Friday, November 8, 2019

Diari Papi Ubii #38: Ada Apa Dengan NMAX?


Hore Adit nulis lagi buat Diari Papi Ubii! Lumayan banget buat ngisi blog yang sekarang jarang diisi hahah. Kali ini topiknya sesuka-suka dia, bukan parenting atau marriage. Dia pengin nulis tentang motor NMAX katanya. Bhaique.


Saya juga baru tahu dari Adit kalau ternyata banyak yang ngerasa pengguna motor NMAX itu arogan. Sampai di google ada kata kunci nya sendiri: nmax arogan. Lol. Oke cus ke tulisan Adit.

Adit:
There are two sides to every issue: one side is right and the other is wrong, but the middle is always evil — Ayn Rand
Sudah lama sekali saya ngga nulis Diari Papi Ubii yha? Disamping urusan kantor yang emang baru sibuk-sibuknya, saya sedang ada dalam fase “creative block”. Beda banget sama Grace yang kalo nulis sejam bisa dapet ratusan kata. Saya orangnya gampang banget kedistract. Nulis satu artikel aja bisa berhari-hari. Penyebab creative blocknya apa, saya juga entahlah. Yang jelas, ketika saya mendengar kata “block”, otak saya mengasosiasikannya ke “blok mesin”. Ya udah, kali ini tulisannya soal otomotif aja.

Jaka Sembung main golok. Ga nyambung, blok!

Saya mulai saja. Beberapa waktu lalu, linimasa saya dihebohkan dengan berita “lampu merah” dengan judul “Dicap Arogan, Pengguna Nmax: Bukan Arogan, Emang Nggak Bisa Dibawa Pelan”.

Sumber: suara[dot]com/otomotif/2019/08/30/140003/dicap-arogan-pengguna-nmax-bukan-arogan-emang-nggak-bisa-dibawa-pelan

Saya ngakak nggak habis-habis. Kenapa? Ya karena saya salah satu pengguna NMAX. Dan saya tahu betul karakteristik mesin doi. Saya bawa pelan ngga kenapa-kenapa tuh. Enak malahan. Seating positionnya ergonomis abis. Konsumsi bahan bakarnya irit. CC-nya yang mungil (155 cc) cocok buat riding di kota besar. Saya setuju kalau yang bilang NMAX ngga bisa dibawa pelan adalah seorang oknum pengguna NMAX yang hanya ingin memvalidasi aroganisasi doi di jalanan.

Tapi kayaknya memang nama NMAX sudah jelek di jalan raya. Nggak percaya? Coba deh ketik “nmax arogan” di mesin pencari. Dijamin rasa penasaran kamu terbayarkan dengan banyaknya entri yang ditemukan. Mulai dari video-video polah antik pengendara NMAX di jalan sampai meme-meme dari page shitpost di Facebook.

Sumber: @diseduh

Kenapa sih citra NMAX jelek banget di mata masyarakat? Hmmm… Saya di sini akan berperan sebagai laskar FPN (Front Pembela NMAX).

1) Yang ngehe itu ridernya, bukan motornya.

Saya analogikan, motor adalah agama dan pengendara adalah umat. Seringkali kita jumpai banyak umat beragama yang polahnya bikin kzl. Tapi kan itu tidak menjustifikasi bahwa agamanya yang nyebelin. Umatnya, iya nyebelin. Agamanya? Ya engga. Kan katanya (katanya yha) semua agama baik. Begitu pula korelasi rider dengan motornya. Yang nyebelin ridernya. Kalau dianalisa secara semantik, motor adalah inanimate object. Masak benda tak bernyawa bisa ngeselin? Engga kan?


2) NMAX adalah motor paling laris

Menurut data yang saya ambil dari Priceprice, per Oktober 2019 NMAX masih menduduki peringkat pertama di 10 Motor Terbaik. Itu artinya, motor ini ya emang keren dan banyak banget peminatnya. Imbas dari demand yang banyak adalah supply yang melimpah. Coba deh tengok kiri-kanan sewaktu kamu berhenti di lampu merah. Coba hitung ada berapa NMAX. Kamu pasti akan terkedjoed.


