Friday, April 5, 2019

Overthinking Breast Budding


Sekitar dua mingguan lalu, saya lihat payudara Ubii seperti mringkili. Ini apa deh Bahasa Indonesia nya, saya nggak ngerti. Silakan digoogling haha lol. Intinya, itu kaya mau tumbuh layaknya perempuan pada umumnya lah.


Awalnya yang kanan doang sampai saya serem sendiri. Tapi terus yang kiri juga. Oh yaudah, ini kayaknya hanya mau tumbuh.

Emang sih belum dibawa ke dokter karena saya pikir nggak urgent, dan emang belum jadwal konsul bulanan. Selain itu ya karena saya dan Nur mengingat-ingat saat payudara kami dulu mulai mau tumbuh, ya emang begini ini. Plus, saya baca-baca dari website kesehatan macam IDAI dan Healthy Children gitu, ternyata fase ini dinamakan breast budding, which is normal.

Sebenernya saya rada shocked sih, karena Ubii baru mau 7 tahun. Besok Mei tepatnya. Terus saya nanya beberapa temen kan. Ternyata ada yang payudaranya sudah mulai tumbuh sejak usia se-Ubii gitu. Oke, sedikit lebih lega, walau still saya ngerasa huhu kenapa cepet.

Ingat, judul tulisan ini adalah Overthinking. Jadi emang isinya kekhawatiran yang saya ciptakan sendiri, maka jangan heran.

Begitu liat Ubii mulai breast budding, saya galau sih. Langsung ngebayangin, aduh ini payudara udah mulai menetas. Lalu nanti diikuti dengan tumbuhnya rambut pubis. Terakhir, ditutup dengan menstruasi.
Pubertas pada anak harus terjadi dalam tahapan yang timbul secara berurutan. Pada perempuan, pubertas diawali dengan tumbuhnya payudara diikuti dengan tumbuhnya rambut kemaluan dan diakhiri dengan menstruasi. Jadi menstruasi merupakan tahapan akhir pubertas pada perempuan. Tahapan pubertas ini harus berjalan berurutan. Menstruasi tidak akan terjadi jika belum ada pertumbuhan payudara ― IDAI
Galau karena kok menstruasi jadi tampak lebih dekat dari yang saya bayangin sebelumnya. Ngerti, someday Ubii bakal menstruasi juga. Tapi kemarin-kemarin, saya bayanginnya itu masih jauh aja rasanya. Dengan Ubii udah breast budding, menstruasi jadi terasa tidak sejauh itu lagi.

Langsung jadi overthinking yang kejauhan. Nanti gimana ya Ubii kalau udah mens dan masih kaya gini tahapan motorik dan kognisinya. Segimana ya repotnya mengganti pembalutnya. Eh, pakai pembalut atau diaper jumbo aja ya. Cebokin vajayjay nya harus serutin apa ya, dan sechallenging apa.

Bayangin dan langsung ngerasa capek duluan. Sekarang, Ubii cebok pakai air di kamar mandi itu cuman kalau abis pup. Dan susahnya bukan main. Soalnya Ubii belum bisa kooperatif. Kakinya dilemesin, lututnya nggak mau ngunci, malah nglempreh di lantai kamar mandi. Jadi effort banget tiap nyebokin, karena harus berulang kali berdiriin dia, berkali-kali benerin posisinya, dan nahan badannya.

Kadang jadi kesel juga karena sebenernya Ubii tuh udah bisa berdiri berpegangan dengan lutut mengunci. Tapi kenapa kalau pas cebok, malah emoh memposisikan dirinya di posisi bener. Kayak sengaja mau isengin, padahal nggak lucu. Huhuhu.

Untung masih ada Nur yang badannya gede dan kuat banget. Kalau Nur pas pulang, aduh saya setengah mati cebokin Ubii. Udah nyaris kalah kekuatan, dan sering berakhir jadi jengkel dan sedih.

Kembali ke menstruasi.

Ya itu, jadi lemes sendiri bayangin rutinitas bersihinnya. Dan jadi bayangin kalau Nur udah nggak kerja sama saya lagi. Someday kan dia bakal resign. Dia udah bilang kok bahwa dia ingin punya anak lagi dan kalau itu sudah dirasa waktunya, she'll be out.

