Monday, December 22, 2014

Selamat Hari Ibu untuk Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Sumber

Dear Ibu dengan anak berkebutuhan khusus,

Halo, apa kabar. Bagaimana kabar hari ini? Ada cerita baru apa tentang anak-anak hebat kita? Hari ini kita peringati bersama sebagai Hari Ibu. Adakah yang berbeda dari hari-hari biasanya? Rasanya enggak ya. Kita tetap terbangun dari tidur dengan seuntai doa semoga hari ini anak-anak kita bersemangat menjalani terapi dan menelan obatnya. Bibir kita tetap ndower dan suara jadi serak karena harus sering melatih pendengaran anak tuna rungu kita. Boyok dan pinggang tetap pegal karena anak difabel kita masih harus digendong ke mana-mana. Harapan agar Tuhan memurahkan rezeki suami-suami kita masih tetap terucap dalam hati supaya pengobatan dan terapi buah hati nggak berhenti. Bensin atau ongkos transportasi masih rutin terpakai untuk mengantar anak-anak kita menjemput upaya kesehatannya. Tapi, sadarkah kalian? Itu semua terbayar ketika melihat anak-anak kita tidur dengan nyenyak dalam dekapan kita usai kita melantunkan lagu, firman, atau ayat sesuai keimanan kita.


Dear Ibu dengan anak difabel,

Hari ini nggak ada perayaan apa-apa. Tapi, saya ingin mengajak kalian semua mencantumkan doa. Doa agar anak-anak hebat kita kelak dapat mandiri dan berjuang untuk bertahan. Doa agar kelak pemahaman masyarakat mengenai anak berkebutuhan khusus menjadi lebih baik. Doa agar masyarakat nggak lagi melabeli stigma dan diskriminasi pada anak-anak kita hanya mereka memiliki kondisi yang berbeda dari anak pada umumnya. Doa agar masyarakat nggak lagi memanggil anak kita cacat, namun difabel, karena istilah difabel jelas lebih menunjukkan empati. Karena difabel berarti different ability. 

Dear Ibu dengan anak berkebutuhan khusus,

Jangan pernah berharap anak-anak berkebutuhan khusus kita akan menjadi anak yang kuat, penuh semangat, dan percaya diri jika kita saja sebagai ibunya belum mampu seperti itu. Jangan pernah bermimpi anak-anak difabel kita akan menjadi anak yang ikhlas jika dikata-katai jika kita saja sebagai ibunya masih saja mudah tersinggung dan marah jika mendengar celaan yang ditujukan pada kekurangan anak-anak kita. Jangan salah, saya bukannya bilang bahwa merasa tersinggung, marah, atau sedih itu bukan hal yang lumrah. Tentu itu sangat lumrah, karena kita hanya manusia biasa dengan perasaan. Apalagi kita sendiri yang mengandungnya sembilan bulan, menyusuinya, merawatnya, dan membesarkannya. Namun, tolonglah, nggak perlu membawa sakit hati kita pada mereka yang mencela anak-anak kita dengan doa dan harapan agar mereka mendapat balasan setimpal. Nggak perlu lah kita jadi mendoakan agar mereka kelak mempunyai anak berkebutuhan khusus juga agar mereka bisa merasakan perjuangan kita. Nggak perlu seperti itu. Kalau kita mau belajar berpikir panjang, coba pikirkan. Jika kita dianugerahi anak-anak normal, apakah kita juga bisa sepeduli ini pada isu difabel? Apakah kita juga bisa sepaham ini mengenai bagaimana berinteraksi dengan para orangtua anak difabel agar nggak ada salah kata, ucap, dan tingkah laku? Mungkin tidak. 

