Friday, October 17, 2014

Ayah Ibu, Jangan Sampai Aku Melihat Kalian Berhubungan Badan


Di postingan sebelumnya, saya cerita tentang keheranan saya terhadap anak-anak usia SD zaman sekarang. Kok bisa sudah cinta-cintaan dan bikin surat cinta dengan kata-kata sedemikian 'berat' nya. Surat cinta dan cerita lengkapnya bisa diintip di sini. Postingan ini mungkin masih senada, karena saya menulis juga diliputi perasaan heran. Kalau yang lalu tentang cinta, kali ini tentang seks. Rasanya cerita cinta anak SD sebelumnya jadi 'nggak ada apa-apanya' dibandingkan cerita ini.

Ceritanya saya dengar kemarin lusa, saat saya mengantar Ubii menjalani terapi rutinnya. Terapis Ubii sudah seperti teman buat saya. Jadi sesi fisioterapi pasti ramai dengan gelak tawa dan cerita-cerita kami. Tapi kemarin lusa beliau bercerita tentang hal yang bikin saya shocked. Saya ceritakan di sini karena menurut saya ini penting untuk dibagikan, terutama untuk teman-teman saya yang juga sudah menjalani peran sebagai orangtua.

Ubii punya teman di klinik terapinya. Kita sebut saja ia bernama Upin. Belum lama ini, Mama Upin melihat hal yang tidak sepantasnya dilakukan oleh anak usia 3 tahun. Jadi, Mama Upin hendak berkunjung ke rumah tetangganya yang hanya berjarak beberapa rumah saja. Mama Upin melewati sebuah rumah yang memiliki teras di depan. Ada 2 anak balita (lelaki dan perempuan) bermain di teras. Betapa kaget dan marahnya Mama Upin ketika melihat apa yang mereka lakukan. Si anak lelaki telanjang bulat dan dalam posisi tidur telentang. Si anak perempuan hanya memakai kaos saja tanpa celana dan menduduki paha si anak laki-laki. Dan, apa yang mereka lakukan? Mereka saling memainkan alat kelamin satu sama lain. Si anak laki-laki memainkan alat kelamin si anak perempuan dan begitu sebaliknya. Mereka sepupu dan masih berusia 3 tahun. TIGA TAHUN! Apa yang ada dalam benak kalian? Kira-kira mengapa bisa begitu?

Rasanya kurang masuk akal jika mereka tau hal yang menjurus ke seks dari menonton video porno di rumah. Masa anak 3 tahun sudah tau situs-situs porno? Rasanya kok nggak mungkin ya. Mereka juga belum bersekolah sehingga nggak mungkin mendapatkan informasi tentang seks dari teman-teman sekolah. Kemungkinannya ada 2. Satu, mereka tak sengaja melihat kedua orangtua nya saat berhubungan suami istri. Atau, dua, mereka bermain dengan anak-anak yang usianya lebih tua di kampungnya lalu anak-anak yang lebih tua itu yang menunjukkan video porno nya. Bukan suatu hal yang aneh kan jika di kampung anak-anak berkumpul bersama. Kemungkinan pertama, tak sengaja melihat ayah ibu nya berhubungan badan, itu yang paling sering terjadi. Kadang-kadang, kita dengan anak yang masih balita, merasa itu tak perlu dikhawatirkan. Toh mereka masih kecil, memangnya paham? Ya, mungkin mereka memang belum paham. Tapi, sangat mungkin lho kalau mereka ingat dan jadi ingin meniru karena penasaran. Dari yang awalnya hanya penasaran ingin melakukan seperti ayah dan ibu, bisa jadi mereka lalu merasakan rasa enak ketika alat kelamin mereka dimainkan. Akhirnya, mereka melakukan itu lagi dan lagi. Kemungkinan kedua, mendapat dari tetangga yang usianya lebih besar, juga mungkin saja. Mungkin kita sebagai orangtua merasa, "Ah pasti aman lah kalau anakku main sama si A anaknya Bu A, wong ya tetangga dekat, masa anakku mau dijahati." Perasaan terlalu yakin saat anak berkumpul dengan tetangga yang usianya lebih tua membuat kita jadi kurang waspada. Memang, berkumpul bersama anak tetangga bisa jadi lebih aman, dalam artian anak kita tak akan diculik, dibunuh, atau dimutilasi. Tapi, selalu ada kemungkinan untuk anak kita ditunjukkan hal-hal (entah gambar, video, atau perbuatan) yang kurang baik. Sangking kita sebagai orangtua merasa aman jika anak kita main dengan anak tetangga, kita jadi merasa tak perlu untuk bertanya, "Tadi main apa, Nak sama Mas/Mbak A?" Jadi kita tak tau apa yang anak kita lihat atau lakukan. Kita begitu saja berpikir, "Ah, paling ya main petak umpet, engklek, atau apa. Namanya juga anak-anak."

