Tuesday, May 31, 2016

Giveaway Ubii's 4th Birthday

Halo semuanya; om, tante, pakdhe, budhe, kakak-kakak yang selama ini sudah ikut mendoakan dan menyemangati Ubii di dunia maya dan dunia nyata. Puji syukur saya panjatkan karena Tuhan mengizinkan Ubii bertambah usia di tahun 2016 ini. Sekarang Ubii sudah berusia 4 tahun! Horeeeeeeee!

Sebagai ucapan syukur, saya ingin mengadakan Giveaway sederhana seperti tahun lalu. Bedanya, tahun lalu saya mengadakan Giveaway di blog. Tahun ini, saya kepengin mengadakan di Instagram dan Facebook supaya teman-teman yang nggak punya blog juga tetap bisa ikutan.


Tema tahun ini, gampang banget kok. Insyaallah semua bisa ikutan tanpa perlu mikir susah-susah. Hehehe. Langsung saja ya.

Friday, May 27, 2016

Menyiapkan Pesta Bertema LEGO untuk Ubii dan Aiden

Bulan Mei ini, Baby Aiden bakal menjalani ritual tedak siten, atau yang sering disebut turun tanah. Keluarga Adit memang masih memegang tradisi Jawa yang cukup kental. Karena bulan Mei adalah bulan kelahiran Kakak Ubii, jadi mertua saya kasih ide untuk sekalian merayakan ulang tahun Kakak Ubii juga. 

Awalnya, saya kepengin acara ini bertema Hello Kitty. Unyu banget kan pasti. Tapi, setelah dipikir-pikir (walau dengan berat hati banget), Hello Kitty kan cewek banget. Kasihan Baby Aiden dong. Mendingan tema yang netral aja supaya bisa 'masuk' untuk both anak perempuan dan laki-laki.


Kepikiran Minion, Disney, dan Sponge-Bob sih awalnya. Tapi, ketiga tema itu semuanya pernah dijalani oleh teman-teman saya. Jadi batal deh. Setelah semedi, akhirnya nemu satu tema yang saya dan Adit suka: LEGO!

Thursday, May 26, 2016

Cara Biar Gak Gampang Sakit Ala Grace Melia

[Sponsored Post]

Memiliki seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) membuat saya kerap kali ditanya, "Gimana sih, Ges, rasanya punya ABK?" Mau jawaban jujur? Capek. Tentu saja ada banyak perasaan positif juga. Tapi, tetap saja, saya nggak bisa bohong bahwa tentu ada rasa capek.

Sekarang saya sudah punya 2 anak, punya pekerjaan tetap (yang dilakukan secara remote), dan sedang LDRan sama suami juga. Jadi, sering deh ditanyain, "Gimana rasanya ngurus 2 anak dengan kondisi yang 1 berkebutuhan khusus sendirian (tanpa suami) padahal kamu juga kerja?" Mau jawaban super jujur? Capek dan jadi gampang ambruk. 


Mau tau nggak gimana caranya supaya saya tetap bisa jadi Mami yang aktif dan sehat? :)

Wednesday, May 25, 2016

First Time Experience: Membawa Ubii Keluar Rumah dengan Kursi Roda

Beberapa hari yang lalu, Kakak Ubii, anak gadis saya berulang tahun yang ke-4. Banyak ucapan, harapan, dan doa yang disampaikan untuk Kakak Ubii, which I am really really thankful for. Terima kasih banyak semuanya.. Walau saya memang tidak sempat membalas semua ucapan (terutama di komen Facebook) satu-per-satu, tapi sungguh, saya sangat bersyukur atas doa-doa dari teman-teman. 

Saya nggak mengharapkan kado. Buat saya, yang terpenting adalah doa untuk Kakak Ubii, mengingat kebutuhan khususnya saat ini yang masih kami perjuangkan. Doa-doa yang disematkan oleh teman-teman adalah penyemangat dan harapan baru untuk kami sekeluarga. Tapi, ternyata beberapa teman saya dari Rumah Ramah Rubella kompakan memberikan hadiah untuk Kakak Ubii.


Hadiahnya adalah... KURSI RODA!

Tuesday, May 24, 2016

Teknologi, Kesehatan, dan Keluarga

Selamat pagi! Kini, kita pasti menyadari ya bahwa teknologi berperan sangat besar dalam kehidupan kita. Sekarang adalah era yang apa-apa pakai bantuan teknologi, untuk hal keseharian pun. Lapar tapi malas keluar rumah? Access Gojek Food. Abis belanja di online shop? Klak-klik internet banking untuk bayar. Kepengin tes psikologi sederhana? Banyak banget form nya di internet. In everything, technology comes to the rescue! 


Untuk kita yang sudah nyaman melakukan banyak hal dengan cara konservatif, mungkin kehadiran teknologi sempat bikin bingung dan kagok. Saya pun merasakan. Contoh kecil, saya terbiasa membaca buku/jurnal/artikel dengan cara diprint terlebih dulu karena kadang saya suka sambil stabilo-in atau bikin little notes. Ternyata sekarang apa-apa sudah ada di layar laptop dan tinggal dibaca. Pun digaungkan era paperless society. Saya pun pelan-pelan mulai menyesuaikan diri.

Tapi, kalau kita nggak mau adjust sama teknologi, bisa-bisa kita tertinggal. At least, menurut saya.

