Showing posts with label IPPI - 2014. Show all posts
Showing posts with label IPPI - 2014. Show all posts

Tuesday, December 30, 2014

Perempuan dan Kekerasan: Yakinilah Bahwa Kita Berharga

Sumber

Perempuan dan kekerasan. Bicara tentang kekerasan pada perempuan, menurut saya lingkupnya bisa luas sekali. Berdasarkan apa yang sering saya temukan, ada beberapa tipe kekerasan pada perempuan yang kerap terjadi, antara lain:
  • Kekerasan fisik.
  • Kekerasan psikis.
  • Kekerasan seksual.
  • Kekerasan di media sosial.
Jika saya berandai-andai mengapa kekerasan-kekerasan ini dapat terjadi, saya yakin akan ada banyak hal yang melatarbelakangi. Buat saya, fondasi utama yang kerap menjadi alasan adalah sistem patriarki yang cukup kental di negara tercinta kita ini. Kita tentu sadar bahwa di tanah air kita kedudukan kaum adam lebih ditinggikan daripada perempuan. Kodrat lelaki yang kelak akan menjadi imam dan pemimpin dalam rumah tangga sepertinya berkontribusi cukup besar pada sistem patriarki yang begitu terasa ini. Hal ini digambarkan dalam film yang berjudul 'Perempuan Berkalung Sorban.' Sudah pada nonton belum? Di film itu terdapat beberapa contoh di mana lelaki lebih diutamakan seperti misalnya saat Anissa (tokoh utama yang diperankan oleh Revalina Temat) harus 'mengalah' dan batal menjadi ketua kelas hanya karena ia adalah seorang perempuan. Padahal sebetulnya suara terbanyak di kelasnya adalah memilih Anissa. Akhirnya yang menjadi ketua kelas adalah kawannya yang berjenis kelamin laki-laki. Contoh paham patriarki nggak berhenti sampai di situ. Ada saat di mana Anissa marah karena nggak diizinkan menunggang kuda yang menjadi hobinya. Lagi-lagi hanya karena ia perempuan. 'Ora elok bocah wadon numpak jaran," begitu kata Ibunda Anissa. Contoh-contoh lain, silakan tonton sendiri film nya ya, nanti saya bocorin semua kalau saya beberkan di sini. Nilai patriarki inilah yang tertanam pada mayoritas kita di Indonesia. Anak laki-laki lebih dibanggakan, lebih didahulukan. Anak lelaki boleh sekolah tinggi. Anak perempuan, ngapain sekolah tinggi-tinggi? Toh nanti akhirnya ngurusin dapur juga kan? Begitu kata orang tua.

Itu setitik penyebab yang mendasari kekerasan pada perempuan di mata saya. Selanjutnya, saya ingin mencoba mengulas masing-masing bentuk kekerasan pada perempuan.