Ada cerita lain lagi, kali ini saya dengar dari kawan saya, sebut saja Bunga. Bunga adalah seorang ibu. Bunga memiliki teman, pasangan suami istri sebut saja Pak Donald dan Bu Desy. Pak Donald dan Bu Desy memiliki anak balita perempuan berusia 2 tahun yang kita sebut saja Mini. Suatu saat Bunga berjumpa dengan keluarga kecil Pak Donald, Bu Desy, dan Mini di tempat makan lesehan. Mereka ngobrol biasa layaknya dua teman yang sudah lama nggak bertemu. Seusai makan, Pak Donald ingin mencuci tangan di wastafel. Dari posisi duduk lesehan, Pak Donald berjongkok dulu baru kemudian akan berdiri. Eh, tiba-tiba saat Pak Donald berjongkok, si anak Mini mendekati (maaf) area selangkangannya dan seperti hendak menjilat daerah vital Ayah nya. Sontak semua yang melihat jadi terkejut. Setelah mendapat kesempatan ngobrol berdua, kawan saya si Bunga bertanya pada Bu Desy, kok bisa Mini punya gelagat seperti itu, apakah pernah melihat ayah ibu nya saat berhubungan badan? Dengan senyum malu Bu Desy mengiyakan bahwa Mini memang beberapa kali tak sengaja melihat saat ayah ibunya berhubungan karena tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

Ini hal yang sederhana sebetulnya. Mungkin beberapa dari kita juga pernah mengalami terpergok anak saat kita sedang berhubungan dengan suami/istri. Hal yang kita kira nggak apa-apa karena menganggap toh anak kita masih balita sehingga mana mungkin ia paham. Tapi untuk meniru, anak tak perlu paham. Anak, walau masih 2 tahun, juga sudah mulai bisa mengingat. Ia bisa ingat (walau mungkin hanya sepenggal-penggal) adegan yang dilakukan orangtua nya. Anak menganggap ayah dan ibu adalah panutan (apalagi jika anak masih balita dan belum bersekolah). Jadi, ia dengan polosnya ingin melakukan apa yang dilakukan oleh panutannya, yaitu ayah dan ibu nya. 

Ini hal yang sangat bisa terjadi pada siapa saja. Mulai sekarang mari kita lebih berhati-hati saat berhubungan dengan pasangan supaya anak nggak sampai melihat. Cerita di atas membuka mata saya bahwa balita usia 2-3 tahun pun bisa terjerumus ke dalam hal yang mengarah ke seks. Kalau anak balita sekecil itu sudah mulai mencoba melakukan hal-hal berbau seks, kita perlu mengevaluasi diri sebelum menyalahkan tontonan, sinetron, internet, dan lingkungan. Jangan-jangan, kita lah sebagai orangtua yang kecolongan dan tak sengaja mengenalkan itu padanya? Kita perlu selalu ingat, anak adalah peniru ulung. Jangan sampai kita mendorongnya untuk meniru hal yang kurang baik. Walau nggak sengaja sekali pun (dalam hal ini seks).



Berikut hal-hal yang menurut saya perlu diperhatikan agar anak balita kita tak sampai mengenal seks jauh sebelum waktunya:

