Thursday, January 8, 2015

Tips Menambah Berat Badan Anak

Di buku Letters to Aubrey, salah satu kisah yang saya ceritakan adalah tentang betapa galaunya saya karena berat badan Ubii benar-benar stuck jalan di tempat selama 3-4 bulan. Saya masih ingat betul, memasuki usia 4 bulan sampai Ubii berusia 7 bulan, beratnya tetap di 4,7 kg saja. Setelah mencari tahu penyebabnya dan melakukan pengobatan, pola makan Ubii kemudian diperbaiki. Akhirnya kini berat badannya mulai baik dan konsisten naik, walau sedikit-sedikit. Sejak itu beberapa pertanyaan ditujukan pada saya tentang apa yang saya lakukan untuk memperbaiki berat badan Ubii. Mungkin bukan hal yang baru sebetulnya. Saya share di sini barangkali bisa bermanfaat. :)


Pertama-tama, kita perlu mencari tahu terlebih dulu kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan berat badan anak kita segitu-segitu aja. Dari pengalaman saya mengasuh Ubii dan hasil diskusi dengan dokter serta ahli gizi, hal-hal berikut ini bisa menjadi penyebab:

  1. Faktor genetis. Kalau orangtua bertubuh mungil, wajar anak punya bakat mungil juga. Jadi, jangan dibandingkan dengan anak-anak lain yang montok. Mungil bukan berarti nggak sehat. Selama pertambahan berat dan tinggi badan masih sesuai dengan panduan dari growth chart, why worry? 
  2. Kemampuan mengunyah dan menelan yang belum baik. Saat Ubii masih belum begitu pandai mengunyah dan menelan makanan, Ubii jadi malas-malasan makan. Akhirnya makanan yang masuk pun belum bisa dimaksimalkan. Terapis Ubii menyebut ini dengan kemampuan oral motorik. Agar anak bisa mengunyah dan menelan makanannya dengan oke, dibutuhkan kemampuan oral motorik yang oke pula. Orangtua bisa loh melatih fungsi oral motorik ini di rumah. Ada file yang berisi panduannya di komunitas Rumah Ramah Rubella. Silakan intip di sini.
  3. Kecapekan. Berhubung saya pernah sempat terlalu bernafsu ingin kemampuan motorik Ubii cepat membaik, saya pernah minta agar Ubii mendapat jadwal fisioterapi 5x dalam seminggu. Biasanya frekuensi fisioterapi Ubii hanya 3x dalam seminggu. Ternyata niat tersebut dipatahkan oleh dokter yang menangani Ubii, seorang dokter anak konsulen syaraf yang sudah profesor. Beliau berkata bahwa aktivitas fisik anak jangan terlalu padat, jangan sampai anak kecapekan. Karena kalau sudah begitu, bisa jadi berat badannya akan sulit naik. 
  4. ISK (Infeksi Saluran Kencing). ISK bisa jadi salah satu penyebab berat badan anak yang stuck. Setelah mengetahui adanya kemungkinan ini, saya langsung bawa Ubii untuk cek urine. Ternyata, yes, positif. Jadi selama beberapa saat Ubii harus mengkonsumsi obat dari dokter. ISK nggak hanya bisa menyerang anak-anak berkebutuhan khusus seperti Ubii, ya. Anak-anak normal pun bisa. Salah satu penyebab ISK ini adalah frekuensi pemakaian popok sekali pakai (termasuk clodi - cloth diaper) yang terlalu sering kemudian lama nggak diganti. Menurut dokter, pamakaian popok sekali pakai dan clodi kurang baik karena ini bisa jadi 1 jalan penyebab ISK. Apalagi kalau nggak langsung diganti begitu anak pipis. Kayaknya cukup banyak ya yang mengganti popok atau clodi hanya kalau sudah penuh atau sudah berat. Bakteri yang keluar bersama urine, bisa mengendap di popok/clodi, kemudian masuk lagi ke dapam tubuh kalau nggak segera diganti. Mohon maaf untuk mommies pengguna clodi atau penjual clodi, sekali lagi ini hanya sharing dari apa yang saya dapatkan dari dokter. Jadi, penggunaan popok/clodi nggak boleh sama sekali dong? Boleh. Asal segera langsung diganti begitu kita tau si anak sudah pipis. Jadi, sering-seringlah mengecek popok/clodinya.
  5. TBC/flek di paru-paru. TBC juga bisa menghambat pertambahan berat badan anak. Tapi, kalau berat badan anak terhambat, bukan berarti sudah pasti TBC ya. Nggak ada salahnya mengevaluasi kemungkinan ini dengan rontgen dan tes Mantoux. Ubii pun ternyata punya TBC. Setelah diagnosa TBC ini sudah tegak, Ubii diberikan obat yang harus dikonsumsi rutin selama minimal 6 bulan di jam yang sama per hari nya.
