Friday, December 30, 2016

Diari Papi Ubii #11: What To Do Before You Die


Beberapa hari lalu, saya published postingan blog tentang hal-hal yang saya rasa perlu didiskusikan bersama Adit tentang kemungkinan kalau salah satu dari kami berpulang duluan saat Ubii dan Aiden masih kecil. 


Tulisan itu kan dari sudut pandang saya. Jadi saya kepengin tahu sudut pandang Adit kayak gimana. Sometimes he explains things better thru writing soalnya. So here we go.

Wednesday, December 28, 2016

Bosan Jadi Ibu Rumah Tangga


Bosan Menjadi Ibu Rumah Tangga. Belakangan ini hasrat saya untuk punya rutinitas di luar rumah makin besar aja. Dulu awal-awal resign kan rasanya bingung banget mau ngapain. Lalu, oke, mulai adaptasi dan enjoy-enjoy aja jadi stay at home mom. Toh, nggak di rumah terus juga wong sekarang hampir tiap hari bawa Ubii terapi.


But then lately saya kangen banget menghabiskan waktu nggak cuman di rumah. Kangen punya tempat lain selain di rumah dan tempat terapi. Di tempat terapi kan cuman 1 jam. Ketemunya sama terapis dan orang-orang rumah sakit aja lalu pulang. Sampai rumah, kadang saya berandai-andai if I were working in an office.

Monday, December 26, 2016

If Death Do Us Apart


A couple of days ago, I got a news that my friend in high school passed away after giving birth to her baby dan dia dikebumikan kemarin. We weren't that close actually, but that kinda news is always sad. Apalagi kalau dulu mereka adalah teman satu angkatan kita, atau orang yang kita kenal. 


Selain sedih, tentu saja saya jadi wondering, "What if I passed away? What if Adit passed away? How things are gonna be like? How are the kids gonna be taken care of? How are we gonna be ready? Is it possible to make us ready when our spouse left us?"

Friday, December 23, 2016

Menghadapi Musim Hujan


[Sponsored Post]

Sekarang ini Jogja sering banget diguyur hujan. Kadang hujan nya bisa yang lama banget almost all day long. Jujur, saya suka kesel di musim kayak gini. Depan rumah saya suka tergenang air, nggak bebas main di luar,  listrik jadi byar-pet, dan ... jadi banyak nyamuk. DOH!


Nyamuk kayaknya emang binatang kecil yang remeh. Tapi ternyata gengges banget. Ubii dan Aiden jadi sering bentol-bentol. Terus digaruk melulu dan akhirnya lecet-lecet kulitnya. Kadang sampai berdarah kalau pas saya nggak ngeh mereka lagi menggaruk.

I hate mosquitoes! 

Thursday, December 22, 2016

Selamat Hari Ibu untuk Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Selamat Hari Ibu untuk Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus. To all special needs mothers out there!


Dear Ibu dengan anak berkebutuhan khusus,

Halo, apa kabar. Bagaimana kabar hari ini? Ada cerita baru apa tentang anak-anak spesial kita? Hari ini kita peringati bersama sebagai Hari Ibu. Adakah yang berbeda dari hari-hari biasanya? Rasanya enggak ya. Kita tetap terbangun dari tidur dengan seuntai doa semoga hari ini anak-anak kita bersemangat menjalani terapi dan menelan obatnya.

Baca: Mendorong Anak Menikmati Fisioterapi

Bibir kita tetap ndower dan suara jadi serak karena harus sering melatih pendengaran anak tuna rungu kita. Boyok dan pinggang tetap pegal karena anak difabel kita masih harus digendong ke mana-mana. Harapan agar Tuhan memurahkan rezeki suami-suami kita masih tetap terucap dalam hati supaya pengobatan dan terapi buah hati nggak berhenti. Bensin atau ongkos transportasi masih rutin terpakai untuk mengantar anak-anak kita menjemput upaya kesehatannya. Tapi, sadarkah kalian? Itu semua terbayar ketika melihat anak-anak kita tidur dengan nyenyak dalam dekapan kita usai kita melantunkan lagu, firman, atau ayat sesuai keimanan kita.