  1. Pastikan anak nggak melihat adegan hubungan badan dengan pasangan kita.
  2. Kalau anak tidur di kamar yang sama dengan kita, kita bisa pindah ke ruang lain.
  3. Kalau terlanjur terpergok, bersikap tenang dan alihkan perhatiannya, misalnya, "Ayah dan Ibu tadi kepanasan, jadi lepas baju. Nah sekarang sudah nggak kegerahan, yuk Ayah pakai bajunya lagi" dan lain-lain.
  4. Jika terlanjur terpergok dan di kemudian hari si anak menanyakan, jangan malah menghindar. Lebih baik beri penjelasan sederhana dengan kata-kata yang mudah dipahami.
  5. Tiap anak pulang seusai bermain dengan siapa saja, ajak ia bercerita apa yang ia mainkan, hal-hal apa saja yang ia lihat, dan lain sebagainya. Komunikasi itu penting sekali (menurut saya).
  6. Berpikiran positif itu memang baik, tapi di zaman sekarang tak ada salahnya juga untuk tetap waspada. Walau 'hanya' main dengan tetangga, sepupu, saudara, dan lain-lain yang kita anggap dekat dan pastinya aman, tetap lebih baik berjaga-jaga demi anak kita. Kembali lagi ke poin nomor 5. Komunikasi.
  7. Kalau ternyata anak kita bercerita bahwa ia melihat temannya melakukan hal yang menjurus ke perbuatan kurang baik, mungkin sebaiknya kita komunikasikan ke orangtua si anak tersebut.
Poin nomor 7 mungkin opsional ya. Ada yang merasa perlu harus mengadukan tingkah si anak pada orangtua nya. Ada pula yang merasa tak perlu karena mungkin rikuh atau tak ingin ikut campur. Seperti yang dialami Mama Upin di cerita pertama. Ia memutuskan untuk nggak mengkomunikasikan apa yang ia lihat pada orangtua kedua anak tersebut karena merasa rikuh. Kalau saya pribadi, jika mengalami seperti Mama Upin, mungkin saya lebih memilih mengesampingkan rasa rikuh saya untuk mengadukan perbuatan anak-anak tersebut pada orangtuanya. Bukannya mau ikut campur ya. Saya malah takut dan kasihan, jika perbuatan mereka terus berlanjut karena keluarga nggak tau dan jadi nggak bisa mengarahkan. Apalagi kalau saya tinggal satu lingkungan dengan mereka. Takut dan khawatir jika itu berlanjut nanti bisa dilihat atau dicontoh oleh anak saya juga.

Bagaimana menurut teman-teman? Apa yang akan teman-teman lakukan kalau melihat anak saudara/tetangga berbuat hal yang menjurus ke seks? Adakah tips lain jika anak terlanjur memergoki kita berhubungan badan dengan pasangan? Yuk, kita share bareng-bareng. :))



104 comments:

  1. Malah lebih baik di ceritakan ke orang tuanya daripada ke orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu yg bikin maju-mundur mau cerita, mungkin krn sangking rikuh nya ya Mak. Budaya Jogja kan masih kentel rikuh-rikuhan. Aku malah jadi kepikiran, gimana itu nasibnya kalau berkelanjutan nggak diarahkan :(((

      Delete
  2. Dag dig dug bacanya gess... hmm karena punya 3 krucils yang masih gak mau pisah bobonya dr kita. Si kakak bobonya berdua di kamar mrk, biasanya dkelonin mbah uti, tp malem saat mrk terbangun dan mbahnya sdh pulang, mereka langsung imigrasi ke kamar Ibunya. ini mmg jd PR banget deh... jadi kita harus bener2 ekstra hati2 gitu. jadi agak parno niih ...
    tapi tipsnya membantu skali gess...TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya yg paling aman memang berhubungan di kamar lain ya, Bi. Abis anak-anak tiba-tiba suka kebangun. Hiks. Makasih udah mampir, Bi :*

      Delete
  3. wah ... iya sih emang umur 2 atau 3 tahun itu sudah bisa niru
    anakku yang masih umur 9 bulan aja udah bisa niru :D
    emang harus hati2 kalo mau itu

    ReplyDelete
  4. Setuju sekali.. kadang kita menyepelekan anak-anak kecil ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun juga begitu, Mama Ganesh.. Jadi tersentak dengar cerita-cerita ini. Huhuhu.

      Delete
  5. Aduh, baca ceritanya bikin mules Mak. Kayaknya mending dibicarakan saja deh, supaya lebih cepat tertangani. Kasihan. Khawatirnya akan terjadi hal-hal yang lebih parah lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak.. Aku pun berpikir demikian.. Semoga ya Mama Upin akhirnya berani bicara :((

      Delete
  6. Makasih mak sharingnya..semoga kita bisa menjaga anak-anak kita...

    ReplyDelete
  7. Aduh, PRku makin nambah aja nih, Mak Ges. Belum berumahtangga, eh, udah banyak aja yang musti jadi perhatian. Buku catetanku bisa- bisa mengalahkan buku utang piutang arisan, nih!

    Mak Ges, aku pernah baca di fesbuk, ada artikel tentang anak yang memergoki orang tuanya sedang bercinta. Sayangnya lupa banget medianya apa. Ubek2 di akunku belum nemu. Baru dapat ini

    http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Keluarga/Tanya+-+Jawab/kepergok.bermesraan/001/006/753/1/1

    Semoga bisa melengkapi artikel di atas.