Ini mungkin masih jauh ya. Tapi entah, mengapa saya jadi overthinking begini. Baca-baca sinyal tubuh dan pikiran sendiri, kayaknya saya udah penat sama rumah. Gimana nggak penat kalau tiap malem nggak bisa tidur tenang because Ubii constantly keeps banging everything dan nimpa saya. Gimana nggak engap kalau tiap hari denger Ubii ngamuk karena dilarang obrak-abrik kulkas, mainin dispenser, dan bongkarin lemari baju dan make up.

The idea of peaceful and quiet moment is just when she's at school, for 3-4 hours. Then it all comes back to regular routine, regular noise of screaming, crying, and banging.

Ga apa-apa kalau bilang saya ibu yang jahat karena capek dan penat mendengar dan melihat semua kebisingan Ubii.

Ga ngaruh di saya, karena saya tahu bahwa saya bukan ibu jahat. Saya hanya lelah. Penilaian saya yang taken into account, not other's judgment.

Penat kali ini terasa dimudahkan. Rabu saya ke Jakarta karena kuliah Play Therapy udah masuk lagi sampai Sabtu, baru balik Jogja Minggu. Momen nya tepat banget, capek sampai ubun-ubun dan emang pas harus kuliah.

Di Jakarta (atau di mana pun asal nggak di rumah), saya akan bisa tidur dengan merdeka. Pagi sampai sore nya, pikiran saya bakal occupied sama kuliah sehingga nggak punya waktu untuk overthinking. Dan, nggak ada tantrum Ubii yang biasanya jadi trigger saya untuk overthink.

5 days and 4 nights should be enough to recharge myself and put me back into sanity.

So, see you!




Luv,






7 comments:

  1. Ci Gesi.
    Aku cuma mau bilang, jangan hidup menurut penilaian orang lain karena bakal capek banget. jadilah ci gesi yang original. Jangan biarkan penilaian orang mengurangi sukacita dalam hidup ci Gesi.. Berdoa TUhan kasih kekuatan yaa buat Ci Gesi..

    ReplyDelete
  2. mungkin yg judge mami ubii itu hanya karna baca satu-dua postingan tok. kalau aku yang banyak baca postingan di sini meski jarang koment, duuuh terasa banget gmn mami ubii uda berjuang selama ini. dan menurutku tega amat yg judge itu. capek itu manusiawi.

    ReplyDelete
  3. Kayaknya anak-anak sekarang secara umum memang lebih cepat mengalami pubertas ya? Apa mungkin faktor makanan/obat2an? Generasi yg lahir tahun 80-an kayaknya baru mulai tumbuh payudara menjelang SMP atau akhir SD. Dulu aku sekitar kelas 5 atau kelas 6 kalau ngga salah ingat.

    ReplyDelete
  4. Tiap baca postingan mbak gesi,,, buat q yg semangat gt.
    Ubi dengan segala spesial needs nya,,,
    Koq ya aku masih ngeluh dan gak bisa sabar hadapi balita normal.

    Jujur, q mungkin gak sekuat mbak gesi n gak sebersyukur mbak gesi jika q di posisi mbak gesi sekarang.

    So, semangat trus yaaa,,, walau q tau gak mudah.

    ReplyDelete
  5. Aku suka deh.. tulisan mbak Gesi itu selalu jujur. Anak sekarang memang lebih cepat Masa pubertasnya ya. Aku Aja yang anake normal bakal mikir banget kalau dia breast budding di usia Ubi.. lihat dia yang apa2 masih nemplok emaknya. Apalagi mbak Gesi..

    Semangat terus.. nikmati momen2 di Jakarta.. aku juga kalau malas di rumah.. berharap Ada blogger event jadi Punya alasan keluar rumah.. ��������

    ReplyDelete
  6. gesiiii, semangat yaaaa.. aku ngerti bangettt, kadang kamu pasti capek dan berujung ke overthinking.. tapi aku yakin banget Gesi kuat :). tetep berdoa dan semoga ubii ada kemajuan juga dgn semua terapinya :). kangeeen baca blog mu. mau bacain lg yg belum aku baca2.. tiap kali baca ini, yg tdnya down, aku lgs ngerasa semangat lg. Kamu banyak nulis yg bikin pembaca juga ikutan semangat :)

    ReplyDelete
  7. Setiap ibu pasti pernah overthingking dan lelah saat mengurusi rumah dan anak. Tapi mbak gesi adalah salah satu blogger yang setrong banget dari apa yang saya baca di blog ini. Semoga sukses di perkuliahannya mbak ^^

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^