Mari kita ubah doa kita menjadi, "Semoga mereka mendapat pemahaman lebih baik tentang anak difabel." Memang sakit sekali rasanya hati ini jika mendengar, membaca, atau melihat celaan atau hinaan yang dialamatkan pada anak-anak difabel kita. Betul, sakitnya tuh di sini *ala Cita Citata*. Tapi, perlakuan buruk dari seseorang pada kita sama sekali BUKAN alasan kita harus berlaku buruk juga pada mereka untuk membalas, bukan? Amanah kita sebagai ibu dengan anak berkebutuhan khusus memang nggak mudah. Tapi saya yakin, kita akan melewati ini. Semoga. Sudah berapa lama kita belajar menabung kesabaran dan keikhlasan? Ketika anak-anak kita dicela, itulah saat yang paling tepat untuk mempraktikkan dan mengeluarkan tabungan kesabaran kita. Setuju nggak?

Dear Ibu dengan anak spesial,

Saya selalu meyakini bahwa Tuhan memberikan amanah ini dengan tujuan baik. Tuhan percaya bahwa kita mampu. Tuhan ingin kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Nggak semua orang diberi kesempatan ini. Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya mumpung kita masih punya usia di dunia fana ini. JANGAN pernah berpikir bahwa mereka adalah aib, azab, hukuman, dan lain sebagainya. BUKAN. Mereka adalah anugerah. Mereka adalah guru kehidupan yang akan mengajarkan kita begitu banyak pelajaran moral, yang mungkin nggak kita dapatkan di bangku pendidikan. Pelajaran moral, kesabaran, keikhlasan, dan empati seperti ini adalah mahal harganya. Syukurilah kita bisa belajar bersama. 

Anak-anak kita adalah spesial karena mereka punya kebutuhan khusus. Mari kita bergandengan tangan untuk membawa makna 'spesial' menjadi hal yang lebih baik dan positif lagi. Mari jadikan makna 'spesial' pada anak-anak kita bukan hanya karena disabilitasnya, melainkan karena mereka tetap akan menjadi manusia yang mandiri dan punya daya juang walaupun mereka memiliki kekurangan. Ini adalah PR panjang. Kadang-kadang saya pun nggak yakin apakah saya akan sanggup. Tapi, bukankah di situ lah esensi persahabatan dan persaudaraan kita, supaya kita bisa saling menguatkan? Menguatkan, bukan saling membully. Menyemangati, bukan saling mengkritik.


Semua itu, bukan untuk kita. Namun, untuk anak-anak spesial kita. Semoga mereka bisa menjadikan ke-spesial-an mereka memiliki makna yang lebih baik lagi.

Selamat Hari Ibu untuk semua ibu yang dianugerahi anak-anak berkebutuhan khusus. Kalau kemarin kita bisa bertahan, maka hari ini, besok, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya kita PASTI akan tetap dapat bertahan. Dengan senyuman. Dengan keikhlasan. Bukan dengan harapan dan balasan kutukan agar orang lain merasakan apa yang kita rasakan. Tegakkan kepala dan percayalah bahwa kita nggak sendirian. Kita lebih kuat dari yang kita duga. Kita sudah melakukan yang terbaik untuk mereka. Mari berdamai dengan diri kita sendiri.

Sumber

Selamat Hari Ibu untuk semua ibu yang dipercaya mengasuh anak-anak berkebutuhan khusus. Jika kita ingin anak-anak kita kuat, mari tunjukkan terlebih dahulu bahwa kita adalah ibu yang kuat. Children see, children do.




Love,








29 comments:

  1. Terima kasih, mak, sudah membuat postingan yg menyentuh dan membuka mata :)
    Semoga Tuhan selalu melingkupi kita dengan segala kebaikan.

    ReplyDelete
  2. Tulisan indah yang menguatkan :)
    Terimakasih telah berbagi

    ReplyDelete
  3. Selamaat hati ibu mak ges, tetap kuat, tetap tangguh dan menginspirasi lebih banyak lagii... Hugss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Hari Ibu juga ya, Mak Noe. Amiinn doanya :))

      Delete
    2. Selamat Hari Ibu juga ya, Mak Noe. Amiinn doanya :))

      Delete
  4. Aamiin ..... semoga semua yang dituliskan di sini bisa menyemangati semua ibu dengan anak spesial.