    Sst... temanku dulu juga ada lho yang pernah cerita kalau dia pernah liat ortunya lg bercinta. Dan dia cerita-cerita gitu dengan entengnya. Aku ingat banget. Duh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, makasih banyak, mba Ratri tambahan infonya. Nanti kalau yg di FB ketemu, colekin yaaa :D

      Kita aja yg diceritain bisa inget banget, apalagi mereka yg lihat sendiri ya :(((

      Delete
  8. Mak, saya jadi mules bacanya. Tapi, kenyataan pahit begini memang tak bisa dihindari ya, apalagi disembunyikan, karena seperti bom waktu. Berhubung saya belum punya anak, saya jadi mewaspadai hal-hal ini terjadi kelak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak Memez. Pahit tapi kalau disembunyikan malah bisa kasih efek negatif lebih besar. Nggak berani bayangin.. :(

      Delete
  9. akhirnya ada juga yang menulis hal seperti ini. Bener banget uraian Mak. sebagai orangtua, harus hati-hati dengan hal begini. apa yang dilihat anak, akan membekas di memorinya, terutama hal-hal yang menyangkut hubungan sexual. Terima kasih ya mak untuk sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya mungkin sudah ada banyak contoh nyatanya ya Mak. Kalau ditulis semua, makin mewek pasti kita :'))) Makasih juga sudah mampir :*

      Delete
  10. Suka quote nya yang what children see children do... semoga saya bisa memberikan contoh yang baik kepada anak saya

    ReplyDelete
  11. Ya ampuun... asli, sedih banget bacanya. Makasih ya mak.. ini juga membuka mata saya agar selalu berhati2.
    Memang kalau diceritakan ke org tuanya, khawatirnya org tua tdk terima apa yg kita ceritakan, nanti malah para org tua yg bermusuhan, serab salah memang ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak Santi, serba salah. Apalagi kalau hidup bertetangga di kampung pasti lebih terasa rikuh-rikuh-an nya kan. Makanya Mama Upin ini juga jadi maju-mundur. Hati kecilnya sih pengen cerita saja, tapi beliau masih khawatir kalau penerimaan ortu si anak-anak ini kurang baik, entah marah, entah tidak percaya lalu jadi menyalahkan Mama Upin, dll.

      Delete
  12. MasyaAllah, Maaak. Sampe bingung aku mau ngomong apalagi. >____<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuma bisa berdoa semoga kebiasaan itu nggak keterusan ya, Mak Pol >,<

      Delete
  13. bunda...
    fuih,,,
    aku sering liat anak kecil yang kaya gini,,
    mereka dengan polosnya cerita emak bapak nya ngapain aja,,
    emang sebaiknya orang tua , ngelakuin dikamari lain ya,,,
    kasihan anak,,anak,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering Mak? Aduh.. :( Ya krn belum sepenuhnya tau ya, makanya cerita juga santai aja. Semoga bisa diarahkan sama ortunya. Hiks..

      Delete
  14. Untung anakku udah bs tidur sendiri dr umur seblm 4 thn.yg aku khawatirkn hal2 yg kyk gini emang.smoga kita bs jd ortu panutan buat anak2 kita.miris dngrny

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinnn.. Salut bisa membiasakan anaknya bobo sendiri bahkan sebelum 4 tahun. Caranya gimana mba kalau misal si anak menolak bobo sendiri?

      Delete
  15. haduh... mules beneran... semoga anak-anak kita semua selalu dilindungi dari hal2 seperti ini

    ReplyDelete
  16. memang kudu hati2 baget soal "itu", temen juga cerita, 2 kali kepergok anaknya, sudah sd dan sma, saya mpe bingung mau bilang apa, dia malah cerita sambil cengengesan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lhah kok cengengesan yah ceritanya? Belum sadar kali ya kalau ini nggak ada lucu-lucunya dan bisa kasih efek kurang baik ke anaknya, haduuuhh >.<

      Delete
  17. Meski tau dan sering dengar cerita seperti ini, tetap mules mbak. Makanya sy sering mengingatkan ayahnya fatih. Kl cuma memeluk dan mencium saya di depan fatih, okelah. Kl lebih dr itu saya takut dampaknya buat fatih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga anak-anak kita dijauhkan dari hal semacam ini ya, Mak :'))

      Delete
  18. Nice share Mama Ubii..jadi merinding denger ceritanya. Prihatin banget karena ternyata masih banyak ortu yang menganggap ringan "privacy keintiman" suami istri di depan anak walaupun masih balita..

    Sering denger cerita yang begini, tapi begitu dikonfrontasi dgn yg bersangkutan, malah hanya nyengir dan cengengesan, miris :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak ya Mak yg 'hanya' cengengesan. Tapi, kalau kupikir-pikir, mungkin sebetulnya di dalam hati mereka juga sedih, kecewa, dan ngerasa guilty yah. Cuma sok tegar di hadapan kita yg orang asing. Semoga begitu :')))

      Delete
  19. Di depan kamera aja diusahakan jangan nude, apalagi di depan anak ya Mak. Semua manusia entah itu anak-anak sampai manula, kan mempunyai kemampuan merekam visual melebihi kamera.