  6. ADB (Anemia Defisiensi Besi). Oleh karena itu sebetulnya dianjurkan bayi berusia 9-12 bulan menjalani screening ADB bahkan jika si bayi nggak menunjukkan tanda-tanda anemia. Karena di banyak kasus, anemia nggak menunjukkan tanda-tanda, padahal ternyata hasil screening positif ADB dengan berat badan sudah stuck, bahkan turun.
Setelah ISK dan TBC Ubii diobati, saatnya memperbaiki pola dan asupan makanannya. Berikut beberapa tips yang saya lakukan, hasil diskusi dengan dokter anak, dokter spesialis syaraf anak, dan ahli gizi:
  1. Usahakan memberi 3x makan berat (karbohidrat, sayur, lauk) dalam sehari dan 2x cemilan. Cemilan bisa berupa buah-buahan, roti, biskuit.
  2. Usahakan ada daging merah sebagai menu makan berat. Daging merah mengandung banyak zat besi.
  3. Nah, kalau makan daging merah, jangan kasih susu ke anak sebagai minumannya ya karena susu dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Lebih baik kasih jus buah yang mengandung vitamin C sebagai minumnya, seperti jeruk, tomat, stroberi. Vitamin C sangat membantu penyerapan zat besi.
  4. Campurkan 1 sendok teh EVOO (Extra Virgin Olive Oil) ke dalam makanan yang sudah matang dan siap dimakan anak. Saya pakai EVOO merk Bertolli dan Borges. EVOO ini bisa ditemukan di supermarket seperti Carrefour, Giant, Hypermart, dan Superindo. Minimarket seperti Alfamart dan Indomaret nggak menjualnya. 
  5. Saat dulu benar-benar mengejar pertambahan berat badan Ubii, saya terapkan dobel karbo dalam menu makan beratnya. Misalnya nasi dengan lauk sop. Dalam sop, saya tambahkan kentang dan makaroni. Eh, malah tripel karbo tuh. Hehehe.
  6. Berikan buah tinggi kalori sebagai cemilan seperti apokat dan pisang.
  7. 1 jam sebelum jam tidur Ubii, biasanya saya suapin. Karena sudah malam, makan nggak sesemangat di pagi atau siang hari, makanan yang saya berikan biasanya snack seperti roti, biskuit, atau pisang. Pisang selalu ada di rumah. Hehehe.
  8. Selain EVOO, pemberian butter juga cukup membantu booster berat badan Ubii. Biasanya butter ini saya pakai untuk menggoreng telur atau jadi cocolan dengan roti tawar.
  9. Oatmeal juga sumber karbo yang baik. Untuk oatmeal, biasanya saya campur dengan yoghurt. Yoghurt bagus sebagai sumber kalsium. Selain yoghurt, biasanya saya campur oatmeal dengan buah. Buah kesukaan Ubii untuk dicampur dengan oatmeal adalah pisang, mangga, apel, dan jambu biji. Untuk oatmeal, saya pakai merk Quaker Oats warna biru, yang harus dimasak dulu sebelum dimakan.
  10. Jangan lupa, prinsipnya tetap gizi seimbang. Jadi walau dobel atau tripel karbo, tetap barengin dengan protein, zat besi, dan vitamin dari lauk dan sayurnya yah. 
  11. Dan, jangan lupa, pola makan teratur dan tepat waktu pastinya.
  12. Berikut 15 asupan makanan yang baik untuk mengupayakan pertambahan berat badan dari sumber ini
Inga inga ting, jangan keburu galau hanya berdasarkan hasil timbangan. Mem-plot tumbuh kembang anak di growth chart penting dilakukan. Itu bukan tugas dokter, melainkan tugas kita sebagai ibu. Kalau mau belajar memakai growth chart, klik di sini ya. 

Sumber

Kalau dirasa perlu mendapat saran profesional, jangan ragu berkonsultasi ke ahli gizi. Selamat mencoba! :)

Kalau ada yang menambahkan info tentang penyebab berat badan sulit bertambah dan tips menambah berat badan yang lain, please feel free yah. Sharing is caring. :)




Love,





26 comments:

  1. Uuuhh, baiklaaah... Aku mau terapin tips2 ini buat Sidqi. BB doi juga masih kurang mak. makasiii ya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuu sama-sama, Mak Sidqi. Good luck :D

      Delete
  2. Wiiii lengkap bin komplit ulasan mak Ges, agaknya seorang ibu yang mempunyai balita dg BB di bawah normal perlu menerapkan tips dan trik ini ya, TFS ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mak. Senang kalau bisa bermanfaat :)