Kenapa saya bicara hal ini? Dan apa hubungannya sama anggapan bahwa NMAX itu motor paling nyebelin? Well, masih inget mobil sejuta umat Avanza? Doi juga menyandang predikat sebagai mobil paling nyebelin. Gimana ngga nyebelin, disalip 1, di depan ada 2 lagi. What I am trying to say is, populasi NMAX bejibun di jalan — sama halnya dengan Avanza. Dua-duanya punya predikat kendaraan paling nyebelin. Nah, berarti sebagian besar orang Indonesia memilih NMAX dan Avanza sebagai kendaraannya. Berarti, yang nyebelin adalah cara sebagian besar orang Indonesia mengendarai NMAX/Avanza-nya dong? You got my point? If you don’t get it I won’t blame you. I wrote this when I was tipsy lol


3) Yes, NMAX is slightly bigger than the average scooter, but so what?

Karena body NMAX memang agak  T H I C C  dari temen-temennya, tapi bukan berarti ukuran bodi menjadikan NMAX jatuh ke kategori moge (motor gede). NMAX itu motor mungil. Kapasitas mesinnya cuma 1/10 dari rata-rata moge yang ada di Indonesia. Horsepowernya pun cuma 13.5 HP. Padahal, kriteria moge yang banyak disepakati itu: kapasitas mesin 600 CC keatas, ATAU horsepower diatas 35. NMAX jauh mampus dari 2 kriteria tersebut. Tapi, kebanyakan “oknum NMAX” ini salah kaprah dengan melabeli bodi motor gede, otomatis masuk kategori moge.

Nah, kalau mindsetnya seperti itu, yhaaa kacau sudah. Kenapa? Hmmm… saya punya hipotesa: big bike gives you instant balls. Ini saya rasakan sendiri. Jadi, kakak saya itu punya Ducati Streetfighter 848, and I ride the beast from time to time.


Mengendarai moge itu bikin adrenalin naik. Belum lagi raungan mesinnya yang bikin orang-orang di jalan ngeliatin kamu bak raja. It is a deadly combination for a rider for being an asshole.

Nah, karena kebanyakan pengendara NMAX berpikir bahwa tunggangannya adalah moge, mereka menjadikan itu untuk justifikasi kelakuan antik mereka di jalanan. Sekali lagi, yang a**h*le itu ridernya, bukan motornya.

*

Terlepas dari ridernya yang nyebelin, saya akui NMAX adalah motor paling nyaman yang pernah saya beli. It is worth every penny. It is indeed a beautiful bike with ergonomic seating position, irit, dan bagasi ekstra besar yang bahkan bisa buat mandiin bayi:

Sumber: merdeka[dot]com/trend/kocak-ibu-ini-mandikan-anaknya-di-bagasi-motor-yamaha-nmax-1710104 

The problem lies in the people who rides it recklessly. NMAX tidak salah apa-apa. Yang salah adalah minimnya riding safety awareness dari sebagian besar orang Indonesia yang kebetulan beli NMAX.

Tabik!

PS: Saya sadar kali ini entry blog saya ngga mutu. Kalau kamu ada ide topik tulisan Diari Papi Ubii saya selanjutnya, feel free to drop it in the comment section. Sekian dan salam aspal gronjal!



Grace:

Sepertinya Adit senang bisa nulis topik pilihan dia HAHAHA. Biarlah ya. As for me, I'm not NMAX fan. Gasuka malah. Tapi alesannya personal banget sih, karena ... tinggi. Saya kudu mancik biar bisa naik. Buat saya paling enak ya motor matic yang biasa-biasa aja lah: Beat, Vario, dll yang saya bisa langsung duduk di jok penumpang tanpa kesulitan.

Alasan yang gak mutu namun realistis, bukaaannn.

Oke, next Diari Papi Ubii, ada request nulis tentang apa nggak?

Have a nice day!





Luv,





6 comments:

  1. Ges, aku cuma gak nyangka harganya mahal bgt. Bisa untuk dp mobil. Hahaha.

    ReplyDelete
  2. Bahas layangan putus versi sisi cowok dr papi ubii

    ReplyDelete
  3. Mami, request bagaimana pengalaman jadi anak hakim

    ReplyDelete
  4. Sebenernya aku suka bentukan NMAX ini. Cucok buatku yang punya dimensi bokong lebar wkwkwkwk. Tapi kalo dengan bentukan motor begitu, harusnya malah lebih ati2 dan nggak arogan di jalan. Sebeeeeellll kalo sampe yang nemu kek gitu di jalan raya :((

    ReplyDelete
  5. bagasinya luar biasa ya bisa dijadiin tempat anak mandi. tapi kalo seukuran aku yang mungil kayaknya gak bisa ngendarain NMAX.

    ReplyDelete
  6. hahaa selain tinggi harus mancik, setelah mancik pun kita harus melangkah lebar2 mba saking lebar nya T.T

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^