    ReplyDelete
  20. ikut degdegan deh bacanya mak,
    iya yah mau dibilangi k orangtuanya juga rasanya agak gimana gitu ya, tapi kesianan juga s anak sampai ke besarnya :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang serba salah ya, Mak. Masing-masih pilihan konsekuensinya nggak mudah :(

      Delete
  21. Mudah mudahan kita sebagai blogger bisa selalu mengedukasi orang di sekitar kita dengan tulisan tulisan seperti ini.. thanks sharingnya ma2 Gees

    ReplyDelete
  22. POstingan keren mak.........memang harus selalu mengawasi anak-anak dalam bermain, kasusnya sama seperti saudara saya, tau ga mak apa yg dikatakan ibu c anak saat diksh tahu tentang anaknya yg menaiki keponakan, ci ibu cuma bilang "namanya juga anak2...biarin aja" miris banget dengernya, mengganggap sepele perlakuan itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemungkinan lainnya, ibu si anak 'hanya' menutupi perasaan guilty nya di depan kita. Semoga yg itu ya, Mak Lis, bukan bener-bener krn menyepelekan :(

      Delete
  23. Memang kuncinya komunikasi ya.. cuma memilih kata yang tepat itu gampang gampang susah. Apalagi ke anak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, setuju. Tantangan ortu di era sekarang makin berat, nggak kayak dulu. Huhuhu.

      Delete
  24. Makasih mak ges...artikelmu sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  25. Berhubungan intim suami istri tentunya juga ada adabnya yaitu tidak boleh juga terlalu fulgar, memang terkadang karena keasyikan jadi lupa segalanya. Makanya biasakan jikalau berhubungan intim itu jika memang telah tertanggal semua pakaiannya tetep memakai selimut untuk menutupi tubug berdua, apalagi ketika sudah memiliki balita. Walaupun belum memiliki balita baiknya juga tetap berselimut karena walaupun halal dan sepertinya tidak ada yang melihat tetaplah harus memiliki rasa.malu kepada.malaikat yg selalu mengawasi kita. Untuk balita, usahakan selalu dipisah tidurnya ketika sudah berumur 2.5 th seperti anak anak saya seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Pak Edi. Sebaiknya mulai biasakan tidur di kamar yang berbeda ya, sekaligus melatih kemandirian juga :)

      Delete
  26. mba Gess...kayak ee ada yg perlu diedit nih di paragraf 3
    "...Mama Upin melihat hal yang sepantasnya dilakukan oleh anak usia 3 tahun "

    Anyway, makasihh yah mba, tulisan2 mba selalu menginspirasi, mengedukasi...

    ReplyDelete
  27. Mak Gees, duluuu temanku ada yg cerita ttg anak tetangganya yg melakukan adegan 'aneh' utk usia anak-anak mereka. Dan pas ditanyain, katanya niru ortunya?

    ReplyDelete
  28. Wah ngeri jg ya,,,,, makasih sharingnya mbk ges,,,, ijin share ya :) makasih

    ReplyDelete
  29. deg-degan bacanya, memang saya dari dulu kalau berhubungan gak pernah ada anak, jadi pakai kamar lain , jadi aman. Semestinya juga begitu, cuma ya masalahnya kalau di rumahnya hanya ada satu kamar ya, sulit untuk tidak terlihat anak, karena kadang anak seringkali terbangun tak sengaja pada malam hari dan saat ortunya sedang berhubungan

    ReplyDelete
  30. Boleh saya share ulang di blog saya mba?

    ReplyDelete
  31. Astagfirullah.. ini menohok banget ceritanya.
    Mama Upin kenapa 'gak laporin ke ortunya si anak tsb sih?
    Bahaya lhoo kalo dibiarkan, ibarat penyakit menular soalnya >.<
    Apalagi cerita si Mini, geli ngebayanginnya :'(

    Terima kasih yaa Mak Ges, sharing kali ini bener2 jadi teguran buat kita (para ortu), supaya lebih waspada untuk hal yang "itu" :)

    ReplyDelete
  32. Mba, saya pernah lihat paman dan bibi saya sedang begituan. Itu waktu saya masih 5 tahun, 26 th yg lalu. Karena kamar di rumah paman saya ngga ada pintunya, nggak sengaja tirainya kebuka. Saya ngga ngerti apa yg terjadi, tapi saya inget terus... Sampai akhirnya pas pelajaran biologi di SMA saya br tau apa yg yg saya lihat waktu itu.. Smoga nggak trjadi dg anak saya.. Alhamdulillah tidurnya udah berani di kamar sendiri..

