaren itu :D bahahaha and then we'd make a scene gileeee keren dah :D

      Delete
  16. Ubii kamu keren banget nak, kamu cewek kuat. Semoga Ubii cepat main2 dg mami lagi ya. Sebentar lagi Ubii punya adik lo.

    ReplyDelete
  17. Ubii, cepet sembuh ya.. Selalu ada doa dan harap dari orang-orang yang menyayangimu termasuk aku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. So sweet :'')))) Makasih banyak ya, Ika :)

      Delete
  18. Semangat Ubii, aku baca dari mulai persiapan dan sekarang gak sabar pengen nunggu cerita post operasinya ^^

    ReplyDelete
  19. My ubii kitty. .maaf ya syg onty ga update..jrg2 buka sosmed
    Tp onty sll doain ubi kitty...u r tougher than it seen
    Kiss n hug♥

    ReplyDelete
  20. Hi mba, aku selama ini jadi silent reader di blogmu. Tapi kali ini mau komen karena ngga kuat baca postingan yang bikin nangis ini... You and Ubii are so brave, semoga perjuangan mba dan Ubii berhasil and she can hear you sing soon... Speed recovery buat Ubii yang tantiiiiik, sehat ya naaak...

    ReplyDelete
  21. Gupisnya ate kereeeeeeeeeeeeeeeeeennnn! Ciuuum sampe gepeng aaaah :*

    ReplyDelete
  22. bikin mewek. terus semangat ya mom and daughter also dad :)

    ReplyDelete
  23. paling sebeeel ya kalau operasi molor, apalagi harus puasa dan persiapan lainnya...lega semua lancar ya gess...

    ReplyDelete
  24. Hai mom, anakku juga pernah dioperasi, operasi UDT namanya, dan sama, molor dari perkiraan. Mana waktu itu masih 9 bulan umurnya, kasian banget sampai nangis2 ga karuan. Alhamdulillah udah berlalu semua

    Semoga kakak Ubii semakin sehat ya mom *hug*

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...