    ReplyDelete
  5. Selamat hari ibu mi ubii.... tetap semangat.. tetap kuat dan ikhlas menjalani peran yg Tuhan anugrahkan padamu ...
    Terus menginspirasi ya mak ...
    Sun syang for dearest ubii :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Happy Mothers Day too Mak Munaa. Sun sayang balik dari Ubii yaaa :*

      Delete
  6. Selamat hari ibu, Mak..
    Smg ibu2 selalu diberi kesehatan dan kekuatan mengurus keluarga.

    ReplyDelete
  7. Happy mothers day to all mommy in indonesia (secara ini hari ibu cuma limited nasional aja)
    Good words Grace.....Ubii is lucky to have you as a mom. Dan pastinya Tuhan ga salah pilih mama buat Ubii

    ReplyDelete
  8. Saya ibu berkebutuhan khusus, salam kenal Mak

    ReplyDelete
  9. Mom Ubii postingan yang mencerahkan dan menyemangati, semangat terus yoo, kapan dolan semarang, tak traktir tahu petis siji, kan irits hihihi

    ReplyDelete
  10. So touching Mami Ubii. Telat aku bacanya, hiks. Ubiii is so lucky to have you, and you are so lucky to have Ubii too

    ReplyDelete
  11. Aamiin untuk semua harapan & doa2mu ya Gess. :)

    ReplyDelete
  12. selamat hari ibu ya Mbak...tambah semangat :)

    ReplyDelete
  13. Selamat hari ibu, semoga di hari ibu yang akan datang hari2 kita akan lebih baik. :)

    ReplyDelete
  14. Hari ibu mungkin bisa kita jadikan sebagai hari mengistimewakan ibu kita ya? ayodeal

    ReplyDelete

  15. này bám đầy bụi, ngơ ngác đứng đó, không nói được tiếng nào.

    Hắn không thể hiểu được tại sao Phích Lịch đạn chưa ném ra đã phát nổ? Chẳng lẽ vừa rồi mình dùng sức mạnh quá?

    Lý Sơn chẹp một cái rồi lớn tiếng nói:
    học kế toán tại bắc ninh
    dịch vụ báo cáo tài chính
    kế toán cho giám đốc quản lý
    trung tâm kế toán tại quảng ninh
    học kế toán tại bắc ninh
    học kế toán tại hà đông

    eco city long biên
    http://01embesexy.com
    http://tradaboho.com
    học kế toán tại tphcm
    trung tâm kế toán tại quảng ninh
    học kế toán tại thanh xuân
    khoá học kế toán thuế
    trung tâm kế toán tại long biên

    - Chiêu này của Tôn Hạo sư huynh quả là quá lợi hại. Đây là chiêu gì

    không biết? Tự bạo đại pháp phải không? Ôi... Lúc trước ta chẳng nói với

    ngươi Phích Lịch đan phải cầm nhẹ mà ném ra. Ngươi lại la ó mà dùng sức

    như vậy thì làm gì mà nó chẳng phát nổ.

    Đám đệ tử Huyền Đạo tông cười phá lên.

    Ngay cả đám đệ tử nội môn của Hằng Nhạc phái cũng cố nín cười, chỉ sợ lỡ mà cười ra sẽ bị đám trưởng bối trừng trị.

    Hoàng Long chân nhân phất tay áo một cái, nhất thời xuất hiện một luồng

    gió, thổi tan làn khí thối. Đồng thời mang Tôn Hạo ném thẳng về Hằng

    Nhạc phong.

    Âu Dương lão nhân cười nói:

    ReplyDelete
  16. hari ibu merupakan ghari yang baik untuk kita tapi menurut saya tiap hari adalah hari ibu tanpa ibu kita bukan apa-apan, ilhamshare

    ReplyDelete
  17. Ini sudah pertengahan tahun,, sebentar lagi sudah desember dan Hari Ibu lagi. saya sangat suka, saat hari ibu pasti terasa tersentuh hati ini jika mengucapkannya kepada ibu.. makasih ya.. saya tunggu update ucapan hari ibu selanjutnya.. pasti bagus :)

    ReplyDelete

Thank you for giving your comments. Means A LOT to me. If you ask me a question in this comment section, but need answer ASAP, please poke me on my Instagram @grace.melia ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...