    -Fajri-

    ReplyDelete
  33. Hiks, miris.
    Orangtua sekarang kudu lebih ekstra banget pantau anak2 ya, Mba. Keluarga pokoknya harus ekstra perhatian.

    ReplyDelete
  34. Alhamdulillah anak saya skrg 7thn,tdur sudah terpisah dri usia 2thn...
    Meskipun dihadist memisahkan kamar tdr anak usia 10th,tdk ada salahnya kita melatih dri awal...
    Nice info all,semoga jadi pembelajaran buat kita semua

    ReplyDelete
  35. untungnya anak2 sudah terpisah tidurnya tapi tetap waspada dengan mngunci pintu

    ReplyDelete
  36. Haloo salam kenal..
    Ini mami nya ubi yang waktu itu pernah diundang di acara kick andy yah?

    ReplyDelete
  37. Hallo... saya punya anak perempuan umur 2 thn, permisi tanya, apakah masi bisa mandi bareng anak ya? apakah ada batasannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini papa atau mama yah? Kayaknya mama yah? Kalau yang pernah saya baca sih nggak apa-apa masih mandi bersama. Sekalian gunakan untuk mengajari bagian-bagian tubuh :)

      Delete
  38. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  39. bener mama gess...harus bener-bener hati-hati...aku dan Udi beberapa kali memperingati diri sendiri soal ini, apalagi kita ngg pernah tau dan suka ngegampangin...tapi memang bener, komunikasi dengan anak harus dijaga dengan baik..apalagi anakku sudah usia tanggung nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah pre-teen atau malah sudah teen ya itungannya, Mak? Hihihi.

      Delete
  40. Serem ya mak baca ceritanya, tapi temenku juga ada yg cerita dulu dia pernah melihat ortunya sedang melakukan hubungan badan. Menurutnya dia inget terus kejadian tsb hingga dewasa

    ReplyDelete
  41. maaf jika anak yg memergoki adalah usia 8 tahun duduk di SD kls 2 gmn solusinya Mbak/ Pk????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah memergoki, gimana reaksi anak Pak? Terlihat penasaran / bingung / ingin menanyakan / sepertinya belum paham? Saya baca dari sebuah sumber, tapi saya lupa karena sudah lama sekali lihatnya, lihat dulu reaksi anak. Apakah sepertinya dia tau kalau itu hubungan badan. Dan yang terpenting, orangtua jangan malah kelihatan salah tingkah.

      Delete
  42. aku jd kepikiran mba.. anakku ampe skr msh tidur sekamar soalnya.. sbnrnya dia udh kita siapin kamar sndiri sih krn toh udh ampir 3 thn... tp anaknya yg msh blm mau pisah -__-.. Haduuh tapi bnr2 deh serem bgt ngebayangin anak yg di atas yas... mnrtku sih ortunya hrs tau itu, biar anaknya bisa dinasehatin... kalo aku jd ortunya, aku pgn tau sih jujurnya.. drpd ntr telanjur ketagihan ato gmn anak2nya..

    ReplyDelete
  43. Makasih sharingnya mbak, berguna bgt buat para ortu supaya ati2 banget. Ijin share ya mbk.

    ReplyDelete
  44. Mba minta saranny ya, barusan saya mergokin anak saya. Jadi gini saya kan masih tinggal dirumah orgtua, anak saya perempuan umur 3tahun dan dirumah ada ponakan saya yg dititipin orangtuany krna orgtuany kerja laki2 umur 5thn. Saya ga tw ini yg pertama atw sdh berulang kali tp saya baru memergokinya sekali ini. Jd saat main bareng ponakan saya sebut aja si a posisiny tiduran telentang dan celana + cd ny sudah dipeloroti sampai sepaha dan penisny sudah ereksi dan posisi anak saya duduk didepanny melihatin penis si a dan dipegang, saya shock dan reflek berteriak menanyakan apa yg sedang mereka lakukan dan mereka berdua diam seribu bahasa.. saya curigany kalau perbuatan itu si a yang mengajak/mengajarkan duluan ke anak perempuan saya, karna anak saya saat bermain dengan sodara sepupuny yg laki2 yg lain (keponnakan dari istri saya) tidak pernah main sampai sejauh itu.. bagaimana saya harus bersikap dan mengajarkan ke anak saya dan si a tersebut ya.. mohon pencerahannya karna saya takut nanti terulang kembali.. terimakasih