      Delete
  3. Oh baru tau kalo susu bisa menghambat penyerapan zat besi. Berarti ga boleh minum susu banyak2 ya. Anak2ku termasuk kurus, tapi aktif2 sampe emaknya kelojotan >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting konsumsi susu sebaiknya nggak berdekatan dengan konsumsi makanan yang mengandung zat besi, Mak Leyla. Salam ya buat anak-anaknya, dari Ubii :*

      Delete
  4. berat badan anak yang gak naik-naik emang bikin galau. Makasih Mak ulasannya lengkap banget

    ReplyDelete
  5. Aluna juga kecil, Mak..
    Sama dsa selalu dibilang kecil. Aku diceramahin & dikasih PR utk dlm sebulan harus naik sekian ons.
    Makan juga udah 4x. Tapi tetep enggak naik2.
    Sampe terakhir, dsa nyuruh tes mantoux. Krn saat itu Aluna emang pas lgi batuk enggak sembuh2.
    Ternyata, hasilnya negatif.
    Kesimpulannya, Aluna batuk nggak sembuh2 krn alergi.
    Dan bbnya segitu2 aja, krn emang emak & bapaknya kecil, plus aktivitasnya dia yg luar biasa.
    Haduh, emang bb anak selalu jadi topik yg bikin para emak2 gemes & deg2an ya Mak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saat itu diobservasi indurasinya pasca tes Mantoux selama berapa jam, Mak? Indurasi bisa late reaction soalnya. Tapi semoga memang negatif ya. Alergi apa Aluna? Banget deg-deg an nya, dan jadi uring-uringan hihihi.

      Delete
  6. wow,mami ibuuu makasih ya ilmunya,beneran baru banyak yang tau hehehe.ngilmu dulu sblm punya anak hehehe..
    tfs makk^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiikkk, calon mama idaman niihh :)))

      Delete
  7. Mami ubiiii, aku sekarang ndut dari dulu yang kuyus kering.....bukan karena kebanyakan makan...tapiii
    Loh nape aye yang curhatin... Faiz juga semakin besar semakin kuyus...boleh di coba ntuh EVOO nyaaa....semoga dia gak sekerempeng saiki..
    TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebalikan dong, Mak. Aku dulu kuyuz sekarang astaga gembrotnya. Hiksss. Piye sih biar langsing lagi? *ikutan curcol deh*

      Delete
  8. Makasih ilmunya mami Ubii.
    Narend juga bermasalah nih sama pertanbahan berat badannya. Makannya juga udah 4x sehari (makan berat). Tapi BBnya masih segitu2 ajaa ... *emak galau*

    ReplyDelete
  9. baru tahu kalo ISK bikin berat badan stuck. semoga ubii makin sehat ya, mak.

    ReplyDelete
  10. Sama dengan Ila. Pengetahuan baru ttg ISK nih. . .

    Ternyata popok sekali pakain berpengaruh,ya.

    ReplyDelete
  11. siap....nanti sy coba terapkan ke Hanief, dia flek, berat badannya ya segitu aja mami ubi. kalo yang ga tau dikira kurang gizi:( padahal nothing's wrong dgn makannya, nafsu jg oke

    ReplyDelete
  12. Aku juga pakai EVOO buat ngeboost BB Aleisha
    Tapi lebih suka yang Bertolli
    Borges baunya agak getir gitu, kalau ngasihnya kebanyakan rasanya jadi aneh

    ReplyDelete
  13. thanks tipsnya mak, pengen raissa beratnya nambah nih

    ReplyDelete
  14. Makasih sharingnya mammi ubii...bermanfaat bgt buat aku dan anakku...

    ReplyDelete
  15. Tipsnya bagus Mbak, kebetulan anakku yg no 2 positip ADB, skrng jg lg terapi zat besi. Moga beratnya bisa bagus lg thx :)

    ReplyDelete
  16. ankku juga BB nya susah bgt naiiik :(.. tp ada kemungkinan krn dia males ngunyah sih mbak.. maunya cuma ama makanan2 yg empuk.. kalo udh daging, ayam, duuuh pasti dilepeh ama anaknya ... makanya lg nyari akal gmn spy anakku mau makan daging2an..

    ReplyDelete
  17. Baru keinget dulu shoji susah naik BB karena kemampuan mengunyahnya memang belum bagus. Sekarang shoji masih latihan ngunyah juga kalau makan.
    Tips yang kece mak, nanti buat Aisha lebih tau ilmunya. TFS mak Gesi :*

    ReplyDelete
  18. emang terbukti ampuh nih onfo nya thnks banget ya mbak

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...