Monday, October 26, 2015

Berdamai dengan Peran Ibu


How do you see this picture? How do you understand this well-known quote said by one Dona Ball? For some reasons, I always find this quote quite deep indeed. Like this Dona Ball does really live in her role as what's so called mother. Like this woman does really understand how a mother should be. Because this quote, I have to say, seems to work to all mothers. From all ages, races, countries, religions, and many more. When first seeing this quote, I thought it was an over statement. I didn't see how it made sense. But, now I do.

Credit

Peran ibu buat saya kadang-kadang masih bagaikan sesuatu yang terasa tidak nyata. Rasanya baru kemarin saya menonton pertandingan basket dan memperhatikan kakak kelas pemain basket yang keren di bangku SMA. Rasanya baru kemarin saya dan teman se-geng (((GENG))) begitu ribetnya memilih outfit keren untuk memenuhi dresscode hajatan sweet-seventeen teman. Rasanya baru kemarin saya dan sahabat-sahabat ngopi-ngopi di angkringan murah meriah yang banyak ditongkrongi anak sekolahan sambil cekikikan dan ngobrol remeh-temeh tanpa beban. Rasanya baru kemarin saya ikut kumpulan motor Mio dan mengabsen siapa saja yang datang karena saya sekertaris geng motornya (((GENG MOTOR))). 

Wednesday, October 21, 2015

Tips Menyimpan ASI Perah


Para ibu yang bekerja di luar rumah tapi masih dalam masa menyusui pasti sudah akrab dengan yang namanya ASIP alias ASI perah. Menyusui sudah gape, memerah ASI sudah lihai, ASI lancar jaya, jadi peer selanjutnya adalah menyimpan ASI perah dengan cara yang benar supaya gizi dalam ASI terjaga kandungannya.


Walaupun saya bukan working mother, saya rutin memerah ASI untuk melancarkan produksi ASI saya. Sekaligus supaya ayem dan nggak kalang kabut kalau-kalau saya harus bepergian tanpa Baby Aiden. So, saya ingin berbagi tentang tips menyimpan ASI perah.

Saturday, October 17, 2015

Balada Asisten Rumah Tangga (ART)

Dari judulnya sudah ketebak banget yah saya mau cerita apa. Yes, apa lagi kalau bukan drama ibu-ibu zaman sekarang. Balada ART. ART Oh ART. Males juga sebenernya mikirin, tapi bikin nyesek euy! Dan akhirnya saya nggak tahan juga buat curhat supaya rada plong. Curhatnya di mana? Di blog. Apa banget kan.. Tapi, sekalian lah daripada blog ini berdebu. Ya kan ya kan. Auk ah.


Jadi, mulai bulan Juni kemarin saya dan keluarga kecil saya sempat tinggal di Jakarta. Nggak lama sih, cuma sampai akhir Agustus.


Tuesday, October 6, 2015

Stimulasi Bayi Baru Lahir


Saat Kakak Ubii masih newborn, hal-hal yang saya lakukan untuknya standard banget. Nenenin, mandiin, ganti popok, dan semacamnya. Sisanya ya paling mendongeng, membacakan cerita, atau bernyanyi untuknya. Dulu saya kira "Yah namanya masih bayi newborn, emang mau diapain lagi? Emangnya udah ngerti?" *___*

Ternyata bayi baru lahir pun butuh stimulasi!

Baca: Mainan Bayi Recommended di Lazada


Dari baca-baca di Babycentre.co.uk, saya jadi mengerti kalau ternyata sejak lahir bayi perlu mendapatkan stimulasi yang sesuai tahapan usianya. Stimulasi-stimulasi tersebut mencakup sight (penglihatan), hearing (pendengaran), dan touch (taktil). Sebetulnya ada 2 lagi sih yaitu taste (perasa) dan smell (penciuman). Tapi saya mau bahas 3 saja dulu karena itu yang prominent pada newborn baby.

Thursday, October 1, 2015

DIY Homemade Play Dough untuk Anak


Sebenarnya sudah banyak yang posting tentang ini. Terlalu banyak malah, mungkiin. Tapi saya tetep pengen menuliskan di sini deh (akhirnya) karena suka ditagih teman-teman, terutama temans di Rumah Ramah Rubella yang anak-anaknya mengalami keterlambatan tumbuh kembang seperti Ubii. Katanya ribet kalau cari resepnya di album foto saya yang bejibun dan acak adut itu. Oke baeklah :D

Yes, ini tentang resep bikin DIY Homemade Play Dough, bu-ibuu.


Betewe, just info yah. Main-main dengan aneka benda yang punya macam-macam tekstur itu dianjurkan oleh terapis Ubii loh. Jadi, kegiatan ini nggak hanya bermanfaat untuk anak-anak yang sehat, tapi juga bagus untuk anak dengan keterlambatan motorik seperti Ubii. Tekstur dough yang kenyal, gluey, dan lengket-lengket gimana gitu, bisa menstimulasi kemampuan motorik halus pada tangan anak-anak ini. Mereka akan terstimulasi untuk memegang, meremas, mempipil, menekan, and anything you name it!