    ReplyDelete
  45. Mba minta saranny ya, barusan saya mergokin anak saya. Jadi gini saya kan masih tinggal dirumah orgtua, anak saya perempuan umur 3tahun dan dirumah ada ponakan saya yg dititipin orangtuany krna orgtuany kerja laki2 umur 5thn. Saya ga tw ini yg pertama atw sdh berulang kali tp saya baru memergokinya sekali ini. Jd saat main bareng ponakan saya sebut aja si a posisiny tiduran telentang dan celana + cd ny sudah dipeloroti sampai sepaha dan penisny sudah ereksi dan posisi anak saya duduk didepanny melihatin penis si a dan dipegang, saya shock dan reflek berteriak menanyakan apa yg sedang mereka lakukan dan mereka berdua diam seribu bahasa.. saya curigany kalau perbuatan itu si a yang mengajak/mengajarkan duluan ke anak perempuan saya, karna anak saya saat bermain dengan sodara sepupuny yg laki2 yg lain (keponnakan dari istri saya) tidak pernah main sampai sejauh itu.. bagaimana saya harus bersikap dan mengajarkan ke anak saya dan si a tersebut ya.. mohon pencerahannya karna saya takut nanti terulang kembali.. terimakasih

    ReplyDelete
  46. Mami Ubii salam kenal ya.. aku miris sekali baca ini.. thanks ya utk sharring

    ReplyDelete
  47. Sahring yang berharga sekali untuk pelajaran kelak...

    ReplyDelete
  48. SAYA, haha.
    Saya gatau saya umur berapa waktu itu, kayanya 3 tahunan deh. Nah saya kebangun malem2 daaaaaannnn eng ing eeeeenggg, mergokin mama papa saya seperti itu. Waktu saya tanya lagi ngapain, mama saya jawabnya 'papa lagi mijitin mama'. Itu salah satu dari childhood memories saya yang ga bisa saya lupain.

    Saya nggak merasa ada dampak apa2 sih dari kejadian itu ke diri saya sendiri. Cuma sekarang (usia saya 24thn) masih suka keinget tiba2, apalagi kalo lg kumpul sama mama papa. Dan secara gak sengaja jadi mengaitkan segala sesuatu ke hal tsb (walaupun cuma dalam hati). Kayak misalnya kalo mama papa saya hari itu kayanya bahagia dan mesra banget, saya langsung mikirnya 'oohhh abis dapet jatah mgkin semalem' haduhhh.. padahal kan bisa aja kan mereka abis nyobain makanan kesukaan mereka gitu misalnya.

    Nah jadi saya seneng Mba grace bisa share ini, ini kayak mewakili saya. bahwa apa yang saya inget waktu masih kecil, nggak semudah itu hilang, apalagi kalau hal buruk banget.

    Maaf jadi kepanjangan curhatnya, hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku pun pernah liat orang tuaku bercinta...sejak saat itu aku ingin berhubungan seks..krn aku sudah bisa seperti itu...

      Delete
  49. Mak Gesii,, ngeriii baca tulisannya, tapi memang harus mulai hati hati nih sekarang.

    Thanks yaa

    ReplyDelete
  50. Terima kasih mba postingannya :) ...
    Jadi mulai berhati - hati :)

    ReplyDelete
  51. Lebih sedih saya donk. Saya menceritakan tingkah polah laku salah satu anak saudaranya dilakukan ke saya kepada calon pasangan saya, yang ada saya kena hujat. Saya dikira terlalu banyak pikiran jorok, anak kecil seumuran dia ga mungkin bla2. Padahal saya mau berbagi pikiran yang telah lama menganggu dan yang ada saya akan dijauhin atau malu. Terlebih kelakuan yang dilakukan kemaren malam yang membuat saya harus bilang kepadanya

    ReplyDelete
  52. ya ALLOH... miris banget baca yang kaya gini.... bicara yang kaya gini memnag banyak orang yang mengganggap tabu... padahal ini sangat penting

    ReplyDelete
  53. Waduh itu anak 2 tahun udah bisa niru seperti, padahal gak sengaja liat nya.

    ReplyDelete
  54. lebih aman jika mau berhubungan badan hendaklah dikamar lain ....