Saturday, May 21, 2016

Mothercare Peduli dan Baby Registry

Saya sudah rutin mengulas produk Mothercare Indonesia di blog Diari Mami Ubii ini. Nggak selalu mengulas produk sih.. Pernah juga sekali saya mengulas event big sale nya. Kali ini saya nggak akan mengulas produk atau event diskon Mothercare Indonesia. Saya mau bahas tentang program Mothercare Peduli dan Baby Registry

First, Mothercare Peduli. Dari nama programnya, kita bisa menebak yah, program ini akan berkaitan dengan kegiatan sosial. And, we are right. Untuk brand seperti Mothercare, saya rasa program ini oke banget.


Jadi, apa sih program Mothercare Peduli itu?

Wednesday, May 18, 2016

Tips Memilih Dokter Anak

Kalau sudah jadi orangtua, salah satu tempat yang langganan kita datangi adalah rumah sakit atau klinik untuk bertemu dokter anak, yes? Entah untuk konsultasi rutin, cek tumbuh kembang sudah sesuai tahapan usia atau belum, konsultasi saat anak terserang demam, batuk, atau pilek, dan tentunya.. imunisasi rutin.

Apalagi kalau kita punya bayi di bawah satu tahun, pasti jadi harus sering ketemu dokter anak, wong jadwal imunisasinya padat merayap begitchu.


Apakah teman-teman sudah menemukan dokter anak yang cocok? Selama ini punya kriteria tertentu nggak dalam memilih dokter anak?

Tuesday, May 17, 2016

Permainan Bayi 8 Bulan: Memandikan Boneka

Belakangan ini Baby Aiden terlihat makin memahami hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Hal-hal sederhana saja sih sebenarnya. But, still, I can say his cognition is developing. Saat ini beberapa hal yang mulai dipahami oleh Baby Aiden kebanyakan yang berhubungan dengan habit atau rutinitas keseharian.

Selain pemahamannya yang sudah lebih berkembang, frekuensi ngocehnya pun semakin bertambah dengan jenis ocehan yang makin beragam pula. Ya sih, masih seputar babbling 'emm.. maaa.. maa' atau 'paa.. paa' yang unintentionally gity sebetulnya. Tapi, itu membuat saya belakangan ini lebih terdorong untuk banyak bercerita, bernyanyi, dan mengenalkan beberapa kosa-kata yang berhubungan dengan habitnya.


Kegiatan yang baru-baru ini saya mainkan dengan Baby Aiden adalah memandikan boneka.

Monday, May 16, 2016

[REVIEW FILM] Mother's Day

Masih terbawa nostalgia masa lalu dengan film AADC2 atau masih belum bisa melupakan ketegangan saat menonton Captain America: Civil War? Kepengin nonton film bergenre drama komedi? Mungkin film Mother's Day bisa jadi pilihan.

Saya dan Adit adalah movie enthusiast berat. Kalau kami sedang punya waktu pacaran, mayoritas agenda nya kami isi dengan menonton. Di rumah pun, saya punya hard disk yang isinya penuh dengan banyak film. Kebanyakan film lama sih. Film baru atau agak baru cuman segelintir saja. Genre favorit saya memang drama komedi, yang nggak bikin mengerutkan kening. Capek mikir, bok. 


Sabtu (14/5) kemarin saya dan Adit nonton Mother's Day. Lumayan lah. Not bad. Tapi, juga nggak yang bagus-bagus amat. Menurut saya loh ya.

Wednesday, May 11, 2016

10 Hal Yang Berubah Setelah Punya 2 Anak

Dulu, saat saya masih hamil Baby Aiden, saya nggak mengira kalau bakal ada yang berubah setelah Baby Aiden lahir. Yah, paling-paling jadwal jadi bertambah. Yang sebelumnya hanya mengurus 1 anak, bertambah jadi 2 anak. Gitu doank paling-paling. 


Apa mungkin saya yang terlalu santai yah? Hahaha. Ternyata oh ternyata, ada beberapa hal yang berubah loh setelah saya punya 2 anak. At least, untuk saya. Apa saja yang berubah?

Oh ya, ini postingan #GesiWindiTalk yang ke-3 yah. Kali ini temanya: Hal Yang Berubah Setelah Punya 2 Anak. Pas banget karena saya dan Windi sama-sama punya 2 buntut. 

Friday, May 6, 2016

Untuk Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus, Mari Tegakkan Kepala

Tempo hari, saya pernah menjumpai curhatan di FB group Rumah Ramah Rubella yang cukup membuat saya berpikir. Jadi, ceritanya, ada seorang ibu yang menyatakan kesedihan dan sakit hatinya karena anaknya yang berkebutuhan khusus disebut dengan kata 'cacat' oleh eyang/keluarga besar. FYI, anggota komunitas Rumah Ramah Rubella memang banyak yang memiliki anak berkebutuhan khusus, termasuk saya sendiri.


Sebetulnya, curhatan macam itu bukan hal yang baru saya temui. Sudah sering banget saya dicurhati hal serupa. Intinya kecewa, sedih, jengkel, marah, murka, sakit hati mengapa anak-anak berkebutuhan khusus mereka dipanggil dengan kata 'cacat', yang memang kurang enak didengar.

Saya jadi berpikir, "Apa yang salah dengan kata 'cacat'?"

Wednesday, May 4, 2016

Untuk Para Suami, Berbagi Tugas Yuk

Yes, ini adalah postingan #GesiWindiTalk ke-2 dari saya dan Windi Teguh. Di post pertama, kami sudah membahas tentang Menitipkan Anak pada Pengasuh.



Kali ini kami bakal membahas tentang Berbagi Tugas dengan Suami. Berbagi tugas di sini saya definisikan dengan bagi-bagi tugas dalam mengurus anak especially dan mengurus rumah sebagai tambahan. Istri mana sih yang nggak kepengin suaminya ikut terjun langsung dalam mengurus slash mengasuh anak?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...