    ReplyDelete
  55. Terimakasih share nya mbak. Kalo memberitahukan oang tuanya aku agak sungkan karena belum nikah. Salam kenal

    ReplyDelete
  56. ini kejadian yg pernah aku alami dalam hidup...aku pernah liat orang tua lagi bercinta.tapi gak sengaja..jadi,,waktu itu aku mau ke dapur untuk minum..pas aku habis minum aku duduk sebentar d dapur..itu sekitar jam 23:00..pas aku lgi duduk2 terdengar suara ibu dri kamar..krn jarak kamar dan dapur dekat bgt..suaranya macam mendesah sambil merintih gitu..krn ak penasaran dan khawatir ak ngintip di celah2 jendela..ternyata betapa terkejutnya aku..ibuku lagi berhubungan seks sma papaku..tanpa di sadari (maaf) penis ku pun ikut tegang dan terangsang..aku gak bisa mengalihkan pandanganku saat itu....aku lihat(maaf)mamaku nungging trus papaku memasukkan Penisnya ke dlm vagina mamaku dari arah belakang..aku terkejut krn ukuran Penis papaku besar bgt..mamaku mengeluarkan suara pas penis ayahku masuk ke dlam vaginannya.mungkin krn ukuran penis papaku yg besar jadi mamaku lebih terasa gtu ya..aku intip mereka sampai selasai...trus aku kembali ke kamar..krn aku terbayang aku melakukan masturbasi...sejak saat itu aku ingin sekali melakukan hubungan seks

    ReplyDelete
  57. Anak2 tdr di kamar sendiri setelah usia 2 thn. Proses tiap anak beda2. Ada yg lgsg seneng dgn kamar barunya tp tiap kebangun pasti balik ke kamar kami, yg artinya saya hrs kembaliin ke kmrnya dan nidurkan dia lg. Ada yg hrs cek2 tpt "hantu" (lemari, balik gordyn dan balik meja yg gak kliatan dr ranjang dia). Yg plg drama adalah si tengah, gadis kami satu-satunya. Ketika ditidurkan, ia menggenggam erat baju saya. Kalau bangun tengah malam nangis kejer, kadang sampe nyerah sy ketiduran di ranjangnya sampe pagi. Kalo sy telat dikit, ia ngompol di ranjang. Tp sy curiga ini sengaja deh �� biar ibunya kapok dan gak ninggalin lg. Yg penting sih jika anak kebangun, langsung meluncur ke kmr mrk dan menenangkan. Jd mrk tetap merasa nyaman, krn tw ibunya sll ada dekaaaat kok. Semua ibu punya telinga ultrasonik, kayaknya. Untungnya wkt itu sy gak kerja. Jd meskipun tengah mlm tak pernah cukup tidur, sy msh bs tdr siang. Lalu gimana sebelum 2 tahun? Pindah kamarlah..

    ReplyDelete
  58. Tfs mbak, jadi tau kalau anak seumur itu sudah bisa merekam, mengingat kemudian meniru.
    Awalnya saya kira baru usia 5thn ke atas.

    ReplyDelete
  59. Ayah ibu jangan sampai aku melihat....judulnya unik yah hehehehe

    ReplyDelete
  60. The author, expressing a heartfelt desire to protect their innocence, begs their parents to uphold boundaries in this intensely moving story. The request, "Parents, please spare me the discomfort of witnessing your intimacy," is made in a respectful yet vulnerable way. The author's word choice emphasizes the delicate nature of the subject and stresses how crucial it is to protect the sacrosanct parent-child bond.
    online attorneys

    ReplyDelete
  61. The Indonesian expression "AYAH IBU, JANGAN SAMPAI AKU MELIHAT KALIAN BERHUBUNGAN BADAN" means "Mom, Dad, please don't let me see you having physical intimacy." It conveys a child's request for emotional decency and privacy from their parents. This sentiment emphasizes how crucial it is to preserve proper boundaries and honor a child's demand for a secure and comfortable space. It serves as a moving reminder of the damaging effects that parental actions can have on a child's emotional health. This expression is a heartfelt plea to parents to be understanding and thoughtful in creating a positive family environment.
    flsa lawyer near me

    ReplyDelete
  62. Thank you for this insightful article. It's a beautiful reminder of the responsibility we have as parents to guide and nurture our children through our actions and words.

    Truck accident lawyer chesapeake va offers expert legal representation for victims of truck collisions. They specialize in navigating complex laws, securing maximum compensation for injuries, property damage, and wrongful death. With deep knowledge of state regulations and a commitment to client advocacy, they strive to ensure justice is served for those affected by truck accidents.

    ReplyDelete
  63. "Ayah-ibu-jangan-sampai-aku-melihat" is a poignant narrative that delves into the emotional landscape of a child's perspective. It highlights the profound impact of parental actions on children, urging parents to be mindful of their behavior. The story serves as a powerful reminder of the importance of nurturing a loving and supportive environment.
    violate protective order virginia





    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^